4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
July 12, 2024
in Esai
Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

Siswa SMKN 1 Petang melakukan kegiatan pendidikan pertanian di kebun sekolah | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

SUDAH sangat lumrah dipahami, pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di Indonesia, khususnya di Bali. Pariwisata memiliki peran penting dalam pembangunan Bali. Hal ini telah terbukti bahwa pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi, budaya, dan masyarakat Bali.

Pariwisata dijadikan sumber pendapatan utama bagi Bali. Pariwisata sendiri telah berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Masyarakat Bali. Sektor ini benar-benar memberikan sumbangan signifikan dalam bentuk devisa, yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Bali.

Dari sisi peluang, industri pariwisata menciptakan banyak lapangan kerja bagi penduduk lokal. Peluang tersebut telihat jelas mulai dari hotel, restoran, tour guide, kerajinan tangan dan seni budaya hingga berbagai sektor informal lainnya. Pariwisata memberikan peluang kerja yang luas dan dapat mengurangi angka pengangguran di Bali.

Peningkatan pariwisata juga mendorong pembangunan infrastruktur seperti jalan, bandara, pelabuhan, dan fasilitas umum lainnya. Hal ini tidak hanya memfasilitasi turis tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal.

Di lain pihak, pariwisata diyakini memainkan peran penting dalam pelestarian budaya Bali. Banyak tradisi, upacara, dan seni budaya yang tetap hidup dan berkembang karena sangat diminati wisatawan. Pemerintah dan masyarakat tampak telah berupaya menjaga kelestarian budaya ini untuk menarik wisatawan sekaligus menjaga identitas lokal.

Melalui berbagai program pariwisata berkelanjutan, masyarakat lokal diberdayakan untuk terlibat aktif dalam industri ini. Mereka diberikan pelatihan dan dukungan untuk mengembangkan usaha pariwisata, seperti homestay, kerajinan tangan, dan kuliner lokal.

Cukup menggembirakan memang, pariwisata telah mampu mendorong pertumbuhan sektor usaha lain, seperti pertanian, perikanan, dan industri kreatif misalnya. Dengan sendirinya, permintaan produk lokal oleh wisatawan dapat meningkatkan produksi dan pemasaran hasil pertanian dan perikanan. Bukan hanya itu, industri pariwisata juga diyakini telah mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Di antaranya, telah banyak program yang berfokus pada pengelolaan sampah, pelestarian terumbu karang, dan menjaga kebersihan pantai yang melibatkan wisatawan dan masyarakat.

Pariwisata memang telah berjasa memperkenalkan budaya Bali ke dunia internasional. Pariwisata pula yang menjadikan Bali sebagai destinasi global yang dikenal akan keindahan alam dan budayanya. Hal ini tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan tetapi juga memperkuat posisi tawar Bali dalam diplomasi budaya global itu sendiri.

Dari semua hal di atas, di tengah gemerlap pariwisata, sektor pertanian sering kali terabaikan. Di tengah-tengah derasnya gempuran teknologi digital saat ini, sektor pertanian sering dijadikan kedok bahwa seolah-olah telah digarap dengan baik dan bijaksana. Sejatinya, sektor pertanian saat ini tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja. Arus alih fungsi lahar semakin tidak terbendung. Semakin menujrunnya minat generasi muda berkecimpung menekuni bidang pertanian semakin tidak terelakkan.

Generasi muda (Bali) saat ini tengah berbondong-bondong ”hijrah” dari kehidupan pertanian menuju sektor lain, terutama pariwisata. Sektor pariwisata dianggap lebih cepat menghasilkan uang, lebih keren dan sejumlah alasan lainnya.

Bagi sebagian besar generasi muda Bali, pekerjaan di sektor pertanian adalah pekerjaan kotor, keras, dekil, dan miskin. Bahkan banyak yang berprasangka bahwa sektor pertanian tidak menjanjikan masa depan yang lebih baik, suram bahkan gelap.

Hilirisasi dari kenyataan di atas, secara pragmatis dunia pendidikan pun terkena imbasnya. Sekolah-sekolah pariwisata seakan-akan mendominasi sektor pendidikan SMK di Bali. Sebagian besar sekolah pariwisata mempunyai jumlah siswa yang sangat banyak. Bahkan di antaranya ada yang kewalahan dengan banyaknya siswa di sekolah tersebut. Makna terimplisit dari membludaknya siswa ini sudah tentu akan terjadinya persaingan yang demikian sengit di dunia kerja. Apakah hal ini tidak dijadikan pertimbangan oleh orang tua atau siswa sendiri sebelum memilih sekolah? Tentu itu kembali kepda pribadi masing-masing. Yang jelas, paradigma ini menunjukkan betapa tingginya kasta pariwisata di mata masyarakat Bali.

Kembali dari segi pendidikan, hanya sebagaian kecil masyarakat yang masih menganggap bahwa pertanian sebagai tumpuan dan harapan bagi masa depan yang lebih baik. Semboyan no farmer, no food, no future, no life hanyalah isapan jempol bagi sebagian orang. Namun demikian, ternyata sampai saat ini rupanya masih ada pula sekolah yang masih setia bergerak dalam bidang pertanian. Salah satunya sekolah yang tetap memperjuangkan keberpihakan akan pertanian tersebut adalah SMKN 1 Petang.

Siswa SMKN 1 Petang melakukan kegiatan pertanian | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

SMKN 1 Petang hadir sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berupaya melestarikan nilai-nilai luhur pertanian bagi peserta didiknya. SMKN 1 Petang terletak di ujung utara Kabupaten Badung, Bali, sebuah wilayah yang terkenal dengan keindahan alam, cuaca yang sejuk dan destinasi wisatanya. Daerah ini juga memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Sekolah inilah yang masih memfokuskan diri pada pendidikan kejuruan di bidang pertanian. SMKN 1 Petang yang dibangun tahun 2006 ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang handal dalam mengelola dan mengembangkan sektor pertanian.

Sistem subak yang menjadi warisan adi luhuing bagi masyarakat Bali dijadikan pedoman dalam pengembangan pendidikan pertanian di SMKN 1 Petang. Siswa dibina untuk mencintai kearifan lokal serta teknik budidaya yang baik dan benar. Nilai luhur persubakan Bali diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah ini. budaya pertanian, . Salah satu warisan yang adi luhung dan patut dilestarikan adalah subak. Apalagi kita ketahui bahwa di banyak tempat, subak hanya menyisakan plang nama saja. Nilai luhur subak ini senantiasa dijaga dan dipertahankan oleh warga SMKN 1 Petang agar tidak punah.

Lagi-lagi berbicara minat, ternyata tidak begitu banyak generasi muda (siswa) yang mau bergabung di sekolah pertanian. Hal ini ditandai oleh adanya penurunan jumlah siswa di SMKN 1 Petang ini. Menyadari hal tersebut,  SMKN 1 Petang tidak tinggal diam. Salah satu langkahnya adalah berupaya mengintegrasikan pertanian ke dalam bidang pariwisata. Tentu saja integrasi ini diharapkan dapat menciptakan sebuah simbiosis yang saling menguntungkan.

Dalam rangka menjembatani sinergitas pertanian dan pariwisata, SMKN 1 Petang menetapkan strategi dan upaya melalui pengintegrasian kurikulum dengan pariwisata. Selain itu juga menyelenggarakan pelatihan dan workshop mengenai teknik pertanian modern dan pengelolaan agrowisata kerap dilakukan. Melalui program SMK Pusat keunggulan (SMK PK), sangat gencar dilakukannya workshop dengan mengundang narasumber bidang pertanian dan pariwisata.

Siswa SMKN 1 Petang melakukan praktek pengolahan hasil-hasil pertanian | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

Strategi lain yang ditempuh adalah kolaborasi dengan Stakeholder melalui kerja sama dengan pemerintah, swasta, dan komunitas lokal untuk pengembangan program agrowisata. Yang tidak kalah menarik adalah mengadakan program magang di perusahaan bidang agribisnis dan tempat wisata yang mengusung konsep pertanian. Beberapa tempat magang berkelas tinggi pun dijamah, seperti Mimba Farm, Plaga Eco Park, The Sila’s, Strawberry Stop, PT. Cropnation Utama Lestari, Hotel Sent Regis, dan The Apurva Kempinsky Bali.

Upaya lain yang juga dilakukan oleh SMKN 1 Petang adalah inovasi dan diversifikasi produk. Dalam Upaya ini, dilakukan pengembangan produk-produk pertanian yang memiliki nilai tambah, seperti produk olahan dan kemasan. Untuk ini, SMKN 1 Petang juga telah bekerja sama dengan ACS Aerofood Tuban Badung, CV Pelangi Rex’s, Tans Backery, Nature Cakes, UD Supra Dinasty dan lain-lain.

Dalam pemasaran, SMKN 1 Petang telah memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk pertanian. Selain itu, dilakukan pula produksi dan pemasaran berbasis kearifan lokal untuk melayani kebutuhan kue yang digunakan pada saat ada upacara agama di lingkungan masyarakat sekitar.

Tentu saja, dari berbagai kegiatan di SMKN 1 Petang ini, diperoleh hasil dan dampak langsung yaitu adanya peningkatan keterampilan dan pengetahuan lulusan yang mumpuni di bidang pertanian dan pariwisata. Selain itu, telah terbukti lahirnya wirausahawan muda di bidang agribisnis dan agrowisata. Melalui kegiatan sekolah ini, simbiosis pertanian dan pariwisata mulai terlihat nyata. Banyak lulusan yang bekerja di kawasan agrowisata.

Para pendidik di SMKN 1 Petang | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

Melalui inovasi yang dilakukan di SMKN 1 Petang, secara masif, pertanian di Badung Utara dan sekitarnya lebih cepat berkembang. Hal ini membawa dampak  meningkatnya pendapatan dari sektor pertanian bagi masyarakatnya. Melalui pendidikan pertanian, mampu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan, yakni terwujudnya pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Walau penuh tantangan, perjuangan SMKN 1 Petang dalam mengembangkan pendidikan pertanian di tengah riuhnya pariwisata Bali terbilang berhasil. Melalui inovasi, kolaborasi, dan komitmen yang kuat, SMKN 1 Petang berhasil menunjukkan bahwa pertanian dan pariwisata dapat berjalan beriringan. SMKN 1 Petang terbukti menciptakan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan yang harmonis serta tetap menjunjung identitas budaya Bali.  [T]

Edi Juliana, Pemuda Pelopor Wakil Bali, Pemuda Tamblingan yang Tak Bosan Urus Pertanian
I Nyoman Mara, Petani Paprika dari Pancasari, Maju dan Sukses dengan Sistem Pertanian Digital
Melindungi Lahan Pertanian, Menyelamatkan Perekonomian
Tags: Pendidikanpendidikan pertanianpertanianpertanian balisekolahSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Next Post

Di Selasar Pensiun Rezza Kancil, Pembalap Road Race Legendaris Asal Buleleng

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails
Next Post
Di Selasar Pensiun Rezza Kancil, Pembalap Road Race Legendaris Asal Buleleng

Di Selasar Pensiun Rezza Kancil, Pembalap Road Race Legendaris Asal Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co