4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
July 12, 2024
in Esai
Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Foto ilustrasi: Darma Permana

SETIAP Sabtu (Saniscara) Umanis, Wuku Watugunung, umat Hindu merayakan Hari Saraswati sebagai perayaan turunnya anugerah ilmu pengetahuan. Pada Hari Raya Saraswati, umat Hindu melaksanakan pemujaan kepada salah satu manifestasi Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu Dewi Saraswati. Beliau menjadi salah satu sinar suci Tuhan yang sangat dicintai dan dihormati.

Dalam pandangan agama Hindu, eksistensi Dewi Saraswati merupakan hakikat dari manifestasi Tuhan yang selalu hadir dalam kehidupan manusia. Bagaikan matahari dengan sinarnya, Dewi Saraswati adalah sinar suci Tuhan yang bertugas memberikan penerangan kepada umat manusia dari gelapnya ketidaktahuan.

Eksistensi Dewi Saraswati

Etimologi ‘Saraswati’ berasal dari bahasa Sanskerta yaitu dari urat kata “Sr” yang memiliki arti sebagai sesuatu yang terus mengalir. Dasar inilah yang menjadi identik dengan Dewi Saraswati sebagai salah salah satu dari sepuluh nama sungai suci menurut Rg. Veda V. 75. 3 (Titib, 2000: 185).

Selain sungai, sesuatu yang terus mengalir juga identik dengan kata-kata, ucapan, dan ilmu pengetahuan. Untuk itulah, Dewi Saraswati dalam agama Hindu juga menjadi dewi penguasa ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan ucapan yang disamakan dengan vac, yaitu dewa penguasa kata-kata (Putri dan Sarjana, 2021: 103). 

Dari sisi eksistensi, Dewi Saraswati menempati substansi penting dalam kepercayaan agama Hindu. Dewi Saraswati berperan sebagai shakti Dewa Brahma, yang menjadi salah satu bagian dari trinitas utama menurut kepercayaan Hindu yang disebut Tri Murti.

Shakti sendiri merupakan aspek female dalam kekuatan Tuhan yang bersifat dinamis dan kreatif (Suwena, 2018: 58). Sehingga secara sederhana, umat Hindu memaknai Dewi Saraswati sebagai dewi penguasa ilmu pengetahuan. Tanpa adanya ilmu pengetahuan, segala penciptaan di dunia ini tidak akan pernah terjadi.

Esensi di Balik Wujud Dewi Saraswati

Penggambaran Dewi Sarawati adalah Anthromorphic, yaitu Dewi yang memiliki wujud layaknya manusia namun memiliki kelebihan berupa bertangan empat (Tim Dosen UNUD, 2018: 28).

Dari beberapa literatur, terdapat beberapa petunjuk lebih detail terkait wujud Dewi Saraswati. Beliau digambarkan sebagai sosok wanita cantik, bertangan empat dengan masing-masing memegang genitri, lontar, wina, dan bunga teratai, serta duduk atau berdiri di sebuah bunga padma (Masriastri, 2021: 12).

Sebagai suatu vahana atau hewan suci, penggambaran Dewi Saraswati terutama yang tertuang dalam lukisan atau arca biasanya juga ditemani dengan seekor angsa dan merak. Semua bagian aspek dari penggambaran Dewi Saraswati tersebut memiliki arti dan esensi yang luhur dalam khazanah pengetahuan Titib (2000: 189).

  • Wanita Cantik dan Berkulit Putih

    Saraswati adalah Sang Dewi yang memiliki paras wanita cantik, dan berkulit putih mulus. Wujud demikian melambangkan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang menarik umat manusia untuk terus mempelajari dan menggalinya. Lebih lanjut dengan warna putih sebagai simbol kemurnian, juga perlambang dari ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang juga murni. Sehingga sangat penting agar pengetahuan dapat diarahkan secara positif guna meningkatkan kualitas hidup yang berbudhi pekerti luhur.

    • Bertangan Empat

    Penggambaran Dewi Saraswati adalah Anthromorphic yang mempunyai tangan empat. Tangan empat ini bukanlah dimaknai sebagai suatu kelainan seperti ilmu kedokteran yang sifatnya duniawi. Dari sisi rohani terutama dalam kepercayaan Hindu, tangan empat ini merupakan suatu simbol dari penguasaan kitab suci Weda, terutama empat Weda utama yang disebut Catur Veda Samitha. Jadi dalam hal ini, hanya dengan ilmu pengetahuan yang disimbolkan melalui Dewi Saraswati dapat menyangga pengetahuan agung dalam Catur Veda Samhita dan alam semesta.

    • Benda di Masing-Masing Tangan

    Keempat tangan yang dimiliki Dewi Saraswati digambarkan selalu memegang beberapa benda.

    Pertama ada keropak atau lontar, yang merupakan lambang dari sumber ilmu pengetahuan. Kedua ada bunga teratai, yang merupakan lambang dari kesucian. Ketiga ada wina sebagai sebuah alat musik menyerupai wujud gitar kecil atau kecapi. Lambang dari wina sendiri adalah sebagai simbol keindahan dari ilmu pengetahuan yang mampu menggugah rasa dan memberikan ketenangan atau kenikmatan bagi mereka yang mempelajarinya.

    Serta keempat, tangan Dewi Sarawati juga memegang genitri atau tasbih. Benda ini merupakan suatu simbol dari ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang terus mengalir atau berputar.

    • Vahana berupa Angsa dan Merak

    Vahana atau hewan suci dalam wujud Angsa dan Merak juga turut menyertai penggambaran Dewi Saraswati. Dalam hal ini, angsa merupakan lambang dari kebijaksanaan, yang mampu membedakan sesuatu hal yang baik dan juga buruk.

    Untuk itulah hal ini memberikan pesan bahwa ilmu pengetahuan akan memberikan kebijaksanaan bagi mereka yang tekun mempelajarinya. Kemudian dari merak, memiliki lambang sebagai kewibawaan atau penguasaan terhadap rasa ego.

    Sehingga dalam hal ini, merak pada pengambaran Dewi Saraswati memiliki pesan konotasi bahwa, ilmu pengetahuan juga akan memberikan kewibawaan bagi mereka yang tekun mempelajarinya.

    LEWAT wujud beserta atribut inilah, semakin memperkuat kedudukan Dewi Saraswati sebagai Dewi penguasa Ilmu Pengetahuan khususnya pengetahuan yang bersifat rohani. Dari seluruh mitologi keagungan dan makna filosofis Dewi Saraswati tersebut, pada akhirnya membawa suatu kepercayaan yang lebih dalam terhadap umat Hindu khususnya yang ada di Nusantara untuk merayakan suatu hari khusus untuk memuja Dewi Saraswati sebagai penguasa ilmu pengetahuan khususnya yang bersifat rohani untuk pencerahan jiwa. Hari tersebutlah yang dikenal dengan sebutan Hari Raya Saraswati, dan jatuh setiap 210 hari sekali pada Sabtu Umanis Wuku Watugunung.

    Hari Saraswari diyakini sebagai tonggak turunnya ilmu pengetahuan di dunia, sehingga umat Hindu melakukan penyucian dan ritual terhadap buku, sastra, dan segala sumber ilmu pengetahuan guna menyucikan pikiran serta perwujudan rasa syukur terhadap segala pengetahuan yang telah diturunkan. [T]

    Daftar Pustaka

    • Masriastri, I. G. A. K. Y. 2021. Makna Simbol Dewi Saraswati pada Fungsi Perpustakaan. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 4(2). 1-16.
    • Mastini, G. N. 2018. Saraswati sebagai Istadewata menurut Kakawin Wrettasancaya. Jurnal Guna Widya 5(2). 76-79.
    • Putri, N. K. A. K. & Sarjana, I. W. M. 2021. Filosofi Saraswati dalam Aktualisasi. Majalah Ilmiah Untab, 18(1). 102-107.
    • Suwena, I. W. 2018. Makna Mitos Dewi Saraswati dan Mitos Dewi Durga: Suatu Analisis Struktural. Sunari Penjor: Journal of Anthropology, 2(1). 58-73.
    • Tim Dosen Agama Hindu UNUD. 2018. Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Denpasar: Udayana University Press
    • Titib, I Made. 2000. Teologi dan Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.


    BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

    Bagaimana Siksa Kubur Versi Hindu?
    “Melajah Kalah”
    Tumpek Krulut Adopsi Hari Valentine?
    Rwa Bhineda Pasti Ada
    Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi
    Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
    Tags: Hari Raya SaraswatiHari Saraswatihinduilmu pengetahuanPendidikan
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Isu Dokter Asing dan Pemecatan Dekan FK Unair

    Next Post

    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    I Dewa Gede Darma Permana

    I Dewa Gede Darma Permana

    Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

    Related Posts

    Presiden di Dalam Kepala Saya

    by Angga Wijaya
    August 3, 2026
    0
    Presiden di Dalam Kepala Saya

    "Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

    Read moreDetails

    Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

    by Chusmeru
    August 3, 2026
    0
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

    KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

    Read moreDetails

    Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

    by Tri Nugroho Adi
    August 2, 2026
    0
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

    "Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

    Read moreDetails

    Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

    by IGP Weda Adi Wangsa
    August 2, 2026
    0
    Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

    CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

    Read moreDetails

    Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

    by Angga Wijaya
    August 2, 2026
    0
    Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

    PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

    Read moreDetails

    Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

    by I Wayan Yudana
    August 1, 2026
    0
    Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

    "Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

    Read moreDetails

    Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

    by Agung Sudarsa
    August 1, 2026
    0
    Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

    "Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

    Read moreDetails

    𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

    by Sugi Lanus
    July 31, 2026
    0
    PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

    — 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

    Read moreDetails

    Latah Pendidikan yang Mencemaskan

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    July 30, 2026
    0
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

    SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

    Read moreDetails

    Sasih Karo Kehilangan Made Taro

    by I Nyoman Tingkat
    July 30, 2026
    0
    Sasih Karo Kehilangan Made Taro

    “UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

    Read moreDetails
    Next Post
    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata -- Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

      5 shares
      Share 5 Tweet 0
    • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

      43 shares
      Share 43 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
    Ulas Buku

    SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

    Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

    by IRZI
    August 3, 2026
    Presiden di Dalam Kepala Saya
    Esai

    Presiden di Dalam Kepala Saya

    "Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

    by Angga Wijaya
    August 3, 2026
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
    Esai

    Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

    KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

    by Chusmeru
    August 3, 2026
    Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
    Kritik Seni

    Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

    SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

    by Wayan Gde Yudane
    August 3, 2026
    ‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
    Ulas Musik

    ‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

    Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

    by Ahmad Sihabudin
    August 3, 2026
    “Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
    Pameran

    “Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

    DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

    by Nyoman Budarsana
    August 3, 2026
    Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
    Tualang

    Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

    SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

    by I Nyoman Tingkat
    August 2, 2026
    Mantra Visual Made Wiradana
    Ulas Rupa

    Mantra Visual Made Wiradana

    PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

    by Hartanto
    August 2, 2026
    Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
    Ulas Musik

    Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

    “Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

    by Mahesa Putra
    August 2, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

    "Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

    by Tri Nugroho Adi
    August 2, 2026
    Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
    Esai

    Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

    CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

    by IGP Weda Adi Wangsa
    August 2, 2026
    Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
    Esai

    Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

    PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

    by Angga Wijaya
    August 2, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co