15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rwa Bhineda Pasti Ada

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
April 11, 2024
in Esai
Rwa Bhineda Pasti Ada

Foto ilustrasi dari penulis

SUDAH barang tentu tidak ada seseorang yang ingin sedih dalam kehidupan ini, semua orang menginginkan kebahagiaan. Namun pada realitasnya, hitam dan putih kehidupan pasti selalu ada. Kebahagiaan pasti akan selalu ditemani oleh kesedihan, kebaikan pasti akan selalu disertai kejahatan, serta kehidupan pasti akan selalu dihampiri kematian. Jadi bagaimana cara agar insan bisa menikmati dualitas yang menggelikan ini?

Semesta sebenarnya telah memberikan berbagai ajaran luhur tentang konsep dualitas yang tidak terbantahkan. Setiap konsep yang lahir, hadir sebagai jalan luhur untuk mengarahkan jiwa mencapai kebahagiaan abadi. Nah salah satunya adalah ajaran luhur yang dikenal dengan istilah Rwa Bhineda.

Secara etimologi, Rwa Bhineda terbentuk dari dua buah kata, yaitu ‘Rwa’ dan ‘Bhineda’, Rwaartinya dua, sementara Bhineda artinya berbeda. Dengan demikian, Rwa Bhineda adalah ajaran luhur yang mengisyaratkan pada dua hal berbeda, dua hal yang beroposisi, dua hal yang memiliki sifat bertentangan, namun selalu ada sebagai dualitas yang membuat hidup harmoni (Segara, 2000: 5). Dalam hal ini, Rwa Bhineda tergolong dalam Kasuistik “Oposisi Hubungan.”

Bahkan dalam sastra Siwaistik, dua hal yang beroposisi justru menjadi entitas yang berjasa dalam membentuk berbagai macam pengetahuan, kehidupan, alam semesta, beserta isi yang ada di dalamnya. Dualitas ini tertuang dalam konsep yang bernama Cetana dan Acetana. Cetana merupakan energi Tuhan sebagai sumber kehidupan berupa atma yang bersifat serba tahu, dan selalu ada untuk selamanya.Sementara Acetana merupakan unsur kebendaan yang memiliki sifat layaknya benda mati seperti batu, tanpa pengetahuan dan tidak kekal. Namun walaupun memiliki sifat yang bertentangan, dalam Wrhaspati Tattwa disebutkan (dalam Jendra dan Jumadiah, 2014: 11) “Atemu pwekang cetana lawan acetana, ya ta mangdadyaken sarwa tattwa” yang artinya “Bertemunya Cetana dengan Acetana melahirkan berbagai macam Tattwa.”

Kemudian dari sini, dikenal juga konsep Rwa Bhineda lainnya yaitu Purusa sebagai unsur jiwa dan Prakerti sebagai unsur pembentuk alam semesta, Sukla sebagai benih maskulin dan Swanita sebagai benih feminim. Ditemui juga, contoh Rwa Bhineda dalam berbagai sudut kehidupan yang lebih sederhana, seperti adanya siang dan malam, suka dan duka, panas dan dingin, ingat dan lupa, hitam dan putih, serta berbagai contoh lainnya.

Setelah mengetahui esensi dan contoh Rwa Bhineda dalam kehidupan, sebuah pertanyaan dasar pun muncul. Bagaimana memaknai ajaran Rwa Bhineda itu sendiri dalam mencapai kehidupan yang damai? Jawabannya, dapat ditemui lewat pesan Sang Kresna kepada Sang Arjuna dalam Bhagavad Gita 2. 15 (Maswinara, 1997: 123) yang berbunyi sebagai berikut:

yam hi na vyathayanty ete purusham purusharsabha,

sama-duhkha-sukham dhiram so ’mrtatvaya kalpate.

Terjemahannya:

“Orang yang tidak tergoyahkan oleh hal-hal ini, wahai pemimpin di antara manusia Arjuna, yang tetap sama dalam menerima kedukaan dan kesenangan, dan yang bijaksana, menjadikan dirinya layak untuk hidup abadi mencapai pembebasan.”

Dengan mengetahui pengetahuan akan hakikat Rwa Bhineda, kemudian ditambah dengan adanya petuah luhur, sudah sepatutnya manusia yang dibekali dengan Citta atau alam pikiran mampu memaknai ajaran Rwa Bhineda dengan menerima segala dualitas yang ada di dunia ini. Jangan terlalu menyombongkan diri jika diri menerima kesenangan, dan jangan juga terlalu berlarut-larut sedih ketika diri mengalami kemalangan. Mari sama-sama berusaha tetap bersikap seimbang, menerima segala dualitas yang ada baik itu panas dan dingin, suka dan duka dengan tangan terbuka sesuai hukum Rta dan Karma yang berjalan. layaknya pesan seorang Guru Bijaksana yang pernah berujar (Prama, 2009: 10):

“Orang yang tenang ketika dalam suka adalah jiwa yang biasa, namun orang yang sudah terbiasa tenang baik dalam suka maupun duka ialah jiwa yang luar biasa.”

DAFTAR PUSTAKA

Jendra, Jro Mangku Nyoman & Jumadiah, Sri. 2018.Kapamangkuan, Wrhaspati Tattwa. Denpasar: Dharma Pura.

Prama, Gede. 2009. Bali Shanti: Percikan-percikan Renungan dari Kedalaman Keheningan. Surabaya: Paramita.

Maswinara, I Wayan. 1997. Bhagavad Gita: Dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Surabaya: Paramita.

Segara, Nyoman. 2000. Mengenal Barong & Rangda. Surabaya: Paramita.


BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi
Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
Wahai Wakil Rakyat Terpilih dalam Pemilu, Resapilah Ini Untuk Jadi Pemimpin yang Teladan
Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya
Tags: renunganRwa Bhinedasastra bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Uyang Paling”, Hadiah Dek Ulik untuk Ulang Tahun Widi Widiana

Next Post

Kegembiraan dan Kecemasan, Setelah Tiga Buku dari Belanda Dikembalikan ke Gedong Kirtya

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Kegembiraan dan Kecemasan, Setelah Tiga Buku dari Belanda Dikembalikan ke Gedong Kirtya

Kegembiraan dan Kecemasan, Setelah Tiga Buku dari Belanda Dikembalikan ke Gedong Kirtya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co