24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
February 22, 2024
in Opini
Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan

Gambar Nasihat Sang Wibisana kepada Sang Hanuman dalam Pewayangan Bali

Tidak terasa….

Seminggu sudah, negara Indonesia  melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) secara serentak. Pemilu sering diwacanakan sebagai pesta demokrasi, dimana momentum ini hanya hadir setiap 5 tahun sekali, dan masyarakat Indonesia yang telah memenuhi syarat, sudah menggunakan hak suaranya dalam menentukan pemimpin yang dipercayainya. Tidak tanggung-tanggung, lima jenis surat suara sudah tercoblos sebagai media masyarakat untuk memilih.

Meskipun hadir dengan tagline sebagai pesta, tidak serta merta menjadikan Pemilu digandrungi atau berbinar di mata seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan setiap hadirnya Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selalu saja memberitakan adanya Golongan Putih (Golput), yaitu pihak yang tidak menyalurkan hak suaranya dalam memilih. Alasannya bermacam-macam, ada yang memang apatis terhadap Pemilu, ada yang skeptis terhadap para calon wakil rakyat, serta ada pula yang memegang teguh prinsip pesimisme, bahwa Pemilu tidak akan banyak mengubah apapun. “Siapapun yang naik, toh kita tetap bekerja untuk biaya makan!” ujarnya.

Hadirnya Pemilu bukanlah untuk memilih yang terbaik, namun mencegah yang terburuk untuk berkuasa. Kutipan tersebut lahir dari tokoh intelektualitas, filsafat, sekaligus imam Katolik, Romo Franz Magnis Suseno. Kutipan ini semacam alarm peringatan bahwa, mencari pemimpin yang sempurna memang tidak akan pernah bisa, namun menentukan pilihan kepada pemimpin yang katanya buruk diantara yang terburuk adalah pilihan terbaik yang bisa dilakoni. 

Atas dasar problematika tersebut, wakil rakyat yang bakal terpilih di Pemilu 2024 ini, sudah semestinya merenungi diri agar dapat menjadi contoh pemimpin yang teladan. Tidak bisa dibantah, menjaga kepercayaan masyarakat adalah hal wajib yang mesti dipegang oleh para wakil rakyat pasca terpilih. Begitu juga masyarakat, dapat menilai wakil rakyat yang terpilih, apakah sudah menjadi Pemimpin yang teladan atau tidak.

Untuk itu, menjabarkan kembali beberapa kutipan luhur dalam pustaka suci yang lahir di Bumi Nusantara dirasa perlu untuk menjabarkan keteladan seorang pemimpin.. Salah satunya adalah Kakawin Rāmāyana, yang dimana dalam beberapa kutipan sucinya mampu memberikan kriteria pemimpin teladan sebagai berikut:

  • Menjadi Pribadi yang Digugu dan Ditiru

Nihan kramani dening angdāni rāt,
Awakta rumuhun warah ring hayu,
Têlas ta mapagêh magêm āgama,
Têkerikang amātya mantrī tumūt. (XXIII.48)

Terjemahannya:

Inilah tata cara dalam memerintah rakyat,
Isilah dirimu terlebih dahulu dengan ajaran kebenaran,
Setelah engkau teguh memegang ajaran agama.
Maka sampaikanlah kepada bawahanmu dan para Menteri agar mengikutinya.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 48 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan pertama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah menjadi orang yang digugu dan ditiru sebelum memberikan contoh kepada masyarakatnya. Mengisi diri dengan ajaran kebenaran, baik yang berasal dari agama maupun moralitas perlu ditanamkan pada diri sendiri terlebih dahulu, sebelum memerintah atau mengatur orang lain.

Sederhananya, seorang pemimpin adalah orang yang perlu merasakan pahitnya kopi terlebih dahulu, sebelum mengatakan bahwa rasa kopi itu pahit kepada bawahannya. Sehingga tidak salah, apabila dalam ajaran agama Hindu, wakil rakyat yang mengelola pemerintah disebut juga sebagai Guru Wisesa.

  • Menjadi Pengayom dan Penegak Hukum

Prihên têmên dharma dhumāranang sarāt
Sarāga sang sādhu sireka tūtana
Tan artha tan kāma pidonya tan yaśa
Ya śakti sang sajjana dharma rākśaka (XXIII.81)

Terjemahannya:

Upayakanlah dharma dalam mengayomi dunia,
Keteladanan seorang bijaksana patutlah ditiru,
Bukan harta, bukan kāma, tujuannya bukanlah jasa,
Kehebatan seorang pemimpin adalah menegakkan dharma.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 81 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan kedua yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah menjadi seorang pengayom dan penegak hukum. Mengupayakan Dharma sebagai sumber kebenaran dan dasar hukum, kemudian menjadikannya senjata untuk mengayomi wilayah yang dipimpinnya perlu ditanamkan pada diri seorang pemimpin.

Dalam hal ini, menegakkan Dharma sebagai sumber kebenaran dan hukum itu sendiri menjadi hal utama yang harus diprioritaskan oleh wakil rakyat dibandingkan harta atau keinginan pribadi. Jangan sampai wakil rakyat yang terpilih, justru melupakan prinsip sederhana ini dan hanya fokus mengisi perut sendiri.

  • Menjadi Pelenyap Kesengsaraan dan Mencintai Masyarakat

Sakā nikang rāt kita yan wênang manūt,
Manūpadeśa prihatah rumākśa ya,
Kśayā nikang papa nahan prayojana,
Janānurāgādi tuwin kapangguha (XXIII. 82)

Terjemahannya:

Engkau akan menjadi penyangga dunia apabila mampu mengikutinya,
Ajaran manawadharmasastra patut dipelajari,
Melenyapkan kesengsaraan adalah tujuannya,
Kecintaan rakyat dan hal lainnya akan engkau peroleh.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 82 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan ketiga yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah mampu menjadi seorang pelenyap kesengsaraan dan mencintai masyarakatnya. Tidak bisa dipungkiri, pemimpin yang terpilih membawa banyak harapan dari hati kecil para masyarakat.

Salah satu harapan yang paling sentral itu adalah mampu melenyapkan kesengsaraan yang lahir dari kemiskinan dan kemelaratan. Sehingga ketika sudah mampu menjawab harapan itu, wakil rakyat akan lahir menjadi pemimpin yang dicintai oleh masyarakatnya.

Sesungguhnya masih banyak kutipan Kakawin lainnya yang dapat dijadikan referensi untuk menjadi pemimpin yang teladan. Pada intinya, segala kepercayaan yang telah dimandatkan oleh masyarakat, sudah seyogyanya dijawab dengan kerja yang sebaik-baiknya oleh Para Wakil Rakyat yang Terpilih. Untuk itu sebagai konklusi, izinkanlah tulisan ini memberikan sebuah kutipan penutup sebagai bekal sederhana sebagai berikut:

“Bukanlah ketika menjadi seorang pemimpin, anda bisa diakui oleh masyarakat. Akan tetapi ketika sudah diakui oleh masyarakatlah, anda bisa layak disebut sebagai seorang Pemimpin.” [T]

BACA artikel lain dari penulis DARMA PERMANA

Nasib Pohon di Hari Spesial,  Berhias Molek Penuh Alat Peraga Kampanye
Counter Politik Sangkuni Itu Bernama Sri Krishna
Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024
Tags: kakawinKakawin RamayanaPemilu 2024Ramayana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjejak Jejak Sang Maestro : Catatan Buku dan Perjalanan

Next Post

Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co