4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Nofa Setianto by Nofa Setianto
July 18, 2023
in Tualang
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Air Terjun Nglirip | Foto: Dok. Nofa

SEMINGGU yang lalu, seorang teman dari Tuban menelepon. Ia mengajak saya untuk menghabiskan waktu weekend dengan mengunjungi air terjun Putri Nglirip. Whohoo! Sungguh ajakan yang sulit untuk saya tolak.

Saya berpikir itu adalah waktu yang pas, waktu di mana saya sudah selesai melaksanakan ujian kuliah. Ya, bisa dibilang itung-itung refreshing setelah sepekan penat melaksanakan ujian. Dan tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan ajakan teman saya tersebut dan memberi tahu akan segera bertolak ke kota Tuban.

Benar, di hari itu juga saya memesan tiket kereta api dari Stasiun Semarang Tawang dengan tujuan Stasiun Babat, Lamongan. Perjalanan saya tempuh kurang lebih 3 jam, cukup melelahkan.

Setibanya di Stasiun Babat, ternyata teman saya sudah menunggu. Saya senang dia menjemput sampai ke stasiun, saya merasa istimewa. Tetapi, yang membuat saya agak jengkel adalah, dia membawa seorang perempuan, dalam hati saya berkata, “Sial! Pasti dia akan mengejekku karena dari dulu sampai sekarang saya masih jomblo. Dasar nasib”.

Beruntungnya, perempuan tersebut ternyata hanya sepupunya, saya tertawa lepas sembari memeluknya dengan hangat—sudah hampir 2 tahun kami tidak bertemu.

Tanpa membuang waktu, kami memutuskan untuk langsung menuju air terjun Putri Nglirip di Singgahan sana.

***

Jarak yang kami tempuh kurang lebih sekitar 50 menit dari pusat Kota Tuban, perjalanan kami tempuh dengan menggunakan motor sembari melihat hamparan sawah pedesaan yang hijau dan rindangnya pepohonan. Ini asli, seru banget! Pikiran tenang, rileks karena jauh dari hiruk-pikuk kota besar.

Setibanya di sana, tak henti-hentinya saya mengungkapkan rasa kagum. Wah, gila! Keren banget, saya cukup kaget dengan perubahan penataan kawasan air terjun Putri Nglirip ini. Seingat saya, terakhir saya ke sini saat masih duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama.

Air Terjun Nglirip / Foto: Dok. Nofa

Saya ingat betul, tempat ini dulu masih belum terawat; belum ada kantin atau fasilitas lainnya seperti sekarang. Bahkan, dulu, untuk menuju lokasi air terjun ini kita harus jalan kaki cukup jauh karena akses jalan yang belum bisa dilewati kendaraan.

Tetapi jernihnya air dengan warna hijau tosca dan udara sejuk yang masih terjaga serta suasana yang tenang—karena air terjun ini berlokasi di kawasan pedesaan jauh dari kawasan perkotaan—dari dulu hingga sekarang, mampu menghipnotis siapapun yang berkunjung ke sini.

Suasana tenang dan gemuruh air membuat saya semakin betah berlama-lama di sini. Tidak sia-sia perjalanan jauh saya dari Semarang ke Tuban, pokoknya happy banget!

Mitos Air Terjun Nglirip

Di samping keindahan dari air terjun ini, ternyata tersimpan mitos yang sampai sekarang masih dipercaya oleh masyarakat sekitar.

Mitosnya begini: bagi mereka yang memiliki pasangan, dan mengunjungi air terjun Putri Nglirip, pasangan tersebut akan putus dalam waktu kurang dari 40 hari. Atau, ketika ada calon pengantin yang berkunjung ke air terjun ini, biasanya hubungannya tidak akan bertahan lama.

Hal ini bermula dari legenda pada zaman kuno, ada pasangan yang saling mencintai dari kasta yang berbeda, lelaki berasal dari keturunan bangsawan sedangkan perempuannya hanya gadis desa dan putri dari petani.

Air Terjun Nglirip / Foto: Dok. Nofa

Pasangan tersebut tidak direstui oleh orangtua laki-laki. Kemudian ayah dari laki-laki tersebut memerintahkan kepada pengawalnya untuk membunuh anaknya sendiri karena tidak mengikuti perkataannya dan dianggap mempermalukan status keluarga bangsawan.

Hingga pada akhirnya, sang gadis sangat sedih dan tidak percaya bahwa pria yang dicintainya telah tiada. Karena kesedihannya tersebut, sang gadis bersemedi di dalam goa yang tersembunyi di balik air terjun Nglirip hingga akhir hayatnya.

Dikatakan oleh warga sekitar, arwah gadis itu yang membawa kutukan di air terjun Nglirip. Hingga warga sekitar menyebutnya air terjun Putri Nglirip. Saya hanya tersenyum, karena mitos ini tidak berlaku bagi saya yang jomblo ini. Ternyata, tidak selamanya jomblo itu menyedihkan.

Tingkis Batu van Tuban

Selepas menikmati indahnya air terjun dan suasana yang sejuk, teman saya menawarkan untuk bermain arum jeram yang lokasinya masih satu kawasan dengan air terjun Putri Nglirip. “Nof, abis ini kita nyoba arum jeram, ya! Soalnya pengen ngerasain adrenalin di sini. Hehehe”.

Tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan ajakannya. Toh untuk menikmati wahana ini kita cukup membayar Rp.10.000 saja. Gimana, murah meriah bukan?

Di sini kita akan menyusuri sungai sepanjang 1 kilometer yang menuruni tebing. Setelah selesai hanyut ke sungai dan saat balik ke atas, saya disuguhkan dengan hamparan alam Kecamatan Singgahan dari atas tebing, karena lokasinya berada di pegunungan. Suara kicauan burung dan hijaunya pemandangan benar-benar membuat saya terpesona dengan keindahan alam Tuban.

***

Banyak sekali hikmah dan pelajaran yang dapat saya ambil dari liburan ini. Tuhan menitipkan alam yang indah ini kepada kita, sudah seharusnya kita menjaga alam ini dengan baik dan menghargai kepercayaan warga setempat di manapun kita berada.

Sebenarnya masih banyak wisata alam di Kota Tuban yang ingin saya kunjungi, namun saya teringat masih ada tanggungan tugas yang harus saya selesaikan dengan segera.

Hari sudah mulai larut malam, saya dan teman saya memutuskan untuk pulang, hingga pada pagi dini hari saya kembali di antarkan teman saya ke Stasiun Babat untuk kembali ke Kota Semarang.

Sebelum balik, malamnya masih menyempatkan ngopi bareng teman saya dulu. Banyak sekali cerita yang saya dengar, mulai dari masalah sosial hingga masalah asmara. Pertemuan yang begitu singkat terkadang membawa pengalaman yang hebat.[T]

Pulau Merah: Surga di Selatan Banyuwangi
Pendakian Gunung Abang 2.151 Mdpl: Kita Tidak Pantas Mati di Tempat Tidur!
Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan
Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami
Tags: jawaJawa TengahJawa TimurperjalananpetualanganSemarang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024

Next Post

“Opera in Paradise”: Berjaga di Antara Panggung Terbuka dan Penonton yang Belum Terbiasa

Nofa Setianto

Nofa Setianto

Lahir di Tuban, 26 September 2003. Sekarang sedang menumpuh pendidikan tinggi di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post

“Opera in Paradise”: Berjaga di Antara Panggung Terbuka dan Penonton yang Belum Terbiasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co