24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
July 17, 2023
in Opini
Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024

Darma Permana | Foto: Dok

“2024 akan tiba! 2024 akan tiba! Hore! Hore! Hore!”

Memelintir sedikit lirik lagu anak-anak milik Tasya Kamila, mungkin menjadi lirik yang pas menggambarkan kondisi negara Indonesia saat ini.

Meskipun baru akan terlaksana di hari cinta kasih (14 Februari) tahun 2024, gejolak Pemilu Serentak sebagai sebuah pesta demokrasi telah tercium sadari dini. Ia mampu mengguncang dunia nyata dengan ciri khas hadirnya bendera penuh warna yang menghiasi beberapa tempat.

Selain itu, dunia maya juga turut terguncang dengan warta politik yang senantiasa menghiasi media masa. Sehingga janganlah kaget, apabila dalam waktu dekat ini anda bisa saja didatangi oleh seseorang dengan wajah memelas untuk kemudian mengatakan: “Mohon doa restu dan dukungannya ya.”

Pemilu serentak menjadi sebuah momentum yang sangat urgen untuk negara demokrasi, seperti Indonesia. Pemilu bisa diibaratkan sebagai waktu perjudian legalnya masyarakat untuk kehidupan. Benar dalam memutuskan, 5 tahun bisa dipenuhi dengan kehidupan makmur dan sejahtera. Namun apabila salah dalam memilih, kehidupan akan diisi dengan kekalutan dan juga kemelaratan.

Untuk itu, hadirnya Pemilu tidak boleh hanya disambut dengan perasaan bahagia sebagai sebuah pesta. Perasaan mawas juga mesti turut menyertai, untuk menghadapi gejolak ancaman dari dinamika pesta demokrasi itu sendiri. Salah satu ancaman tersebut bernama sosok Sangkuni.

Siapa itu Sangkuni? Jika mengacu kepada cerita agung Mahabharata, Sangkuni adalah putra Raja Subala dari Kerajaan Gandhara, dan saudara dari Gandhari yang menjadi ratu di Kerajaan Hastinapura.

Sedari awal, sosok Sangkuni adalah tokoh yang ditakuti karena kelicikan dan keseganannya dalam berpolitik. Jika dirangkum dari cerita Mahabharata (Titib, 2008: 363-364), berikut adalah beberapa aksi licik yang didalangi oleh sosok Sangkuni.

  • Perencanaan Peracunan dan Pembunuhan kepada Bima

Sebagai tokoh dari pihak Pandawa yang paling sering bersitegang dengan Duryodhana, Bima tentu menjadi sosok yang mendapat perhatian serius dari Sangkuni. Bima adalah pribadi yang blak-blakan dan yang paling berani menentang ketidakadilan.

Dengan sikap tersebut, Sangkuni bersama Duryodhana akhirnya merencanakan pelenyapan Bima dengan memberinya makanan beracun, kemudian melemparkannya dari atas bukit. Meskipun pada akhirnya, usaha dari Sangkuni mesti gagal karena Bima mampu untuk selamat.

Jika dikaitkan dengan cerita tersebut, Sangkuni di suasana menjelang kontestasi politik tahun 2024 adalah sosok yang hampir sama. Bedanya ia mungkin tidak lagi melakukan cara kuno dengan meracuni anda melalui makanan, tetapi ia menjadi sosok yang lebih modern dengan meracuni pikiran anda melalui janji-janji palsu, disertai serangan fajar berupa tip bantuan ekonomi. Jadi berhati-hatilah! Anda mungkin bukan sosok seperti Bima yang bisa bertahan dari kondisi tersebut.

  • Dalang dari Tragedi “Laksagriha”

Setelah gagal melenyapkan Bima, Sangkuni tidak kehabisan akal. Ia memprakarsai ide terbaru untuk membakar hidup-hidup Pandawa bersama ibunya Kunti di sebuah hunian bernama “Laksagriha” di wilayah Varanavata.

Hunian tersebut diarsiteki oleh Purocana dan terbuat dari lak, suatu bahan yang sangat mudah terbakar. Sehingga tepat pada malam hari, hunian tersebut dibakar oleh Purocana. Namun sama seperti sebelumnya, Pandawa dan Ibu Kunti bisa selamat berkat petunjuk awal yang diberikan oleh Widura selaku penasihat kerajaan.

Jika dihubungkan dengan cerita tragedi tersebut, Sangkuni di kondisi menjelang pesta demokrasi 2024 mungkin sosok yang ide liciknya hampir sama. Bedanya ia mungkin tidak lagi blak-blakan berencana membakar anda dengan api, tetapi ia bisa saja membakar dengan cara menyulut api emosi yang ada dalam diri anda.

Dengan demikian, amarah anda bisa ia kendalikan untuk menghanguskan sesuatu yang ingin ia lenyapkan, yaitu kompetitor politiknya. Jadi berhati-hatilah! Anda bisa menganggap tulisan ini sebagai Widura yang memberikan anda petunjuk awal untuk meredam api emosi di dalam diri.

  • Inisiator Permainan Dadu

Setelah gagap pada usaha sebelumnya, Sangkuni yang tidak kehabisan akal pada akhirnya menginisiasi terlaksananya permainan dadu antara Duryodhana dengan Yudhistira. Ia mengetahui betul, salah satu kelemahan kakak tertua Pandawa tersebut, yang tidak bisa menolak tawaran persahabatan untuk bermain dadu.

Padahal itu hanyalah siasat, untuk memeras Pandawa sampai akar-akarnya melalui judi berkedok persahabatan. Benar saja, rencananya Sangkuni kali ini cukup berhasil. Ia mampu mengeruk semua harta milik Pandawa, sampai mengirim mereka bersama istrinya Drupadi ke pengasingan.

Jika dihubungkan dengan permainan dadu tersebut, Sangkuni di situasi menjelang pesta demokrasi 2024 mungkin sosok yang akan melakukan inisiasi yang sama. Bedanya ia mungkin tidak lagi blak-blakan mengajak anda untuk bermain dadu, tetapi ia bisa saja menjebak anda dalam permainan money politic dan propagandanya di media sosialyang pada akhirnya membuat anda bertaruh pada calon nahkoda yang salah di pesta demokrasi.

Sehingga, bukan untunglah yang anda terima melainkan buntung karena mesti hidup 5 tahun kedepan bersama seorang nahkoda yang menjadi boneka dari Sangkuni. Jadi berhati-hatilah! Kondisi anda bisa sama menyedihkannya, seperti yang terjadi pada Pandawa dan Drupadi. Dimana kekayaan dikeruk habis, serta diasingkan dari peradaban.

  • Penyebab tercetusnya Perang Bharata

Puncak dari kelicikan Sangkuni dalam kisah Mahabharata adalah sebagai salah satu penyebab tercetusnya perang antar sesama keluarga Bharata atau Bharatayudha. Hal ini terjadi ketika Pandawa dan Drupadi meminta hak mereka kembali di istana, namun tidak diberikan oleh Duryodhana karena hasutan Sangkuni. Pada akhirnya, tercetuslah perang besar yang membuat keluarga Bharata saling bunuh di medan pertempuran Kurusetra.

Jika dihubungkan dengan situasi menjelang pesta demokrasi 2024, Sangkuni adalah sosok yang memiliki ide sama jahatnya. Ia bisa menjadi pelopor rusaknya hubungan anda dengan saudara dengan memanfaatkan perbedaan dalam sudut pandang politik. Ia juga bisa menjadi sosok pengadu domba di media sosial dengan kampanye hitamnya. Dengan demikian, anda dan kerabat bisa saling benci, saling tuding, bahkan saling sikut menjelang pesta demokrasi 2024. Jadi berhati-hatilah! Alarm peringatan perang Bharatayuda bisa saja muncul di keluarga anda jika tidak mawas diri akan sosok Sangkuni ini.

***

Dengan mengacu pada sepak terjang Sangkuni di dalam cerita Mahabharata tersebut, dapat kita sadari bersama betapa bahayanya sosok ini dalam dinamika perpolitikan. Ia menjadi sosok yang ambis, licik, dan melakukan apa saja demi merebut kekuasaan di dalam kontestasi politik.

Sangkuni juga tidak pernah segan melenyapkan pihak yang berseberangan dengannya, tidak peduli itu kawan, saudara, atau kerabat terdekatnya sekalipun. Terlebih ketika dihubungkan dengan situasi saat ini, sosok Sangkuni dengan wajah baru bisa saja kembali hadir menjelang pesta demokrasi Indonesia di tahun 2024.

Jadi Bagaimana? Apakah sepakat bahwa sosok Sangkuni ini mesti kita waspadai? [T]

Sumber Referensi:

Titib, I Made. 2008. Itihāsa Ramāyāna & Mahābhārata (Viracarita): Kajian Kritis Sumber Ajaran Hindu. Surabaya: Paramita.

[][][]

  • BACA artikel berkaitan soal POLITIK lainnya
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Mencoba Belajar Jujur Dari Sosok Aldi Taher
Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana
Pak Erick Semakin Dekat dengan Kursi Cawapres?
Pertemuan Dua Penerus Dinasti Politik, Apa yang Mereka Bicarakan?
Modal Kaesang Menuju Kursi Satu Depok
Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik
Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?
Tags: kisah pewayanganpemiluPemilu 2024PolitikSangkunitokoh pewayangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Ban Penghasil Kelapa, Tapi Harga Kelapa Murah

Next Post

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co