13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Edi Juliana, Pemuda Pelopor Wakil Bali, Pemuda Tamblingan yang Tak Bosan Urus Pertanian

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
May 29, 2024
in Persona
Edi Juliana, Pemuda Pelopor Wakil Bali, Pemuda Tamblingan yang Tak Bosan Urus Pertanian

Edi Juliana

ADA seorang pemuda, usianya 25 tahun, sejak kecil hingga kini tak bosan-bosan mengurus pertanian. Ia bisa disebut petani muda yang serius. Ia tinggal di wilayah Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.

Namanya I Komang Edi Juliana. Pernah dengar? Jika belum pernah, bisa cari nama akunnya di facebook, dan di situ akan tampak postingan gambar-gambar yang tak jauh-jauh dari dunia pertanian. Kadang ia mengirim pupuk, meninjau tanaman cabai, wortel, atau sayur-mayur, di sejumlah wilayah perkebunan di Bali.

Ia memang kerap berkeliling ke sejumlah desa di Bali, untuk bertemu petani, ngobrol, atau bekerjasama dengan petani untuk mendapatkan hasil pertanian yang bagus.

Beberapa hari ini namanya muncul di media sosial, bahwa ia terpilih sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pangan dari Provinsi Bali yang akan mempresentasikan perjuangan dan upaya-upaya yang dilakukannya untuk meningkatkan produksi pertanian di Bali, secara kualitas maupun secara kuantitas, ke tingkat nasional.

Apa itu Pemuda Pelopor?

Pemuda Pelopor, semacam lomba atau kompetisi, yang diikuti pemuda yang kreatif untuk mewujudkan gagasan menjadi sebuah karya atau kerja nyata. Gerakan kreatif itu dilakukan secara konsisten sehingga mampu memberi nilai dan manfaat bagi sendi kehidupan masyarakat.

Pemuda Pelopor diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana pada tiap-tiap daerah diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, di tingkat provinsi dan kabupaten.

Edi Juliana lolos sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pangan di tingkat Kabupaten Buleleng, lalu lolos lagi di tingkat Provinsi Bali sehingga dalam waktu dekat akan ikut secara nasional, dan bersaing dengan Pemuda Pelopor dari masing-masing provinsi di Bali.

Bersama mengolah pupuk kompos

Ada 5 bidang yang dilombakan  dalam ajang Pemuda Pelopor ini. Salah satunya adalah bidang pangan. Dan, Edi Juliana, ada bidang pangan, karena memang hal itulah yang selama ini menjadi gerakan yang konsisten ia lakukan.

“Kepeloporan menurut saya sangatlah penting karena arah perubahan berada di tangan pemuda,” kata Edi Juliana, Rabu, 29 Mei 2024.

Peranan pemuda di bidang pangan, kata Edi Juliana, sangatlah penting. Namun, ajang Pemuda Pelopor ini belum begitu populer atau masih asing  di telinga masyarakat.

“Kegiatan ini sudah berlangsung sangat lama, saya berharap dari apa yang sudah saya lakukan dapat memantik semangat generasi muda dalam memikirkan isu global dari pangan, seni budaya, lingkungan,sumberdaya alam ,dan pariwisata. tentunya sebagai penguat kecintaan pada bumi pertiwi,” ujar Edi Juliana.

Ketahanan Pangan Hortikultura

Edi Juliana mempresentasikan kepeloporan di bidang pangan melalui program Amerta Giri Lesung. Yakni Ketahanan Pangan Hortikultura (Wortel) Melalui Desa Mandiri Pupuk dan Olahan Berbasis Pangan Sehat.

Edi Juliana memaparkan, ia terus berupaya mengulik dan mencari ciri khas dari desanya di kawasan Tamblingan, Desa Munduk, dan sekitarnya. Dan ia berpikir soal wortel.

“Wortel adalah sayuran nomer dua yang wajib ada di meja makan,” katanya.

Menurut Edi Juliana, petani di dataran tinggi Buleleng sudah terbiasa menanam wortel varietas lokal namun kalah dari wortel berastagi segi harga di pasar. Karena wortel memang penting.

Wortel, kata Edi Juliana, merupakan sayuran yang bisa diolah menjadi apa saja dan memiliki nutrisi vitamin yang kompleks. Dari kegiatan yang ia lakukan, secara tidak sengaja ia membuat bibit wortel lokal pada petak wortel berastagi di lahan miliknya.

Lalu, terjadilah persilangan pada periode dan selanjutnya dari benih tersebut menghasilkan varietas baru, dan varietas baru itu memiliki keunggulan daya simpan lebih lama, rasa lebih manis, warna lebih cantik, dan lain-lain.

Edi Juliana (paling tengah) bersama petani dan juri Pemuda Pelopor

Edi Juliana bercerita, pada masa pandemi harga sayur sempat anjlok sampai tidak ada yang beli. Wortel yang ia tanam sebagian besar menjadi pakan ternak.

“Untuk itulah saya kemudian berpikir, apakah wortel tidak bisa dibuat olahan lain?” katanya.

Akhirnya ia melakukan riset bersama teman mencoba membuat aneka olahan dari wortel seperti nastar, krupuk, mie, bahkan sampai wine wortel. Dan itu berhasil. Dari keberhasilan itu, ia melakukan uji coba pada aneka sayur lain seperti pokcoy, brokoli, dan lain-lain, dan sayur-sayuran itu ternyata bisa dibuat olahan pangan sehat.

“Harapan saya ke depan, karena wilayah desa saya adalah kawasan pariwisata, juga tentu olahan ini bisa dijadikan oleh-oleh khas dari Desa Munduk, Buleleng, selain yang terkenal adalah kopi,” ujar Edi Juliana.

Mandiri Pupuk

Edi Juliana juga mengembangkan program mandiri pupuk. Kebetulan ia adalah produsen kompos organik dengan materi dasar berupa limbah ternak pada kelompok ternak yang ada di desanya.

Kemandirian ini penting, kata Juliana, karena menurunnya kualitas tanah karena aplikasi pupuk sintetis dan pupuk kandang mentah. Untuk itu ia melakukan pengolahan pu[puk organik. Awal mula dari satu pengolahan, kini berkembang menjadi empat tempat pengolahan.

“Saya mendampingi TPST Desa Adat Pemuteran untuk membantu mengatasi masalah pengolahan sampah organik,” ujarnya.

Edi Juliana bersama petani

Menurut Edi Juliana,  sampah yang berbahaya di lingkungan masyarakat adalah sampah plastik, tetapi sampah yang berbahaya di tempat pembuangan adalah sampah organik karena sedikitnya SDA yang mau mengolah secara mandiri sampah mereka.

Dalam satu tahun, ketika ia mendampingi TPST Pemuteran ini, tempat pengolahan mampu memproduksi 70 ton lebih kompos organik dan sudah didistribusikan terutama untuk petani di sekitarnya dan juga sudah diedarkan ke beberapa wilayah pertanian di Bali.

Edi Juliana mengatakan, aspek ketahanan pangan yang banyak orang ketahui selama ini hanya berfokus tentang hasil panen, namun kesehatan tanah dan tanaman adalah faktor utama untuk menunjang kesuksesan ketahanan pangan itu.

Untuk itulah ia terus berupaya mengangkat tema kearifan lokal untuk kemandirian desa itu yang telah ia pelajari dan lakukan sejak 2016 hingga sekarang.

“Sekarang kegiatan kepeloporan saya sudah dirasakan oleh lebih dari 500 orang petani di seluruh Bali,” katanya,

Ia juga melakukan gerakan yang bernama Petani Bertaring yaitu petani yang Berbudaya Tangguh dan Berdaya Saing sesuai pedoman kaidah budaya yang adi luhung, yakni Subak.

Untuk menuju Bali Pulau Organik ia juga mengembangkan program Bali Bantu Ayah Lindungi Ibu.

Lahir di Keluarga Petani

Ngomong-ngomong kenapa Edi Juliana, sebagai pemuda, begitu serius mengurus pertanian?

“Ssuka dengan pertanian karena menyadari lahir dan besar di keluarga petani dan lahir negara agraris. Ini membuat saya mencintai pertanian,” kata Edi Juliana.

Tepat pada tahun 2016,  ia benar-benar mulai serius pada bidang pertanian sampai saat ini.

“Dunia pertanian sangatlah memiliki peluang besar ke depanya, karena tak satu pun manusia mampu bertahan jika tidak ada makanan,” ujarnya.

Generasi muda kerap menganggap bahwa bertani adalah pekerjaan yang kotor,kumel, dan dekil, sehingga mereka enggan menjadi petani.

“Karena tak banyak yang mau jadi petani, maka, sebagai pemuda, saya merasa memiliki sedikit persaingan di dunia pertanian,” katanya.

Selamat, Edi Juliana, semoga sukses. [T]

Memberi Ruang Pada Gerak Slow-Tourism di Bali Utara
Di Balik Kemajuan Pariwisata Pemuteran Ada Nama Ketut Sutrawan Selamet
I Nyoman Mara, Petani Paprika dari Pancasari, Maju dan Sukses dengan Sistem Pertanian Digital
Tags: Desa MundukPemuda Peloporpertanianpertanian bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Next Post

Dua Ranperda Dibahas di DPRD Buleleng, Fraksi-Fraksi Sepakat

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Dua Ranperda Dibahas di DPRD Buleleng, Fraksi-Fraksi Sepakat

Dua Ranperda Dibahas di DPRD Buleleng, Fraksi-Fraksi Sepakat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co