14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
February 22, 2024
in Opini
Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan

Gambar Nasihat Sang Wibisana kepada Sang Hanuman dalam Pewayangan Bali

Tidak terasa….

Seminggu sudah, negara Indonesia  melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) secara serentak. Pemilu sering diwacanakan sebagai pesta demokrasi, dimana momentum ini hanya hadir setiap 5 tahun sekali, dan masyarakat Indonesia yang telah memenuhi syarat, sudah menggunakan hak suaranya dalam menentukan pemimpin yang dipercayainya. Tidak tanggung-tanggung, lima jenis surat suara sudah tercoblos sebagai media masyarakat untuk memilih.

Meskipun hadir dengan tagline sebagai pesta, tidak serta merta menjadikan Pemilu digandrungi atau berbinar di mata seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan setiap hadirnya Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selalu saja memberitakan adanya Golongan Putih (Golput), yaitu pihak yang tidak menyalurkan hak suaranya dalam memilih. Alasannya bermacam-macam, ada yang memang apatis terhadap Pemilu, ada yang skeptis terhadap para calon wakil rakyat, serta ada pula yang memegang teguh prinsip pesimisme, bahwa Pemilu tidak akan banyak mengubah apapun. “Siapapun yang naik, toh kita tetap bekerja untuk biaya makan!” ujarnya.

Hadirnya Pemilu bukanlah untuk memilih yang terbaik, namun mencegah yang terburuk untuk berkuasa. Kutipan tersebut lahir dari tokoh intelektualitas, filsafat, sekaligus imam Katolik, Romo Franz Magnis Suseno. Kutipan ini semacam alarm peringatan bahwa, mencari pemimpin yang sempurna memang tidak akan pernah bisa, namun menentukan pilihan kepada pemimpin yang katanya buruk diantara yang terburuk adalah pilihan terbaik yang bisa dilakoni. 

Atas dasar problematika tersebut, wakil rakyat yang bakal terpilih di Pemilu 2024 ini, sudah semestinya merenungi diri agar dapat menjadi contoh pemimpin yang teladan. Tidak bisa dibantah, menjaga kepercayaan masyarakat adalah hal wajib yang mesti dipegang oleh para wakil rakyat pasca terpilih. Begitu juga masyarakat, dapat menilai wakil rakyat yang terpilih, apakah sudah menjadi Pemimpin yang teladan atau tidak.

Untuk itu, menjabarkan kembali beberapa kutipan luhur dalam pustaka suci yang lahir di Bumi Nusantara dirasa perlu untuk menjabarkan keteladan seorang pemimpin.. Salah satunya adalah Kakawin Rāmāyana, yang dimana dalam beberapa kutipan sucinya mampu memberikan kriteria pemimpin teladan sebagai berikut:

  • Menjadi Pribadi yang Digugu dan Ditiru

Nihan kramani dening angdāni rāt,
Awakta rumuhun warah ring hayu,
Têlas ta mapagêh magêm āgama,
Têkerikang amātya mantrī tumūt. (XXIII.48)

Terjemahannya:

Inilah tata cara dalam memerintah rakyat,
Isilah dirimu terlebih dahulu dengan ajaran kebenaran,
Setelah engkau teguh memegang ajaran agama.
Maka sampaikanlah kepada bawahanmu dan para Menteri agar mengikutinya.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 48 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan pertama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah menjadi orang yang digugu dan ditiru sebelum memberikan contoh kepada masyarakatnya. Mengisi diri dengan ajaran kebenaran, baik yang berasal dari agama maupun moralitas perlu ditanamkan pada diri sendiri terlebih dahulu, sebelum memerintah atau mengatur orang lain.

Sederhananya, seorang pemimpin adalah orang yang perlu merasakan pahitnya kopi terlebih dahulu, sebelum mengatakan bahwa rasa kopi itu pahit kepada bawahannya. Sehingga tidak salah, apabila dalam ajaran agama Hindu, wakil rakyat yang mengelola pemerintah disebut juga sebagai Guru Wisesa.

  • Menjadi Pengayom dan Penegak Hukum

Prihên têmên dharma dhumāranang sarāt
Sarāga sang sādhu sireka tūtana
Tan artha tan kāma pidonya tan yaśa
Ya śakti sang sajjana dharma rākśaka (XXIII.81)

Terjemahannya:

Upayakanlah dharma dalam mengayomi dunia,
Keteladanan seorang bijaksana patutlah ditiru,
Bukan harta, bukan kāma, tujuannya bukanlah jasa,
Kehebatan seorang pemimpin adalah menegakkan dharma.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 81 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan kedua yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah menjadi seorang pengayom dan penegak hukum. Mengupayakan Dharma sebagai sumber kebenaran dan dasar hukum, kemudian menjadikannya senjata untuk mengayomi wilayah yang dipimpinnya perlu ditanamkan pada diri seorang pemimpin.

Dalam hal ini, menegakkan Dharma sebagai sumber kebenaran dan hukum itu sendiri menjadi hal utama yang harus diprioritaskan oleh wakil rakyat dibandingkan harta atau keinginan pribadi. Jangan sampai wakil rakyat yang terpilih, justru melupakan prinsip sederhana ini dan hanya fokus mengisi perut sendiri.

  • Menjadi Pelenyap Kesengsaraan dan Mencintai Masyarakat

Sakā nikang rāt kita yan wênang manūt,
Manūpadeśa prihatah rumākśa ya,
Kśayā nikang papa nahan prayojana,
Janānurāgādi tuwin kapangguha (XXIII. 82)

Terjemahannya:

Engkau akan menjadi penyangga dunia apabila mampu mengikutinya,
Ajaran manawadharmasastra patut dipelajari,
Melenyapkan kesengsaraan adalah tujuannya,
Kecintaan rakyat dan hal lainnya akan engkau peroleh.

Dalam Kakawin Rāmāyana Sargah 23 Pada 82 tersebut, dapat diketahui bahwa keteladanan ketiga yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah mampu menjadi seorang pelenyap kesengsaraan dan mencintai masyarakatnya. Tidak bisa dipungkiri, pemimpin yang terpilih membawa banyak harapan dari hati kecil para masyarakat.

Salah satu harapan yang paling sentral itu adalah mampu melenyapkan kesengsaraan yang lahir dari kemiskinan dan kemelaratan. Sehingga ketika sudah mampu menjawab harapan itu, wakil rakyat akan lahir menjadi pemimpin yang dicintai oleh masyarakatnya.

Sesungguhnya masih banyak kutipan Kakawin lainnya yang dapat dijadikan referensi untuk menjadi pemimpin yang teladan. Pada intinya, segala kepercayaan yang telah dimandatkan oleh masyarakat, sudah seyogyanya dijawab dengan kerja yang sebaik-baiknya oleh Para Wakil Rakyat yang Terpilih. Untuk itu sebagai konklusi, izinkanlah tulisan ini memberikan sebuah kutipan penutup sebagai bekal sederhana sebagai berikut:

“Bukanlah ketika menjadi seorang pemimpin, anda bisa diakui oleh masyarakat. Akan tetapi ketika sudah diakui oleh masyarakatlah, anda bisa layak disebut sebagai seorang Pemimpin.” [T]

BACA artikel lain dari penulis DARMA PERMANA

Nasib Pohon di Hari Spesial,  Berhias Molek Penuh Alat Peraga Kampanye
Counter Politik Sangkuni Itu Bernama Sri Krishna
Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024
Tags: kakawinKakawin RamayanaPemilu 2024Ramayana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjejak Jejak Sang Maestro : Catatan Buku dan Perjalanan

Next Post

Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails
Next Post
Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

Video Musik “Sing Kuat” dari Lebri Partami: Gambaran Kekerasan yang Sunyi  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co