4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Isu Dokter Asing dan Pemecatan Dekan FK Unair

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
July 12, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

ARTIKEL ini saya tulis, sebagai perayaan dan rasa syukur atas dikembalikannya Prof Dr dr Budi Santoso SpOGK, Fer, (Prof Bus) sebagai Dekan Fakultas Kedokteran di Universitas Airlangga (FK Unair) Karena bagi saya, adalah sesuatu yang sangat berlebihan jika seorang dekan dipecat hanya gara-gara sebuah pendapat di era dan di negara yang demokratis ini.

Namun, ucapan Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Naseh, SE, MT, saat mengembalikan status Prof Bus, adalah sebuah amanat yang sangat penting dan bernilai tinggi. Beliau mengatakan, sangat memahami pernyataan Prof Bus sebagai seorang pribadi dokter. Sebagai seorang dokter seperti saya sendiri, yang harus jujur mengakui, pastilah ada perasaan waspada bahkan merasa terancam, jika ada kedatangan dokter asing. Jika itu adalah dokter asing seperti profesi kami ini bersaing berpraktik di Indonesia.

Apakah ini mental inferior yang tak dapat kami sembunyikan? Meskipun fenomena dokter asing adalah hal lumrah di seluruh dunia. Di Amerika Serikat saja misalnya, 30% dokternya adalah dokter asing. Di Singapura, tak sedikit pula dokter Indonesia sukses berkarir.

Kembali pada gagasan Pak Rektor, beliau pun melengkapi maksudnya dengan, namun Prof Bus bukanlah sekadar seorang dokter secara personal, namun pada diri beliau melekat pula status sebagai seorang pejabat kampus, aparatur sipil negara (ASN) dan seorang abdi negara. Prof Bus menyampaikan permintaan maafnya, lalu kebijaksanaan seorang rektor menerimanya kembali sebagai dekan. Satu kisah peradaban insan-insan intelektual yang patut kita tauladani.

Good ending dari drama tersebut pun kemudian telah mengklarifikasi sejumlah kontroversi. Di saat awal peristiwa mengejutkan tersebut, sangat mudah tercetus spekulasi bahwa pemecatan tersebut atas perintah Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS). Mudah dimaklumi, sebab sikap Prof Bus memang sangat frontal dengan ide BGS terkait “naturalisasi” dokter asing.

Merasa tidak turut campur dengan kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergegas membuat press release yang menegaskan Kemenkes tidak terkait dengan pencopotan Dekan FK Unair tersebut.

Jangankan Kemenkes, Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti), yang menaungi FK tersebut pun menyatakan tidak tahu-menahu soal pemecatan itu. Sementara, selain FK Unair, tentu saja tidak di bawah wewenang Kemenkes, RSUD Dr Soetomo yang merupakan RS jejaring utama FK Unair pun bukan RS vertikal milik Kemenkes, melainkan RS aset pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Maka fakta-fakta ini, boleh dikatakan adalah alasan yang cukup  untuk mempercayai klaim Kemenkes maupun Kemendikti. Dan Rektor pun memastikan bahwa persoalan tersebut adalah murni urusan rumah tangga Unair.

Hingga saat ini, saya belum pernah mendengar, dari pihak manapun, yang mengatakan bahwa dokter Indonesia lebih jelek dari dokter asing. Hal yang sudah lebih dari sekali saya baca dan lihat adalah, Kemenkes memang mengizinkan kehadiran dokter asing dengan sejumlah ketentuan dan ini telah diatur dalam UU Kesehatan No. 17 tahun 2023.

Bahkan baru-baru ini program yang dimaksud sudah terlaksana di RS Adam Malik, Medan, yaitu operasi bersama dokter ahli bedah jantung dari Arab Saudi dengan dokter ahli bedah jantung RS setempat. Kerjasama tersebut diharapkan dapat memberi pelayanan bedah jantung anak, karena ketersediaan dokter ahli tersebut masih sangat terbatas di Indonesia dan juga tindakan transplantasi jantung.

Jadi, selain ketentuan untuk dokter ahli yang masih sangat terbatas jumlahnya di Indonesia, pola yang diterapkan untuk dokter asing itu adalah bersifat transfer knowledge dan skill, dan dalam kurun waktu yang akan dibatasi ketika jumlah dokter ahli yang diperlukan tersebut sudah bertambah sesuai kebutuhan. Selain, ilmu dan keterampilan transplantasi jantung, saat ini Indonesia juga belum mampu melakukan transplantasi hati maupun cangkok sumsum tulang. Padahal prosedur tersebut, sudah rutin dikerjakan di negara-negara yang sudah lebih maju pelayanan medisnya.

Mengapa tidak dilakukan saja pendidikan dokter untuk keahlian tersebut di Indonesia oleh Fakultas Kedokteran? Mengapa harus digarap oleh Kemenkes? Saat Menkes BGS mencanangkan pendidikan dokter ahli dengan sistem hospital based, maka dapat ditangkap tentang ide percepatan. Percepatan, baik pemenuhan dokter ahli di wilayah pelosok maupun percepatan dokter ahli yang lebih advanced dengan belajar dan praktek langsung dari dokter asing di RS vertikal atau mungkin suatu saat di RS daerah.

Nah, mungkin hal inilah yang belum diketahui dengan cukup jelas oleh sejumlah kalangan, terutama sejawat-sejawat dokter yang tergabung dalam organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sehingga dapat dimaklumi lalu muncul sikap resisten dan kehati-hatian.

Kemenkes sangat perlu menjelaskan pokok-pokok rasional dari ide program dokter asing tersebut, sehingga IDI dapat memahami dan bahkan akan mendukung program yang sejatinya sangat baik tersebut. BGS, yang begitu progresif dalam transformasi kesehatan, tampak bergaya barat dan egaliter. Sementara, IDI memiliki kultur senioritas dan padat nilai-nilai etik. Maka keduanya mestinya dapat berpadu untuk mewujudkan transformasi yang berbudaya, untuk dunia kedokteran Indonesia yang lebih mutakhir dan penuh kearifan. [T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Filosofi Air: Air, Bumi dan Tubuh Manusia
Sastra, Singosari, dan Indonesia   
Debu-debu di Bangku Sekolah
Nama-nama Orang Indonesia : Kreatifitas Atau Anu?
Tags: dokterDokter Arya Nugrahadokter asingFakultas KedoteranPendidikanUniversitas Airlangga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perjalanan Menuju Desa Pai, Thailand: Oasis yang Tenang dan Tersembunyi

Next Post

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co