3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
November 10, 2021
in Esai
“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling

Urutan babi yang dijemur saat Hari Raya Galungan di Bali

Babi guling tercatat sebagai warisan budaya tak benda Unesco di Indonesia sejak tahun 2011. Nah, setelah babi guling, urutan daging babi (sosis khas Bali) yang biasa dibuat saat Hari Raya Galungan juga layak ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda di Indonesia.

Seperti juga babi guling, urutan daging babi juga memiliki sejarah dan proses pembuatan yang juga unik dan menarik. Jika babi guling adalah mahakarya kuliner khas Bali, urutan babi tentu juga bisa disebut mahakarya.

Awalnya babi guling dibuat sebagai pelengkap upacara agama Hindu di Bali, tapi belakangan babi guling sudah menjadi makanan sehari-hari yang amat mudah ditemukan di warung-warung tepi jalan atau di restoran mewah.

Bahkan, tanpa ada upacara apa pun, banyak warga di Bali yang sengaja menyelenggarakan pesta sembari kumpul-kumpul santai bersama teman sembari ramai-ramai melakukan proses pembuatan babi guling untuk disantap bersama-sama.

Mirip dengan babi guling, urutan babi juga punya sejarah unik. Awalnya, urutan dibuat secara turun-temurun pada saat penampahan Galungan (sehari menjelang Galungan). Namun kini urutan juga bisa ditemukan dengan mudah. Banyak penjual urutan babi secara onsite maupun online.

Tinggal pilih. Mau beli urutan mentah, urutan setengah matang, atau urutan sudah jadi, semua ada penjualnya kini. Mau beli setengah meter, satu meter, dua meter, atau satu kilometer, atau langsung dipotong inci per inci, tinggal bilang saja. Penjual akan memotong-motongnya sesuai pesanan.

Atau jika mau bikin sendiri kini juga tak bisa dilakukan dengan gampang. Tak perlu potong babi. Daging dan usus tinggal beli di pasar. Daging dipotong-potong, campur bumbu, masukkan ke dalam usus, ya, sudah. Urutan langsung jadi. Tinggal goring.

Urutan babi yang ditawarkan laman facebook Urutan Babi Jaen

Dulu dan Kini

Proses pembuatan urutan zaman dulu tentu saja berbeda dengan kini. Dulu prosesnya cukup panjang dan serius, kini bisa dibuat secara instans. Dulu, setelah selesai dibuat, urutan tak bisa langsung digoreng. Harus ditunggu dulu. Tapi kini, habis bikin bisa langsung digoreng dan disantap.

Karena proses agak panjang itulah kenapa dulu urutan bisa bertahan lebih dari sepuluh hari, mulai dari pembuatan saat penamp-ahan Galungan hingga Kuningan usai.

Bahan urutan itu adalah daging dan usus babi. Bumbunya base genep (bumbu lengkap) yang benar-benar lengkap dengan takaran yang cukup banyak. Bumbu biasanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, kencur, lombok kecil, garam, terasi, merica, kunir, jahe, dan laos, serta beberapa jenis rempah-rempah lain yang sesuai.

Bumbu lengkap selengkap-lengkapnya, ditambah garam yang agak berlebihan, dipercaya sebagai bahan pengawet yang sangat ampuh, sehingga urutan itu bisa bertahan lama. Rempah-rempah ini juga berfungsi sebagai penghambat atau pencegah berkembangbiaknya bakteri. Selain itu, tentu saja bumbu rempah memberi cita rasa yang unik dan khas.

Cara membuatnya, semua bumbu dicincang halus. Usus babi dibersihkan berkali-kali. Sementara daging dipotong dengan ukuran tertentu sehingga dapat dimasukkan ke dalam usus.

Setelah selesai, urutan itu dijemur. Biasanya dijemur dengan dililitkan pada tangkai buah kelapa dan bisa diletakkan di kelakat (sejenis anyaman bambu) kemudian digantung pada matahari yang terik.

  • BACA JUGA: Jika Pernah “Nunu Urutan” Jelang Sekolah, Masa Kecil Anda Sederhana dan Bahagia
  • Dulu, hampir di setiap rumah ditemukan urutan yang dikeringkan di tempat yang tinggi dengan ditopang bambu panjang. Tinggginya urutan yang dikeringkan itu bisa sama tingginya dengan penjor  Seperti pameran seni instalasi.

    Artinya, urutan itu memang tidak langsung dimakan pada saat penampahan atau pada Hari Galungan. Urutan memang dibuat sebagai tabungan, dan disantap ketika menu lain seperti lawar, pesan, babi genyol dan babi kecap, sudah benar-benar habis.

    Selain dikeringkan dengan dijemur di bawah terik matahari, urutan biasanya ditaruh di atas lengatan di atas tungku dapur. Sehingga setiap hari sesungguhnya urutan itu sudah mendapatkan hawa panas yang menyembur dari tungku pada saat memasak.

    Urutan itulah yang dipotong-potong setiap pagi, lalu dipanggang, atau digoreng, untuk sarapan sebelum masuk sekolah. Orang tua juga melakukannya ritual itu sebelum pergi ke sawah.

    Menurut cerita sejumlah orang tua di daerah Tabanan, urutan sepanjang satu meter, kadang-kadang bisa bertahan hingga lebih dari sebulan setelah Galungan.

    Selain rempah-rempahnya dengan takaran yang agak berlebihan, rasa enak dari urutan zaman dulu juga enaknya amat berbeda.

    Dulu daging babi lebih kenyal, rasanya lebih gurih dan tak bikin bosan. Mungkin karena babi zaman dulu juga berbeda dengan babi zaman sekarang. Dulu, babi makan dagdag, wot dan gedebong, kini babi makan konsentrat. Dulu, babinya asli bali, kini babinya babi dari ras yang berbeda.

    Dengan proses seperti itu memang layak urutan diusulkan lalu ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda.

    Tags: hari raya galungankulinerkuliner khas baliurutan babiWarisan Budaya Tak Benda
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Suka Duka Pekerja Pariwisata Informal Selama Pandemi

    Next Post

    Widianingsih, Kelian Banjar yang Dirikan Bank Sampah | Angkut Sampah Sendiri, Itu Biasa…

    Made Adnyana Ole

    Made Adnyana Ole

    Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

    Related Posts

    ‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

    by Eril Paizi
    June 2, 2026
    0
    ‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

    JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

    Read moreDetails

    ‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

    by Early NHS
    June 2, 2026
    0
    (Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

    BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

    Read moreDetails

    (Tidak Ada) Literasi Digital

    by I Wayan Artika
    June 2, 2026
    0
    (Tidak Ada) Literasi Digital

    LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

    Read moreDetails

    Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

    by Rsi Suwardana
    June 1, 2026
    0
    Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

    PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

    Read moreDetails

    Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

    by Agung Sudarsa
    June 1, 2026
    0
    Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

    Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

    Read moreDetails

    Awas Ada Pocong!

    by Dede Putra Wiguna
    May 31, 2026
    0
    Awas Ada Pocong!

    BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

    Read moreDetails

    Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

    by Ahmad Fatoni
    May 31, 2026
    0
    Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

    ……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

    Read moreDetails

    Wisata Bahari di Negeri Maritim

    by Chusmeru
    May 31, 2026
    0
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

    BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

    Read moreDetails

    FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

    by Agung Sudarsa
    May 31, 2026
    0
    FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

    Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

    Read moreDetails

    Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

    by IGP Weda Adi Wangsa
    May 30, 2026
    0
    Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

    CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

    Read moreDetails
    Next Post
    Widianingsih, Kelian Banjar yang Dirikan Bank Sampah | Angkut Sampah Sendiri, Itu Biasa…

    Widianingsih, Kelian Banjar yang Dirikan Bank Sampah | Angkut Sampah Sendiri, Itu Biasa…

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    ‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
    Esai

    ‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

    JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

    by Eril Paizi
    June 2, 2026
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
    Persona

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    Ke Pacet Mereka Kembali
    Tualang

    Ke Pacet Mereka Kembali

    DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

    by Jaswanto
    June 2, 2026
    (Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
    Esai

    ‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

    BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

    by Early NHS
    June 2, 2026
    Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
    Panggung

    Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

    PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    (Tidak Ada) Literasi Digital
    Esai

    (Tidak Ada) Literasi Digital

    LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

    by I Wayan Artika
    June 2, 2026
    Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
    Ulas Rupa

    Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

    Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

    by Made Chandra
    June 2, 2026
    PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
    Ekonomi

    PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

    Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

    by Nyoman Budarsana
    June 1, 2026
    ’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
    Ulas Musik

    ’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

    LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

    by Ahmad Sihabudin
    June 1, 2026
    Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
    Khas

    Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

    by Putu Agus Eka Pradnyana
    June 1, 2026
    Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
    Ulas Film

    Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

    SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

    by Satria Aditya
    June 1, 2026
    Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
    Esai

    Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

    PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

    by Rsi Suwardana
    June 1, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co