4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasib Pohon di Hari Spesial,  Berhias Molek Penuh Alat Peraga Kampanye

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
February 2, 2024
in Esai
Nasib Pohon di Hari Spesial,  Berhias Molek Penuh Alat Peraga Kampanye

Pohon tepi jalan yang dihiasi alat peraga kampanye

HOREEE… Sabtu, 3 Februari 2024 adalah hari spesial bagi tumbuh-tumbuhan dan juga pepohonan. Dalam kepercayaan Hindu, Sabtu atau Saniscara Kliwon Wuku Wariga dikenal sebagai Tumpek Wariga, yaitu Hari Otonan (lahirnya) tumbuh-tumbuhan dan seluruh jenis pepohonan di dunia. Sehingga tidak ayal di Hari Sabtu ini, umat Hindu akan mempersembahkan segala rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara memuliakan pohon dan tumbuh-tumbuhan. Hal tersebut dikarenakan, pepohonan dan berbagai jenis tumbuhan telah tercipta untuk kelangsungan hidup alam semesta beserta isinya.

Jika digali dari sisi historis, Tumpek Wariga merupakan hari suci yang dirayakan oleh umat Hindu terutama di Bali dari sejak dahulu. Hal ini tidak lepas dari kebiasaan hidup umat Hindu yang senang memanusiakan segala makhluk hidup layaknya saudara. Meskipun demikian, Tumpek Wariga bukanlah hari untuk menyembah pohon atau tumbuh-tumbuhan yang sering dikonotasikan negatif sebagai berhala. Justru sebaliknya,

Tumpek Wariga hadir sebagai hari pengingat untuk umat manusia, agar dapat senantiasa bersyukur dan menghormati semua ciptaan Tuhan. Sehingga dengan adanya Tumpek Wariga, pepohonan dapat dijaga, tumbuh subur, dan lestari untuk tinggal bersama manusia secara harmoni. 

Lebih lanjut, keyakinan umat Hindu terhadap Hari Suci Tumpek Wariga juga berdasar pada sebuah literatur suci. Dimana dalam Lontar Sundarigama disebutkan bahwa, pohon merupakan aspek alam semesta yang sangat penting sehingga patut dijaga dan dimuliakan. Secara lebih lanjut, salah satu kutipan suci dalam Lontar tersebut berbunyi sebagai berikut:

“Wariga Saniscara Kliwon, ngaran panguduh pujawali Sanghyang Sangkara, apan sira amrtaken sarwaning tawuwuh, kayu-kayu kunang, widhi-widhanana, pras tulung, sesayut, tumpeng, bubur mwang tumpeng agung iwak nia guling bawi, itik wenang, saha raka, penyeneng, tetabuh, kalinggania anguduh ikang awoh mwang godong, dadya pamrtaning hurip ring manusa. Sesayut cakragni kalinggania anuduh kna adnyana sandhi.”

Terjemahan:

“Hari Sabtu Wuku wariga adalah hari panguduh. Suatu hari untuk pemujaan Ida Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Sanghyang Sangkara. Berkat Beliau, menciptakan segala tumbuh-tumbuhan termasuk kayu-kayuan. Adapun upakaranya ialah peras tulung sesayut, tumpeng bubur dan tumpeng agung dengan daging babi, atau itik diguling. Baik pula disertai dengan raka- raka (jajan dan buah-buahan), penyeneng, tetebus dan sesayut cakragni. Adapun bebanten tersebut di atas ialah mendoakan semoga atas rahmat Hyang Widhi maka segala tumbuh-tumbuhan dapat tumbuh subur, lebat buahnya bersusun-susun dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia dalam ketentraman hati, serta kesejahteraan lahir dan bathin (Suandra, 1992: 15 dalam Sudarsana, 2017).

Berdasarkan kutipan suci dalam Lontar Sundarigama tersebut, dapat diketahui bahwasanya tumbuhan dan pepohonan memiliki peran besar terhadap kehidupan manusia. Tumbuh-tumbuhan memiliki peran kunci terhadap kesejahteraan, keasrian, dan ketentraman hidup manusia baik secara lahir dan juga bathin. Sehingga dapat dikerucutkan, kelestarian hidup pohon dan tumbuh-tumbuhan, juga berarti kelestarian hidup bagi manusia beserta penerus generasi di masa yang akan datang.

Namun apa yang terjadi kini? Pepohonan di tahun 2024 mesti menghadapi rasa sakit yang tak terkira. Bayangkan, jika sekujur tubuh kita dihias dengan paku, ditusuk dengan bambu runcing, dan tertancap berbagai macam jenis Alat Peraga Kampanye (APK). Hal inilah yang terjadi pada nasib pohon di hari spesialnya kini. Tidak hanya rasa sakit, siklus memasak mereka (fotosintesis) juga mesti terhambat oleh tirai BALIHO besar yang menghalangi datangnya sinar matahari.

Dengan gegap gempitanya pesta demokrasi yang akan datang tak lama lagi, justru berkebalikan dengan apa yang dirasakan oleh pohon belakangan ini. Berbeda dengan para politikus yang mungkin mampu merayakan hari ulang tahunnya dengan penuh sukacita, pepohonan di hari Otonannya mungkin merenung sesak penuh nestapa. Bagaimana tidak? Beberapa kejadian yang memberitakan pengguna jalan tertimpa APK di jalan raya membuat pohon merasakan dirinya penuh dosa. Rasa yang mungkin tidak menyentuh oknum politikus, karena terlalu sibuk mengusung jurus untuk meraup berbagai dukungan dan suara.

Dari sisi aturan, pihak berwenang katanya telah mengeluarkan regulasi yang melarang pemasangan APK salah satunya di pepohonan. Namun apa nasib yang menimpa pohon akhir-akhir ini, sesungguhnya tidak terjadi jika regulasi benar-benar dijalankan dengan sepenuh hati. Atau mungkin, regulasi terlalu terpukau sehingga kaku untuk menghadapi wajah ganteng dan cantik yang menghiasi APK pada pepohonan?

Entahlah…. Hanya berharap semoga di hari spesialnya ini, hadiah persembahan bubur dari kita masih diterima oleh pepohonan yang nasibnya penuh derita…. Svaha… [T]

Sumber Referensi:

Sudarsana, I. K. 2017. Konsep Pelestarian Lingkungan dalam Upacara Tumpek Wariga sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali. Religious: Jurnal Studi Agama-agama dan Lintas Budaya, 2 (1).

“Abug Glebug”, Jaja Bali dari Pedawa | Biasa Dibuat Saat Tumpek Wariga
Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam
Pohon, Saudara Tertua Kehidupan | Renungan Tumpek Wariga
Refleksi Tumpek Wariga: Tumbuhan pun Punya Perasaan
Renungan “Tumpek Wayang” di Akhir Tahun: Manusia Selalu Dikejar Sang Kala
Tags: lingkunganpemiluPilprespohonPolitiktumpek wariga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ada Satpol PP Pariwisata di Bali Utara, Apa Saja Tugasnya?

Next Post

Dharma Pawayangan: “Saking Swara Nuju Iswara”

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Dharma Pawayangan: “Saking Swara Nuju Iswara”

Dharma Pawayangan: "Saking Swara Nuju Iswara"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co