14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Opera in Paradise”: Berjaga di Antara Panggung Terbuka dan Penonton yang Belum Terbiasa

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 18, 2023
in Panggung

“Opera in Paradise” saat pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) V, di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam.

Yen Chopin padem ring Bali
Kararung saking daksina
Titiang mengenang Bali
Sunantara wong ngrusak-asik negara

Sang jukung kalapu-lapu
Santukan Baruna kroda
Nanging Chopin nenten ngugu
Kadang ipun ngrusak seni-budaya

PETIKAN lagu “Chopin Larung” karya komposer Guruh Soekarno Putra ini menjadi lagu pembuka adilango (pergelaran) “Opera in Paradise” di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam. Opera persembahan Sanggar Heny Janawati Vocal Expert berkolaborasi dengan Surabaya Opera Academy, Amadeus Orchestra dan Voice of Bali (VoB) itu menjadi pertunjukan pertama dan pembuka saat pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) V.

Beberapa menit sebelumnya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin membuka secara resmi FSBJ V didampingi Gubernur Bali Wayan Koster yang secara bersamaan menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45.

Opera ini digagas sekaligus digarap artistiknya oleh Heny Janawati dan Patrisna May Widuri sebagai konduktor. Surabaya Opera Academy beranggotakan penyanyi-penyanyi klasik dari berbagai daerah di tanah air yang telah meraih banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun international. Begitu juga Amadeus Orchestra, kelompok orkestra dari Surabaya dan VOB juga telah menorehkan prestasinya baik di tingkat nasional dan international.

Pertama Kali di Bali

“Opera in Paradise” berlangsung selama 60 menit, menampilkan 11 skena karya-karya opera ternama di dunia, dari karya Wolfgang Amadeus Mozart hingga Giuseppe Verdi yang dirangkai dalam untaian opera yang memikat. Semuanya ditampilkan dengan gaya asli Eropa dengan tujuan memberikan gambaran tentang bagaimana karya opera yang sebenarnya.

“Bisa dikatakan, Opera in Paradise adalah pertunjukan opera pertama di Bali dengan tujuan untuk memberikan pengalaman musik yang unik dan berkualitas yang belum pernah dinikmati oleh pecinta seni di Bali,” ujar Heny Janawati sebelum pertunjukan.

Namun, untuk memberikan sentuhan kedekatan dengan penonton serta menautkan dengan tema FSBJ V yakni “Citta Rasmi Segara Kerthi: Bahari Sumber Inspirasi”, lagu Chopin Larung yang bertema budaya Bali dengan elemen-elemen laut disajikan sebagai pembuka pertunjukan. Lagu garapan komposer Guruh Soekarno Putra itu menggunakan lirik berbahasa Bali.

“Opera in Paradise” di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam | Foto: Ist

Skena-skena berikutnya, kendatipun dicuplik dari opera-opera Barat yang menggunakan bahasa Inggris, Perancis, Italia dan Jerman, masih bertaut dengan tema bahari. Sebut saja skena “We Sail The Ocean Blue” dan “I am The Monarch of The Sea” dari H.M.S Pinafore karya Gilbert & Sullivan yang memang bertemakan bahari.

Selain itu, “Opera in Paradise” juga menampilkan sejumlah skena yang sudah populer dan kerap digunakan dalam berbagai film-film Hollywood, seperti “Toreador” dari Opera Carmen karya Georges Bizet atau “Nessun Dorma” dari Opera Turandot karya Giacomo Puccini.

Penonton Belum Terbiasa

Namun, pertunjukan “Opera in Paradise” di Art Centre Denpasar sungguh sebuah perjuangan yang tidak mudah. Tak hanya tantangan merespons panggung terbuka, melainkan juga penonton yang belum terbiasa menikmati suguhan kesenian opera Barat. Usai lagu Chopin Larung, sebagian penonton beringsut meninggalkan tempat pertunjukan. Tribun penonton yang sebelumnya penuh sesak, makin lama makin lowong.

“Saya berpikir menyaksikan pertunjukan model Opera van Java di TV. Ternyata memang opera murni ala Barat,” komentar seorang pengunjung.

Namun, tepuk tangan meriah masih terdengar tiap kali pertunjukan tiap skena selesai ditampilkan. Masih cukup banyak juga penonton yang bertahan hingga akhir pertunjukan.

Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, I Komang Darmayuda menilai penonton Bali bukan saja belum terbiasa menikmati sajian pertunjukan opera, tapi umumnya memang belum pernah tahu apa itu opera yang memiliki teknik vokal dan musikal yang amat tinggi. Karena itu, menurutnya, jika penonton menyusut sepanjang pertunjukan, bisa dimaklumi.

Justru, bagi Darmayuda, jumlah penonton yang bertahan hingga akhir pertunjukan malam itu tergolong banyak. “Tak masalah mereka pergi dari pada malah ribut dan main handphone, malah mengganggu yang lain,” kata Darmayuda.

Hal senada diungkapkan jurnalis dan pengamat musik, I Made Adnyana. Menurutnya, menikmati opera tidak bisa buru-buru dan dengan “otak kosong” tanpa memahami terlebih dahulu karakter pertunjukan, termasuk juga pakem-pakemnya.

“Karenanya mereka yang masih benar-benar awam menjadi sama sekali tak nyaman menyaksikan pentas tadi. Berbeda dengan mereka yang setidaknya pernah mendengar musik model opera seperti dalam beberapa film Hollywood atau bahkan film kartun, tentu tak asing lagi,” kata dosen di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali itu.

Namun, keduanya menilai pertunjukan “Opera in Paradise” terbilang berhasil. Menurut Darmayuda, kualitas pertunjukan diluar dugaan karena mampu menyiasati panggung di luar ruangan. “Vokal penyanyi terdengar jelas dan kualitas penyanyinya juga baik. Penggarapan musik dan sound sistem juga sangat bagus kedengaran dari penonton,” ujar Darmayuda.

Menurut Adnyana, solis seperti tenor Ganda Charisma Christi dan Heny Janawati sungguh merupakan bakat opera Indonesia yang patut dibanggakan. “Komponen pentas lain termasuk orkestra dari Amadeus juga bagus meskipun tampil dalam format yang lebih sederhana, tidak full orkestra yang bisa melibatkan kurang lebih 40-an pemain,” ujarnya.

“Opera in Paradise” di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam | Foto: Ist

Sejatinya, kata Darmayuda, opera mirip dengan dramatari arja di Bali. Si penyanyi harus benar-benar memiliki teknik vokal di atas grade 10 dalam musik klasik sehingga mampu menyanyikan teknik-teknik sulit yang ada dalam lagu-lagu opera. Hal itu sama dengan kemampuan yang dituntut oleh penari arja.

Pelajaran Bagi Seniman Bali

Darmayuda berpendapat pertunjukan opera dalam ajang FSBJ V bisa memberikan pelajaran berharga bagi seniman Bali. Hal-hal yang dapat dipelajari dari pementasan itu, di antaranya para seniman Bali harus sungguh-sungguh menyiapkan pertunjukannya, totalitas dan cepat beradaptasi dengan panggung pentasnya. Dengan begitu pementasan bisa menyiasati kelemahan yang diakibatkan oleh panggung itu.

Bagi generasi muda Bali, imbuh Darmayuda, perlu belajar teknik vokal tinggi dari penyanyi opera. Kini, kata dia, hampir tak muncul lagi penyanyi arja dengan kemampuan teknik vokal tinggi, seperti Ketut Murdi, Ranten, atau Tebu yang dikenal sebagai maestro arja di Bali.

Dalam pertunjukan ‘Opera in Paradise’, penonton bisa menyaksikan para penyanyi remaja yang tampil maksimal dan menakjubkan. Mereka merupakan murid-murid Henny Janawati. “Yang membuat bangga, pertunjukan itu digarap dan dilakukan oleh orang Bali, Ibu IGN Henny Janawati yang merupakan putri alm. IGB Ngurah Ardjana, tokoh opera pertama dari Bali,” tandas Darmayuda. [T]

Menjelajahi Laku Jongkok dalam Koreografi “The (Famous) Squatting Dance : Jung Jung te Jung” di Teater Salihara
“Kuta” Menjiwai Sajian Segara Wisata, Tematik Peed Aya Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali 2023
Yang Terhubung: Ancaman dan Harapan | Catatan Pentas Kala Teater
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2023musikoperaseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Next Post

Cara Berpikir Observasi dan Berpikir Deduksi Seperti Sherlock Holmes: Mengungkap Misteri Melalui Penalaran Tajam Dari Buku How To Think Like Sherlock Holmes

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

Read moreDetails

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails
Next Post
Cara Berpikir Observasi dan Berpikir Deduksi Seperti Sherlock Holmes: Mengungkap Misteri Melalui Penalaran Tajam Dari Buku How To Think Like Sherlock Holmes

Cara Berpikir Observasi dan Berpikir Deduksi Seperti Sherlock Holmes: Mengungkap Misteri Melalui Penalaran Tajam Dari Buku How To Think Like Sherlock Holmes

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co