22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
February 28, 2024
in Esai
Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya

Gambar Pewayangan Sang Dharmawangsa sebagai Simbol ‘Dharma’ | Foto: Penulis

“Hari ini adalah Hari Kemenangan Dharma melawan Adharma! Kalahnya Kebatilan oleh Kebaikan!”

SEPERTI itulah tagline yang akan selalu muncul menjelang hari Rabu (Buddha) Kliwon, Wuku Dungulan. Cermin dari datangnya salah satu hari suci besar umat Hindu yang dikenal dengan sebutan Hari Suci Galungan.

Berbicara mengenai eksistensi, Galungan merupakan salah satu hari suci besar dalam keyakinan umat Hindu. Hari suci yang jatuh setiap 210 hari sekali ini, selalu berusaha disambut dengan meriah dan penuh suka cita oleh umat Hindu khususnya di Nusantara.

Bagaimana tidak? dengan mengingat tagline agungnya yang mengagung-agungkan Dharma,hari suci Galungan diharapkan dapat membawa semangat dan harapan baru untuk seluruh umat manusia. Namun, apakah yakin sudah mengenal Sang ‘Dharma’ dengan sepenuhnya?

Menelaah dari kamus Sansekerta-Indonesia (Tim, 2001: 223), kata Dharma (m) sesungguhnya memiliki beberapa definisi. Dharma dapat berarti kebenaran, hukum, adat kebiasaan, aturan kewajiban, keadilan, dan juga moral yang baik.

Semua pengertian tersebut pada dasarnya hal-hal luhur sebagai alat dan pedoman untuk mengarahkan umat manusia agar senantiasa menjalani kehidupan yang lebih baik dan mulia, baik secara jasmani maupun rohani. Hal ini dipertegas dalam kitab Sarasamuscaya 14 yang berbunyi sebagai berikut:

Dharma ewa plawo nanyah swargam samabhiwanchatam

Sa ca naurpwanijastatam jala dhen paramicchatah

Terjemahan:

“Dharma adalah jalan untuk mencapai alam kebahagiaan (Sorga), layaknya perahu laju yang merupakan alat bagi saudagar-saudagar untuk melintasi Samudra.” (Sudharta, 2019: 11)

Berdasarkan sloka Sarasamuscaya tersebut, dapat kita ketahui bersama keagungan Dharma sebagai suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh oleh umat manusia dalam memperoleh kebahagiaan, layaknya sebuah perahu untuk melintasi samudra yang penuh penderitaan dan kesedihan.

Setelah mengetahui makna dan arti sesungguhnya kosakata Dharma, langkah selanjutnya adalah mengetahui asal dari Sang Dharma.Jika berdasar pada pustaka suci Weda sebagai sumber pengetahuan suci yang bersifat universal, sesungguhnya telah menjabarkan secara jelas apa dan dimana sesungguhnya kita dapat menemukan Dharma yang sesungguhnya. Hal ini tertuang di dalam kitab Manawa Dharmasastra II. 6 yang berbunyi sebagai berikut:

Idanim dharma pramananyaha

wedo’khilo dharmamulam

smrtiçile ca tadwidam acaraçcaiwa sadhunam

atmanastutirewa ca

Terjemahan:
“Seluruh pustaka suci Weda (Sruti dan Smrti) adalah sumber pertama daripada Dharma, kemudian Sila (tingkah laku yang terpuji), Acara (Adat Kebiasaan), dan Atmanastuti (tata cara perikehidupan orang-orang suci untuk mencapai kepuasan pribadi).” (Sudirga, dkk., 2007: 62 dalam Kemenuh, 2017: 41).

Berdasarkan kitab Manawa Dharmasastra tersebut, dapat diketahui bahwa secara umum, ada lima sumber Dharma valid yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Untuk lebih memahaminya, penjabarannya secara lebih lanjut yakni sebagai berikut:

Weda Sruti

Weda Sruti adalah bagian kodifikasi Weda yang berasal dari wahyu Tuhan secara langsung, yang didengarkan kemudian ditulis oleh para Maha Rsi sebagai pustaka suci. Secara umum, Weda Sruti sebagai Weda yang utama terbagi menjadi empat buah yang dikenal dengan Catur Weda Samhita.

Ia menjadi pengetahuan suci yang selalu didengar oleh guru-guru suci sebagai pedoman kerohanian. Keempat bagian Weda tersebut secara umum terdiri dari (Sandika, 2014: 192):

  1. Rg Veda; berisi ayat-ayat yang memuat kidung pujian,
  2. Sama Veda; berisi kumpulan mantram yang dilagukan untuk pemujaan,
  3. Yajur Veda; berisi kumpulan mantram tentang karma dan seluk beluk Yadnya.
  4. Atharva Veda; kumpulan mantram yang bersifat magis-religius.

Weda Smrti

Weda Smrti adalah kodifikasi Weda yang disusun kembali berdasarkan ingatan para Maharsi. Sehingga dalam hal ini, Smrti menjadi bagian integral dalam sumber Hukum Hindu yang memuat berbagai penjelasan ulang secara lebih sederhana dari kitab Sruti.

Untuk itulah, Smrti lebih bersifat praktis yang bagiannya terdiri atas Upaveda, kemudian dibagi lagi menjadi Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) dan Purana (gambaran historis masa lampau). Selain itu, bagian Smrti juga mencakup kitab kepemimpinan (Artha Sastra), kitab kesehatan (Ayur Weda), dan lain sebagainya (Sandika, 2014: 195-196).

Sila

Sila merupakan tingkah laku orang-orang suci yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sebagai manusia.

Acara

Acara adalah adat kebiasaan lokal sebagai wujud bakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasi-Nya yang telah diturunkan dari turun-temurun.

Atmanastuti
Atmanastuti adalah kepuasan kebenaran yang berada dalam diri ketika telah berhasil mengetahui dan menjalankan hakikat Dharma. Hal inilah yang pada akhirnya mengembangkan Wiweka untuk mengenali hal yang baik dan juga hal yang buruk.

Dengan mengetahui sumber valid dari Dharma, tahap akhir untuk mengetahui keagungan Dharma adalah melalui mengilhami, merenungi, dan mengimplementasikan setiap hakikat Dharma di dalam kehidupan. Terlebih dengan datangnya kembali hari suci Galungan, sesungguhnya menjadi hari pengingat dan momentum yang tepat untuk menanami diri dengan segala hal yang kita sebut sebagai Dharma.

Baik dalam wujud mematuhi segala aturan, bersikap adil dengan sesama, menghormati segala kebenaran yang ada di dunia, menjadi masyarakat yang bermoral, dan melaksanakan segala kewajiban yang memang patut kita lakukan. Dengan cara tersebutlah, Dharma akan dapat tegak dan senantiasa menang dalam kehidupan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Dharma bukanlah kosakata yang semata-mata hanya memiliki pengertian kebaikan. Dharma memiliki beberapa arti luhur sebagai suatu hukum, aturan moral, kewajiban, dan pedoman dalam menjalani kehidupan.

Dari sisi sumber, Dharma yang valid dapat ditemukan dalam lima sumber utama, yaitu: Weda Sruti, Weda Smrti, Sila, Acara, dan Atmanastuti. Atas dasar tersebut, di momentum hari suci Galungan ini,sudah sepantasnya keagungan Dharma tersebut senantiasa kita resapi, renungi, dan implementasikan bersama dalam kehidupan. Hal ini penting, agar Dharma benar-benar bisa kita menangkan di hari peringatan kemenangannya.

DAFTAR PUSTAKA

  • Tim Penyusun. 2001. Kamus Sansekerta-Indonesia. Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali.
  • Kemenuh, I. A. A. 2017. Sumber Hukum Hindu dalam Manawa Dharmasastra. Jurnal Agama dan Budaya 1(2),37-43.
  • Sandika, I Ketut. 2014. Membentuk Siswa Berkarakter Mulia melalui Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Telaah Kitab Chandogya Upanisad. Surabaya: Paramita.
  • Sudharta, Tjok Rai. 2019. Sarasamuccaya Sanskerta dan Bahasa Indonesia. Denpasar: ESBE.
Galungan dan Representasi Budaya Bali Dalam Kumpulan Puisi “Menanam Puisi di Emperan Matamu” Karya Wayan Esa Bhaskara
Setelah Sembahyang dan Renungan Tak Penting di Hari Raya Galungan
“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling
Arak Bali Legal, Penjor Galungan pun Makin Megah, Kreatif dan Mandiri…
Tags: balihari raya galunganTradisi Galungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Minikino Merilis Laporan Publik Indonesia Raja 2023 dan Rencana Kerja 2024

Next Post

Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co