2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
February 28, 2024
in Esai
Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya

Gambar Pewayangan Sang Dharmawangsa sebagai Simbol ‘Dharma’ | Foto: Penulis

“Hari ini adalah Hari Kemenangan Dharma melawan Adharma! Kalahnya Kebatilan oleh Kebaikan!”

SEPERTI itulah tagline yang akan selalu muncul menjelang hari Rabu (Buddha) Kliwon, Wuku Dungulan. Cermin dari datangnya salah satu hari suci besar umat Hindu yang dikenal dengan sebutan Hari Suci Galungan.

Berbicara mengenai eksistensi, Galungan merupakan salah satu hari suci besar dalam keyakinan umat Hindu. Hari suci yang jatuh setiap 210 hari sekali ini, selalu berusaha disambut dengan meriah dan penuh suka cita oleh umat Hindu khususnya di Nusantara.

Bagaimana tidak? dengan mengingat tagline agungnya yang mengagung-agungkan Dharma,hari suci Galungan diharapkan dapat membawa semangat dan harapan baru untuk seluruh umat manusia. Namun, apakah yakin sudah mengenal Sang ‘Dharma’ dengan sepenuhnya?

Menelaah dari kamus Sansekerta-Indonesia (Tim, 2001: 223), kata Dharma (m) sesungguhnya memiliki beberapa definisi. Dharma dapat berarti kebenaran, hukum, adat kebiasaan, aturan kewajiban, keadilan, dan juga moral yang baik.

Semua pengertian tersebut pada dasarnya hal-hal luhur sebagai alat dan pedoman untuk mengarahkan umat manusia agar senantiasa menjalani kehidupan yang lebih baik dan mulia, baik secara jasmani maupun rohani. Hal ini dipertegas dalam kitab Sarasamuscaya 14 yang berbunyi sebagai berikut:

Dharma ewa plawo nanyah swargam samabhiwanchatam

Sa ca naurpwanijastatam jala dhen paramicchatah

Terjemahan:

“Dharma adalah jalan untuk mencapai alam kebahagiaan (Sorga), layaknya perahu laju yang merupakan alat bagi saudagar-saudagar untuk melintasi Samudra.” (Sudharta, 2019: 11)

Berdasarkan sloka Sarasamuscaya tersebut, dapat kita ketahui bersama keagungan Dharma sebagai suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh oleh umat manusia dalam memperoleh kebahagiaan, layaknya sebuah perahu untuk melintasi samudra yang penuh penderitaan dan kesedihan.

Setelah mengetahui makna dan arti sesungguhnya kosakata Dharma, langkah selanjutnya adalah mengetahui asal dari Sang Dharma.Jika berdasar pada pustaka suci Weda sebagai sumber pengetahuan suci yang bersifat universal, sesungguhnya telah menjabarkan secara jelas apa dan dimana sesungguhnya kita dapat menemukan Dharma yang sesungguhnya. Hal ini tertuang di dalam kitab Manawa Dharmasastra II. 6 yang berbunyi sebagai berikut:

Idanim dharma pramananyaha

wedo’khilo dharmamulam

smrtiçile ca tadwidam acaraçcaiwa sadhunam

atmanastutirewa ca

Terjemahan:
“Seluruh pustaka suci Weda (Sruti dan Smrti) adalah sumber pertama daripada Dharma, kemudian Sila (tingkah laku yang terpuji), Acara (Adat Kebiasaan), dan Atmanastuti (tata cara perikehidupan orang-orang suci untuk mencapai kepuasan pribadi).” (Sudirga, dkk., 2007: 62 dalam Kemenuh, 2017: 41).

Berdasarkan kitab Manawa Dharmasastra tersebut, dapat diketahui bahwa secara umum, ada lima sumber Dharma valid yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Untuk lebih memahaminya, penjabarannya secara lebih lanjut yakni sebagai berikut:

Weda Sruti

Weda Sruti adalah bagian kodifikasi Weda yang berasal dari wahyu Tuhan secara langsung, yang didengarkan kemudian ditulis oleh para Maha Rsi sebagai pustaka suci. Secara umum, Weda Sruti sebagai Weda yang utama terbagi menjadi empat buah yang dikenal dengan Catur Weda Samhita.

Ia menjadi pengetahuan suci yang selalu didengar oleh guru-guru suci sebagai pedoman kerohanian. Keempat bagian Weda tersebut secara umum terdiri dari (Sandika, 2014: 192):

  1. Rg Veda; berisi ayat-ayat yang memuat kidung pujian,
  2. Sama Veda; berisi kumpulan mantram yang dilagukan untuk pemujaan,
  3. Yajur Veda; berisi kumpulan mantram tentang karma dan seluk beluk Yadnya.
  4. Atharva Veda; kumpulan mantram yang bersifat magis-religius.

Weda Smrti

Weda Smrti adalah kodifikasi Weda yang disusun kembali berdasarkan ingatan para Maharsi. Sehingga dalam hal ini, Smrti menjadi bagian integral dalam sumber Hukum Hindu yang memuat berbagai penjelasan ulang secara lebih sederhana dari kitab Sruti.

Untuk itulah, Smrti lebih bersifat praktis yang bagiannya terdiri atas Upaveda, kemudian dibagi lagi menjadi Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) dan Purana (gambaran historis masa lampau). Selain itu, bagian Smrti juga mencakup kitab kepemimpinan (Artha Sastra), kitab kesehatan (Ayur Weda), dan lain sebagainya (Sandika, 2014: 195-196).

Sila

Sila merupakan tingkah laku orang-orang suci yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sebagai manusia.

Acara

Acara adalah adat kebiasaan lokal sebagai wujud bakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasi-Nya yang telah diturunkan dari turun-temurun.

Atmanastuti
Atmanastuti adalah kepuasan kebenaran yang berada dalam diri ketika telah berhasil mengetahui dan menjalankan hakikat Dharma. Hal inilah yang pada akhirnya mengembangkan Wiweka untuk mengenali hal yang baik dan juga hal yang buruk.

Dengan mengetahui sumber valid dari Dharma, tahap akhir untuk mengetahui keagungan Dharma adalah melalui mengilhami, merenungi, dan mengimplementasikan setiap hakikat Dharma di dalam kehidupan. Terlebih dengan datangnya kembali hari suci Galungan, sesungguhnya menjadi hari pengingat dan momentum yang tepat untuk menanami diri dengan segala hal yang kita sebut sebagai Dharma.

Baik dalam wujud mematuhi segala aturan, bersikap adil dengan sesama, menghormati segala kebenaran yang ada di dunia, menjadi masyarakat yang bermoral, dan melaksanakan segala kewajiban yang memang patut kita lakukan. Dengan cara tersebutlah, Dharma akan dapat tegak dan senantiasa menang dalam kehidupan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Dharma bukanlah kosakata yang semata-mata hanya memiliki pengertian kebaikan. Dharma memiliki beberapa arti luhur sebagai suatu hukum, aturan moral, kewajiban, dan pedoman dalam menjalani kehidupan.

Dari sisi sumber, Dharma yang valid dapat ditemukan dalam lima sumber utama, yaitu: Weda Sruti, Weda Smrti, Sila, Acara, dan Atmanastuti. Atas dasar tersebut, di momentum hari suci Galungan ini,sudah sepantasnya keagungan Dharma tersebut senantiasa kita resapi, renungi, dan implementasikan bersama dalam kehidupan. Hal ini penting, agar Dharma benar-benar bisa kita menangkan di hari peringatan kemenangannya.

DAFTAR PUSTAKA

  • Tim Penyusun. 2001. Kamus Sansekerta-Indonesia. Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali.
  • Kemenuh, I. A. A. 2017. Sumber Hukum Hindu dalam Manawa Dharmasastra. Jurnal Agama dan Budaya 1(2),37-43.
  • Sandika, I Ketut. 2014. Membentuk Siswa Berkarakter Mulia melalui Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Telaah Kitab Chandogya Upanisad. Surabaya: Paramita.
  • Sudharta, Tjok Rai. 2019. Sarasamuccaya Sanskerta dan Bahasa Indonesia. Denpasar: ESBE.
Galungan dan Representasi Budaya Bali Dalam Kumpulan Puisi “Menanam Puisi di Emperan Matamu” Karya Wayan Esa Bhaskara
Setelah Sembahyang dan Renungan Tak Penting di Hari Raya Galungan
“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling
Arak Bali Legal, Penjor Galungan pun Makin Megah, Kreatif dan Mandiri…
Tags: balihari raya galunganTradisi Galungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Minikino Merilis Laporan Publik Indonesia Raja 2023 dan Rencana Kerja 2024

Next Post

Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co