4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
July 17, 2023
in Opini
Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024

Darma Permana | Foto: Dok

“2024 akan tiba! 2024 akan tiba! Hore! Hore! Hore!”

Memelintir sedikit lirik lagu anak-anak milik Tasya Kamila, mungkin menjadi lirik yang pas menggambarkan kondisi negara Indonesia saat ini.

Meskipun baru akan terlaksana di hari cinta kasih (14 Februari) tahun 2024, gejolak Pemilu Serentak sebagai sebuah pesta demokrasi telah tercium sadari dini. Ia mampu mengguncang dunia nyata dengan ciri khas hadirnya bendera penuh warna yang menghiasi beberapa tempat.

Selain itu, dunia maya juga turut terguncang dengan warta politik yang senantiasa menghiasi media masa. Sehingga janganlah kaget, apabila dalam waktu dekat ini anda bisa saja didatangi oleh seseorang dengan wajah memelas untuk kemudian mengatakan: “Mohon doa restu dan dukungannya ya.”

Pemilu serentak menjadi sebuah momentum yang sangat urgen untuk negara demokrasi, seperti Indonesia. Pemilu bisa diibaratkan sebagai waktu perjudian legalnya masyarakat untuk kehidupan. Benar dalam memutuskan, 5 tahun bisa dipenuhi dengan kehidupan makmur dan sejahtera. Namun apabila salah dalam memilih, kehidupan akan diisi dengan kekalutan dan juga kemelaratan.

Untuk itu, hadirnya Pemilu tidak boleh hanya disambut dengan perasaan bahagia sebagai sebuah pesta. Perasaan mawas juga mesti turut menyertai, untuk menghadapi gejolak ancaman dari dinamika pesta demokrasi itu sendiri. Salah satu ancaman tersebut bernama sosok Sangkuni.

Siapa itu Sangkuni? Jika mengacu kepada cerita agung Mahabharata, Sangkuni adalah putra Raja Subala dari Kerajaan Gandhara, dan saudara dari Gandhari yang menjadi ratu di Kerajaan Hastinapura.

Sedari awal, sosok Sangkuni adalah tokoh yang ditakuti karena kelicikan dan keseganannya dalam berpolitik. Jika dirangkum dari cerita Mahabharata (Titib, 2008: 363-364), berikut adalah beberapa aksi licik yang didalangi oleh sosok Sangkuni.

  • Perencanaan Peracunan dan Pembunuhan kepada Bima

Sebagai tokoh dari pihak Pandawa yang paling sering bersitegang dengan Duryodhana, Bima tentu menjadi sosok yang mendapat perhatian serius dari Sangkuni. Bima adalah pribadi yang blak-blakan dan yang paling berani menentang ketidakadilan.

Dengan sikap tersebut, Sangkuni bersama Duryodhana akhirnya merencanakan pelenyapan Bima dengan memberinya makanan beracun, kemudian melemparkannya dari atas bukit. Meskipun pada akhirnya, usaha dari Sangkuni mesti gagal karena Bima mampu untuk selamat.

Jika dikaitkan dengan cerita tersebut, Sangkuni di suasana menjelang kontestasi politik tahun 2024 adalah sosok yang hampir sama. Bedanya ia mungkin tidak lagi melakukan cara kuno dengan meracuni anda melalui makanan, tetapi ia menjadi sosok yang lebih modern dengan meracuni pikiran anda melalui janji-janji palsu, disertai serangan fajar berupa tip bantuan ekonomi. Jadi berhati-hatilah! Anda mungkin bukan sosok seperti Bima yang bisa bertahan dari kondisi tersebut.

  • Dalang dari Tragedi “Laksagriha”

Setelah gagal melenyapkan Bima, Sangkuni tidak kehabisan akal. Ia memprakarsai ide terbaru untuk membakar hidup-hidup Pandawa bersama ibunya Kunti di sebuah hunian bernama “Laksagriha” di wilayah Varanavata.

Hunian tersebut diarsiteki oleh Purocana dan terbuat dari lak, suatu bahan yang sangat mudah terbakar. Sehingga tepat pada malam hari, hunian tersebut dibakar oleh Purocana. Namun sama seperti sebelumnya, Pandawa dan Ibu Kunti bisa selamat berkat petunjuk awal yang diberikan oleh Widura selaku penasihat kerajaan.

Jika dihubungkan dengan cerita tragedi tersebut, Sangkuni di kondisi menjelang pesta demokrasi 2024 mungkin sosok yang ide liciknya hampir sama. Bedanya ia mungkin tidak lagi blak-blakan berencana membakar anda dengan api, tetapi ia bisa saja membakar dengan cara menyulut api emosi yang ada dalam diri anda.

Dengan demikian, amarah anda bisa ia kendalikan untuk menghanguskan sesuatu yang ingin ia lenyapkan, yaitu kompetitor politiknya. Jadi berhati-hatilah! Anda bisa menganggap tulisan ini sebagai Widura yang memberikan anda petunjuk awal untuk meredam api emosi di dalam diri.

  • Inisiator Permainan Dadu

Setelah gagap pada usaha sebelumnya, Sangkuni yang tidak kehabisan akal pada akhirnya menginisiasi terlaksananya permainan dadu antara Duryodhana dengan Yudhistira. Ia mengetahui betul, salah satu kelemahan kakak tertua Pandawa tersebut, yang tidak bisa menolak tawaran persahabatan untuk bermain dadu.

Padahal itu hanyalah siasat, untuk memeras Pandawa sampai akar-akarnya melalui judi berkedok persahabatan. Benar saja, rencananya Sangkuni kali ini cukup berhasil. Ia mampu mengeruk semua harta milik Pandawa, sampai mengirim mereka bersama istrinya Drupadi ke pengasingan.

Jika dihubungkan dengan permainan dadu tersebut, Sangkuni di situasi menjelang pesta demokrasi 2024 mungkin sosok yang akan melakukan inisiasi yang sama. Bedanya ia mungkin tidak lagi blak-blakan mengajak anda untuk bermain dadu, tetapi ia bisa saja menjebak anda dalam permainan money politic dan propagandanya di media sosialyang pada akhirnya membuat anda bertaruh pada calon nahkoda yang salah di pesta demokrasi.

Sehingga, bukan untunglah yang anda terima melainkan buntung karena mesti hidup 5 tahun kedepan bersama seorang nahkoda yang menjadi boneka dari Sangkuni. Jadi berhati-hatilah! Kondisi anda bisa sama menyedihkannya, seperti yang terjadi pada Pandawa dan Drupadi. Dimana kekayaan dikeruk habis, serta diasingkan dari peradaban.

  • Penyebab tercetusnya Perang Bharata

Puncak dari kelicikan Sangkuni dalam kisah Mahabharata adalah sebagai salah satu penyebab tercetusnya perang antar sesama keluarga Bharata atau Bharatayudha. Hal ini terjadi ketika Pandawa dan Drupadi meminta hak mereka kembali di istana, namun tidak diberikan oleh Duryodhana karena hasutan Sangkuni. Pada akhirnya, tercetuslah perang besar yang membuat keluarga Bharata saling bunuh di medan pertempuran Kurusetra.

Jika dihubungkan dengan situasi menjelang pesta demokrasi 2024, Sangkuni adalah sosok yang memiliki ide sama jahatnya. Ia bisa menjadi pelopor rusaknya hubungan anda dengan saudara dengan memanfaatkan perbedaan dalam sudut pandang politik. Ia juga bisa menjadi sosok pengadu domba di media sosial dengan kampanye hitamnya. Dengan demikian, anda dan kerabat bisa saling benci, saling tuding, bahkan saling sikut menjelang pesta demokrasi 2024. Jadi berhati-hatilah! Alarm peringatan perang Bharatayuda bisa saja muncul di keluarga anda jika tidak mawas diri akan sosok Sangkuni ini.

***

Dengan mengacu pada sepak terjang Sangkuni di dalam cerita Mahabharata tersebut, dapat kita sadari bersama betapa bahayanya sosok ini dalam dinamika perpolitikan. Ia menjadi sosok yang ambis, licik, dan melakukan apa saja demi merebut kekuasaan di dalam kontestasi politik.

Sangkuni juga tidak pernah segan melenyapkan pihak yang berseberangan dengannya, tidak peduli itu kawan, saudara, atau kerabat terdekatnya sekalipun. Terlebih ketika dihubungkan dengan situasi saat ini, sosok Sangkuni dengan wajah baru bisa saja kembali hadir menjelang pesta demokrasi Indonesia di tahun 2024.

Jadi Bagaimana? Apakah sepakat bahwa sosok Sangkuni ini mesti kita waspadai? [T]

Sumber Referensi:

Titib, I Made. 2008. Itihāsa Ramāyāna & Mahābhārata (Viracarita): Kajian Kritis Sumber Ajaran Hindu. Surabaya: Paramita.

[][][]

  • BACA artikel berkaitan soal POLITIK lainnya
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Mencoba Belajar Jujur Dari Sosok Aldi Taher
Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana
Pak Erick Semakin Dekat dengan Kursi Cawapres?
Pertemuan Dua Penerus Dinasti Politik, Apa yang Mereka Bicarakan?
Modal Kaesang Menuju Kursi Satu Depok
Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik
Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?
Tags: kisah pewayanganpemiluPemilu 2024PolitikSangkunitokoh pewayangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Ban Penghasil Kelapa, Tapi Harga Kelapa Murah

Next Post

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co