24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Angkatan Baru, Polemik Makna Berpendidikan

Karisma Nur Fitria by Karisma Nur Fitria
July 17, 2024
in Ulas Buku
Angkatan Baru, Polemik Makna Berpendidikan

buku "Angkatan baru" | Foto: Karisma

Judul : Angkatan Baru
Jenis : Novel-fiksi
Penulis : Hamka
Terbit : Cetakan ke-6, Desember 2021
Penerbit : Gema Insani, Jakarta
Tebal buku : 90 halaman; 18.3 cm

***

“Syamsiar dihormati lebih dari yang dahulu oleh ibu dan keluarganya sebab ia telah alim, keluaran sekolah agama, berdiploma”.

Kutipan dalam novel karya Buya Hamka ini sekiranya menggambarkan keagungan seorang  yang berpendidikan dari kaum adat di Minangkabau khususnya. Syamsiar, sebagai perempuan amat beruntung dapat berpendidikan dan semakin terhormatlah ia di mata keluarga dan masyarakat. Ia dipandang sebagai orang alim. Pendidikan pada masa itu telah menjadi tolak ukur tersendiri sebagai bentuk kehormatan seseorang.

Novel berjudul “Angkatan Baru” ini terbit pertama kali pada tahun 2016. Buya Hamka bersama karya-karya fiksinya tidak jauh mengisahkan problematika di tanah Minang, Sumatera Barat. Seperti karya kenamaannya yang berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Novelnya kali ini berkisah tentang seorang perempuan bernama Syamsiar yang telah jauh terpandang di kampungnya.

Syamsiar telah menempuh sekolah menengah agama dan memperoleh gelar diploma. Sekembalinya ia ke kampung tentulah semua orang menghormatinya. Semua orang tidak mempersoalkan apabila ia hanya bermalas-malasan di kamar sebab ia telah menjadi alim dan berilmu. Syamsiar yang terpandang itu telah besar kepala hingga merasa jemu melihat orang-orang kampung yang kolot. Ia merindukan kehidupannya semasa bersekolah.

Syamsiar dengan gelarnya ingin mendapat pekerjaan yang layak dan terpandang. Guru ialah satu-satunya pekerjaan yang cocok bagi kaum terpelajar sepertinya. Apabila ia bekerja sebagai pedagang atau petani maka hinalah ilmu yang diberikan gurunya. Kendati bekerja, ia juga sudah umurnya untuk menikah. Telah banyak laki-laki meminangnya ke rumah tetapi ditolaknya karena tidak sesuai dengan keinginannya. Tentu, Syamsiar dengan pikiran modernnya ingin menikah karena cinta bersama pria yang sejalan dengannya.

Akhirnya Syamsiar bertemu dengan Hasan, seorang alim dari kampung seberang. Mereka menikah dan membina rumah tangga dengan dasar “cinta” kedambaan Syamsiar. Hasan tidak sama dengan Syam. Ia benar-benar ingin mengabdikan ilmunya kepada masyarakat dimulai dari mengajar anak-anak berkebun, membaca, hingga menulis. Sayangnya pernikahan mereka terombang-ambing hingga karam tidak bersisa. Syam terpaksa mengikuti adat dan menerima pinangan seorang pria seusia ayahnya dan dijadikan istri ketiga.

Polemik Makna Berpendidikan dalam Adat

“Angkatan Baru” bukan judul biasa. Ia merepresentasikan pemuda-pemuda pada masa itu yang telah jauh dari turut hukum adat. Modernisasi yang mereka rasakan di bangku pendidikan tentu melihat sisi kolot masyarakat di kampung. Merekalah “Angkatan Baru”, Syamsiar salah satunya. Menyandang gelar diploma telah cukup baginya untuk merasa dihormati oleh masyarakat. Akan tetapi, sayangnya ilmu itu tidak bermanfaat bagi lingkungannya.

Syam telah berlarut menikmati penghormatan dan kemanjaan yang diberikan mamaknya. Lain halnya dengan Hasan. Laki-laki itu telah menyadari setidaknya bahwa berbagi ilmu tidak harus menjadi guru berseragam. Ucapan manis yang disampaikan oleh gurunya tentang manusia berilmu akan sukses bertolak belakang dengan kenyataannya. Pekerjaan yang semula dianggap hina bagi seorang alim kini ditekuninya sambil mengajar anak-anak kampung.

Pada awal pernikahan tabiat keduanya yang bertolak belakang belumlah tampak. Hingga akhirnya perbedaan keduanya dalam memandang “kehidupan” itu mulai tampak. Syamsiar dihormati sebagai seorang perempuan yang berpendidikan tetapi sayangnya hanya pintar berpidato dan tidak membagi ilmunya yang tinggi itu. Syam hanya ingin menjalani kehidupan yang senang dan bebas terlebih dimanjakan oleh mamaknya.

Hasan justru sangat dihormati oleh masyarakat karena cita-cita beratnya mendidik anak-anak di kampung. Ia menahan malu ditertawakan oleh teman-temannya yang alim itu karena mengerjakan pekerjaan itu. Akan tetapi, fokus Hasan akan cita-citanya tidak mendapat dukungan dari istrinya padahal keduanya berlatar pendidikan sama.

Pendidikan dalam masyarakat adat terutama dalam latar cerita di daerah Minangkabau menunjukkan eksistensinya. Seorang yang berpendidikan dan berilmu agama akan sangat disegani. Melihat perbedaan “penghormatan” yang didapatkan Syamsiar dan Hasan tentu menjadi persoalan tersendiri. Syamsiar mendapat penghormatannya karena cukup berpendidikan saja. Akan tetapi, Hasan mendapat penghinaan dahulu sebelum memperoleh penghormatannya karena mempunyai cita-cita besar dengan mendidik anak-anak kampung, masyhurlah namanya.

Buya Hamka sukses memberikan berbagai pandangannya terkait orang yang berpendidikan. Kenyataannya tidak semua orang berpendidikan itu berakal dan mau membagikan ilmunya. Tidak pula semua orang berpendidikan paham akan ilmunya sendiri. Merasa tinggi karena pendidikan tidak menjadikan orang itu berpendidikan.

Buku ini sangat ringan untuk dibaca oleh berbagai kalangan terutama remaja dan dewasa. Gaya penceritaan Buya Hamka yang khas sangat nyaman dan mudah dicerna. Pemilihan diksi indah untuk menjelaskan beberapa keadaan akan membuat pembaca semakin jatuh cinta dengan bahasanya. Cerita yang tidak terlalu panjang ini dapat dinikmati sambil bertemankan secangkir kopi. Novel “Angkatan Baru” ini memiliki pembahasan persoalan yang cukup relevan dengan kehidupan. Pembaca akan semakin memaknai “berpendidikan” itu seperti apa. [T]

BACA artikel lain dari penulis KARISMA NUR FITRIA

Petualangan Don Quixote: Kegilaan Bersahabat dengan Keberanian
Pikiran dan Luka Tak Berdarah dalam Diri – Ulasan Buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?”
“Malu Dong!” Si Keren Pengabai Aturan Jalan
Menggemparkan Suara di Tengah Ketidakadilan: Ulasan Kumpulan Puisi “Jari Tengah” karya Alfian Dippahatang
Kisah Cinta yang Mendewasakan — Ulasan Novel “Malik & Elsa 2” karya Boy Candra
“Yang Menyublim di Sela Hujan”: Memandang Pendidikan dan Kehidupan di Tanah Papua
Lada dari Papa
Indonesia dari Pinggir: Memoar Perjalanan yang Mengagumkan
Apakah Aku Normal?
Meretas Penyimpangan dalam Perjalanan Budaya dan Spiritualitas Tanah Minangkabau pada Novel “Segala Yang Diisap Langit” karya Pinto Anugrah
Menafsirkan Goresan Luka dari Pisau yang Tak Dapat Maaf
Alusi dan Ihwal yang Belum Selesai dalam “Bolang dari Baon”
Tags: Buya HamkaHamkaMinangkabaunovelSastra Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Golden Triangle, Mekong, dan Bagaimana Sungai Dimanfaatkan

Next Post

Bolehkah Menggunakan Bunga Palsu Untuk Membuat Banten? – Pertanyaan Mahasiswa Masa Kini

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Mahasiswi berusia 20 tahun yang sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta. Memiliki ketertarikan dalam bidang kepenulisan berbagai genre baik fiksi maupun non fiksi. Tengah berusaha mengembangkan project humanity @katabantu_ dengan konsep menjual e-book karya sastra dan 100% hasil penjualannya akan didonasikan untuk aksi kemanusiaan.

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Bolehkah Menggunakan Bunga Palsu Untuk Membuat Banten? – Pertanyaan Mahasiswa Masa Kini

Bolehkah Menggunakan Bunga Palsu Untuk Membuat Banten? - Pertanyaan Mahasiswa Masa Kini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co