2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Edi Juliana, Pemuda Pelopor Wakil Bali, Pemuda Tamblingan yang Tak Bosan Urus Pertanian

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
May 29, 2024
in Persona
Edi Juliana, Pemuda Pelopor Wakil Bali, Pemuda Tamblingan yang Tak Bosan Urus Pertanian

Edi Juliana

ADA seorang pemuda, usianya 25 tahun, sejak kecil hingga kini tak bosan-bosan mengurus pertanian. Ia bisa disebut petani muda yang serius. Ia tinggal di wilayah Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.

Namanya I Komang Edi Juliana. Pernah dengar? Jika belum pernah, bisa cari nama akunnya di facebook, dan di situ akan tampak postingan gambar-gambar yang tak jauh-jauh dari dunia pertanian. Kadang ia mengirim pupuk, meninjau tanaman cabai, wortel, atau sayur-mayur, di sejumlah wilayah perkebunan di Bali.

Ia memang kerap berkeliling ke sejumlah desa di Bali, untuk bertemu petani, ngobrol, atau bekerjasama dengan petani untuk mendapatkan hasil pertanian yang bagus.

Beberapa hari ini namanya muncul di media sosial, bahwa ia terpilih sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pangan dari Provinsi Bali yang akan mempresentasikan perjuangan dan upaya-upaya yang dilakukannya untuk meningkatkan produksi pertanian di Bali, secara kualitas maupun secara kuantitas, ke tingkat nasional.

Apa itu Pemuda Pelopor?

Pemuda Pelopor, semacam lomba atau kompetisi, yang diikuti pemuda yang kreatif untuk mewujudkan gagasan menjadi sebuah karya atau kerja nyata. Gerakan kreatif itu dilakukan secara konsisten sehingga mampu memberi nilai dan manfaat bagi sendi kehidupan masyarakat.

Pemuda Pelopor diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana pada tiap-tiap daerah diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, di tingkat provinsi dan kabupaten.

Edi Juliana lolos sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pangan di tingkat Kabupaten Buleleng, lalu lolos lagi di tingkat Provinsi Bali sehingga dalam waktu dekat akan ikut secara nasional, dan bersaing dengan Pemuda Pelopor dari masing-masing provinsi di Bali.

Bersama mengolah pupuk kompos

Ada 5 bidang yang dilombakan  dalam ajang Pemuda Pelopor ini. Salah satunya adalah bidang pangan. Dan, Edi Juliana, ada bidang pangan, karena memang hal itulah yang selama ini menjadi gerakan yang konsisten ia lakukan.

“Kepeloporan menurut saya sangatlah penting karena arah perubahan berada di tangan pemuda,” kata Edi Juliana, Rabu, 29 Mei 2024.

Peranan pemuda di bidang pangan, kata Edi Juliana, sangatlah penting. Namun, ajang Pemuda Pelopor ini belum begitu populer atau masih asing  di telinga masyarakat.

“Kegiatan ini sudah berlangsung sangat lama, saya berharap dari apa yang sudah saya lakukan dapat memantik semangat generasi muda dalam memikirkan isu global dari pangan, seni budaya, lingkungan,sumberdaya alam ,dan pariwisata. tentunya sebagai penguat kecintaan pada bumi pertiwi,” ujar Edi Juliana.

Ketahanan Pangan Hortikultura

Edi Juliana mempresentasikan kepeloporan di bidang pangan melalui program Amerta Giri Lesung. Yakni Ketahanan Pangan Hortikultura (Wortel) Melalui Desa Mandiri Pupuk dan Olahan Berbasis Pangan Sehat.

Edi Juliana memaparkan, ia terus berupaya mengulik dan mencari ciri khas dari desanya di kawasan Tamblingan, Desa Munduk, dan sekitarnya. Dan ia berpikir soal wortel.

“Wortel adalah sayuran nomer dua yang wajib ada di meja makan,” katanya.

Menurut Edi Juliana, petani di dataran tinggi Buleleng sudah terbiasa menanam wortel varietas lokal namun kalah dari wortel berastagi segi harga di pasar. Karena wortel memang penting.

Wortel, kata Edi Juliana, merupakan sayuran yang bisa diolah menjadi apa saja dan memiliki nutrisi vitamin yang kompleks. Dari kegiatan yang ia lakukan, secara tidak sengaja ia membuat bibit wortel lokal pada petak wortel berastagi di lahan miliknya.

Lalu, terjadilah persilangan pada periode dan selanjutnya dari benih tersebut menghasilkan varietas baru, dan varietas baru itu memiliki keunggulan daya simpan lebih lama, rasa lebih manis, warna lebih cantik, dan lain-lain.

Edi Juliana (paling tengah) bersama petani dan juri Pemuda Pelopor

Edi Juliana bercerita, pada masa pandemi harga sayur sempat anjlok sampai tidak ada yang beli. Wortel yang ia tanam sebagian besar menjadi pakan ternak.

“Untuk itulah saya kemudian berpikir, apakah wortel tidak bisa dibuat olahan lain?” katanya.

Akhirnya ia melakukan riset bersama teman mencoba membuat aneka olahan dari wortel seperti nastar, krupuk, mie, bahkan sampai wine wortel. Dan itu berhasil. Dari keberhasilan itu, ia melakukan uji coba pada aneka sayur lain seperti pokcoy, brokoli, dan lain-lain, dan sayur-sayuran itu ternyata bisa dibuat olahan pangan sehat.

“Harapan saya ke depan, karena wilayah desa saya adalah kawasan pariwisata, juga tentu olahan ini bisa dijadikan oleh-oleh khas dari Desa Munduk, Buleleng, selain yang terkenal adalah kopi,” ujar Edi Juliana.

Mandiri Pupuk

Edi Juliana juga mengembangkan program mandiri pupuk. Kebetulan ia adalah produsen kompos organik dengan materi dasar berupa limbah ternak pada kelompok ternak yang ada di desanya.

Kemandirian ini penting, kata Juliana, karena menurunnya kualitas tanah karena aplikasi pupuk sintetis dan pupuk kandang mentah. Untuk itu ia melakukan pengolahan pu[puk organik. Awal mula dari satu pengolahan, kini berkembang menjadi empat tempat pengolahan.

“Saya mendampingi TPST Desa Adat Pemuteran untuk membantu mengatasi masalah pengolahan sampah organik,” ujarnya.

Edi Juliana bersama petani

Menurut Edi Juliana,  sampah yang berbahaya di lingkungan masyarakat adalah sampah plastik, tetapi sampah yang berbahaya di tempat pembuangan adalah sampah organik karena sedikitnya SDA yang mau mengolah secara mandiri sampah mereka.

Dalam satu tahun, ketika ia mendampingi TPST Pemuteran ini, tempat pengolahan mampu memproduksi 70 ton lebih kompos organik dan sudah didistribusikan terutama untuk petani di sekitarnya dan juga sudah diedarkan ke beberapa wilayah pertanian di Bali.

Edi Juliana mengatakan, aspek ketahanan pangan yang banyak orang ketahui selama ini hanya berfokus tentang hasil panen, namun kesehatan tanah dan tanaman adalah faktor utama untuk menunjang kesuksesan ketahanan pangan itu.

Untuk itulah ia terus berupaya mengangkat tema kearifan lokal untuk kemandirian desa itu yang telah ia pelajari dan lakukan sejak 2016 hingga sekarang.

“Sekarang kegiatan kepeloporan saya sudah dirasakan oleh lebih dari 500 orang petani di seluruh Bali,” katanya,

Ia juga melakukan gerakan yang bernama Petani Bertaring yaitu petani yang Berbudaya Tangguh dan Berdaya Saing sesuai pedoman kaidah budaya yang adi luhung, yakni Subak.

Untuk menuju Bali Pulau Organik ia juga mengembangkan program Bali Bantu Ayah Lindungi Ibu.

Lahir di Keluarga Petani

Ngomong-ngomong kenapa Edi Juliana, sebagai pemuda, begitu serius mengurus pertanian?

“Ssuka dengan pertanian karena menyadari lahir dan besar di keluarga petani dan lahir negara agraris. Ini membuat saya mencintai pertanian,” kata Edi Juliana.

Tepat pada tahun 2016,  ia benar-benar mulai serius pada bidang pertanian sampai saat ini.

“Dunia pertanian sangatlah memiliki peluang besar ke depanya, karena tak satu pun manusia mampu bertahan jika tidak ada makanan,” ujarnya.

Generasi muda kerap menganggap bahwa bertani adalah pekerjaan yang kotor,kumel, dan dekil, sehingga mereka enggan menjadi petani.

“Karena tak banyak yang mau jadi petani, maka, sebagai pemuda, saya merasa memiliki sedikit persaingan di dunia pertanian,” katanya.

Selamat, Edi Juliana, semoga sukses. [T]

Memberi Ruang Pada Gerak Slow-Tourism di Bali Utara
Di Balik Kemajuan Pariwisata Pemuteran Ada Nama Ketut Sutrawan Selamet
I Nyoman Mara, Petani Paprika dari Pancasari, Maju dan Sukses dengan Sistem Pertanian Digital
Tags: Desa MundukPemuda Peloporpertanianpertanian bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Next Post

Dua Ranperda Dibahas di DPRD Buleleng, Fraksi-Fraksi Sepakat

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Dua Ranperda Dibahas di DPRD Buleleng, Fraksi-Fraksi Sepakat

Dua Ranperda Dibahas di DPRD Buleleng, Fraksi-Fraksi Sepakat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co