25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pikiran dan Luka Tak Berdarah dalam Diri – Ulasan Buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?”

Karisma Nur Fitria by Karisma Nur Fitria
June 23, 2024
in Ulas Buku
Pikiran dan Luka Tak Berdarah dalam Diri – Ulasan Buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?”


Judul : Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?
Genre : Non-fiksi
Penulis : Pijar Psikologi
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : 16 Maret 2020
Halaman : 280 halaman

“Peluklah tubuh kita yang begitu kuat menahan setiap luka yang disebabkan oleh keluarga, teman, sahabat, pasangan, media, bahkan diri kita sendiri” (halaman 40).

Kutipan buku di atas akan membuat pembaca merasa tersentuh. Manusia memiliki tubuh yang kuat dalam menghadapi berbagai hal. Sebagaimana kutipan tersebut, manusia terkadang lupa menghargai apa yang paling dekat dengan dirinya -tubuhnya sendiri-. Manusia justru cenderung lebih sibuk untuk menyenangkan orang lain.

Penting sekali untuk menjaga, menghargai, serta merawat sesuatu yang tidak pernah meninggalkan diri. Tubuh yang senantiasa menemani dalam kondisi apapun dan tidak pernah meninggalkan justru sering diabaikan hingga tanpa sadar menjadi penuh luka. Luka ini tidak hanya luka secara fisik saja namun juga soal sebuah luka yang berada jauh di dalam kesadaran manusia.

Sejak kecil manusia hanya diperkenalkan dengan jenis luka fisik yang dapat dilihat, berdarah dan dapat disembuhkan melalui pengobatan. Padahal terdapat jenis luka lain yang perlu disembuhkan. Luka itu disebut dengan luka batin, sebuah luka yang sering kali tidak disadari manusia. Setiap manusia memiliki luka yang tidak berdarah atau luka batin dalam dirinya. Penting bagi manusia untuk mengetahui, memahami, dan memberikan usaha memulihkan luka batin itu. Buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?” hadir untuk membantu manusia mengenali macam-macam luka batin dalam dirinya.

Ketika membaca buku ini, pembaca akan diajak mengenali luka batin yang ada dalam dirinya. Setiap langkah pengenalan luka batin dalam buku ini akan ditambah dengan contoh penerapan yang mudah dipahami dan diterapkan oleh pembaca. Mengenal luka batin lalu memberinya nama merupakan tahap awal dari usaha manusia dalam menyembuhkan diri. Selain cara mengenal luka batin, buku ini juga berisi beberapa cara agar manusia dapat memulai langkah untuk pulih dari luka itu.

Keterlibatan Pikiran dalam Usaha Mengenal Luka Batin

Luka batin yang ada dalam diri manusia dapat bersumber dari banyak hal bahkan bisa jadi keberadaannya dekat dengan diri. Misalnya, luka yang berasal dari keluarga atau orang tua, pasangan, teman, atau malah diri sendiri. Usaha mengenal luka batin yang ada dalam diri akan melibatkan perdebatan hebat secara emosi. Penting untuk menjadi teman yang baik bagi diri sendiri sebelum menggali luka batin dalam diri. Dengan begitu, manusia dapat mengendalikan dirinya lebih baik.

Manusia yang memulai usaha untuk mengenal luka batinnya maka akan melibatkan pikiran. Pikiran inilah yang menyimpan segala memori baik atau buruk sehingga dapat mengatur kehidupan manusia. Melalui pikiran manusia dapat memahami apa yang harus dilakukan, atau mana yang baik dan yang buruk, dan lainnya. Pikiran layaknya sebuah program yang setiap saat membantu manusia.

“Pikiran adalah bagian diri yang kuat” (halaman 94).

Sepakat dengan kutipan dalam buku di atas, bahwa pikiran memiliki peran yang sangat kuat dalam diri manusia. Pikiran akan membantu manusia dalam menyusun program “kewaspadaan” atas pengalaman traumatis yang pernah dialami. Akan tetapi, seringkali pikiran juga berbahaya apabila diri tidak bisa mengendalikannya.

Pada buku ini menyebut istilah “Sampah Pikiran”. Sampah pikiran ini dapat mengganggu baik aktivitas ataupun dari sisi emosional seseorang akan mulai merasa tidak nyaman. Sampah pikiran ini adalah sesuatu yang semestinya dibuang tetapi banyak manusia justru menyimpannya, seperti “aku tidak terlihat menarik sama sekali”, “orang lain pasti akan menertawakan diriku” dan lainnya. Contoh sampah pikiran ini tidak semestinya ditimbun dan sebaiknya dibersihkan karena akan berpengaruh terhadap jalannya aktivitas dan emosional manusia.

Melalui buku ini, manusia akan memahami beberapa hal yang sebelumnya tidak terpikirkan seperti cara mengelola sampah pikiran. Penting bagi manusia untuk dapat mengontrol pikirannya. Penelitian menyatakan bahwa permasalahan psikologis seperti cemas dan depresi bukan disebabkan oleh situasi, konidisi atau tindakan yang terjadi, melainkan dari cara seseorang menyikapi atau memandang sebuah situasi. Hal ini tentu berhubungan dengan pikiran-pikiran yang semestinya tidak layak ditimbun.

Terdapat tiga cara membersihkan sampah pikiran yang dapat diikuti dalam buku, yaitu menulis, therapy notes, dan gratitude journal. Pertama, menuliskan pengalaman yang membuat diri merasa tertekan. Hal ini berfokus pada emosi yang berkaitan dengan pengalaman, emosi dan pikiran, serta menuliskan pengalaman sesuai realitas kejadian. Menulis dengan tujuan melepaskan emosi ini dapat membantu daripada menahan emosi itu.

Kedua, therapy notes dianjurkan dengan cara membuat semacam catatan kecil. Hal yang dapat dituliskan seperti pikiran dan perasaan yang muncul dalam suatu keadaan tertentu. Setelah membuat catatan kecil, berikutnya adalah membaca dan mendalami catatan tersebut dengan tujuan agar bersiap untuk menghadapi situasi sulit mendatang.

Ketiga, gratitude journal merupakan langkah untuk menuliskan setiap hal baik yang terjadi dalam kehidupan. Setiap kejadian baik seperti ucapan syukur, rasa terima kasih kepada seseorang, atau diri sendiri, atau lainnya, akan membuat seseorang merasa lebih baik. Membaca ulang gratitude journal yang dituliskan sebelumnya dapat menghadirkan pengaruh positif dan membantu mengikis sampah pikiran.

Tiga hal di atas hanya sebagian dari berbagai cara yang terdapat di buku dalam upaya memahami atau menyembuhkan luka. Begitu hebatnya pikiran dapat mempengaruhi keadaan jiwa seseorang. Disebutkan bahwa cara berpikir yang salah akan menambah masalah. Cara berpikir akan berpengaruh terhadap masalah mood, seperti depresi dan kecemasan. Hal ini menunjukkan adanya relevansi antara pikiran dengan luka batin yang dialami seseorang.

Pemahaman lebih lanjut terkait pikiran manusia yang sangat berpengaruh terhadap kondisi jiwa dapat ditemukan dalam buku. “Yang Belum Usai: Mengapa Manusia Punya Luka Batin?” mengajak pembaca untuk lebih terbuka dengan luka batin yang ada dalam diri dan cara pulih dari itu. Masih jarang manusia yang secara sadar ingin mengenal dan menyembuhkan luka batin dalam dirinya. Buku ini sengaja hadir dengan tujuan membantu masyarakat lebih terbuka dengan kondisi luka batin yang terpendam dalam diri.

Pembahasan yang ringan memudahkan pembaca memahami maksud dari setiap bab dalam buku ini. Disertai dengan contoh dan langkah-langlah yang dikaitkan dengan kehidupan sangat memudahkan pembaca awam dalam mengenali dirinya. Buku ini akan sangat membantu pembaca yang ingin dalam mengenal, memahami, dan memberikan usaha dalam menyembuhkan luka batin dalam diri.

Buku ini disusun oleh para ahli di bidang psikologi, setiap babnya merupakan artikel yang di tulis oleh pakarnya. Buku ini memiliki kelebihan dalam penggunaan bahasa yang nyaman dibaca. Sebagaimana tujuannya agar membantu masyarakat lebih menyadari luka batin yang ada, buku ini layak dan nyaman untuk dibaca berbagai kalangan dalam usaha memahami diri. Disertai dengan contoh seperti pengalaman-pengalaman yang mungkin terjadi sebagai kemungkinan dari akar dari luka batin seseorang.

Dengan kelebihan yang dimiliki oleh buku ini, terdapat satu hal yang sebaiknya diperhatikan oleh penulis. Penggunaan istilah-istilah asing sebaiknya diberikan padanan dalam bahasa Indonesia jika memang ada. Hal ini akan sangat membantu pembaca awam dalam memahami isi yang dimaksud. Mengingat pembaca buku ini ditargetkan kepada masyarakat umum sehingga penggunaan istilah asing akan membatasi pembaca dalam memahami maksud tulisan.

Disusun dengan rapih mulai dari pengenalan luka batin, lalu mengendalikan pikiran, kemudian cara atau langkah mengatasi konflik batin dan seterusnya memudahkan pembaca dalam memahaminya dengan runtut. Buku “Yang Belum Usai: Mengapa Manusia Punya Luka Batin?” memberikan pengalaman yang berarti bagi pembaca dalam proses pengenalan diri terutama soal luka batin.

Manusia perlu menyadari pentingnya untuk mengenali luka batin yang ada dalam dirinya. Buku ini dapat menjadi sebuah referensi bagi berbagai kalangan untuk membantu pembaca dalam usaha menyadari luka batinnya. Keterlibatan pikiran dengan luka batin yang ada dalam diri manusia menjadi fokus tersendiri.  Buku ini akan memandu pembaca dalam perjalanan mengenal luka batin dan cara mengatasinya dengan baik. [T]

Menggemparkan Suara di Tengah Ketidakadilan: Ulasan Kumpulan Puisi “Jari Tengah” karya Alfian Dippahatang
Kisah Cinta yang Mendewasakan — Ulasan Novel “Malik & Elsa 2” karya Boy Candra
“Yang Menyublim di Sela Hujan”: Memandang Pendidikan dan Kehidupan di Tanah Papua
Lada dari Papa
Indonesia dari Pinggir: Memoar Perjalanan yang Mengagumkan
Apakah Aku Normal?
Meretas Penyimpangan dalam Perjalanan Budaya dan Spiritualitas Tanah Minangkabau pada Novel “Segala Yang Diisap Langit” karya Pinto Anugrah
Menafsirkan Goresan Luka dari Pisau yang Tak Dapat Maaf
Alusi dan Ihwal yang Belum Selesai dalam “Bolang dari Baon”
Tags: BukuPsikologiresensi buku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Peran Komunikasi dalam Negosiasi

Next Post

“Nurunang”: Rangkaian Penataan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Beringkit, Mengwi, Badung

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Mahasiswi berusia 20 tahun yang sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta. Memiliki ketertarikan dalam bidang kepenulisan berbagai genre baik fiksi maupun non fiksi. Tengah berusaha mengembangkan project humanity @katabantu_ dengan konsep menjual e-book karya sastra dan 100% hasil penjualannya akan didonasikan untuk aksi kemanusiaan.

Related Posts

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails

Sugianto Membongkar Bali

by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
0
Sugianto Membongkar Bali

Judul Buku    : Aib Penulis          : I Made Sugianto Penerbit        : Pustaka Ekspresi Cetakan         : Pertama, Januari 2026 Tebal              :...

Read moreDetails

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails
Next Post
“Nurunang”: Rangkaian Penataan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Beringkit, Mengwi, Badung

“Nurunang”: Rangkaian Penataan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Beringkit, Mengwi, Badung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co