4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
July 17, 2023
in Opini
Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024

Darma Permana | Foto: Dok

“2024 akan tiba! 2024 akan tiba! Hore! Hore! Hore!”

Memelintir sedikit lirik lagu anak-anak milik Tasya Kamila, mungkin menjadi lirik yang pas menggambarkan kondisi negara Indonesia saat ini.

Meskipun baru akan terlaksana di hari cinta kasih (14 Februari) tahun 2024, gejolak Pemilu Serentak sebagai sebuah pesta demokrasi telah tercium sadari dini. Ia mampu mengguncang dunia nyata dengan ciri khas hadirnya bendera penuh warna yang menghiasi beberapa tempat.

Selain itu, dunia maya juga turut terguncang dengan warta politik yang senantiasa menghiasi media masa. Sehingga janganlah kaget, apabila dalam waktu dekat ini anda bisa saja didatangi oleh seseorang dengan wajah memelas untuk kemudian mengatakan: “Mohon doa restu dan dukungannya ya.”

Pemilu serentak menjadi sebuah momentum yang sangat urgen untuk negara demokrasi, seperti Indonesia. Pemilu bisa diibaratkan sebagai waktu perjudian legalnya masyarakat untuk kehidupan. Benar dalam memutuskan, 5 tahun bisa dipenuhi dengan kehidupan makmur dan sejahtera. Namun apabila salah dalam memilih, kehidupan akan diisi dengan kekalutan dan juga kemelaratan.

Untuk itu, hadirnya Pemilu tidak boleh hanya disambut dengan perasaan bahagia sebagai sebuah pesta. Perasaan mawas juga mesti turut menyertai, untuk menghadapi gejolak ancaman dari dinamika pesta demokrasi itu sendiri. Salah satu ancaman tersebut bernama sosok Sangkuni.

Siapa itu Sangkuni? Jika mengacu kepada cerita agung Mahabharata, Sangkuni adalah putra Raja Subala dari Kerajaan Gandhara, dan saudara dari Gandhari yang menjadi ratu di Kerajaan Hastinapura.

Sedari awal, sosok Sangkuni adalah tokoh yang ditakuti karena kelicikan dan keseganannya dalam berpolitik. Jika dirangkum dari cerita Mahabharata (Titib, 2008: 363-364), berikut adalah beberapa aksi licik yang didalangi oleh sosok Sangkuni.

  • Perencanaan Peracunan dan Pembunuhan kepada Bima

Sebagai tokoh dari pihak Pandawa yang paling sering bersitegang dengan Duryodhana, Bima tentu menjadi sosok yang mendapat perhatian serius dari Sangkuni. Bima adalah pribadi yang blak-blakan dan yang paling berani menentang ketidakadilan.

Dengan sikap tersebut, Sangkuni bersama Duryodhana akhirnya merencanakan pelenyapan Bima dengan memberinya makanan beracun, kemudian melemparkannya dari atas bukit. Meskipun pada akhirnya, usaha dari Sangkuni mesti gagal karena Bima mampu untuk selamat.

Jika dikaitkan dengan cerita tersebut, Sangkuni di suasana menjelang kontestasi politik tahun 2024 adalah sosok yang hampir sama. Bedanya ia mungkin tidak lagi melakukan cara kuno dengan meracuni anda melalui makanan, tetapi ia menjadi sosok yang lebih modern dengan meracuni pikiran anda melalui janji-janji palsu, disertai serangan fajar berupa tip bantuan ekonomi. Jadi berhati-hatilah! Anda mungkin bukan sosok seperti Bima yang bisa bertahan dari kondisi tersebut.

  • Dalang dari Tragedi “Laksagriha”

Setelah gagal melenyapkan Bima, Sangkuni tidak kehabisan akal. Ia memprakarsai ide terbaru untuk membakar hidup-hidup Pandawa bersama ibunya Kunti di sebuah hunian bernama “Laksagriha” di wilayah Varanavata.

Hunian tersebut diarsiteki oleh Purocana dan terbuat dari lak, suatu bahan yang sangat mudah terbakar. Sehingga tepat pada malam hari, hunian tersebut dibakar oleh Purocana. Namun sama seperti sebelumnya, Pandawa dan Ibu Kunti bisa selamat berkat petunjuk awal yang diberikan oleh Widura selaku penasihat kerajaan.

Jika dihubungkan dengan cerita tragedi tersebut, Sangkuni di kondisi menjelang pesta demokrasi 2024 mungkin sosok yang ide liciknya hampir sama. Bedanya ia mungkin tidak lagi blak-blakan berencana membakar anda dengan api, tetapi ia bisa saja membakar dengan cara menyulut api emosi yang ada dalam diri anda.

Dengan demikian, amarah anda bisa ia kendalikan untuk menghanguskan sesuatu yang ingin ia lenyapkan, yaitu kompetitor politiknya. Jadi berhati-hatilah! Anda bisa menganggap tulisan ini sebagai Widura yang memberikan anda petunjuk awal untuk meredam api emosi di dalam diri.

  • Inisiator Permainan Dadu

Setelah gagap pada usaha sebelumnya, Sangkuni yang tidak kehabisan akal pada akhirnya menginisiasi terlaksananya permainan dadu antara Duryodhana dengan Yudhistira. Ia mengetahui betul, salah satu kelemahan kakak tertua Pandawa tersebut, yang tidak bisa menolak tawaran persahabatan untuk bermain dadu.

Padahal itu hanyalah siasat, untuk memeras Pandawa sampai akar-akarnya melalui judi berkedok persahabatan. Benar saja, rencananya Sangkuni kali ini cukup berhasil. Ia mampu mengeruk semua harta milik Pandawa, sampai mengirim mereka bersama istrinya Drupadi ke pengasingan.

Jika dihubungkan dengan permainan dadu tersebut, Sangkuni di situasi menjelang pesta demokrasi 2024 mungkin sosok yang akan melakukan inisiasi yang sama. Bedanya ia mungkin tidak lagi blak-blakan mengajak anda untuk bermain dadu, tetapi ia bisa saja menjebak anda dalam permainan money politic dan propagandanya di media sosialyang pada akhirnya membuat anda bertaruh pada calon nahkoda yang salah di pesta demokrasi.

Sehingga, bukan untunglah yang anda terima melainkan buntung karena mesti hidup 5 tahun kedepan bersama seorang nahkoda yang menjadi boneka dari Sangkuni. Jadi berhati-hatilah! Kondisi anda bisa sama menyedihkannya, seperti yang terjadi pada Pandawa dan Drupadi. Dimana kekayaan dikeruk habis, serta diasingkan dari peradaban.

  • Penyebab tercetusnya Perang Bharata

Puncak dari kelicikan Sangkuni dalam kisah Mahabharata adalah sebagai salah satu penyebab tercetusnya perang antar sesama keluarga Bharata atau Bharatayudha. Hal ini terjadi ketika Pandawa dan Drupadi meminta hak mereka kembali di istana, namun tidak diberikan oleh Duryodhana karena hasutan Sangkuni. Pada akhirnya, tercetuslah perang besar yang membuat keluarga Bharata saling bunuh di medan pertempuran Kurusetra.

Jika dihubungkan dengan situasi menjelang pesta demokrasi 2024, Sangkuni adalah sosok yang memiliki ide sama jahatnya. Ia bisa menjadi pelopor rusaknya hubungan anda dengan saudara dengan memanfaatkan perbedaan dalam sudut pandang politik. Ia juga bisa menjadi sosok pengadu domba di media sosial dengan kampanye hitamnya. Dengan demikian, anda dan kerabat bisa saling benci, saling tuding, bahkan saling sikut menjelang pesta demokrasi 2024. Jadi berhati-hatilah! Alarm peringatan perang Bharatayuda bisa saja muncul di keluarga anda jika tidak mawas diri akan sosok Sangkuni ini.

***

Dengan mengacu pada sepak terjang Sangkuni di dalam cerita Mahabharata tersebut, dapat kita sadari bersama betapa bahayanya sosok ini dalam dinamika perpolitikan. Ia menjadi sosok yang ambis, licik, dan melakukan apa saja demi merebut kekuasaan di dalam kontestasi politik.

Sangkuni juga tidak pernah segan melenyapkan pihak yang berseberangan dengannya, tidak peduli itu kawan, saudara, atau kerabat terdekatnya sekalipun. Terlebih ketika dihubungkan dengan situasi saat ini, sosok Sangkuni dengan wajah baru bisa saja kembali hadir menjelang pesta demokrasi Indonesia di tahun 2024.

Jadi Bagaimana? Apakah sepakat bahwa sosok Sangkuni ini mesti kita waspadai? [T]

Sumber Referensi:

Titib, I Made. 2008. Itihāsa Ramāyāna & Mahābhārata (Viracarita): Kajian Kritis Sumber Ajaran Hindu. Surabaya: Paramita.

[][][]

  • BACA artikel berkaitan soal POLITIK lainnya
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Mencoba Belajar Jujur Dari Sosok Aldi Taher
Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana
Pak Erick Semakin Dekat dengan Kursi Cawapres?
Pertemuan Dua Penerus Dinasti Politik, Apa yang Mereka Bicarakan?
Modal Kaesang Menuju Kursi Satu Depok
Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik
Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?
Tags: kisah pewayanganpemiluPemilu 2024PolitikSangkunitokoh pewayangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Ban Penghasil Kelapa, Tapi Harga Kelapa Murah

Next Post

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co