15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
July 12, 2024
in Esai
Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Foto ilustrasi: Darma Permana

SETIAP Sabtu (Saniscara) Umanis, Wuku Watugunung, umat Hindu merayakan Hari Saraswati sebagai perayaan turunnya anugerah ilmu pengetahuan. Pada Hari Raya Saraswati, umat Hindu melaksanakan pemujaan kepada salah satu manifestasi Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu Dewi Saraswati. Beliau menjadi salah satu sinar suci Tuhan yang sangat dicintai dan dihormati.

Dalam pandangan agama Hindu, eksistensi Dewi Saraswati merupakan hakikat dari manifestasi Tuhan yang selalu hadir dalam kehidupan manusia. Bagaikan matahari dengan sinarnya, Dewi Saraswati adalah sinar suci Tuhan yang bertugas memberikan penerangan kepada umat manusia dari gelapnya ketidaktahuan.

Eksistensi Dewi Saraswati

Etimologi ‘Saraswati’ berasal dari bahasa Sanskerta yaitu dari urat kata “Sr” yang memiliki arti sebagai sesuatu yang terus mengalir. Dasar inilah yang menjadi identik dengan Dewi Saraswati sebagai salah salah satu dari sepuluh nama sungai suci menurut Rg. Veda V. 75. 3 (Titib, 2000: 185).

Selain sungai, sesuatu yang terus mengalir juga identik dengan kata-kata, ucapan, dan ilmu pengetahuan. Untuk itulah, Dewi Saraswati dalam agama Hindu juga menjadi dewi penguasa ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan ucapan yang disamakan dengan vac, yaitu dewa penguasa kata-kata (Putri dan Sarjana, 2021: 103). 

Dari sisi eksistensi, Dewi Saraswati menempati substansi penting dalam kepercayaan agama Hindu. Dewi Saraswati berperan sebagai shakti Dewa Brahma, yang menjadi salah satu bagian dari trinitas utama menurut kepercayaan Hindu yang disebut Tri Murti.

Shakti sendiri merupakan aspek female dalam kekuatan Tuhan yang bersifat dinamis dan kreatif (Suwena, 2018: 58). Sehingga secara sederhana, umat Hindu memaknai Dewi Saraswati sebagai dewi penguasa ilmu pengetahuan. Tanpa adanya ilmu pengetahuan, segala penciptaan di dunia ini tidak akan pernah terjadi.

Esensi di Balik Wujud Dewi Saraswati

Penggambaran Dewi Sarawati adalah Anthromorphic, yaitu Dewi yang memiliki wujud layaknya manusia namun memiliki kelebihan berupa bertangan empat (Tim Dosen UNUD, 2018: 28).

Dari beberapa literatur, terdapat beberapa petunjuk lebih detail terkait wujud Dewi Saraswati. Beliau digambarkan sebagai sosok wanita cantik, bertangan empat dengan masing-masing memegang genitri, lontar, wina, dan bunga teratai, serta duduk atau berdiri di sebuah bunga padma (Masriastri, 2021: 12).

Sebagai suatu vahana atau hewan suci, penggambaran Dewi Saraswati terutama yang tertuang dalam lukisan atau arca biasanya juga ditemani dengan seekor angsa dan merak. Semua bagian aspek dari penggambaran Dewi Saraswati tersebut memiliki arti dan esensi yang luhur dalam khazanah pengetahuan Titib (2000: 189).

  • Wanita Cantik dan Berkulit Putih

    Saraswati adalah Sang Dewi yang memiliki paras wanita cantik, dan berkulit putih mulus. Wujud demikian melambangkan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang menarik umat manusia untuk terus mempelajari dan menggalinya. Lebih lanjut dengan warna putih sebagai simbol kemurnian, juga perlambang dari ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang juga murni. Sehingga sangat penting agar pengetahuan dapat diarahkan secara positif guna meningkatkan kualitas hidup yang berbudhi pekerti luhur.

    • Bertangan Empat

    Penggambaran Dewi Saraswati adalah Anthromorphic yang mempunyai tangan empat. Tangan empat ini bukanlah dimaknai sebagai suatu kelainan seperti ilmu kedokteran yang sifatnya duniawi. Dari sisi rohani terutama dalam kepercayaan Hindu, tangan empat ini merupakan suatu simbol dari penguasaan kitab suci Weda, terutama empat Weda utama yang disebut Catur Veda Samitha. Jadi dalam hal ini, hanya dengan ilmu pengetahuan yang disimbolkan melalui Dewi Saraswati dapat menyangga pengetahuan agung dalam Catur Veda Samhita dan alam semesta.

    • Benda di Masing-Masing Tangan

    Keempat tangan yang dimiliki Dewi Saraswati digambarkan selalu memegang beberapa benda.

    Pertama ada keropak atau lontar, yang merupakan lambang dari sumber ilmu pengetahuan. Kedua ada bunga teratai, yang merupakan lambang dari kesucian. Ketiga ada wina sebagai sebuah alat musik menyerupai wujud gitar kecil atau kecapi. Lambang dari wina sendiri adalah sebagai simbol keindahan dari ilmu pengetahuan yang mampu menggugah rasa dan memberikan ketenangan atau kenikmatan bagi mereka yang mempelajarinya.

    Serta keempat, tangan Dewi Sarawati juga memegang genitri atau tasbih. Benda ini merupakan suatu simbol dari ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang terus mengalir atau berputar.

    • Vahana berupa Angsa dan Merak

    Vahana atau hewan suci dalam wujud Angsa dan Merak juga turut menyertai penggambaran Dewi Saraswati. Dalam hal ini, angsa merupakan lambang dari kebijaksanaan, yang mampu membedakan sesuatu hal yang baik dan juga buruk.

    Untuk itulah hal ini memberikan pesan bahwa ilmu pengetahuan akan memberikan kebijaksanaan bagi mereka yang tekun mempelajarinya. Kemudian dari merak, memiliki lambang sebagai kewibawaan atau penguasaan terhadap rasa ego.

    Sehingga dalam hal ini, merak pada pengambaran Dewi Saraswati memiliki pesan konotasi bahwa, ilmu pengetahuan juga akan memberikan kewibawaan bagi mereka yang tekun mempelajarinya.

    LEWAT wujud beserta atribut inilah, semakin memperkuat kedudukan Dewi Saraswati sebagai Dewi penguasa Ilmu Pengetahuan khususnya pengetahuan yang bersifat rohani. Dari seluruh mitologi keagungan dan makna filosofis Dewi Saraswati tersebut, pada akhirnya membawa suatu kepercayaan yang lebih dalam terhadap umat Hindu khususnya yang ada di Nusantara untuk merayakan suatu hari khusus untuk memuja Dewi Saraswati sebagai penguasa ilmu pengetahuan khususnya yang bersifat rohani untuk pencerahan jiwa. Hari tersebutlah yang dikenal dengan sebutan Hari Raya Saraswati, dan jatuh setiap 210 hari sekali pada Sabtu Umanis Wuku Watugunung.

    Hari Saraswari diyakini sebagai tonggak turunnya ilmu pengetahuan di dunia, sehingga umat Hindu melakukan penyucian dan ritual terhadap buku, sastra, dan segala sumber ilmu pengetahuan guna menyucikan pikiran serta perwujudan rasa syukur terhadap segala pengetahuan yang telah diturunkan. [T]

    Daftar Pustaka

    • Masriastri, I. G. A. K. Y. 2021. Makna Simbol Dewi Saraswati pada Fungsi Perpustakaan. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 4(2). 1-16.
    • Mastini, G. N. 2018. Saraswati sebagai Istadewata menurut Kakawin Wrettasancaya. Jurnal Guna Widya 5(2). 76-79.
    • Putri, N. K. A. K. & Sarjana, I. W. M. 2021. Filosofi Saraswati dalam Aktualisasi. Majalah Ilmiah Untab, 18(1). 102-107.
    • Suwena, I. W. 2018. Makna Mitos Dewi Saraswati dan Mitos Dewi Durga: Suatu Analisis Struktural. Sunari Penjor: Journal of Anthropology, 2(1). 58-73.
    • Tim Dosen Agama Hindu UNUD. 2018. Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Denpasar: Udayana University Press
    • Titib, I Made. 2000. Teologi dan Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.


    BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

    Bagaimana Siksa Kubur Versi Hindu?
    “Melajah Kalah”
    Tumpek Krulut Adopsi Hari Valentine?
    Rwa Bhineda Pasti Ada
    Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi
    Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
    Tags: Hari Raya SaraswatiHari Saraswatihinduilmu pengetahuanPendidikan
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Isu Dokter Asing dan Pemecatan Dekan FK Unair

    Next Post

    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    I Dewa Gede Darma Permana

    I Dewa Gede Darma Permana

    Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

    Related Posts

    Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

    by Afgan Fadilla
    July 13, 2026
    0
    Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

    PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

    Read moreDetails

    HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

    by Sugi Lanus
    July 12, 2026
    0
    PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

    — Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

    Read moreDetails

    Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

    by I Wayan Artika
    July 12, 2026
    0
    Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

    Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

    Read moreDetails

    Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

    by Agung Bawantara
    July 12, 2026
    0
    Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

    Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

    Read moreDetails

    Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

    by Wayan Gde Yudane
    July 11, 2026
    0
    Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

    ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

    Read moreDetails

    Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

    by I Gede Made Surya Darma
    July 10, 2026
    0
    Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

    DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

    Read moreDetails

    Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

    by Chusmeru
    July 10, 2026
    0
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

    Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

    Read moreDetails

    Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

    by Nur Inayah Yushar
    July 9, 2026
    0
    Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

    SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

    Read moreDetails

    Bali, Surga yang Sudah Overload

    by Agung Sudarsa
    July 9, 2026
    0
    Bali, Surga yang Sudah Overload

    Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

    Read moreDetails

    Bunglon di Republik Kita

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    July 8, 2026
    0
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

    DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

    Read moreDetails
    Next Post
    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata -- Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

      23 shares
      Share 23 Tweet 0
    • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
    Pameran

    Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

    MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

    by Nyoman Budarsana
    July 14, 2026
    Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
    Khas

    Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

    LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

    by Nyoman Budarsana
    July 14, 2026
    Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
    Budaya

    Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

    Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

    by Nyoman Budarsana
    July 14, 2026
    Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
    Khas

    Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

    DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

    by Nyoman Budarsana
    July 14, 2026
    Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
    Panggung

    Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

    BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

    by Nyoman Budarsana
    July 14, 2026
    Ketika Waktu Berpindah Tangan
    Ulas Musik

    Ketika Waktu Berpindah Tangan

    Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

    by Ahmad Sihabudin
    July 13, 2026
    Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
    Tualang

    Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

    MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

    by Chusmeru
    July 13, 2026
    Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
    Khas

    Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

     “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

    by Dede Putra Wiguna
    July 13, 2026
    Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
    Esai

    Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

    PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

    by Afgan Fadilla
    July 13, 2026
    Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
    Panggung

    Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

    DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

    by Nyoman Budarsana
    July 13, 2026
    Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
    Panggung

    Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

    DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

    by Nyoman Budarsana
    July 13, 2026
    “Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
    Panggung

    “Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

    PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

    by Nyoman Budarsana
    July 13, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co