2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
June 16, 2023
in Esai, Tualang
Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan

Beberapa wisatawan sedang menikmati keindahan Blue Lagoon | Foto: Dok. Tatkala.co

PADA SIANG hari yang panas, seperti biasa di Kota Singaraja, Rabu, 14 Juni 2023, bersama teman-teman Tatkala.co, saya berkunjung ke salah satu tempat wisata air Bali Utara, yang cukup populer, Bule Lagoon, namanya.

Blue Lagoon—wisata air yang terletak di antara Desa Ambengan dan Sambangan—sudah dikelola semenjak tahun 2015 oleh beberapa warga setempat yang memang sadar dengan adanya wisata alam tersebut.

Hingga beberapa tahun terakhir, wisata ini dikelola oleh kelompok sadar wisata (POKDARWIS) Desa Sambangan dan Desa Ambengan. Dan untuk tiket masuknya, dikenai tarif masuk 10 ribu untuk wisatawan lokal dan 25 ribu untuk wisatawan asing.

Blue Lagoon / Foto: Dok. Sri

Ya, wisata Blue Lagoon memang dikelola bersama oleh pihak POKDARWIS Desa Sambangan dan Desa Ambengan. Sehingga, wisatawan yang datang boleh mengambil jalur mana saja. Tergantung dari medan mana yang lebih diminatinya.

Jika mengambil jalur dari bawah (Desa Sambangan), medan yang akan ditempuh akan sedikit menanjak dan memerlukan tenaga yang cukup ekstra, karena jaraknya lebih jauh. Akan tetapi, hal ini akan menjadi sebuah daya tarik, khususnya bagi wisatawan luar negeri yang pure menyukai traveling—karena medan jalan ini cukup menantang.

Sedangkan jika mengambil jalur dari atas (Desa Ambengan), jarak yang ditempuh akan sedikit lebih mudah, wisatawan yang datang bisa memarkirkan kendaraannya di depan rumah warga yang tidak jauh dari tempat tiket masuk.

Kemudian, mulai berjalan kaki menuruni anak tangga sekitar beberapa kilometer, hingga tepat sampai di sebuah bale bengong dan toilet untuk berganti pakaian, yang di depannya sudah tampak terlihat pemandangan dari Blue Lagoon, lengkap dengan hawa sejuk dan beberapa hewan terbang seperti burung, kupu-kupu dan capung yang saling berkejaran di sekitarnya.

***

Di sana kami bertemu Ketut Jhoe, seorang pemandu wisata atau tour guide. Pria yang kerap disapa Jhoe ini berasal dari Desa Sambangan. Ia mengaku sudah menjadi tour guide sejak masih sekolah sampai sekarang—kurang lebih selama tujuh tahunan.

Jhoe menjadi salah satu orang dari kelompok sadar wisata di desanya. Awalnya ia mengikuti trening selama satu tahun, dan kini telah menjadi senior guide di usianya yang masih terbilang muda, sekitar umur 22 tahunan.

Ia mengatakan bahwa spot wisata di daerah ini lumayan berbahaya, misalnya, yang paling tinggi itu sekitar 15 meter untuk jumping sportnya. Sehingga mereka mendapatkan asuransi, dan untuk guidenya harus melalui tahap trening selama satu tahun terlebih dahulu.

Setiap harinya, ia menjadi guide untuk tamu-tamu Eropa dan tidak sedikit juga wisatawan lokal yang memerlukan jasanya sebagai pemandu wisata—walau tidak sebanyak wisatawan asing.

Untuk perekrutan guide ini juga tidak bisa asal-asalan, karena harus melalui tahap trening yang lumayan panjang, sehingga, setiap tahunnya hanya menerima tiga orang saja. Dan saat ini, jumlah pemandu wisata yang ada sekitar 50 orang.

“Sama seperti pegawai pada umumnya, menjadi seorang pemandu wisata juga memiliki rentangan usianya. Jika umurnya sudah mencapai 50 tahunan, mereka akan pensiun sama seperti PNS juga,” terang Jhoe, sambil tertawa.

Jhoe bersama tamunya / Foto: Dok. Sri

Untuk satu orang pemandu wisata, biasanya menghandle maksimal 5 orang tamu—dan tidak bisa lebih, mengingat medan jalan yang dilalui—agar memudahkan guide dan tamu di dalam perjalanannya. Sehingga tidak disarankan untuk seorang pemandu wisata, baik senior sekalipun, untuk membawa tamu lebih dari 5 orang.

“Kami para pemandu wisata menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk mempromosikan jasa yang ditawarkan, sehingga melalui platform tersebut, banyak kami dapatkan bookingan dari wisatawan-wisatawan yang ingin menggunakan jasa guide kami,” ungkap Jhoe.

Menjadi seorang pemandu wisata merupakan hal yang sangat menarik dan bisa dibilang keren—karena mereka harus menerapkan budaya 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) dalam menjalankan tugasnya, agar tamu yang dipandunya merasa nyaman saat berwisata.

Tentu, tidak hanya kepada tamunya saja, seorang guide juga menerapkan budaya 5 S ini kepada setiap orang yang ditemuinya selama perjalanan, harus mudah berinteraksi dan selalu hangat dalam bersosialisasi.

Suasana wisatawan di Blue Lagoon / Foto: Dok. Sri

Selain keterampilan berbahasa yang harus dikuasai—dan seluk beluk tempat wisata—, ternyata banyak hal lain yang harus diketahui oleh seorang guide, dalam artian, pemandu wisata harus memiliki wawasan luas tentang hal-hal yang terdapat di tempat-tempat yang akan mereka kunjungi. Misalnya, wawasan tentang pohon, buah, hewan, bahkan tanaman liar sekalipun.

Sebagai pemandu wisata, Jhoe terkadang mendapat pertanyaan tentang hal-hal sekecil itu—sebuah pertanyaan dari tamunya di dalam perjalanan. Sehingga, ia harus bisa menjawabnya, atau setidaknya mengetahui sedikit tentang hal yang ditanyakan oleh wisatawan. Itu menjadi nilai plus.

Seperti yang dilakukan Jhoe saat menjelaskan tentang daur hidup sebuah capung, yang kebetulan saat itu ada banyak sekali capung di area Blue Lagoon, mereka beterbangan ke sana-ke mari.

Jhoe menjelaskan bagaimana seekor capung berkembang biak di air yang tenang, menjadi nimfa dalam kurun waktu yang cukup lama, hingga ke fase mereka menjadi capung dewasa dan memiliki rentang waktu hidup sekitar 56 hari. Hal-hal seperti ini juga seharusnya diketahui oleh seorang pemandu wisata, katanya.

***

Sebelum kami meninggalkan Blue Lagoon, Jhoe berteriak, “Back and going!” Ia menyuruh bule Eropa itu untuk terjun dari sebuah tali yang menggantung pada salah satu ranting pohon besar di atas Blue Lagoon.

Dengan riangnya, bule itu bergelayutan pada seutas tali dan kemudian terjun ke dalam air. Tanpa berlama-lama, dengan cekatan, Jhoe langsung mengambil gambar setelah pegangan tali dari bule tersebut terlepas, dan sesaat sebelum bule itu menyentuh air.

Hah, perjalanan yang menyenangkan. Selain dapat merasakan air jernih, segar, dan alami; udara segar tanpa polusi, di Blue Lagoon, kami juga mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana seorang tour guide bekerja. Sebuah pengalaman yang berharga.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami
Mantra ke Danau Paisu Pok, Wisata Alam Nan Indah di Sulawesi Tengah
Tags: Pariwisataperjalananpetualangantourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami

Next Post

Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails
Next Post
Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling

Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co