23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Widianingsih, Kelian Banjar yang Dirikan Bank Sampah | Angkut Sampah Sendiri, Itu Biasa…

Gading Ganesha by Gading Ganesha
November 11, 2021
in Khas
Widianingsih, Kelian Banjar yang Dirikan Bank Sampah | Angkut Sampah Sendiri, Itu Biasa…

Made Widianingsih [Foto: Gading Ganesha]

Tanpa babibu, Made Widianingsih mengangkat karung kampil yang berisi sampah plastik yang beratnya hampir 20 kilogram itu. Ia angkat untuk kemudian didorong naik ke atas mobil pick-up.  Ia tak tampak lelah. Kuat sekali dia.

Made Widianingsih memang bukan sosok wanita yang biasa. Ia seorang kepala wilayah di Desa Gitgit, Sukasada, Buleleng, tepatnya di Banjar Dinas Gitgit. Wanita kelahiran 18 September 1975 ini telah menjadi Kelian Banjar atau yang biasa sering disebut Kepala Dusun (Kadus) sejak tahun 2015.

Selain menjadi seorang Kadus, ia juga memegang jabatan istimewa lainya di banjar dinas itu,  Dirinya menjadi Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Giri Manik yang beranggotakan 25 orang , semuanya ibu-ibu. Sebuah kelompok yang berusaha memberdayakan diri melalui pengelolaan pertanian untuk membantu ekonomi keluarga.

Selain itu, Made Widianingsih juga adalah Direktur Bank Sampah Giri Manik, sebuah bank sampah yang sudah berdiri dari tahun 2016 yang sebelumnya bernama bank sampah Bumi Hijau Lestari.

Pick-up  yang diisi sampah itu adalah pengangkut sampah milik Rumah Plastik, sebuah perusahaan pencacah plastik yang cukup besar di wilayah Banyuning.  Sampah plastik yang terkumpul di Bank Sampah Giri Manik  memang diangkut untuk dicacah di Rumah Plastik. Dan Made Widianingsih sendiri yang biasa turun tangan mengangkut sampah untuk dibawa ke atas pick-up. Tidak main-main ia memang biasa turun langsung menangani sampah di wilayahnya.

***

Saya menemui langsung Made Widianingsih di Gitgit. Saya sendiri sudah beberapa kali berjumpa sebelumnya dengan Ibu Kadus ini, tapi tidak pernah berkaitan dengan sampah,  lebih banyak urusan kegiatan tentang desa.

Perjumpaan kali ini sedikit berbeda karena saya mendapat tugas mendampingi rekan dari Rumah Plastik untuk menjalin kerjasama pengelolaan sampah,  sekaligus mendapat mandat dari Yayasan Maha Boga Marga (MBM) untuk berbagi tentang pengelolaan sampah. Yayasan yang berlokasi di Desa Kapal,  Badung, itu sudah lama mendampingi Desa Gitgit dalam upaya pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat desa.

Perjalanan dari Desa Panji (rumah saya) menuju Desa Gitgit memakan waktu hampir 25 menit,  meskipun masih dalam satu kecamatan,  jarak kedua desa bisa dikata cukup jauh. Cuaca cukup cerah pagi itu, jalan sedikit ramai tapi lancar. Efek pandemi sepertinya masih berpengaruh,  jalan utama menuju Kabupaten Buleleng itu masih belum banyak dilewati seperti biasanya.

Sesampainya di lokasi kegiatan, letaknya dekat dengan Sekolah Dasar No 2 Gitgit, Made Widianingsih langsung menyambut saya. tempatnya cukup luas.

“Rumah ini milik salah satu tokoh masyarakat yang bekerja di Denpasar sebagai seorang pengacara, sementara diijinkan untuk dijadikan Depo Bank Sampah Giri Manik sebelum nanti akan berpindah di lokasi milik saya,” kata Made Widianingsih.

Selain disambut Made widianingsih, kehadiran saya disambut senyum ibu-ibu lain,  hampir 20 orang lebih yang hadir.  Mereka adalah anggota KWT yang dipimpin oleh Made Widianingsih.

***

Made widianingsih yang merupakan ibu dari dua orang anak ini, tampak begitu serius ingin menyelesaikan masalah sampah di wilayahnya. “Sebagai warga desa saya melihat langsung ada banyak sekali sampah yang berserakan di desa,  apalagi di tegalan keluarga kami banyak sekali ada sampah dan itu sangat berdampak tehadap hasil perkerbunan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan sejak terpilih menjadi Kelian Banjar,  menangani masalah sampah jadi salah satu program kerja utamanya . “Meskipun menangani sampah sulit,  tapi ini telah jadi salah satu program prioritas saya,” ungkap istri dari I Nyoman Arnila ini.

Made Widianingsih, angkut sampah sendiri, itu biasa [Foto: Gading Ganesha]

Dari tahun 2016,  ia bersama beberapa warga  di Banjar Dinas Gitgit  membentuk bank sampah dengan nama Bumi Hijau Lestari. Jatuh bangun pun dialami Made Widianingsih, mulai dari susahnya menyadarkan warga untuk memilah sampah, juga jarak rumah warga yang cukup berjauhan, sampai susahnya menjual sampah plastik yang telah terkumpul.

“Banyak sekali kendala yang kami temui,  warga masih apatis untuk mau memilah sampah organik dan non organik, belum lagi jarak antar rumah warga yang cukup jauh, tidak semua bisa terakomodir,  karena kami mengambil kerumah-rumah warga jadi kami benar-benar kewalahan ngurusin sampah ini,” jelasnya.

Di sisi lain ia juga menyadari betul Desa Gitgit sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Buleleng, harus bisa bebas dari sampah plastik dan juga letak desa yang ada di hulu, sehingga jika warganga buang sampah sembarangan akan berdampak sekali dengan desa yang ada di hilir.  “Desa kami ini kan letaknya di hulu jadi kalau warga kami buang sampah sembarangan bagaimana dampak di bawah,” katanya.

Made Widianingsih bersama saya (penulis)

Upaya itu akhirnya menunjukkan kemajuan. Saat ini di wilayah Banjar Dinas Gitgit yang terdiri dari 346 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 1.134 jiwa, melalui bank sampah sendiri sampai tahun 2020, telah mampu mengumpulkan hingga 30 ton sampah plastik. Bahkan katanya salah satu nasabahnya sampai punya tabungan mencapai Rp. 1.400.000,00.

“Dulu masih belum maksimal saya bisa mengelola sampah ini, karena memang saya sendiri tidak punya banyak informasi tentang managemen bank sampah yang baik,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan pengelolaan bank sampahnya Made Widianingsih memilih melibatkan kelompok KWT Giri Manik yang dipimpinnya itu. “Jadi nama Bank Sampah kami ubah dari Bumi Hijai Lestari jadi Bank Sampah Giri Manik,  sesuai dengan nama KWTnya, agar lebih banyak yang terlibat dalam pengelolaannya,” harapnya.

Ia sempat menolak dipilih menjadi direktur bank sampah itu tapi karena desakan dan kepercayaan anggotanya akhirnya dia mengambil peran tersebut.

***

KWT Giri Manik sendiri sudah terbukti menjadi kelompok yang mampu berdaya,  kelompok ini telah membuat pupuk organik dan juga booster buah, bahkan boster buahnya sudah di produksi cukup banyak dan dijual kebeberapa warga.

“ibu-ibu KWT Giri Manik ini semangatnya luar biasa,  mereka senang sekali bisa terlibat mengelola bank sampah, ini kan juga bisa jadi salah satu sumber tambahan ekomoni,” ujarnya.

Terlihat antusias ibu-ibu KWT dalam mengikuti sosialisasi pengelolaan bank sampah dan mempelajari pemilahan sampah yang disampaikan oleh Tim dari Rumah Plastik.

Atas dedikasinya menjadi pemimpim wilayah yang fokus pada upaya pengelolaan sampah di wilayahnya, Made Widianingsih pernah diundang menjadi narasumber di berbagai tempat terutama pada peringatan Hari Bumi,  bahkan banjarnya pun sering menjadi kunjungan beberapa lembaga untuk belajar pengelolaan sampah. [T]

Made Widianingsih (paling kanan)

Tags: Bank Sampahdaur ulang sampah plastikPerempuanPerempuan BaliSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling

Next Post

“Run To Care” Bersama 900 Pelari, Tempuh 150 KM, Bangkitkan Semangat Ribuan Anak SOS Children’s Villages Indonesia

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
“Run To Care” Bersama 900 Pelari, Tempuh 150 KM, Bangkitkan Semangat Ribuan Anak SOS Children’s Villages Indonesia

"Run To Care" Bersama 900 Pelari, Tempuh 150 KM, Bangkitkan Semangat Ribuan Anak SOS Children’s Villages Indonesia

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co