2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debu-debu di Bangku Sekolah

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
April 21, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

SAYA sempat ragu untuk menuliskan pikiran, perasaan dan pandangan saya terhadap situasi sekolah dan pendidikan saat ini, terutama sekolah menengah, baik menengan pertama (SMP) maupun menengah atas (SMA). Saya khawatir akan menimbulkan reaksi dan ketersinggungan dari sejumlah pihak.

Namun, tuntutan intelektual membuat saya tak bisa berdiam diri saja menyaksikan dinamika sekolah menengah saat ini. Setidaknya di kota saya tinggal di Singaraja. Namun rasanya, setelah diamati, kecenderungan tersebut hampir terjadi di sekolah-sekolah di semua wilayah urban.

Kebetulan saya pun memiliki seorang anak remaja yang sedang bersekolah di salah satu sekolah menengah atas. Apalagi saya juga diberikan kepercayaan sebagai sekretaris komite sekolah di SMA itu. Jadi, saya akan berpandangan sebagai orang dalam dengan rasa memiliki. Bukan orang luar yang skeptis dengan segala intrik, tudingan apalagi kebencian.

Kita mulai dari debu hitam kasus asusila di kalangan remaja sekolah. Meskipun menjadi heboh karena video mesum yang terlepas ke media sosial, sejujurnya dapat diyakini, itu hanyalah secuil puncak gunung es yang muncul ke permukaan. Fenomena itu pun masih disebabkan karena berbagai faktor pencetus. Aspek keluarga yang permisif, lingkungan yang kurang peduli, kemudahan akses media dan informasi, pengaruh public figure yang kuat serta kepribadian remaja yang rentan.

Tunggu dulu, jangan-jangan sistem di sekolah pun telah memberi kontribusi. Murid-murid sekolah menengah yang menerapkan sistem full day, rata-rata sudah berangkat dari rumah sejak jam 6 pagi. Kembali ke rumah sekitar jam 4 sore.

Di luar itu mereka masih sering mendapat tugas kerja kelompok, bahkan di hari Sabtu dan Minggu. Dengan alasan untuk kerja kelompok tugas sekolah tersebut, mereka lebih mudah mendapat izin dari orang tua untuk pergi keluar rumah.

Timbul pertanyaan merisaukan, betulkah mereka keluar rumah hanya untuk kerja kelompok tugas sekolah?

Sebagai seorang dokter praktek, sudah cukup banyak saya merawat siswa sekolah yang jatuh sakit karena kelelahan. Di samping itu, dari diskusi dengan sejumlah orang tua siswa, anak-anak bahkan sudah tak sempat lagi mengurus kerapian kamar tidur mereka. Alih-alih sempat membantu pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

Tujuan pendidikan, tidak hanya mencetak anak-anak kita menjadi cerdas, namun juga bertanggung jawab dan beretika.     

Debu yang lain adalah gaya siswa sekolah yang semakin konsumtif. Untuk hanya perayaan kelulusan, saat ini mereka menuntut penyelanggaraan wisuda mewah. Jubah dan toga, riasan salon, buket bunga, gaun sepanjang tiga meter, sepatu boot artis, fotografer pribadi dan seterusnya. Bukankah kelulusan sekolah menengah hanya sebuah fase yang begitu biasa dan tembok beton tantangan berdiri menjulang di hadapan mereka?

Kalaulah betul ada segelintir siswa dan orang tua yang menuntut pelaksanaan seremonial tersebut, haruskah sebagian besar anak dan orang tua kalah dan mengikuti kemauan yang segelintir itu?

Selain pihak sekolah, pemangku kewenangan seperti dinas pendidikan pun perlu mengeluarkan aturan demi sekolah kembali pada misi mulianya. Berfokus pada penyelenggaraan proses belajar mengajar terbaik dan efisiensi segala macam pengeluaran yang tak bersifat perinsip. Meski era telah berubah, nilai-nilai seharusnya jangan sampai terdegradasi.

Masih terang ingatan saya, duduk bersila di lantai aula hanya mengenakan baju batik sekolah, saat dulu mengikuti acara perpisahan sekolah. Dan kami semua sudah cukup merasa senang. Pun para guru yang akan kami tinggalkan.

Demikian pula berbagai seremonial lain seperti perayaan ulang tahun sekolah. Merogoh kocek puluhan hingga ratusan juta rupiah demi menampilkan hiburan spektakuler, bukanlah hal yang bijaksana. Banyak pilihan kegiatan yang kaya nilai dan moral. Berbagi ke panti asihan, tanam pohon, bersih-bersih sampah plastik hingga lomba inovasi maupun kesenian dan olah raga.

Terlalu banyak hal sederhana namun kaya nilai yang dapat dilakukan, jika dibandingkan dengan kegiatan konsumtif berlebih yang tak jarang juga memancing keributan. Apakah dengan pilihan-pilihan tersebut, kemudian sekolah harus takut karena akan dicap jadul atau ketinggalan zaman?

Menurut saya, itu kekhawatiran berlebihan. Justru saat ini, sekolah yang berani mengambil sikap dan langkah demikian justru dapat menjadi pelopor mengembalikan marwah sekolah sebagai pusat pendidikan berkualitas dan bermartabat.

Ini momentum yang tepat. Karena saya meyakini, sesungguhnya demikianlah sebagian besar ide dan pemikiran para siswa dan orang tua. Atau jika tidak segera bersikap, semua pemikiran akan terkontaminasi menjadi konsumtif karena risih dan takut dibilang ketinggalan zaman.

Debu lain yang tak kalah mengotori adalah, masih ada  tradisi buruk senioritas yang berisiko mencederai siswa yang lebih junior. Sekolah bukanlah institusi militer yang memerlukan pendekatan militeristik. Perploncoan sudah ditekankan lebih banyak pada penggojlokan intelektualitas. Dari alasan sederhana, karena kelak mereka harus menjadi masyarakat intelektual.

Demikian juga, gelagat pembentukan kelompok-kelompok di luar organisasi sesuai aturan seperti OSIS, pramuka, PMR, kelompok ilmiah atau kelompok peduli Aids, sebaiknya tidak diberikan ruang jika tidak memiliki visi dan misi yang selaras dengan visi dan misi sekolah. Organisasi semacam itu dapat menjadi kekuatan yang bukan tidak mungkin menjadi duri dalam daging dalam lingkungan sekolah.

Jajaran guru, organisasi resmi sekolah, komite sekolah dan pemangku kebijakan yang menaungi sekolah wajib bahu-membahu dan bergandengan tangan mengembalikan karakter sekolah yang cerdas dan intelek. [T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Besakih dan Medsos
Belajar dari Komeng
Pinjam Dulu Seratus!
Kita Semua Adalah Politisi
Nama-nama Orang Indonesia : Kreatifitas Atau Anu?
Tags: guruPendidikansekolahsiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membincangkan Rudolf Bonnet pada Program Library Talk di Museum Arma Ubud

Next Post

Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co