23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debu-debu di Bangku Sekolah

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
April 21, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

SAYA sempat ragu untuk menuliskan pikiran, perasaan dan pandangan saya terhadap situasi sekolah dan pendidikan saat ini, terutama sekolah menengah, baik menengan pertama (SMP) maupun menengah atas (SMA). Saya khawatir akan menimbulkan reaksi dan ketersinggungan dari sejumlah pihak.

Namun, tuntutan intelektual membuat saya tak bisa berdiam diri saja menyaksikan dinamika sekolah menengah saat ini. Setidaknya di kota saya tinggal di Singaraja. Namun rasanya, setelah diamati, kecenderungan tersebut hampir terjadi di sekolah-sekolah di semua wilayah urban.

Kebetulan saya pun memiliki seorang anak remaja yang sedang bersekolah di salah satu sekolah menengah atas. Apalagi saya juga diberikan kepercayaan sebagai sekretaris komite sekolah di SMA itu. Jadi, saya akan berpandangan sebagai orang dalam dengan rasa memiliki. Bukan orang luar yang skeptis dengan segala intrik, tudingan apalagi kebencian.

Kita mulai dari debu hitam kasus asusila di kalangan remaja sekolah. Meskipun menjadi heboh karena video mesum yang terlepas ke media sosial, sejujurnya dapat diyakini, itu hanyalah secuil puncak gunung es yang muncul ke permukaan. Fenomena itu pun masih disebabkan karena berbagai faktor pencetus. Aspek keluarga yang permisif, lingkungan yang kurang peduli, kemudahan akses media dan informasi, pengaruh public figure yang kuat serta kepribadian remaja yang rentan.

Tunggu dulu, jangan-jangan sistem di sekolah pun telah memberi kontribusi. Murid-murid sekolah menengah yang menerapkan sistem full day, rata-rata sudah berangkat dari rumah sejak jam 6 pagi. Kembali ke rumah sekitar jam 4 sore.

Di luar itu mereka masih sering mendapat tugas kerja kelompok, bahkan di hari Sabtu dan Minggu. Dengan alasan untuk kerja kelompok tugas sekolah tersebut, mereka lebih mudah mendapat izin dari orang tua untuk pergi keluar rumah.

Timbul pertanyaan merisaukan, betulkah mereka keluar rumah hanya untuk kerja kelompok tugas sekolah?

Sebagai seorang dokter praktek, sudah cukup banyak saya merawat siswa sekolah yang jatuh sakit karena kelelahan. Di samping itu, dari diskusi dengan sejumlah orang tua siswa, anak-anak bahkan sudah tak sempat lagi mengurus kerapian kamar tidur mereka. Alih-alih sempat membantu pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

Tujuan pendidikan, tidak hanya mencetak anak-anak kita menjadi cerdas, namun juga bertanggung jawab dan beretika.     

Debu yang lain adalah gaya siswa sekolah yang semakin konsumtif. Untuk hanya perayaan kelulusan, saat ini mereka menuntut penyelanggaraan wisuda mewah. Jubah dan toga, riasan salon, buket bunga, gaun sepanjang tiga meter, sepatu boot artis, fotografer pribadi dan seterusnya. Bukankah kelulusan sekolah menengah hanya sebuah fase yang begitu biasa dan tembok beton tantangan berdiri menjulang di hadapan mereka?

Kalaulah betul ada segelintir siswa dan orang tua yang menuntut pelaksanaan seremonial tersebut, haruskah sebagian besar anak dan orang tua kalah dan mengikuti kemauan yang segelintir itu?

Selain pihak sekolah, pemangku kewenangan seperti dinas pendidikan pun perlu mengeluarkan aturan demi sekolah kembali pada misi mulianya. Berfokus pada penyelenggaraan proses belajar mengajar terbaik dan efisiensi segala macam pengeluaran yang tak bersifat perinsip. Meski era telah berubah, nilai-nilai seharusnya jangan sampai terdegradasi.

Masih terang ingatan saya, duduk bersila di lantai aula hanya mengenakan baju batik sekolah, saat dulu mengikuti acara perpisahan sekolah. Dan kami semua sudah cukup merasa senang. Pun para guru yang akan kami tinggalkan.

Demikian pula berbagai seremonial lain seperti perayaan ulang tahun sekolah. Merogoh kocek puluhan hingga ratusan juta rupiah demi menampilkan hiburan spektakuler, bukanlah hal yang bijaksana. Banyak pilihan kegiatan yang kaya nilai dan moral. Berbagi ke panti asihan, tanam pohon, bersih-bersih sampah plastik hingga lomba inovasi maupun kesenian dan olah raga.

Terlalu banyak hal sederhana namun kaya nilai yang dapat dilakukan, jika dibandingkan dengan kegiatan konsumtif berlebih yang tak jarang juga memancing keributan. Apakah dengan pilihan-pilihan tersebut, kemudian sekolah harus takut karena akan dicap jadul atau ketinggalan zaman?

Menurut saya, itu kekhawatiran berlebihan. Justru saat ini, sekolah yang berani mengambil sikap dan langkah demikian justru dapat menjadi pelopor mengembalikan marwah sekolah sebagai pusat pendidikan berkualitas dan bermartabat.

Ini momentum yang tepat. Karena saya meyakini, sesungguhnya demikianlah sebagian besar ide dan pemikiran para siswa dan orang tua. Atau jika tidak segera bersikap, semua pemikiran akan terkontaminasi menjadi konsumtif karena risih dan takut dibilang ketinggalan zaman.

Debu lain yang tak kalah mengotori adalah, masih ada  tradisi buruk senioritas yang berisiko mencederai siswa yang lebih junior. Sekolah bukanlah institusi militer yang memerlukan pendekatan militeristik. Perploncoan sudah ditekankan lebih banyak pada penggojlokan intelektualitas. Dari alasan sederhana, karena kelak mereka harus menjadi masyarakat intelektual.

Demikian juga, gelagat pembentukan kelompok-kelompok di luar organisasi sesuai aturan seperti OSIS, pramuka, PMR, kelompok ilmiah atau kelompok peduli Aids, sebaiknya tidak diberikan ruang jika tidak memiliki visi dan misi yang selaras dengan visi dan misi sekolah. Organisasi semacam itu dapat menjadi kekuatan yang bukan tidak mungkin menjadi duri dalam daging dalam lingkungan sekolah.

Jajaran guru, organisasi resmi sekolah, komite sekolah dan pemangku kebijakan yang menaungi sekolah wajib bahu-membahu dan bergandengan tangan mengembalikan karakter sekolah yang cerdas dan intelek. [T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Besakih dan Medsos
Belajar dari Komeng
Pinjam Dulu Seratus!
Kita Semua Adalah Politisi
Nama-nama Orang Indonesia : Kreatifitas Atau Anu?
Tags: guruPendidikansekolahsiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membincangkan Rudolf Bonnet pada Program Library Talk di Museum Arma Ubud

Next Post

Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co