4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
July 12, 2024
in Esai
Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Foto ilustrasi: Darma Permana

SETIAP Sabtu (Saniscara) Umanis, Wuku Watugunung, umat Hindu merayakan Hari Saraswati sebagai perayaan turunnya anugerah ilmu pengetahuan. Pada Hari Raya Saraswati, umat Hindu melaksanakan pemujaan kepada salah satu manifestasi Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu Dewi Saraswati. Beliau menjadi salah satu sinar suci Tuhan yang sangat dicintai dan dihormati.

Dalam pandangan agama Hindu, eksistensi Dewi Saraswati merupakan hakikat dari manifestasi Tuhan yang selalu hadir dalam kehidupan manusia. Bagaikan matahari dengan sinarnya, Dewi Saraswati adalah sinar suci Tuhan yang bertugas memberikan penerangan kepada umat manusia dari gelapnya ketidaktahuan.

Eksistensi Dewi Saraswati

Etimologi ‘Saraswati’ berasal dari bahasa Sanskerta yaitu dari urat kata “Sr” yang memiliki arti sebagai sesuatu yang terus mengalir. Dasar inilah yang menjadi identik dengan Dewi Saraswati sebagai salah salah satu dari sepuluh nama sungai suci menurut Rg. Veda V. 75. 3 (Titib, 2000: 185).

Selain sungai, sesuatu yang terus mengalir juga identik dengan kata-kata, ucapan, dan ilmu pengetahuan. Untuk itulah, Dewi Saraswati dalam agama Hindu juga menjadi dewi penguasa ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan ucapan yang disamakan dengan vac, yaitu dewa penguasa kata-kata (Putri dan Sarjana, 2021: 103). 

Dari sisi eksistensi, Dewi Saraswati menempati substansi penting dalam kepercayaan agama Hindu. Dewi Saraswati berperan sebagai shakti Dewa Brahma, yang menjadi salah satu bagian dari trinitas utama menurut kepercayaan Hindu yang disebut Tri Murti.

Shakti sendiri merupakan aspek female dalam kekuatan Tuhan yang bersifat dinamis dan kreatif (Suwena, 2018: 58). Sehingga secara sederhana, umat Hindu memaknai Dewi Saraswati sebagai dewi penguasa ilmu pengetahuan. Tanpa adanya ilmu pengetahuan, segala penciptaan di dunia ini tidak akan pernah terjadi.

Esensi di Balik Wujud Dewi Saraswati

Penggambaran Dewi Sarawati adalah Anthromorphic, yaitu Dewi yang memiliki wujud layaknya manusia namun memiliki kelebihan berupa bertangan empat (Tim Dosen UNUD, 2018: 28).

Dari beberapa literatur, terdapat beberapa petunjuk lebih detail terkait wujud Dewi Saraswati. Beliau digambarkan sebagai sosok wanita cantik, bertangan empat dengan masing-masing memegang genitri, lontar, wina, dan bunga teratai, serta duduk atau berdiri di sebuah bunga padma (Masriastri, 2021: 12).

Sebagai suatu vahana atau hewan suci, penggambaran Dewi Saraswati terutama yang tertuang dalam lukisan atau arca biasanya juga ditemani dengan seekor angsa dan merak. Semua bagian aspek dari penggambaran Dewi Saraswati tersebut memiliki arti dan esensi yang luhur dalam khazanah pengetahuan Titib (2000: 189).

  • Wanita Cantik dan Berkulit Putih

    Saraswati adalah Sang Dewi yang memiliki paras wanita cantik, dan berkulit putih mulus. Wujud demikian melambangkan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang menarik umat manusia untuk terus mempelajari dan menggalinya. Lebih lanjut dengan warna putih sebagai simbol kemurnian, juga perlambang dari ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang juga murni. Sehingga sangat penting agar pengetahuan dapat diarahkan secara positif guna meningkatkan kualitas hidup yang berbudhi pekerti luhur.

    • Bertangan Empat

    Penggambaran Dewi Saraswati adalah Anthromorphic yang mempunyai tangan empat. Tangan empat ini bukanlah dimaknai sebagai suatu kelainan seperti ilmu kedokteran yang sifatnya duniawi. Dari sisi rohani terutama dalam kepercayaan Hindu, tangan empat ini merupakan suatu simbol dari penguasaan kitab suci Weda, terutama empat Weda utama yang disebut Catur Veda Samitha. Jadi dalam hal ini, hanya dengan ilmu pengetahuan yang disimbolkan melalui Dewi Saraswati dapat menyangga pengetahuan agung dalam Catur Veda Samhita dan alam semesta.

    • Benda di Masing-Masing Tangan

    Keempat tangan yang dimiliki Dewi Saraswati digambarkan selalu memegang beberapa benda.

    Pertama ada keropak atau lontar, yang merupakan lambang dari sumber ilmu pengetahuan. Kedua ada bunga teratai, yang merupakan lambang dari kesucian. Ketiga ada wina sebagai sebuah alat musik menyerupai wujud gitar kecil atau kecapi. Lambang dari wina sendiri adalah sebagai simbol keindahan dari ilmu pengetahuan yang mampu menggugah rasa dan memberikan ketenangan atau kenikmatan bagi mereka yang mempelajarinya.

    Serta keempat, tangan Dewi Sarawati juga memegang genitri atau tasbih. Benda ini merupakan suatu simbol dari ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang terus mengalir atau berputar.

    • Vahana berupa Angsa dan Merak

    Vahana atau hewan suci dalam wujud Angsa dan Merak juga turut menyertai penggambaran Dewi Saraswati. Dalam hal ini, angsa merupakan lambang dari kebijaksanaan, yang mampu membedakan sesuatu hal yang baik dan juga buruk.

    Untuk itulah hal ini memberikan pesan bahwa ilmu pengetahuan akan memberikan kebijaksanaan bagi mereka yang tekun mempelajarinya. Kemudian dari merak, memiliki lambang sebagai kewibawaan atau penguasaan terhadap rasa ego.

    Sehingga dalam hal ini, merak pada pengambaran Dewi Saraswati memiliki pesan konotasi bahwa, ilmu pengetahuan juga akan memberikan kewibawaan bagi mereka yang tekun mempelajarinya.

    LEWAT wujud beserta atribut inilah, semakin memperkuat kedudukan Dewi Saraswati sebagai Dewi penguasa Ilmu Pengetahuan khususnya pengetahuan yang bersifat rohani. Dari seluruh mitologi keagungan dan makna filosofis Dewi Saraswati tersebut, pada akhirnya membawa suatu kepercayaan yang lebih dalam terhadap umat Hindu khususnya yang ada di Nusantara untuk merayakan suatu hari khusus untuk memuja Dewi Saraswati sebagai penguasa ilmu pengetahuan khususnya yang bersifat rohani untuk pencerahan jiwa. Hari tersebutlah yang dikenal dengan sebutan Hari Raya Saraswati, dan jatuh setiap 210 hari sekali pada Sabtu Umanis Wuku Watugunung.

    Hari Saraswari diyakini sebagai tonggak turunnya ilmu pengetahuan di dunia, sehingga umat Hindu melakukan penyucian dan ritual terhadap buku, sastra, dan segala sumber ilmu pengetahuan guna menyucikan pikiran serta perwujudan rasa syukur terhadap segala pengetahuan yang telah diturunkan. [T]

    Daftar Pustaka

    • Masriastri, I. G. A. K. Y. 2021. Makna Simbol Dewi Saraswati pada Fungsi Perpustakaan. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 4(2). 1-16.
    • Mastini, G. N. 2018. Saraswati sebagai Istadewata menurut Kakawin Wrettasancaya. Jurnal Guna Widya 5(2). 76-79.
    • Putri, N. K. A. K. & Sarjana, I. W. M. 2021. Filosofi Saraswati dalam Aktualisasi. Majalah Ilmiah Untab, 18(1). 102-107.
    • Suwena, I. W. 2018. Makna Mitos Dewi Saraswati dan Mitos Dewi Durga: Suatu Analisis Struktural. Sunari Penjor: Journal of Anthropology, 2(1). 58-73.
    • Tim Dosen Agama Hindu UNUD. 2018. Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Denpasar: Udayana University Press
    • Titib, I Made. 2000. Teologi dan Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.


    BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

    Bagaimana Siksa Kubur Versi Hindu?
    “Melajah Kalah”
    Tumpek Krulut Adopsi Hari Valentine?
    Rwa Bhineda Pasti Ada
    Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi
    Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
    Tags: Hari Raya SaraswatiHari Saraswatihinduilmu pengetahuanPendidikan
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Isu Dokter Asing dan Pemecatan Dekan FK Unair

    Next Post

    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    I Dewa Gede Darma Permana

    I Dewa Gede Darma Permana

    Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

    Related Posts

    Menara Gading di Pasar Kerja

    by I Wayan Renaldi Bayu Permana
    October 3, 2026
    0
    Menara Gading di Pasar Kerja

    LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

    Read moreDetails

    Small Is Beautiful untuk Orang Bali

    by Angga Wijaya
    October 3, 2026
    0
    Small Is Beautiful untuk Orang Bali

    BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

    Read moreDetails

    Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

    by Agung Sudarsa
    October 3, 2026
    0
    Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

    ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

    Read moreDetails

    Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    October 3, 2026
    0
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

    SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

    Read moreDetails

    Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

    by Vito Prasetyo
    October 2, 2026
    0
    Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

    KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

    Read moreDetails

    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

    by Ari Murdimanto
    October 2, 2026
    0
    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

    Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

    Read moreDetails

    Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

    by Tri Nugroho Adi
    October 2, 2026
    0
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

    SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

    Read moreDetails

    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

    by I Wayan Yudana
    October 1, 2026
    0
    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

    SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

    Read moreDetails

    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

    by Teguh Wahyu Pranata
    October 1, 2026
    0
    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

    ”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

    Read moreDetails

    Manusia Purba di Kota Denpasar

    by Angga Wijaya
    October 1, 2026
    0
    Manusia Purba di Kota Denpasar

    SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

    Read moreDetails
    Next Post
    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata -- Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Menara Gading di Pasar Kerja
    Esai

    Menara Gading di Pasar Kerja

    LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

    by I Wayan Renaldi Bayu Permana
    October 3, 2026
    Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
    Pendidikan

    Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

    SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

    by tatkala
    October 3, 2026
    Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
    Kuliner

    Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

    MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

    by Rusdy Ulu
    October 3, 2026
    Small Is Beautiful untuk Orang Bali
    Esai

    Small Is Beautiful untuk Orang Bali

    BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

    by Angga Wijaya
    October 3, 2026
    Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
    Esai

    Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

    ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

    by Agung Sudarsa
    October 3, 2026
    Mimpi Ibu Menjadi Manusia
    Buku Tatkala

    Mimpi Ibu Menjadi Manusia

    Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

    by Buku Tatkala
    October 3, 2026
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
    Esai

    Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

    SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    October 3, 2026
    Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
    Esai

    Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

    KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

    by Vito Prasetyo
    October 2, 2026
    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
    Esai

    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

    Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

    by Ari Murdimanto
    October 2, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

    SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

    by Tri Nugroho Adi
    October 2, 2026
    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
    Esai

    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

    SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

    by I Wayan Yudana
    October 1, 2026
    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
    Kuliner

    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

    Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

    by Rusdy Ulu
    October 3, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co