13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
March 27, 2024
in Esai
Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi

Foto ilustrasi: Darma Permana

MENEPI sejenak dari hiruk pikuk duniawi, tulisan ini akhirnya lahir di tengah syahdunya malam yang wangi. Di tengah beberapa insan yang sudah mengembara di dunia mimpi, citta ini ternyata masih mengembara ke sana kemari.

Mengingat beberapa fenomena yang terlewati, budi ini akhirnya berujar: “Apa sesungguhnya makna dari semua ini?”    

Teringat beberapa hari lalu, ketika jiwa ini melihat lingkungan ruangan yang penuh canda tawa. Segala senyum tercurahkan, dan segala gelak dikeluarkan. Sungguh dunia yang menyenangkan. Bahkan seseorang yang memiliki jiwa lainnya berharap, hari tersebut tidak pernah terlewatkan.

Namun apa yang terjadi di hari kemudian? Waktu bak penguasa yang mampu mengubah segalanya. Ratapan tiba-tiba memenuhi setiap sudut ruangan. Kepala menunduk penuh ketidakpercayaan. Bahkan air mata tidak henti-hentinya keluar, bak air mancur yang bercucuran. Seseorang yang memiliki jiwa sama pun berharap, hari tersebut semoga cepat terlewatkan.

Setelah merenung dan meratapi fenomena ironi yang terjadi, tiba-tiba seluet memori muncul dalam sanubari. Memori yang memperlihatkan diri ini tengah duduk dan menyimak penjelasan dari seorang guru rohani. Empat kata sebagai untaian kalimat tiba-tiba keluar dari bibir beliau, yang samar-samar berbunyi: “SUKA-DUKA-LARA-PATI.”

‘Suka’ Datang pada Jiwa-jiwa yang Mampu Memeluk Semua

‘Suka’ sesungguhnya adalah bekal awal yang diterima manusia dalam kehidupan. Mengapa dikatakan demikian, karena sebagian besar manusia yang lahir dari rahim wanita dengan tangisan air mata, pada akhirnya menjadi penyebab dari lahirnya kebahagian tiada tara.

Walaupun tidak semua, hal itulah yang dikenal dengan ‘Suka’. Ia menjadinama lain dari kebahagiaan, keceriaan, serta sering disimbolisasikan dengan senyuman yang penuh canda tawa.

Seiring berjalannya usia, insan-insan selalu mendabakan kedatangan ‘Suka’. Ia bahkan dicari dan dikejar di dunia dengan segala macam cara. Terkadang ia berhasil digapai, namun tidak jarang juga usaha pengejaran tersebut mendatangkan hasil yang nista atau bahkan hal yang hampa.

Padahal, pada hakikatnya ‘Suka’ muncul pada orang yang mampu memeluk semua, dengan tangan terbuka. Itulah ‘Suka’, Sang Bekal Pertama!

‘Duka’ adalah Belahan Hati Sejati Sang ‘Suka’

Jika ‘Suka’ identik dengan kebahagiaan, ‘Duka’ menjadi ciri kebalikannya yang identik dengan kesedihan dan juga penderitaan. Tidak jarang, kehadiran ‘Duka’ juga diisi dengan ratapan dan air mata yang bercucuran.Meskipun kelihatan saling bertentangan, mereka pada hakikatnya tetap satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. 

Kesederhanaan pasangan ini tidak mudah diterima oleh isi dunia begitu saja.

Terkadang, dunia hanya bisa mampu menerima datangnya Sang ‘Suka’ dan menolak hadirnya Sang ‘Duka’. Padahal ‘Suka’ dan ‘Duka’ adalah entitas setia, yang akan selalu menyertai selama-lamanya. Mereka bagai dua sisi koin, siang dan malam, serta bergantinya musim panas dan dingin setiap masa. Itulah ‘Duka’, Sang Bekal yang menjadi belahan hati Sang ‘Suka’!

Suka dan Duka yang Terlalu Larut Mendatangkan ‘Lara’

Terlalu larut akan ‘Suka’ atau kebahagiaan bisa membawa malapetaka. Itulah kata guru rohani yang masih membekas hingga saat ini. Terlalu larut akan ‘Suka’ mampu membuat seseorang tidak pernah puas, membuat seseorang selalu merasa kurang, dan pada akhirnya membawa kesengsaraan untuk dirinya sendiri.

Itulah ‘Lara’ yang selalu dikaitkan dengan kemiskinan atau hidup susah, namun sesungguhnya manusia sendirilah yang menciptakan bekal tersebut.

Begitu juga apabila terlalu larut dengan ‘Duka’ atau kesedihan. Seseorang akan terjebak pada kehidupan yang tidak menyenangkan, serba dianggap kurang, dan menghukum dunia sebagai musuh yang tak bersahabat.

Pada akhirnya, rasa duka yang berlarut-larut turut mendatangkan dan melestarikyaan bekal kehidupan dalam dirinya yang disebut ‘Lara’. Jadi apa yang bisa menghilangkan bekal ‘Lara’?

Bekal Terakhir itu Bernama ‘Pati’!

Semua yang lahir ke dunia pasti akan mati! Entah duluan atau belakangan, semua akan mencapai garis finish pada akhir hidupnya nanti. Itulah Sang Bekal Terakhir, yang bernama ‘Pati’.

‘Pati’ adalah substansi yang tidak jarang menjadi bekal paling menakutkan. Ia juga menjadi bekal yang paling unik karena bisa menjadi sumber datangnya ketiga bekal lainnya.

Tidak jarang, ‘Pati’ juga menjadi pembongkar rahasia, pendobrak kehidupan, serta menjadi cermin asli siapa dan bagaimana sesungguhnya seseorang selama hidup di dunia.

Meskipun demikian, manusia tidak jarang abai atau tidak menyadari bekal ini. Bahkan ada yang berusaha menghindari atau melupakan bekal terakhir ini. Padahal di waktu yang tidak pasti nanti, ‘Pati’ bisa saja menghampiri, baik dengan wajah yang penuh misteri atau dengan wajah yang penuh berseri

Melalui penyelaman terhadap memori bersama guru rohani tersebut, bibir ini pada akhirnya mengeluarkan lengkungannya kembali. Segala kebingungan dan ratapan juga tiba-tiba hanyut keluar dari ingatan.

Semua ironi yang terlihat selama ini, juga semakin jelas untuk ditemukan titik terangnya.  “Jadi ini semua, hanya sekedar eksistensi dari empat bekal kehidupan tersebut ya?” ujar kalimat tersebut dalam sanubari.  [T]

BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan
Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya
Tags: filosofiFilosofi Sehathindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Countertransference” dan Kelemahan Dokter dalam Komunikasi Profesional

Next Post

Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja

Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co