24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
July 12, 2024
in Esai
Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Foto ilustrasi: Darma Permana

SETIAP Sabtu (Saniscara) Umanis, Wuku Watugunung, umat Hindu merayakan Hari Saraswati sebagai perayaan turunnya anugerah ilmu pengetahuan. Pada Hari Raya Saraswati, umat Hindu melaksanakan pemujaan kepada salah satu manifestasi Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu Dewi Saraswati. Beliau menjadi salah satu sinar suci Tuhan yang sangat dicintai dan dihormati.

Dalam pandangan agama Hindu, eksistensi Dewi Saraswati merupakan hakikat dari manifestasi Tuhan yang selalu hadir dalam kehidupan manusia. Bagaikan matahari dengan sinarnya, Dewi Saraswati adalah sinar suci Tuhan yang bertugas memberikan penerangan kepada umat manusia dari gelapnya ketidaktahuan.

Eksistensi Dewi Saraswati

Etimologi ‘Saraswati’ berasal dari bahasa Sanskerta yaitu dari urat kata “Sr” yang memiliki arti sebagai sesuatu yang terus mengalir. Dasar inilah yang menjadi identik dengan Dewi Saraswati sebagai salah salah satu dari sepuluh nama sungai suci menurut Rg. Veda V. 75. 3 (Titib, 2000: 185).

Selain sungai, sesuatu yang terus mengalir juga identik dengan kata-kata, ucapan, dan ilmu pengetahuan. Untuk itulah, Dewi Saraswati dalam agama Hindu juga menjadi dewi penguasa ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan ucapan yang disamakan dengan vac, yaitu dewa penguasa kata-kata (Putri dan Sarjana, 2021: 103). 

Dari sisi eksistensi, Dewi Saraswati menempati substansi penting dalam kepercayaan agama Hindu. Dewi Saraswati berperan sebagai shakti Dewa Brahma, yang menjadi salah satu bagian dari trinitas utama menurut kepercayaan Hindu yang disebut Tri Murti.

Shakti sendiri merupakan aspek female dalam kekuatan Tuhan yang bersifat dinamis dan kreatif (Suwena, 2018: 58). Sehingga secara sederhana, umat Hindu memaknai Dewi Saraswati sebagai dewi penguasa ilmu pengetahuan. Tanpa adanya ilmu pengetahuan, segala penciptaan di dunia ini tidak akan pernah terjadi.

Esensi di Balik Wujud Dewi Saraswati

Penggambaran Dewi Sarawati adalah Anthromorphic, yaitu Dewi yang memiliki wujud layaknya manusia namun memiliki kelebihan berupa bertangan empat (Tim Dosen UNUD, 2018: 28).

Dari beberapa literatur, terdapat beberapa petunjuk lebih detail terkait wujud Dewi Saraswati. Beliau digambarkan sebagai sosok wanita cantik, bertangan empat dengan masing-masing memegang genitri, lontar, wina, dan bunga teratai, serta duduk atau berdiri di sebuah bunga padma (Masriastri, 2021: 12).

Sebagai suatu vahana atau hewan suci, penggambaran Dewi Saraswati terutama yang tertuang dalam lukisan atau arca biasanya juga ditemani dengan seekor angsa dan merak. Semua bagian aspek dari penggambaran Dewi Saraswati tersebut memiliki arti dan esensi yang luhur dalam khazanah pengetahuan Titib (2000: 189).

  • Wanita Cantik dan Berkulit Putih

    Saraswati adalah Sang Dewi yang memiliki paras wanita cantik, dan berkulit putih mulus. Wujud demikian melambangkan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang menarik umat manusia untuk terus mempelajari dan menggalinya. Lebih lanjut dengan warna putih sebagai simbol kemurnian, juga perlambang dari ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang juga murni. Sehingga sangat penting agar pengetahuan dapat diarahkan secara positif guna meningkatkan kualitas hidup yang berbudhi pekerti luhur.

    • Bertangan Empat

    Penggambaran Dewi Saraswati adalah Anthromorphic yang mempunyai tangan empat. Tangan empat ini bukanlah dimaknai sebagai suatu kelainan seperti ilmu kedokteran yang sifatnya duniawi. Dari sisi rohani terutama dalam kepercayaan Hindu, tangan empat ini merupakan suatu simbol dari penguasaan kitab suci Weda, terutama empat Weda utama yang disebut Catur Veda Samitha. Jadi dalam hal ini, hanya dengan ilmu pengetahuan yang disimbolkan melalui Dewi Saraswati dapat menyangga pengetahuan agung dalam Catur Veda Samhita dan alam semesta.

    • Benda di Masing-Masing Tangan

    Keempat tangan yang dimiliki Dewi Saraswati digambarkan selalu memegang beberapa benda.

    Pertama ada keropak atau lontar, yang merupakan lambang dari sumber ilmu pengetahuan. Kedua ada bunga teratai, yang merupakan lambang dari kesucian. Ketiga ada wina sebagai sebuah alat musik menyerupai wujud gitar kecil atau kecapi. Lambang dari wina sendiri adalah sebagai simbol keindahan dari ilmu pengetahuan yang mampu menggugah rasa dan memberikan ketenangan atau kenikmatan bagi mereka yang mempelajarinya.

    Serta keempat, tangan Dewi Sarawati juga memegang genitri atau tasbih. Benda ini merupakan suatu simbol dari ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang terus mengalir atau berputar.

    • Vahana berupa Angsa dan Merak

    Vahana atau hewan suci dalam wujud Angsa dan Merak juga turut menyertai penggambaran Dewi Saraswati. Dalam hal ini, angsa merupakan lambang dari kebijaksanaan, yang mampu membedakan sesuatu hal yang baik dan juga buruk.

    Untuk itulah hal ini memberikan pesan bahwa ilmu pengetahuan akan memberikan kebijaksanaan bagi mereka yang tekun mempelajarinya. Kemudian dari merak, memiliki lambang sebagai kewibawaan atau penguasaan terhadap rasa ego.

    Sehingga dalam hal ini, merak pada pengambaran Dewi Saraswati memiliki pesan konotasi bahwa, ilmu pengetahuan juga akan memberikan kewibawaan bagi mereka yang tekun mempelajarinya.

    LEWAT wujud beserta atribut inilah, semakin memperkuat kedudukan Dewi Saraswati sebagai Dewi penguasa Ilmu Pengetahuan khususnya pengetahuan yang bersifat rohani. Dari seluruh mitologi keagungan dan makna filosofis Dewi Saraswati tersebut, pada akhirnya membawa suatu kepercayaan yang lebih dalam terhadap umat Hindu khususnya yang ada di Nusantara untuk merayakan suatu hari khusus untuk memuja Dewi Saraswati sebagai penguasa ilmu pengetahuan khususnya yang bersifat rohani untuk pencerahan jiwa. Hari tersebutlah yang dikenal dengan sebutan Hari Raya Saraswati, dan jatuh setiap 210 hari sekali pada Sabtu Umanis Wuku Watugunung.

    Hari Saraswari diyakini sebagai tonggak turunnya ilmu pengetahuan di dunia, sehingga umat Hindu melakukan penyucian dan ritual terhadap buku, sastra, dan segala sumber ilmu pengetahuan guna menyucikan pikiran serta perwujudan rasa syukur terhadap segala pengetahuan yang telah diturunkan. [T]

    Daftar Pustaka

    • Masriastri, I. G. A. K. Y. 2021. Makna Simbol Dewi Saraswati pada Fungsi Perpustakaan. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 4(2). 1-16.
    • Mastini, G. N. 2018. Saraswati sebagai Istadewata menurut Kakawin Wrettasancaya. Jurnal Guna Widya 5(2). 76-79.
    • Putri, N. K. A. K. & Sarjana, I. W. M. 2021. Filosofi Saraswati dalam Aktualisasi. Majalah Ilmiah Untab, 18(1). 102-107.
    • Suwena, I. W. 2018. Makna Mitos Dewi Saraswati dan Mitos Dewi Durga: Suatu Analisis Struktural. Sunari Penjor: Journal of Anthropology, 2(1). 58-73.
    • Tim Dosen Agama Hindu UNUD. 2018. Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Denpasar: Udayana University Press
    • Titib, I Made. 2000. Teologi dan Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.


    BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

    Bagaimana Siksa Kubur Versi Hindu?
    “Melajah Kalah”
    Tumpek Krulut Adopsi Hari Valentine?
    Rwa Bhineda Pasti Ada
    Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi
    Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
    Tags: Hari Raya SaraswatiHari Saraswatihinduilmu pengetahuanPendidikan
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Isu Dokter Asing dan Pemecatan Dekan FK Unair

    Next Post

    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    I Dewa Gede Darma Permana

    I Dewa Gede Darma Permana

    Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

    Related Posts

    Selamat Datang di Negara “Clickbait”

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    October 24, 2026
    0
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

    SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

    Read moreDetails

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    0
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    Read moreDetails

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    0
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    Read moreDetails

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    0
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    Read moreDetails

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026
    0
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    Read moreDetails

    Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

    by Chusmeru
    October 21, 2026
    0
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

    DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

    Read moreDetails

    Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

    by Angga Wijaya
    October 20, 2026
    0
    Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

    SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

    Read moreDetails

    Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

    by Luh Putu Anggreny
    October 20, 2026
    0
    Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

    BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

    Read moreDetails

    Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

    by Wayan Gde Yudane
    October 19, 2026
    0
    Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

    Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

    Read moreDetails

    Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

    by AA Ayu Arun Suwi Arianty
    October 19, 2026
    0
    Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

    PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

    Read moreDetails
    Next Post
    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata -- Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Menyulam Masa Depan Laut Lovina
    Liputan Khusus

    Menyulam Masa Depan Laut Lovina

    PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

    by Jaswanto
    October 24, 2026
    Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
    Pendidikan

    Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

    NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

    by Dede Putra Wiguna
    October 24, 2026
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
    Esai

    Selamat Datang di Negara “Clickbait”

    SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    October 24, 2026
    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
    Pendidikan

    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

    SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

    by Wahyu Mahaputra
    October 23, 2026
    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
    Panggung

    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

    KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

    by Nyoman Budarsana
    October 23, 2026
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
    Esai

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
    Khas

    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

    SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 23, 2026
    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
    Panggung

    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

    GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

    by Dede Putra Wiguna
    October 22, 2026
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
    Esai

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
    Panggung

    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

    DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

    by Nyoman Budarsana
    October 22, 2026
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
    Esai

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co