13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Widianingsih, Kelian Banjar yang Dirikan Bank Sampah | Angkut Sampah Sendiri, Itu Biasa…

Gading Ganesha by Gading Ganesha
November 11, 2021
in Khas
Widianingsih, Kelian Banjar yang Dirikan Bank Sampah | Angkut Sampah Sendiri, Itu Biasa…

Made Widianingsih [Foto: Gading Ganesha]

Tanpa babibu, Made Widianingsih mengangkat karung kampil yang berisi sampah plastik yang beratnya hampir 20 kilogram itu. Ia angkat untuk kemudian didorong naik ke atas mobil pick-up.  Ia tak tampak lelah. Kuat sekali dia.

Made Widianingsih memang bukan sosok wanita yang biasa. Ia seorang kepala wilayah di Desa Gitgit, Sukasada, Buleleng, tepatnya di Banjar Dinas Gitgit. Wanita kelahiran 18 September 1975 ini telah menjadi Kelian Banjar atau yang biasa sering disebut Kepala Dusun (Kadus) sejak tahun 2015.

Selain menjadi seorang Kadus, ia juga memegang jabatan istimewa lainya di banjar dinas itu,  Dirinya menjadi Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Giri Manik yang beranggotakan 25 orang , semuanya ibu-ibu. Sebuah kelompok yang berusaha memberdayakan diri melalui pengelolaan pertanian untuk membantu ekonomi keluarga.

Selain itu, Made Widianingsih juga adalah Direktur Bank Sampah Giri Manik, sebuah bank sampah yang sudah berdiri dari tahun 2016 yang sebelumnya bernama bank sampah Bumi Hijau Lestari.

Pick-up  yang diisi sampah itu adalah pengangkut sampah milik Rumah Plastik, sebuah perusahaan pencacah plastik yang cukup besar di wilayah Banyuning.  Sampah plastik yang terkumpul di Bank Sampah Giri Manik  memang diangkut untuk dicacah di Rumah Plastik. Dan Made Widianingsih sendiri yang biasa turun tangan mengangkut sampah untuk dibawa ke atas pick-up. Tidak main-main ia memang biasa turun langsung menangani sampah di wilayahnya.

***

Saya menemui langsung Made Widianingsih di Gitgit. Saya sendiri sudah beberapa kali berjumpa sebelumnya dengan Ibu Kadus ini, tapi tidak pernah berkaitan dengan sampah,  lebih banyak urusan kegiatan tentang desa.

Perjumpaan kali ini sedikit berbeda karena saya mendapat tugas mendampingi rekan dari Rumah Plastik untuk menjalin kerjasama pengelolaan sampah,  sekaligus mendapat mandat dari Yayasan Maha Boga Marga (MBM) untuk berbagi tentang pengelolaan sampah. Yayasan yang berlokasi di Desa Kapal,  Badung, itu sudah lama mendampingi Desa Gitgit dalam upaya pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat desa.

Perjalanan dari Desa Panji (rumah saya) menuju Desa Gitgit memakan waktu hampir 25 menit,  meskipun masih dalam satu kecamatan,  jarak kedua desa bisa dikata cukup jauh. Cuaca cukup cerah pagi itu, jalan sedikit ramai tapi lancar. Efek pandemi sepertinya masih berpengaruh,  jalan utama menuju Kabupaten Buleleng itu masih belum banyak dilewati seperti biasanya.

Sesampainya di lokasi kegiatan, letaknya dekat dengan Sekolah Dasar No 2 Gitgit, Made Widianingsih langsung menyambut saya. tempatnya cukup luas.

“Rumah ini milik salah satu tokoh masyarakat yang bekerja di Denpasar sebagai seorang pengacara, sementara diijinkan untuk dijadikan Depo Bank Sampah Giri Manik sebelum nanti akan berpindah di lokasi milik saya,” kata Made Widianingsih.

Selain disambut Made widianingsih, kehadiran saya disambut senyum ibu-ibu lain,  hampir 20 orang lebih yang hadir.  Mereka adalah anggota KWT yang dipimpin oleh Made Widianingsih.

***

Made widianingsih yang merupakan ibu dari dua orang anak ini, tampak begitu serius ingin menyelesaikan masalah sampah di wilayahnya. “Sebagai warga desa saya melihat langsung ada banyak sekali sampah yang berserakan di desa,  apalagi di tegalan keluarga kami banyak sekali ada sampah dan itu sangat berdampak tehadap hasil perkerbunan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan sejak terpilih menjadi Kelian Banjar,  menangani masalah sampah jadi salah satu program kerja utamanya . “Meskipun menangani sampah sulit,  tapi ini telah jadi salah satu program prioritas saya,” ungkap istri dari I Nyoman Arnila ini.

Made Widianingsih, angkut sampah sendiri, itu biasa [Foto: Gading Ganesha]

Dari tahun 2016,  ia bersama beberapa warga  di Banjar Dinas Gitgit  membentuk bank sampah dengan nama Bumi Hijau Lestari. Jatuh bangun pun dialami Made Widianingsih, mulai dari susahnya menyadarkan warga untuk memilah sampah, juga jarak rumah warga yang cukup berjauhan, sampai susahnya menjual sampah plastik yang telah terkumpul.

“Banyak sekali kendala yang kami temui,  warga masih apatis untuk mau memilah sampah organik dan non organik, belum lagi jarak antar rumah warga yang cukup jauh, tidak semua bisa terakomodir,  karena kami mengambil kerumah-rumah warga jadi kami benar-benar kewalahan ngurusin sampah ini,” jelasnya.

Di sisi lain ia juga menyadari betul Desa Gitgit sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Buleleng, harus bisa bebas dari sampah plastik dan juga letak desa yang ada di hulu, sehingga jika warganga buang sampah sembarangan akan berdampak sekali dengan desa yang ada di hilir.  “Desa kami ini kan letaknya di hulu jadi kalau warga kami buang sampah sembarangan bagaimana dampak di bawah,” katanya.

Made Widianingsih bersama saya (penulis)

Upaya itu akhirnya menunjukkan kemajuan. Saat ini di wilayah Banjar Dinas Gitgit yang terdiri dari 346 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 1.134 jiwa, melalui bank sampah sendiri sampai tahun 2020, telah mampu mengumpulkan hingga 30 ton sampah plastik. Bahkan katanya salah satu nasabahnya sampai punya tabungan mencapai Rp. 1.400.000,00.

“Dulu masih belum maksimal saya bisa mengelola sampah ini, karena memang saya sendiri tidak punya banyak informasi tentang managemen bank sampah yang baik,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan pengelolaan bank sampahnya Made Widianingsih memilih melibatkan kelompok KWT Giri Manik yang dipimpinnya itu. “Jadi nama Bank Sampah kami ubah dari Bumi Hijai Lestari jadi Bank Sampah Giri Manik,  sesuai dengan nama KWTnya, agar lebih banyak yang terlibat dalam pengelolaannya,” harapnya.

Ia sempat menolak dipilih menjadi direktur bank sampah itu tapi karena desakan dan kepercayaan anggotanya akhirnya dia mengambil peran tersebut.

***

KWT Giri Manik sendiri sudah terbukti menjadi kelompok yang mampu berdaya,  kelompok ini telah membuat pupuk organik dan juga booster buah, bahkan boster buahnya sudah di produksi cukup banyak dan dijual kebeberapa warga.

“ibu-ibu KWT Giri Manik ini semangatnya luar biasa,  mereka senang sekali bisa terlibat mengelola bank sampah, ini kan juga bisa jadi salah satu sumber tambahan ekomoni,” ujarnya.

Terlihat antusias ibu-ibu KWT dalam mengikuti sosialisasi pengelolaan bank sampah dan mempelajari pemilahan sampah yang disampaikan oleh Tim dari Rumah Plastik.

Atas dedikasinya menjadi pemimpim wilayah yang fokus pada upaya pengelolaan sampah di wilayahnya, Made Widianingsih pernah diundang menjadi narasumber di berbagai tempat terutama pada peringatan Hari Bumi,  bahkan banjarnya pun sering menjadi kunjungan beberapa lembaga untuk belajar pengelolaan sampah. [T]

Made Widianingsih (paling kanan)

Tags: Bank Sampahdaur ulang sampah plastikPerempuanPerempuan BaliSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling

Next Post

“Run To Care” Bersama 900 Pelari, Tempuh 150 KM, Bangkitkan Semangat Ribuan Anak SOS Children’s Villages Indonesia

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
“Run To Care” Bersama 900 Pelari, Tempuh 150 KM, Bangkitkan Semangat Ribuan Anak SOS Children’s Villages Indonesia

"Run To Care" Bersama 900 Pelari, Tempuh 150 KM, Bangkitkan Semangat Ribuan Anak SOS Children’s Villages Indonesia

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co