4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
February 22, 2024
in Opini
Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan

Gambar Nasihat Sang Wibisana kepada Sang Hanuman dalam Pewayangan Bali

Tidak terasa….

Seminggu sudah, negara Indonesia  melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) secara serentak. Pemilu sering diwacanakan sebagai pesta demokrasi, dimana momentum ini hanya hadir setiap 5 tahun sekali, dan masyarakat Indonesia yang telah memenuhi syarat, sudah menggunakan hak suaranya dalam menentukan pemimpin yang dipercayainya. Tidak tanggung-tanggung, lima jenis surat suara sudah tercoblos sebagai media masyarakat untuk memilih.

Meskipun hadir dengan tagline sebagai pesta, tidak serta merta menjadikan Pemilu digandrungi atau berbinar di mata seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan setiap hadirnya Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selalu saja memberitakan adanya Golongan Putih (Golput), yaitu pihak yang tidak menyalurkan hak suaranya dalam memilih. Alasannya bermacam-macam, ada yang memang apatis terhadap Pemilu, ada yang skeptis terhadap para calon wakil rakyat, serta ada pula yang memegang teguh prinsip pesimisme, bahwa Pemilu tidak akan banyak mengubah apapun. “Siapapun yang naik, toh kita tetap bekerja untuk biaya makan!” ujarnya.

Hadirnya Pemilu bukanlah untuk memilih yang terbaik, namun mencegah yang terburuk untuk berkuasa. Kutipan tersebut lahir dari tokoh intelektualitas, filsafat, sekaligus imam Katolik, Romo Franz Magnis Suseno. Kutipan ini semacam alarm peringatan bahwa, mencari pemimpin yang sempurna memang tidak akan pernah bisa, namun menentukan pilihan kepada pemimpin yang katanya buruk diantara yang terburuk adalah pilihan terbaik yang bisa dilakoni. 

Atas dasar problematika tersebut, wakil rakyat yang bakal terpilih di Pemilu 2024 ini, sudah semestinya merenungi diri agar dapat menjadi contoh pemimpin yang teladan. Tidak bisa dibantah, menjaga kepercayaan masyarakat adalah hal wajib yang mesti dipegang oleh para wakil rakyat pasca terpilih. Begitu juga masyarakat, dapat menilai wakil rakyat yang terpilih, apakah sudah menjadi Pemimpin yang teladan atau tidak.

Untuk itu, menjabarkan kembali beberapa kutipan luhur dalam pustaka suci yang lahir di Bumi Nusantara dirasa perlu untuk menjabarkan keteladan seorang pemimpin.. Salah satunya adalah Kakawin Rāmāyana, yang dimana dalam beberapa kutipan sucinya mampu memberikan kriteria pemimpin teladan sebagai berikut:

  • Menjadi Pribadi yang Digugu dan Ditiru

Nihan kramani dening angdāni rāt,
Awakta rumuhun warah ring hayu,
Têlas ta mapagêh magêm āgama,
Têkerikang amātya mantrī tumūt. (XXIII.48)

Terjemahannya:

Inilah tata cara dalam memerintah rakyat,
Isilah dirimu terlebih dahulu dengan ajaran kebenaran,
Setelah engkau teguh memegang ajaran agama.
Maka sampaikanlah kepada bawahanmu dan para Menteri agar mengikutinya.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 48 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan pertama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah menjadi orang yang digugu dan ditiru sebelum memberikan contoh kepada masyarakatnya. Mengisi diri dengan ajaran kebenaran, baik yang berasal dari agama maupun moralitas perlu ditanamkan pada diri sendiri terlebih dahulu, sebelum memerintah atau mengatur orang lain.

Sederhananya, seorang pemimpin adalah orang yang perlu merasakan pahitnya kopi terlebih dahulu, sebelum mengatakan bahwa rasa kopi itu pahit kepada bawahannya. Sehingga tidak salah, apabila dalam ajaran agama Hindu, wakil rakyat yang mengelola pemerintah disebut juga sebagai Guru Wisesa.

  • Menjadi Pengayom dan Penegak Hukum

Prihên têmên dharma dhumāranang sarāt
Sarāga sang sādhu sireka tūtana
Tan artha tan kāma pidonya tan yaśa
Ya śakti sang sajjana dharma rākśaka (XXIII.81)

Terjemahannya:

Upayakanlah dharma dalam mengayomi dunia,
Keteladanan seorang bijaksana patutlah ditiru,
Bukan harta, bukan kāma, tujuannya bukanlah jasa,
Kehebatan seorang pemimpin adalah menegakkan dharma.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 81 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan kedua yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah menjadi seorang pengayom dan penegak hukum. Mengupayakan Dharma sebagai sumber kebenaran dan dasar hukum, kemudian menjadikannya senjata untuk mengayomi wilayah yang dipimpinnya perlu ditanamkan pada diri seorang pemimpin.

Dalam hal ini, menegakkan Dharma sebagai sumber kebenaran dan hukum itu sendiri menjadi hal utama yang harus diprioritaskan oleh wakil rakyat dibandingkan harta atau keinginan pribadi. Jangan sampai wakil rakyat yang terpilih, justru melupakan prinsip sederhana ini dan hanya fokus mengisi perut sendiri.

  • Menjadi Pelenyap Kesengsaraan dan Mencintai Masyarakat

Sakā nikang rāt kita yan wênang manūt,
Manūpadeśa prihatah rumākśa ya,
Kśayā nikang papa nahan prayojana,
Janānurāgādi tuwin kapangguha (XXIII. 82)

Terjemahannya:

Engkau akan menjadi penyangga dunia apabila mampu mengikutinya,
Ajaran manawadharmasastra patut dipelajari,
Melenyapkan kesengsaraan adalah tujuannya,
Kecintaan rakyat dan hal lainnya akan engkau peroleh.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 82 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan ketiga yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah mampu menjadi seorang pelenyap kesengsaraan dan mencintai masyarakatnya. Tidak bisa dipungkiri, pemimpin yang terpilih membawa banyak harapan dari hati kecil para masyarakat.

Salah satu harapan yang paling sentral itu adalah mampu melenyapkan kesengsaraan yang lahir dari kemiskinan dan kemelaratan. Sehingga ketika sudah mampu menjawab harapan itu, wakil rakyat akan lahir menjadi pemimpin yang dicintai oleh masyarakatnya.

Sesungguhnya masih banyak kutipan Kakawin lainnya yang dapat dijadikan referensi untuk menjadi pemimpin yang teladan. Pada intinya, segala kepercayaan yang telah dimandatkan oleh masyarakat, sudah seyogyanya dijawab dengan kerja yang sebaik-baiknya oleh Para Wakil Rakyat yang Terpilih. Untuk itu sebagai konklusi, izinkanlah tulisan ini memberikan sebuah kutipan penutup sebagai bekal sederhana sebagai berikut:

“Bukanlah ketika menjadi seorang pemimpin, anda bisa diakui oleh masyarakat. Akan tetapi ketika sudah diakui oleh masyarakatlah, anda bisa layak disebut sebagai seorang Pemimpin.” [T]

BACA artikel lain dari penulis DARMA PERMANA

Nasib Pohon di Hari Spesial,  Berhias Molek Penuh Alat Peraga Kampanye
Counter Politik Sangkuni Itu Bernama Sri Krishna
Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024
Tags: kakawinKakawin RamayanaPemilu 2024Ramayana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjejak Jejak Sang Maestro : Catatan Buku dan Perjalanan

Next Post

Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co