2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
March 27, 2024
in Esai
Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi

Foto ilustrasi: Darma Permana

MENEPI sejenak dari hiruk pikuk duniawi, tulisan ini akhirnya lahir di tengah syahdunya malam yang wangi. Di tengah beberapa insan yang sudah mengembara di dunia mimpi, citta ini ternyata masih mengembara ke sana kemari.

Mengingat beberapa fenomena yang terlewati, budi ini akhirnya berujar: “Apa sesungguhnya makna dari semua ini?”    

Teringat beberapa hari lalu, ketika jiwa ini melihat lingkungan ruangan yang penuh canda tawa. Segala senyum tercurahkan, dan segala gelak dikeluarkan. Sungguh dunia yang menyenangkan. Bahkan seseorang yang memiliki jiwa lainnya berharap, hari tersebut tidak pernah terlewatkan.

Namun apa yang terjadi di hari kemudian? Waktu bak penguasa yang mampu mengubah segalanya. Ratapan tiba-tiba memenuhi setiap sudut ruangan. Kepala menunduk penuh ketidakpercayaan. Bahkan air mata tidak henti-hentinya keluar, bak air mancur yang bercucuran. Seseorang yang memiliki jiwa sama pun berharap, hari tersebut semoga cepat terlewatkan.

Setelah merenung dan meratapi fenomena ironi yang terjadi, tiba-tiba seluet memori muncul dalam sanubari. Memori yang memperlihatkan diri ini tengah duduk dan menyimak penjelasan dari seorang guru rohani. Empat kata sebagai untaian kalimat tiba-tiba keluar dari bibir beliau, yang samar-samar berbunyi: “SUKA-DUKA-LARA-PATI.”

‘Suka’ Datang pada Jiwa-jiwa yang Mampu Memeluk Semua

‘Suka’ sesungguhnya adalah bekal awal yang diterima manusia dalam kehidupan. Mengapa dikatakan demikian, karena sebagian besar manusia yang lahir dari rahim wanita dengan tangisan air mata, pada akhirnya menjadi penyebab dari lahirnya kebahagian tiada tara.

Walaupun tidak semua, hal itulah yang dikenal dengan ‘Suka’. Ia menjadinama lain dari kebahagiaan, keceriaan, serta sering disimbolisasikan dengan senyuman yang penuh canda tawa.

Seiring berjalannya usia, insan-insan selalu mendabakan kedatangan ‘Suka’. Ia bahkan dicari dan dikejar di dunia dengan segala macam cara. Terkadang ia berhasil digapai, namun tidak jarang juga usaha pengejaran tersebut mendatangkan hasil yang nista atau bahkan hal yang hampa.

Padahal, pada hakikatnya ‘Suka’ muncul pada orang yang mampu memeluk semua, dengan tangan terbuka. Itulah ‘Suka’, Sang Bekal Pertama!

‘Duka’ adalah Belahan Hati Sejati Sang ‘Suka’

Jika ‘Suka’ identik dengan kebahagiaan, ‘Duka’ menjadi ciri kebalikannya yang identik dengan kesedihan dan juga penderitaan. Tidak jarang, kehadiran ‘Duka’ juga diisi dengan ratapan dan air mata yang bercucuran.Meskipun kelihatan saling bertentangan, mereka pada hakikatnya tetap satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. 

Kesederhanaan pasangan ini tidak mudah diterima oleh isi dunia begitu saja.

Terkadang, dunia hanya bisa mampu menerima datangnya Sang ‘Suka’ dan menolak hadirnya Sang ‘Duka’. Padahal ‘Suka’ dan ‘Duka’ adalah entitas setia, yang akan selalu menyertai selama-lamanya. Mereka bagai dua sisi koin, siang dan malam, serta bergantinya musim panas dan dingin setiap masa. Itulah ‘Duka’, Sang Bekal yang menjadi belahan hati Sang ‘Suka’!

Suka dan Duka yang Terlalu Larut Mendatangkan ‘Lara’

Terlalu larut akan ‘Suka’ atau kebahagiaan bisa membawa malapetaka. Itulah kata guru rohani yang masih membekas hingga saat ini. Terlalu larut akan ‘Suka’ mampu membuat seseorang tidak pernah puas, membuat seseorang selalu merasa kurang, dan pada akhirnya membawa kesengsaraan untuk dirinya sendiri.

Itulah ‘Lara’ yang selalu dikaitkan dengan kemiskinan atau hidup susah, namun sesungguhnya manusia sendirilah yang menciptakan bekal tersebut.

Begitu juga apabila terlalu larut dengan ‘Duka’ atau kesedihan. Seseorang akan terjebak pada kehidupan yang tidak menyenangkan, serba dianggap kurang, dan menghukum dunia sebagai musuh yang tak bersahabat.

Pada akhirnya, rasa duka yang berlarut-larut turut mendatangkan dan melestarikyaan bekal kehidupan dalam dirinya yang disebut ‘Lara’. Jadi apa yang bisa menghilangkan bekal ‘Lara’?

Bekal Terakhir itu Bernama ‘Pati’!

Semua yang lahir ke dunia pasti akan mati! Entah duluan atau belakangan, semua akan mencapai garis finish pada akhir hidupnya nanti. Itulah Sang Bekal Terakhir, yang bernama ‘Pati’.

‘Pati’ adalah substansi yang tidak jarang menjadi bekal paling menakutkan. Ia juga menjadi bekal yang paling unik karena bisa menjadi sumber datangnya ketiga bekal lainnya.

Tidak jarang, ‘Pati’ juga menjadi pembongkar rahasia, pendobrak kehidupan, serta menjadi cermin asli siapa dan bagaimana sesungguhnya seseorang selama hidup di dunia.

Meskipun demikian, manusia tidak jarang abai atau tidak menyadari bekal ini. Bahkan ada yang berusaha menghindari atau melupakan bekal terakhir ini. Padahal di waktu yang tidak pasti nanti, ‘Pati’ bisa saja menghampiri, baik dengan wajah yang penuh misteri atau dengan wajah yang penuh berseri

Melalui penyelaman terhadap memori bersama guru rohani tersebut, bibir ini pada akhirnya mengeluarkan lengkungannya kembali. Segala kebingungan dan ratapan juga tiba-tiba hanyut keluar dari ingatan.

Semua ironi yang terlihat selama ini, juga semakin jelas untuk ditemukan titik terangnya.  “Jadi ini semua, hanya sekedar eksistensi dari empat bekal kehidupan tersebut ya?” ujar kalimat tersebut dalam sanubari.  [T]

BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan
Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya
Tags: filosofiFilosofi Sehathindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Countertransference” dan Kelemahan Dokter dalam Komunikasi Profesional

Next Post

Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja

Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co