4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami

Musti Ariantini by Musti Ariantini
June 16, 2023
in Tualang
Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami

Bule Lagoon | Foto: Dok. Musti

KALA MATAHARI berada tepat di setengah langit timur, saya menancap gas motor menuju Sangket—di sana beberapa teman telah menunggu saya.

Cuaca di Singaraja sangat panas waktu itu, motor berlalu lalang, suara klakson saling bersahutan mengiringi perjalanan saya ke salah satu tempat wisata air di Bali Utara, pada Rabu, 14 Juni 2023.

Ceritanya, bersama teman-teman STAHN Mpu Kuturan yang magang di Tatkala.co, saya akan melakukan liputan khusus tentang Blue Lagoon—salah satu wisata air populer di Buleleng—walaupun sebenarnya lebih banyak senang-senangnya alih-alih liputan. Hehe. Tapi sesekali kami ngobrol dengan orang-orang yang kami jumpai di sana, kok.

Sebelum menuju ke lokasi, kami berkumpul di Alfamart Desa Adat Sangket sembari menyempatkan diri membeli sekotak susu dan sebungkus roti untuk bekal kami.

Usai berkendara cukup lama, kami disambut plang yang menandakan bahwa kami sudah memasuki Desa Ambengan. Pohon cengkeh berjejer rapi di samping kanan dan kiri jalan (seketika saya bisa mencium aroma uang. Hehehe).

Blue Lagoon / Foto: Dok. Musti

Sepanjang jalan saya disuguhi pemandangan desa yang sejuk, persawahan yang dialiri air kali tanpa henti dan warga desa yang sibuk memanen cengkeh dengan danggul (tangga yang dibuat dengan sebatang bambu).

Blue Lagoon terletak di perbatasan Desa Ambengan dan Desa Sambangan, bisa ditempuh kurang lebih selama 20 menit perjalanan dari Singaraja. Blue Lagoon dikelola oleh BUMDes Desa Ambengan dan Desa Sambangan.

***

Setelah melewati tanjakan, turunan dan belokan yang cukup curam, ditambah tragedi kesasar, akhirnya saya dan teman-teman bisa sampai di tempat parkir wisata Blue Lagoon. Di sana kami langsung diarahkan pada loket tiket dan membeli tiket masuk seharga Rp10.000 per orang.

Harga tiket masuk Blue Lagoon dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu harga tiket pengunjung lokal Rp 10.000, pengunjung asing Rp 25.000.

Selain itu juga ada harga paket pemandu dan bisa mengunjungi 5 destinasi wisata air yang saling berdekatan (Wisata Air Terjun Aling-Aling, Air Terjun Kroya, Air Terjun Kembar dan Air Terjun Pucuk), untuk wisatawan lokal ditarif Rp 200.000, sedangkan untuk wisatawan asing ditarif Rp 250.000.

Selanjutnya kami diarahkan untuk menuruni anak tangga (sebagai anak muda yang sangat jarang jalan kaki, saya rasa cukup jauh).

Dari anak tangga yang kami tapak terlihat pemandangan indah Khrisna Adventure yang terletak di seberang tempat kami berdiri, tampak pula Wisata Air Terjun Aling-Aling, Air Terjun Kroya, Air Terjun Kembar dan Air Terjun Pucuk yang menjadi satu aliran dari Blue Lagoon dan sangat mengagumkan.

Sepanjang perjalanan kami melihat binatang kecil yang kini sudah sangat jarang ditemui, seperti kupu-kupu, capung sungai yang sangat indah dan belalang.

Dari kiri ke kanan: Sri, Ayu, Musti, dan Risma / Foto: Dok. Musti

Kala binatang-binatang kecil tersebut menampakan dirinya, Sri (mahasiswi STAH N Mpu Kuturan Singaraja yang magang di tatkala.co) sangat kegirangan dan beberapa kali mengabadikan binatang kecil tersebut dengan telepon genggamnya.

Di sana kami juga menemukan bale bengong lengkap dengan tempat sampah di sampingnya, barangkali tempat tersebut disediakan untuk tempat istirahat pengunjung ketika lelah menapaki anak tangga.

***

Gemericik air sudah bisa kami dengar, tandanya sedikit lagi kami akan sampai. Ketika hampir sampai kami menemukan sebuah pohon yang biasa saya sebut pohon ee (pohon ara) yang sempat menghebohkan teman-teman saya.

Rupanya Dewa Ayu dan Risma (mahasiswi STAH N Mpu Kuturan Singaraja yang magang di Tatkala.co) tidak mengetahui pohon tersebut, barangkali ada kawan-kawan yang juga tidak mengetahuinya?

Ketika kami sampai di lokasi, segera kami meletakan barang-barang di bale bengong yang tersedia di sana. Dengan tidak sabar kami melompati batu-batu sungai yang sedikit licin dengan sepasang sandal yang kami jinjing.

Hal pertama yang saya perhatikan adalah kolam alami dengan air berwarna biru kehijauan dan tebing tinggi yang mengelilingi di sisi kanan dan kirinya.

Udaranya amat sejuk dan menenangkan. Air sungai yang dingin seakan menggelitik kaki saya, ikan-ikan kecil berenang ke sana kemari dengan riangnya. Tenang, damai, jauh dari kebisingan dan sangat menyejukan.

Selain kami, ada pula wisatawan lokal dan wisatawan asing dengan pemandunya, mereka tampak sangat menikmati berenang di kolam alami dan melakukan jumping attraction ke tengah kolam—dengan tali menggelantung di tengah-tengah tebing yang disediakan oleh pihak pengelola wisata (kelompok sadar wisata Desa Sambangan dan Desa Ambengan).

Ada pula yang berswafoto sembari menikmati makanan dan minuman yang dibawanya dari rumah.

Wisatawan yang melakukan tracking / Foto: Dok. Musti

Tak lama, dari atas Blue Lagoon timbul orang-orang (wisatawan asing) bersama pemandunya dengan segulung tali yang mereka gunakan sebagai pegangan. Terlihat wajah-wajah bangga saat mereka berhasil “menaklukan” tebing yang curam, meskipun dengan napas yang terengah-engah.

Penasaran akan hal itu saya bertanya ke pemandu wisata yang akrab disapa Jhoe, dia menjelaskan bahwa di atas Blue Lagoon masih ada spot wisata tracking yang terletak di Banjar Anyar.

Dari sana mereka melakukan tracking sejauh 2 km untuk sampai ke Blue Lagoon. Sungguh menakjubkan—dan tentu saja membutuhkan tenaga ekstra untuk bisa melewati tebing-tebing curam dengan batu yang licin sepanjang 2 km.

***

Setelah cukup menikmati indahnya Blue Lagoon, tanpa sadar matahari telah berada pada setengah langit barat, dengan enggan kami berkemas kembali pulang dengan membawa cerita masing-masing yang terpatri tentang perjalanan kami.

Sekedar informasi untuk kawan-kawan, Blue Lagoon buka dari jam 08.00 wita-17.00 wita. Jadi, jika kawan-kawan ingin berkunjung, pastikan untuk datang di jam tersebut.

Baiknya berkunjung pada bulan April sampai bulan September (musim kemarau) sehingga air tidak keruh dan tidak berbahaya.

Saya sarankan kawan-kawan harus berkunjung ke sana setidaknya sekali seumur hidup, khususnya bagi anak-anak muda yang sedang stress, sangat bisa menenangkan pikiran dan tentu biayanya tidak sampai menguras dompet.

Di sana kalian akan menemukan hal-hal yang tidak akan kalian lupakan. Jadi, selamat menentukan jadwal berwisata ke Blue Lagoon, kawan-kawan.[T]

Menemukan Cerita Toleransi di Puncak Gunung Tapak | Catatan Pendakian Sispala SMAN 1 Singaraja
Deru Angin Dini Hari di Puncak Gunung Abang
Tualang Banyuwangi (1) – Bertaruh Nyawa di Kawah Ijen
Tags: alamperjalananpetualanganwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Modal Kaesang Menuju Kursi Satu Depok

Next Post

Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co