2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pohon, Saudara Tertua Kehidupan | Renungan Tumpek Wariga

I Ketut Sumarta by I Ketut Sumarta
March 20, 2021
in Esai
Akar Pohon Keheningan | Renungan Nyepi

SETELAH tekun melakukan pembelajaran demi pembelajaran kepada pepohonan, sang siswa Universitas Kehidupan yang merasa telah tercerahkan itu pun berseru girang, ”Tubuhku pohon, jiwaku inti (les, unteng) kayu!”

Para pembelajar Universitas Kehidupan yang telah tersadarkan kerap, memang, tersentak oleh hal-hal kecil, sederhana—yang bagi kalangan umum justru tak terpikirkan, diabaikan, dianggap remeh. Sebaliknya, bagi guru-guru terlatih, menyadari yang kecil-kecil, sederhana, itulah justru pencerahan sempurna.

”Pencerahan itu menyadari penuh betapa tak ada yang salah dengan kepala kita: dia sempurna ada di atas bahu, ditopang leher,” ujar seorang guru yang telah tercerahkan.

Guru lain berujar, ”Pencerahan itu menyadari betapa setia napas yang tak pernah kau sadari!”

Begitu enteng kedengarannya. Lantas, apa yang aneh dari sang siswa universitas kehidupan yang berseru, ”Tubuhku pohon, jiwaku inti (les, unteng) kayu!” itu?

Tak ada aneh.

HIDUP ITU memang pohon hayat yang terus bertumbuh, meningkat, meninggi, maju, meluas, mendalam. Pohon itulah hayat atau sumber nutrisi hidup pertama dalam wujud fisik yang membentuk lapisan tubuh ragawi setiap anak-anak manusia, sebelum disusul hewan, dan lain-lain kemudian. Setiap sel dalam tubuh manusia mengandung jejak jasa mulia sang pohon. Tetua Bali berkesantunan hidup, bahkan begitu penuh hormat mengakui, menyadari, dan menerima pohon sebagai ”saudara tertua” dalam Keluarga Besar Kehidupan. Baru menyusul berikutnya: hewan sebagai ”saudara kedua”. Adapun manusia bahkan diposisikan sebagai ”si bungsu”: ketiga.

Dari kesadaran demikian, Tetua Bali lantas mewariskan lelakon hidup Wana Kerti dengan Tumpek Wariga/Tumpek Atag/Tumpek Bubuh sebagai momentum kesadaran kolektif untuk memuliakan Dia Yang Telah Senantiasa Menumbuhkan Hidup dan Kehidupan, Hyang Tumuwuh.

Sepanjang manusia menjalani kehidupannya tidak pernah dapat dilepaskan dari pelukan cinta kasih jasa pepohonan yang masuk ke dalam tubuh maupun yang setia menyangga di luar tubuh hingga berwujud rumah, dengan segala perlengkapannya. Tak terkecuali piranti-piranti sarana kehidupan lainnya.

Meskipun manusia kini hidup dengan teknologi maju nan canggih yang kian sedikit berbahan dasar kayu, toh tetap saja manusia tak bisa mengenyangkan samudra perut masing-masing dengan makan besi, misalnya. Bahkan tidak juga manusia bisa hidup dengan makan langsung uang yang dimiliki.

Saban hari perut tetap patut diisi dengan makanan yang berasal dari pepohonan kaya nutrisi, entah berupa biji-bijian, buah, daun, pucuk, bunga, batang, kulit, sampai akar. Pohon pula yang mengandung aneka keragaman hayati, bahan obat penyembuh.

Bahkan manakala manusia menghidupi tubuh ragawinya dengan binatang pun, sejatinyalah hewan itu juga hidup dari topangan cinta kasih sang pohon—sehingga manusia berarti secara tak langsung juga mengonsumsi pohon. Itu sebab para guru kehidupan yang telah tercerahkan sempurna menghargai dan memuliakan pohon sebagai Ibu Kehidupan. Dalam ”dialog ekologis” berupa saa, tradisi Bali menyapa pepohonan dengan lembut, hormat, nan puitis, ”Nini-Nini, Kaki-Kaki.”

Sebagaimana anak-anak manusia terlahir dari guagarba rahim sang Ibu Kandung, begitu pulalah manusia terlahir sempurna dari guagarba Ibu Kehidupan berwujud-rupa pepohonan. Sasmita apakah yang hendak dituturkan Semesta Raya Kehidupan manakala Siddharta Gautama dikisahkan menemukan Kesadaran Penuh inti-sari-pati-hakikat tujuan, makna, dan guna Hidup dalam Kehidupan—yang kelak orang-orang menamakan ”pencerahan”—setelah bertekun-tekun menyelami ruang-ruang dirinya sendiri di bawah Keheningan Pohon Boddhi, hingga menjadi Buddha dan mencapai Nibbhana?

SIMBOLIK APAKAH yang hendak diingatkan rakawi Mpu Tanakung dalam kakawin Siwaratrikalpa gubahannya manakala membabarkan kembali kisah si manusia pemburu bernama Lubdhaka yang pada suatu momentum kritis nan krusial di tengah hutan lantas memanjat Pohon Bilwa? Dalam gelap hutan dia memetik lembar demi lembar daun sebagai sadana diri menemui Lingga Siwa di telaga—dan karena itu kelak di ujung hayatnya atman-nya pun dibebaskan sempurna dari segala ke-papa-an hingga bertemu Siwa, sang Maha Cinta Kasih?

Teks dan tradisi-tradisi tua Kehidupan begitu berlimpah, bahkan nyaris tanpa lupa, memang, mengingatkan hal mendasar ini: penting bagi setiap pejalan kehidupan untuk sampai pada suatu tahapan rela belajar kepada sang Pepohonan, ngawanaprasta—untuk kembali menjadi hidup berwatak selayaknya pohon: polos, sederhana, jujur, apa adanya, berbagi sama bagi semua. Terus bertumbuh dengan cara-cara santun merawat ruang-ruang kehidupan bersama, urip-nguripi: akar-akar semakin kuat dan mendalam memeluk hening gelap Ibu Bumi Pertiwi; terus meluas bercecabang menyerap sinar, air, bahkan racun untuk selanjutnya mengolah dan menebarkannya menjadi oksigen nutrisi kehidupan; seraya senantiasa tetap fokus tulus lurus kukuh meninggi memeluk Terang Bapa Akasa Raya Tak Berbatas.

Selamat menyempurna dalam tebaran cinta kasih Pepohonan, Sahabat-Sahabat. [T]

Saniscara Kliwon, Wariga, 20.03.2021

Tags: balihindulingkungantumpek wariga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-Puisi Tjahjono Widijanto | Pisang Bakar dan Sebiji Trembesi Serupa Khuldi

Next Post

Usaha Menulis Pandemi | Cerpen Komang Adnyana

I Ketut Sumarta

I Ketut Sumarta

Pejalan sunyi

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Usaha Menulis Pandemi | Cerpen Komang Adnyana

Usaha Menulis Pandemi | Cerpen Komang Adnyana

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co