6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bolehkah Menggunakan Bunga Palsu Untuk Membuat Banten? – Pertanyaan Mahasiswa Masa Kini

Ketut Citra Kurniawan by Ketut Citra Kurniawan
July 17, 2024
in Esai
Bolehkah Menggunakan Bunga Palsu Untuk Membuat Banten? – Pertanyaan Mahasiswa Masa Kini

Foto ilustrasi: Citra Kurniawan

BEBERAPA hari yang lalu, teman seperjuangan saya sebut saja Desak yang sedang berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Makassar mengirimi saya pesan via WhatsApp. Bak orang yang mencari kejelasan atas pertanyaan yang menyibukkan kepalanya, ia bertanya kepada saya.

“Aku ingin bertanya terkait penggunaan bunga saat membuat banten (yadnya), apakah dalam agama Hindu diperbolehkan menggunakan bunga palsu, bunga buatan dan sejenisnya, karena saya melihat sebuah konten yang sedang viral di sebuah aplikasi video pendek (shorts) yang memperlihatkan seseorang yang membuat banten tidak menggunakan bunga asli yang didapat dari alam, melainkan menggunakan bunga replika (palsu)?” tanyanya.

Diri ini terdiam sejenak membiarkan citta menganalisis saripati dari pertanyaannya, dalam hati saya berpikir bahwa ini adalah sebuah pertanyaan yang kritis sebagai seorang mahasiswa melihat fenomena yang terjadi di lapangan. Saya berasumsi bahwa Desak sedang mengimplementasikan filsafat dalam dirinya melalui sebuah pertanyaan mendalam terhadap suatu hal yang ditanyakan kepada saya.

Sebagai seorang mahasiswa yang sedang menempuh jurusan Pendidikan Agama Hindu di sebuah Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri di Bali, tentu saja batin saya menuntut agar bergegas mencari jawaban atas pertanyaan Desak. Berdasarkan rujukan beberapa literatur, dalam agama Hindu bunga bukan sekadar sebagai hiasan (estetisitas) melainkan merupakan salah satu sarana penting dalam pelaksanaan yadnya yang digunakan untuk persembahan kepada Tuhan sehingga dalam pelaksanaannya tidak menggunakan bunga yang sembarangan.

Dalam lontar Yadnya Prakerti dijelaskan bahwa bunga sesungguhnya sebagai lambang dari ketulusikhlasan pikiran yang suci. Persembahan yadnya sangat perlu memerhatikan beberapa aspek dalam memilih bunga yaitu, kesucian, kelengkapan dan keharuman. Demikian juga, hendaknya tidak menggunakan bunga yang belum mekar, layu ataupun yang dihinggapi semut atau ulat serta bunga yang tumbuh di kuburan (mempengaruhi kesucian), sehingga bunga yang patut digunakan sebagai sarana yadnya adalah bunga yang bersih, mekar dan harum (I Nyoman Sudanta, Bali Express)

Penggunaan sarana bunga juga terdapat dalam sebuah kutipan kitab suci Bhagavad-gita adhyaya IX sloka 26. Disebutkan: Pattram puspam phalam toyam, Yo me bhaktya prayacchati, Tad aham bhaktyupahrtam, Asnami prayatatmanah. Terjemahan: Siapapun yang dengan kesucian hati mempersembahkan pada Ku sehelai daun, sekuntum bunga, buah-buahan atau seteguk air, persembahan yang didasari oleh cinta dan sujud bhakti dari lubuk hati yang suci aku terima.

Dari kutipan sloka di atas, diperoleh hipotesis bahwa dalam agama Hindu daun, bunga, buah-buahan, dan air yang merupakan hasil alam digunakan untuk persembahan sebagai wujud bhakti kepada Tuhan. Di Bali khususnya, kombinasi sarana tersebut menghasilkan bentuk sarana seperti canang, kwangen, tirta dan bija. Setiap sarana tersebut memiliki makna dan nilai spiritual yang tinggi sebagai implementasi Sradha (keyakinan) umat Hindu.

Meskipun agama Hindu memiliki konsep fleksibilitas, akan tetapi penggunaan sarana tersebut dalam pembuatan banten bukanlah kesenian bersifat dekoratif yang dapat dibuat atau digunakan sesuka hati, melainkan harus sesuai dengan anggah-ungguh yang pasti sesuai tuntunan sastra karena mengandung simbol etika dan makna yang sakral (Dr. Ni Nengah Rustini, M.Ag., Kemenag Kabupaten Gianyar)

The last but not least, sebagai generasi penerus Hindu yang memiliki nalar untuk berwiweka (memilah-milah) atau filterisasi mana yang patut dilakukan dan tidak patut dilakukan. Memberdayakan kemampuan dengan tidak hanyut dan terbuai atas kemudahan dan kemajuan teknologi yang menyebabkan degradasi moral yaitu keadaan dimana manusia melakukan segala hal tanpa mengindahkan petunjuk sastra yang ada (semaunya). 

Jadi, kesimpulannya dalam pelaksanaan yadnya yang melibatkan sarana-sarana yang telah disebutkan salah satunya yaitu bunga, hendaknya kita menggunakan bunga yang berasal dari alam dengan kriteria-kriteria yang telah dipaparkan di atas. Karena bunga merupakan wujud kesucian hati kepada Tuhan dan sebagai wujud syukur dan terima kasih atas hasil alam yang dilimpahkan oleh Tuhan kepada umat manusia.

Daftar Pustaka:

  • baliexpress.jawapos.com/balinese/amp/672927688/ini-arti-dan-fungsi-bunga-untuk-sarana-persembahyangan-umat-hindu-di-bali
  • bali.kemenag.go.id/gianyar/berita/5006/kesucian-umat-hindu-melalui-pembinaan-serati-banten-kab-gianyar
  • bali.tribunnews.com/2022/04/22/bunga-hingga-kelapa-sebagai-sarana-upakara-dan-maknanya-dalam-hindu
  • jembranaexpress.jawapos.com/taksu/2234147488/tradisi-persembahan-bunga-dalam-agama-hindu-bali-filosofi-dan-pantangan-yang-ditekankan?
  • kemenag.go.id/hindu/makna-filosofis-upakara-dalam-upacara-yadnyanbsp-jvj8p0
𝗖𝗘𝗖𝗘𝗞 𝗝𝗔𝗝𝗔 𝗦𝗔𝗠𝗨𝗔𝗡 𝗕𝗔𝗡𝗧𝗘𝗡 𝗦𝗔𝗥𝗔𝗦𝗪𝗔𝗧𝗜
Dari Ujung Lidah sampai Ujung Pangrupak: Membaca Saraswati sebagai Momentum Literasi
Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?
Meninggalkan “Ngayah”, Melupakan Identitas
SEBARIS DOA | Catatan Harian Sugi Lanus
Air dalam Peradaban Bali
Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan
Tags: bantenbungahindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Angkatan Baru, Polemik Makna Berpendidikan

Next Post

Hujan, Panggung Basah, Kain Penari dan Penabuh pun “Belus” Hingga ke “Bagian Dalam” – Cerita PKB 2024 dari Duta Tabanan

Ketut Citra Kurniawan

Ketut Citra Kurniawan

Lahir di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Tinggal di Denpasar. Hobinya membaca, menulis dan mendengarkan musik.

Related Posts

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails
Next Post
Hujan, Panggung Basah, Kain Penari dan Penabuh pun “Belus” Hingga ke “Bagian Dalam” – Cerita PKB 2024 dari Duta Tabanan

Hujan, Panggung Basah, Kain Penari dan Penabuh pun “Belus” Hingga ke “Bagian Dalam” – Cerita PKB 2024 dari Duta Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co