14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami

Musti Ariantini by Musti Ariantini
June 16, 2023
in Tualang
Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami

Bule Lagoon | Foto: Dok. Musti

KALA MATAHARI berada tepat di setengah langit timur, saya menancap gas motor menuju Sangket—di sana beberapa teman telah menunggu saya.

Cuaca di Singaraja sangat panas waktu itu, motor berlalu lalang, suara klakson saling bersahutan mengiringi perjalanan saya ke salah satu tempat wisata air di Bali Utara, pada Rabu, 14 Juni 2023.

Ceritanya, bersama teman-teman STAHN Mpu Kuturan yang magang di Tatkala.co, saya akan melakukan liputan khusus tentang Blue Lagoon—salah satu wisata air populer di Buleleng—walaupun sebenarnya lebih banyak senang-senangnya alih-alih liputan. Hehe. Tapi sesekali kami ngobrol dengan orang-orang yang kami jumpai di sana, kok.

Sebelum menuju ke lokasi, kami berkumpul di Alfamart Desa Adat Sangket sembari menyempatkan diri membeli sekotak susu dan sebungkus roti untuk bekal kami.

Usai berkendara cukup lama, kami disambut plang yang menandakan bahwa kami sudah memasuki Desa Ambengan. Pohon cengkeh berjejer rapi di samping kanan dan kiri jalan (seketika saya bisa mencium aroma uang. Hehehe).

Blue Lagoon / Foto: Dok. Musti

Sepanjang jalan saya disuguhi pemandangan desa yang sejuk, persawahan yang dialiri air kali tanpa henti dan warga desa yang sibuk memanen cengkeh dengan danggul (tangga yang dibuat dengan sebatang bambu).

Blue Lagoon terletak di perbatasan Desa Ambengan dan Desa Sambangan, bisa ditempuh kurang lebih selama 20 menit perjalanan dari Singaraja. Blue Lagoon dikelola oleh BUMDes Desa Ambengan dan Desa Sambangan.

***

Setelah melewati tanjakan, turunan dan belokan yang cukup curam, ditambah tragedi kesasar, akhirnya saya dan teman-teman bisa sampai di tempat parkir wisata Blue Lagoon. Di sana kami langsung diarahkan pada loket tiket dan membeli tiket masuk seharga Rp10.000 per orang.

Harga tiket masuk Blue Lagoon dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu harga tiket pengunjung lokal Rp 10.000, pengunjung asing Rp 25.000.

Selain itu juga ada harga paket pemandu dan bisa mengunjungi 5 destinasi wisata air yang saling berdekatan (Wisata Air Terjun Aling-Aling, Air Terjun Kroya, Air Terjun Kembar dan Air Terjun Pucuk), untuk wisatawan lokal ditarif Rp 200.000, sedangkan untuk wisatawan asing ditarif Rp 250.000.

Selanjutnya kami diarahkan untuk menuruni anak tangga (sebagai anak muda yang sangat jarang jalan kaki, saya rasa cukup jauh).

Dari anak tangga yang kami tapak terlihat pemandangan indah Khrisna Adventure yang terletak di seberang tempat kami berdiri, tampak pula Wisata Air Terjun Aling-Aling, Air Terjun Kroya, Air Terjun Kembar dan Air Terjun Pucuk yang menjadi satu aliran dari Blue Lagoon dan sangat mengagumkan.

Sepanjang perjalanan kami melihat binatang kecil yang kini sudah sangat jarang ditemui, seperti kupu-kupu, capung sungai yang sangat indah dan belalang.

Dari kiri ke kanan: Sri, Ayu, Musti, dan Risma / Foto: Dok. Musti

Kala binatang-binatang kecil tersebut menampakan dirinya, Sri (mahasiswi STAH N Mpu Kuturan Singaraja yang magang di tatkala.co) sangat kegirangan dan beberapa kali mengabadikan binatang kecil tersebut dengan telepon genggamnya.

Di sana kami juga menemukan bale bengong lengkap dengan tempat sampah di sampingnya, barangkali tempat tersebut disediakan untuk tempat istirahat pengunjung ketika lelah menapaki anak tangga.

***

Gemericik air sudah bisa kami dengar, tandanya sedikit lagi kami akan sampai. Ketika hampir sampai kami menemukan sebuah pohon yang biasa saya sebut pohon ee (pohon ara) yang sempat menghebohkan teman-teman saya.

Rupanya Dewa Ayu dan Risma (mahasiswi STAH N Mpu Kuturan Singaraja yang magang di Tatkala.co) tidak mengetahui pohon tersebut, barangkali ada kawan-kawan yang juga tidak mengetahuinya?

Ketika kami sampai di lokasi, segera kami meletakan barang-barang di bale bengong yang tersedia di sana. Dengan tidak sabar kami melompati batu-batu sungai yang sedikit licin dengan sepasang sandal yang kami jinjing.

Hal pertama yang saya perhatikan adalah kolam alami dengan air berwarna biru kehijauan dan tebing tinggi yang mengelilingi di sisi kanan dan kirinya.

Udaranya amat sejuk dan menenangkan. Air sungai yang dingin seakan menggelitik kaki saya, ikan-ikan kecil berenang ke sana kemari dengan riangnya. Tenang, damai, jauh dari kebisingan dan sangat menyejukan.

Selain kami, ada pula wisatawan lokal dan wisatawan asing dengan pemandunya, mereka tampak sangat menikmati berenang di kolam alami dan melakukan jumping attraction ke tengah kolam—dengan tali menggelantung di tengah-tengah tebing yang disediakan oleh pihak pengelola wisata (kelompok sadar wisata Desa Sambangan dan Desa Ambengan).

Ada pula yang berswafoto sembari menikmati makanan dan minuman yang dibawanya dari rumah.

Wisatawan yang melakukan tracking / Foto: Dok. Musti

Tak lama, dari atas Blue Lagoon timbul orang-orang (wisatawan asing) bersama pemandunya dengan segulung tali yang mereka gunakan sebagai pegangan. Terlihat wajah-wajah bangga saat mereka berhasil “menaklukan” tebing yang curam, meskipun dengan napas yang terengah-engah.

Penasaran akan hal itu saya bertanya ke pemandu wisata yang akrab disapa Jhoe, dia menjelaskan bahwa di atas Blue Lagoon masih ada spot wisata tracking yang terletak di Banjar Anyar.

Dari sana mereka melakukan tracking sejauh 2 km untuk sampai ke Blue Lagoon. Sungguh menakjubkan—dan tentu saja membutuhkan tenaga ekstra untuk bisa melewati tebing-tebing curam dengan batu yang licin sepanjang 2 km.

***

Setelah cukup menikmati indahnya Blue Lagoon, tanpa sadar matahari telah berada pada setengah langit barat, dengan enggan kami berkemas kembali pulang dengan membawa cerita masing-masing yang terpatri tentang perjalanan kami.

Sekedar informasi untuk kawan-kawan, Blue Lagoon buka dari jam 08.00 wita-17.00 wita. Jadi, jika kawan-kawan ingin berkunjung, pastikan untuk datang di jam tersebut.

Baiknya berkunjung pada bulan April sampai bulan September (musim kemarau) sehingga air tidak keruh dan tidak berbahaya.

Saya sarankan kawan-kawan harus berkunjung ke sana setidaknya sekali seumur hidup, khususnya bagi anak-anak muda yang sedang stress, sangat bisa menenangkan pikiran dan tentu biayanya tidak sampai menguras dompet.

Di sana kalian akan menemukan hal-hal yang tidak akan kalian lupakan. Jadi, selamat menentukan jadwal berwisata ke Blue Lagoon, kawan-kawan.[T]

Menemukan Cerita Toleransi di Puncak Gunung Tapak | Catatan Pendakian Sispala SMAN 1 Singaraja
Deru Angin Dini Hari di Puncak Gunung Abang
Tualang Banyuwangi (1) – Bertaruh Nyawa di Kawah Ijen
Tags: alamperjalananpetualanganwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Modal Kaesang Menuju Kursi Satu Depok

Next Post

Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co