9 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pikiran dan Luka Tak Berdarah dalam Diri – Ulasan Buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?”

Karisma Nur Fitria by Karisma Nur Fitria
June 23, 2024
in Ulas Buku
Pikiran dan Luka Tak Berdarah dalam Diri – Ulasan Buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?”


Judul : Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?
Genre : Non-fiksi
Penulis : Pijar Psikologi
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : 16 Maret 2020
Halaman : 280 halaman

“Peluklah tubuh kita yang begitu kuat menahan setiap luka yang disebabkan oleh keluarga, teman, sahabat, pasangan, media, bahkan diri kita sendiri” (halaman 40).

Kutipan buku di atas akan membuat pembaca merasa tersentuh. Manusia memiliki tubuh yang kuat dalam menghadapi berbagai hal. Sebagaimana kutipan tersebut, manusia terkadang lupa menghargai apa yang paling dekat dengan dirinya -tubuhnya sendiri-. Manusia justru cenderung lebih sibuk untuk menyenangkan orang lain.

Penting sekali untuk menjaga, menghargai, serta merawat sesuatu yang tidak pernah meninggalkan diri. Tubuh yang senantiasa menemani dalam kondisi apapun dan tidak pernah meninggalkan justru sering diabaikan hingga tanpa sadar menjadi penuh luka. Luka ini tidak hanya luka secara fisik saja namun juga soal sebuah luka yang berada jauh di dalam kesadaran manusia.

Sejak kecil manusia hanya diperkenalkan dengan jenis luka fisik yang dapat dilihat, berdarah dan dapat disembuhkan melalui pengobatan. Padahal terdapat jenis luka lain yang perlu disembuhkan. Luka itu disebut dengan luka batin, sebuah luka yang sering kali tidak disadari manusia. Setiap manusia memiliki luka yang tidak berdarah atau luka batin dalam dirinya. Penting bagi manusia untuk mengetahui, memahami, dan memberikan usaha memulihkan luka batin itu. Buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?” hadir untuk membantu manusia mengenali macam-macam luka batin dalam dirinya.

Ketika membaca buku ini, pembaca akan diajak mengenali luka batin yang ada dalam dirinya. Setiap langkah pengenalan luka batin dalam buku ini akan ditambah dengan contoh penerapan yang mudah dipahami dan diterapkan oleh pembaca. Mengenal luka batin lalu memberinya nama merupakan tahap awal dari usaha manusia dalam menyembuhkan diri. Selain cara mengenal luka batin, buku ini juga berisi beberapa cara agar manusia dapat memulai langkah untuk pulih dari luka itu.

Keterlibatan Pikiran dalam Usaha Mengenal Luka Batin

Luka batin yang ada dalam diri manusia dapat bersumber dari banyak hal bahkan bisa jadi keberadaannya dekat dengan diri. Misalnya, luka yang berasal dari keluarga atau orang tua, pasangan, teman, atau malah diri sendiri. Usaha mengenal luka batin yang ada dalam diri akan melibatkan perdebatan hebat secara emosi. Penting untuk menjadi teman yang baik bagi diri sendiri sebelum menggali luka batin dalam diri. Dengan begitu, manusia dapat mengendalikan dirinya lebih baik.

Manusia yang memulai usaha untuk mengenal luka batinnya maka akan melibatkan pikiran. Pikiran inilah yang menyimpan segala memori baik atau buruk sehingga dapat mengatur kehidupan manusia. Melalui pikiran manusia dapat memahami apa yang harus dilakukan, atau mana yang baik dan yang buruk, dan lainnya. Pikiran layaknya sebuah program yang setiap saat membantu manusia.

“Pikiran adalah bagian diri yang kuat” (halaman 94).

Sepakat dengan kutipan dalam buku di atas, bahwa pikiran memiliki peran yang sangat kuat dalam diri manusia. Pikiran akan membantu manusia dalam menyusun program “kewaspadaan” atas pengalaman traumatis yang pernah dialami. Akan tetapi, seringkali pikiran juga berbahaya apabila diri tidak bisa mengendalikannya.

Pada buku ini menyebut istilah “Sampah Pikiran”. Sampah pikiran ini dapat mengganggu baik aktivitas ataupun dari sisi emosional seseorang akan mulai merasa tidak nyaman. Sampah pikiran ini adalah sesuatu yang semestinya dibuang tetapi banyak manusia justru menyimpannya, seperti “aku tidak terlihat menarik sama sekali”, “orang lain pasti akan menertawakan diriku” dan lainnya. Contoh sampah pikiran ini tidak semestinya ditimbun dan sebaiknya dibersihkan karena akan berpengaruh terhadap jalannya aktivitas dan emosional manusia.

Melalui buku ini, manusia akan memahami beberapa hal yang sebelumnya tidak terpikirkan seperti cara mengelola sampah pikiran. Penting bagi manusia untuk dapat mengontrol pikirannya. Penelitian menyatakan bahwa permasalahan psikologis seperti cemas dan depresi bukan disebabkan oleh situasi, konidisi atau tindakan yang terjadi, melainkan dari cara seseorang menyikapi atau memandang sebuah situasi. Hal ini tentu berhubungan dengan pikiran-pikiran yang semestinya tidak layak ditimbun.

Terdapat tiga cara membersihkan sampah pikiran yang dapat diikuti dalam buku, yaitu menulis, therapy notes, dan gratitude journal. Pertama, menuliskan pengalaman yang membuat diri merasa tertekan. Hal ini berfokus pada emosi yang berkaitan dengan pengalaman, emosi dan pikiran, serta menuliskan pengalaman sesuai realitas kejadian. Menulis dengan tujuan melepaskan emosi ini dapat membantu daripada menahan emosi itu.

Kedua, therapy notes dianjurkan dengan cara membuat semacam catatan kecil. Hal yang dapat dituliskan seperti pikiran dan perasaan yang muncul dalam suatu keadaan tertentu. Setelah membuat catatan kecil, berikutnya adalah membaca dan mendalami catatan tersebut dengan tujuan agar bersiap untuk menghadapi situasi sulit mendatang.

Ketiga, gratitude journal merupakan langkah untuk menuliskan setiap hal baik yang terjadi dalam kehidupan. Setiap kejadian baik seperti ucapan syukur, rasa terima kasih kepada seseorang, atau diri sendiri, atau lainnya, akan membuat seseorang merasa lebih baik. Membaca ulang gratitude journal yang dituliskan sebelumnya dapat menghadirkan pengaruh positif dan membantu mengikis sampah pikiran.

Tiga hal di atas hanya sebagian dari berbagai cara yang terdapat di buku dalam upaya memahami atau menyembuhkan luka. Begitu hebatnya pikiran dapat mempengaruhi keadaan jiwa seseorang. Disebutkan bahwa cara berpikir yang salah akan menambah masalah. Cara berpikir akan berpengaruh terhadap masalah mood, seperti depresi dan kecemasan. Hal ini menunjukkan adanya relevansi antara pikiran dengan luka batin yang dialami seseorang.

Pemahaman lebih lanjut terkait pikiran manusia yang sangat berpengaruh terhadap kondisi jiwa dapat ditemukan dalam buku. “Yang Belum Usai: Mengapa Manusia Punya Luka Batin?” mengajak pembaca untuk lebih terbuka dengan luka batin yang ada dalam diri dan cara pulih dari itu. Masih jarang manusia yang secara sadar ingin mengenal dan menyembuhkan luka batin dalam dirinya. Buku ini sengaja hadir dengan tujuan membantu masyarakat lebih terbuka dengan kondisi luka batin yang terpendam dalam diri.

Pembahasan yang ringan memudahkan pembaca memahami maksud dari setiap bab dalam buku ini. Disertai dengan contoh dan langkah-langlah yang dikaitkan dengan kehidupan sangat memudahkan pembaca awam dalam mengenali dirinya. Buku ini akan sangat membantu pembaca yang ingin dalam mengenal, memahami, dan memberikan usaha dalam menyembuhkan luka batin dalam diri.

Buku ini disusun oleh para ahli di bidang psikologi, setiap babnya merupakan artikel yang di tulis oleh pakarnya. Buku ini memiliki kelebihan dalam penggunaan bahasa yang nyaman dibaca. Sebagaimana tujuannya agar membantu masyarakat lebih menyadari luka batin yang ada, buku ini layak dan nyaman untuk dibaca berbagai kalangan dalam usaha memahami diri. Disertai dengan contoh seperti pengalaman-pengalaman yang mungkin terjadi sebagai kemungkinan dari akar dari luka batin seseorang.

Dengan kelebihan yang dimiliki oleh buku ini, terdapat satu hal yang sebaiknya diperhatikan oleh penulis. Penggunaan istilah-istilah asing sebaiknya diberikan padanan dalam bahasa Indonesia jika memang ada. Hal ini akan sangat membantu pembaca awam dalam memahami isi yang dimaksud. Mengingat pembaca buku ini ditargetkan kepada masyarakat umum sehingga penggunaan istilah asing akan membatasi pembaca dalam memahami maksud tulisan.

Disusun dengan rapih mulai dari pengenalan luka batin, lalu mengendalikan pikiran, kemudian cara atau langkah mengatasi konflik batin dan seterusnya memudahkan pembaca dalam memahaminya dengan runtut. Buku “Yang Belum Usai: Mengapa Manusia Punya Luka Batin?” memberikan pengalaman yang berarti bagi pembaca dalam proses pengenalan diri terutama soal luka batin.

Manusia perlu menyadari pentingnya untuk mengenali luka batin yang ada dalam dirinya. Buku ini dapat menjadi sebuah referensi bagi berbagai kalangan untuk membantu pembaca dalam usaha menyadari luka batinnya. Keterlibatan pikiran dengan luka batin yang ada dalam diri manusia menjadi fokus tersendiri.  Buku ini akan memandu pembaca dalam perjalanan mengenal luka batin dan cara mengatasinya dengan baik. [T]

Menggemparkan Suara di Tengah Ketidakadilan: Ulasan Kumpulan Puisi “Jari Tengah” karya Alfian Dippahatang
Kisah Cinta yang Mendewasakan — Ulasan Novel “Malik & Elsa 2” karya Boy Candra
“Yang Menyublim di Sela Hujan”: Memandang Pendidikan dan Kehidupan di Tanah Papua
Lada dari Papa
Indonesia dari Pinggir: Memoar Perjalanan yang Mengagumkan
Apakah Aku Normal?
Meretas Penyimpangan dalam Perjalanan Budaya dan Spiritualitas Tanah Minangkabau pada Novel “Segala Yang Diisap Langit” karya Pinto Anugrah
Menafsirkan Goresan Luka dari Pisau yang Tak Dapat Maaf
Alusi dan Ihwal yang Belum Selesai dalam “Bolang dari Baon”
Tags: BukuPsikologiresensi buku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Peran Komunikasi dalam Negosiasi

Next Post

“Nurunang”: Rangkaian Penataan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Beringkit, Mengwi, Badung

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Mahasiswi berusia 20 tahun yang sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta. Memiliki ketertarikan dalam bidang kepenulisan berbagai genre baik fiksi maupun non fiksi. Tengah berusaha mengembangkan project humanity @katabantu_ dengan konsep menjual e-book karya sastra dan 100% hasil penjualannya akan didonasikan untuk aksi kemanusiaan.

Related Posts

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails
Next Post
“Nurunang”: Rangkaian Penataan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Beringkit, Mengwi, Badung

“Nurunang”: Rangkaian Penataan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Beringkit, Mengwi, Badung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co