13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami

Musti Ariantini by Musti Ariantini
June 16, 2023
in Tualang
Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami

Bule Lagoon | Foto: Dok. Musti

KALA MATAHARI berada tepat di setengah langit timur, saya menancap gas motor menuju Sangket—di sana beberapa teman telah menunggu saya.

Cuaca di Singaraja sangat panas waktu itu, motor berlalu lalang, suara klakson saling bersahutan mengiringi perjalanan saya ke salah satu tempat wisata air di Bali Utara, pada Rabu, 14 Juni 2023.

Ceritanya, bersama teman-teman STAHN Mpu Kuturan yang magang di Tatkala.co, saya akan melakukan liputan khusus tentang Blue Lagoon—salah satu wisata air populer di Buleleng—walaupun sebenarnya lebih banyak senang-senangnya alih-alih liputan. Hehe. Tapi sesekali kami ngobrol dengan orang-orang yang kami jumpai di sana, kok.

Sebelum menuju ke lokasi, kami berkumpul di Alfamart Desa Adat Sangket sembari menyempatkan diri membeli sekotak susu dan sebungkus roti untuk bekal kami.

Usai berkendara cukup lama, kami disambut plang yang menandakan bahwa kami sudah memasuki Desa Ambengan. Pohon cengkeh berjejer rapi di samping kanan dan kiri jalan (seketika saya bisa mencium aroma uang. Hehehe).

Blue Lagoon / Foto: Dok. Musti

Sepanjang jalan saya disuguhi pemandangan desa yang sejuk, persawahan yang dialiri air kali tanpa henti dan warga desa yang sibuk memanen cengkeh dengan danggul (tangga yang dibuat dengan sebatang bambu).

Blue Lagoon terletak di perbatasan Desa Ambengan dan Desa Sambangan, bisa ditempuh kurang lebih selama 20 menit perjalanan dari Singaraja. Blue Lagoon dikelola oleh BUMDes Desa Ambengan dan Desa Sambangan.

***

Setelah melewati tanjakan, turunan dan belokan yang cukup curam, ditambah tragedi kesasar, akhirnya saya dan teman-teman bisa sampai di tempat parkir wisata Blue Lagoon. Di sana kami langsung diarahkan pada loket tiket dan membeli tiket masuk seharga Rp10.000 per orang.

Harga tiket masuk Blue Lagoon dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu harga tiket pengunjung lokal Rp 10.000, pengunjung asing Rp 25.000.

Selain itu juga ada harga paket pemandu dan bisa mengunjungi 5 destinasi wisata air yang saling berdekatan (Wisata Air Terjun Aling-Aling, Air Terjun Kroya, Air Terjun Kembar dan Air Terjun Pucuk), untuk wisatawan lokal ditarif Rp 200.000, sedangkan untuk wisatawan asing ditarif Rp 250.000.

Selanjutnya kami diarahkan untuk menuruni anak tangga (sebagai anak muda yang sangat jarang jalan kaki, saya rasa cukup jauh).

Dari anak tangga yang kami tapak terlihat pemandangan indah Khrisna Adventure yang terletak di seberang tempat kami berdiri, tampak pula Wisata Air Terjun Aling-Aling, Air Terjun Kroya, Air Terjun Kembar dan Air Terjun Pucuk yang menjadi satu aliran dari Blue Lagoon dan sangat mengagumkan.

Sepanjang perjalanan kami melihat binatang kecil yang kini sudah sangat jarang ditemui, seperti kupu-kupu, capung sungai yang sangat indah dan belalang.

Dari kiri ke kanan: Sri, Ayu, Musti, dan Risma / Foto: Dok. Musti

Kala binatang-binatang kecil tersebut menampakan dirinya, Sri (mahasiswi STAH N Mpu Kuturan Singaraja yang magang di tatkala.co) sangat kegirangan dan beberapa kali mengabadikan binatang kecil tersebut dengan telepon genggamnya.

Di sana kami juga menemukan bale bengong lengkap dengan tempat sampah di sampingnya, barangkali tempat tersebut disediakan untuk tempat istirahat pengunjung ketika lelah menapaki anak tangga.

***

Gemericik air sudah bisa kami dengar, tandanya sedikit lagi kami akan sampai. Ketika hampir sampai kami menemukan sebuah pohon yang biasa saya sebut pohon ee (pohon ara) yang sempat menghebohkan teman-teman saya.

Rupanya Dewa Ayu dan Risma (mahasiswi STAH N Mpu Kuturan Singaraja yang magang di Tatkala.co) tidak mengetahui pohon tersebut, barangkali ada kawan-kawan yang juga tidak mengetahuinya?

Ketika kami sampai di lokasi, segera kami meletakan barang-barang di bale bengong yang tersedia di sana. Dengan tidak sabar kami melompati batu-batu sungai yang sedikit licin dengan sepasang sandal yang kami jinjing.

Hal pertama yang saya perhatikan adalah kolam alami dengan air berwarna biru kehijauan dan tebing tinggi yang mengelilingi di sisi kanan dan kirinya.

Udaranya amat sejuk dan menenangkan. Air sungai yang dingin seakan menggelitik kaki saya, ikan-ikan kecil berenang ke sana kemari dengan riangnya. Tenang, damai, jauh dari kebisingan dan sangat menyejukan.

Selain kami, ada pula wisatawan lokal dan wisatawan asing dengan pemandunya, mereka tampak sangat menikmati berenang di kolam alami dan melakukan jumping attraction ke tengah kolam—dengan tali menggelantung di tengah-tengah tebing yang disediakan oleh pihak pengelola wisata (kelompok sadar wisata Desa Sambangan dan Desa Ambengan).

Ada pula yang berswafoto sembari menikmati makanan dan minuman yang dibawanya dari rumah.

Wisatawan yang melakukan tracking / Foto: Dok. Musti

Tak lama, dari atas Blue Lagoon timbul orang-orang (wisatawan asing) bersama pemandunya dengan segulung tali yang mereka gunakan sebagai pegangan. Terlihat wajah-wajah bangga saat mereka berhasil “menaklukan” tebing yang curam, meskipun dengan napas yang terengah-engah.

Penasaran akan hal itu saya bertanya ke pemandu wisata yang akrab disapa Jhoe, dia menjelaskan bahwa di atas Blue Lagoon masih ada spot wisata tracking yang terletak di Banjar Anyar.

Dari sana mereka melakukan tracking sejauh 2 km untuk sampai ke Blue Lagoon. Sungguh menakjubkan—dan tentu saja membutuhkan tenaga ekstra untuk bisa melewati tebing-tebing curam dengan batu yang licin sepanjang 2 km.

***

Setelah cukup menikmati indahnya Blue Lagoon, tanpa sadar matahari telah berada pada setengah langit barat, dengan enggan kami berkemas kembali pulang dengan membawa cerita masing-masing yang terpatri tentang perjalanan kami.

Sekedar informasi untuk kawan-kawan, Blue Lagoon buka dari jam 08.00 wita-17.00 wita. Jadi, jika kawan-kawan ingin berkunjung, pastikan untuk datang di jam tersebut.

Baiknya berkunjung pada bulan April sampai bulan September (musim kemarau) sehingga air tidak keruh dan tidak berbahaya.

Saya sarankan kawan-kawan harus berkunjung ke sana setidaknya sekali seumur hidup, khususnya bagi anak-anak muda yang sedang stress, sangat bisa menenangkan pikiran dan tentu biayanya tidak sampai menguras dompet.

Di sana kalian akan menemukan hal-hal yang tidak akan kalian lupakan. Jadi, selamat menentukan jadwal berwisata ke Blue Lagoon, kawan-kawan.[T]

Menemukan Cerita Toleransi di Puncak Gunung Tapak | Catatan Pendakian Sispala SMAN 1 Singaraja
Deru Angin Dini Hari di Puncak Gunung Abang
Tualang Banyuwangi (1) – Bertaruh Nyawa di Kawah Ijen
Tags: alamperjalananpetualanganwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Modal Kaesang Menuju Kursi Satu Depok

Next Post

Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co