15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
February 22, 2024
in Opini
Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan

Gambar Nasihat Sang Wibisana kepada Sang Hanuman dalam Pewayangan Bali

Tidak terasa….

Seminggu sudah, negara Indonesia  melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) secara serentak. Pemilu sering diwacanakan sebagai pesta demokrasi, dimana momentum ini hanya hadir setiap 5 tahun sekali, dan masyarakat Indonesia yang telah memenuhi syarat, sudah menggunakan hak suaranya dalam menentukan pemimpin yang dipercayainya. Tidak tanggung-tanggung, lima jenis surat suara sudah tercoblos sebagai media masyarakat untuk memilih.

Meskipun hadir dengan tagline sebagai pesta, tidak serta merta menjadikan Pemilu digandrungi atau berbinar di mata seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan setiap hadirnya Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selalu saja memberitakan adanya Golongan Putih (Golput), yaitu pihak yang tidak menyalurkan hak suaranya dalam memilih. Alasannya bermacam-macam, ada yang memang apatis terhadap Pemilu, ada yang skeptis terhadap para calon wakil rakyat, serta ada pula yang memegang teguh prinsip pesimisme, bahwa Pemilu tidak akan banyak mengubah apapun. “Siapapun yang naik, toh kita tetap bekerja untuk biaya makan!” ujarnya.

Hadirnya Pemilu bukanlah untuk memilih yang terbaik, namun mencegah yang terburuk untuk berkuasa. Kutipan tersebut lahir dari tokoh intelektualitas, filsafat, sekaligus imam Katolik, Romo Franz Magnis Suseno. Kutipan ini semacam alarm peringatan bahwa, mencari pemimpin yang sempurna memang tidak akan pernah bisa, namun menentukan pilihan kepada pemimpin yang katanya buruk diantara yang terburuk adalah pilihan terbaik yang bisa dilakoni. 

Atas dasar problematika tersebut, wakil rakyat yang bakal terpilih di Pemilu 2024 ini, sudah semestinya merenungi diri agar dapat menjadi contoh pemimpin yang teladan. Tidak bisa dibantah, menjaga kepercayaan masyarakat adalah hal wajib yang mesti dipegang oleh para wakil rakyat pasca terpilih. Begitu juga masyarakat, dapat menilai wakil rakyat yang terpilih, apakah sudah menjadi Pemimpin yang teladan atau tidak.

Untuk itu, menjabarkan kembali beberapa kutipan luhur dalam pustaka suci yang lahir di Bumi Nusantara dirasa perlu untuk menjabarkan keteladan seorang pemimpin.. Salah satunya adalah Kakawin Rāmāyana, yang dimana dalam beberapa kutipan sucinya mampu memberikan kriteria pemimpin teladan sebagai berikut:

  • Menjadi Pribadi yang Digugu dan Ditiru

Nihan kramani dening angdāni rāt,
Awakta rumuhun warah ring hayu,
Têlas ta mapagêh magêm āgama,
Têkerikang amātya mantrī tumūt. (XXIII.48)

Terjemahannya:

Inilah tata cara dalam memerintah rakyat,
Isilah dirimu terlebih dahulu dengan ajaran kebenaran,
Setelah engkau teguh memegang ajaran agama.
Maka sampaikanlah kepada bawahanmu dan para Menteri agar mengikutinya.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 48 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan pertama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah menjadi orang yang digugu dan ditiru sebelum memberikan contoh kepada masyarakatnya. Mengisi diri dengan ajaran kebenaran, baik yang berasal dari agama maupun moralitas perlu ditanamkan pada diri sendiri terlebih dahulu, sebelum memerintah atau mengatur orang lain.

Sederhananya, seorang pemimpin adalah orang yang perlu merasakan pahitnya kopi terlebih dahulu, sebelum mengatakan bahwa rasa kopi itu pahit kepada bawahannya. Sehingga tidak salah, apabila dalam ajaran agama Hindu, wakil rakyat yang mengelola pemerintah disebut juga sebagai Guru Wisesa.

  • Menjadi Pengayom dan Penegak Hukum

Prihên têmên dharma dhumāranang sarāt
Sarāga sang sādhu sireka tūtana
Tan artha tan kāma pidonya tan yaśa
Ya śakti sang sajjana dharma rākśaka (XXIII.81)

Terjemahannya:

Upayakanlah dharma dalam mengayomi dunia,
Keteladanan seorang bijaksana patutlah ditiru,
Bukan harta, bukan kāma, tujuannya bukanlah jasa,
Kehebatan seorang pemimpin adalah menegakkan dharma.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 81 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan kedua yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah menjadi seorang pengayom dan penegak hukum. Mengupayakan Dharma sebagai sumber kebenaran dan dasar hukum, kemudian menjadikannya senjata untuk mengayomi wilayah yang dipimpinnya perlu ditanamkan pada diri seorang pemimpin.

Dalam hal ini, menegakkan Dharma sebagai sumber kebenaran dan hukum itu sendiri menjadi hal utama yang harus diprioritaskan oleh wakil rakyat dibandingkan harta atau keinginan pribadi. Jangan sampai wakil rakyat yang terpilih, justru melupakan prinsip sederhana ini dan hanya fokus mengisi perut sendiri.

  • Menjadi Pelenyap Kesengsaraan dan Mencintai Masyarakat

Sakā nikang rāt kita yan wênang manūt,
Manūpadeśa prihatah rumākśa ya,
Kśayā nikang papa nahan prayojana,
Janānurāgādi tuwin kapangguha (XXIII. 82)

Terjemahannya:

Engkau akan menjadi penyangga dunia apabila mampu mengikutinya,
Ajaran manawadharmasastra patut dipelajari,
Melenyapkan kesengsaraan adalah tujuannya,
Kecintaan rakyat dan hal lainnya akan engkau peroleh.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 82 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan ketiga yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah mampu menjadi seorang pelenyap kesengsaraan dan mencintai masyarakatnya. Tidak bisa dipungkiri, pemimpin yang terpilih membawa banyak harapan dari hati kecil para masyarakat.

Salah satu harapan yang paling sentral itu adalah mampu melenyapkan kesengsaraan yang lahir dari kemiskinan dan kemelaratan. Sehingga ketika sudah mampu menjawab harapan itu, wakil rakyat akan lahir menjadi pemimpin yang dicintai oleh masyarakatnya.

Sesungguhnya masih banyak kutipan Kakawin lainnya yang dapat dijadikan referensi untuk menjadi pemimpin yang teladan. Pada intinya, segala kepercayaan yang telah dimandatkan oleh masyarakat, sudah seyogyanya dijawab dengan kerja yang sebaik-baiknya oleh Para Wakil Rakyat yang Terpilih. Untuk itu sebagai konklusi, izinkanlah tulisan ini memberikan sebuah kutipan penutup sebagai bekal sederhana sebagai berikut:

“Bukanlah ketika menjadi seorang pemimpin, anda bisa diakui oleh masyarakat. Akan tetapi ketika sudah diakui oleh masyarakatlah, anda bisa layak disebut sebagai seorang Pemimpin.” [T]

BACA artikel lain dari penulis DARMA PERMANA

Nasib Pohon di Hari Spesial,  Berhias Molek Penuh Alat Peraga Kampanye
Counter Politik Sangkuni Itu Bernama Sri Krishna
Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024
Tags: kakawinKakawin RamayanaPemilu 2024Ramayana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjejak Jejak Sang Maestro : Catatan Buku dan Perjalanan

Next Post

Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails
Next Post
Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co