4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

𝗖𝗘𝗖𝗘𝗞 𝗝𝗔𝗝𝗔 𝗦𝗔𝗠𝗨𝗔𝗡 𝗕𝗔𝗡𝗧𝗘𝗡 𝗦𝗔𝗥𝗔𝗦𝗪𝗔𝗧𝗜

Sugi Lanus by Sugi Lanus
July 14, 2024
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

– 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀 [Salah satu lembar catatan harian yang ditulis ketika kuliah S1 tahun 1992-1997, untuk mengenang Mpu Lutuk].

(I)

Bila ibu saya membicarakan perihal leluhur, ida batara, dan hal-hal spiritual lainnya, atau sedang sembayang — dan bersamaan dengan itu cecak berbunyi, ibu biasanya menanggapi atau menyahuti suara cecak itu dengan jawaban: “patut”.

Kebiasaan ini konon turun-temurun didapatkan, dan memberikan semacam kelegaan bila mengungkapkannya. Semacam keyakinan atau kepercayaan ini pun menurun kepada saya. Lalu saya pun biasanya menyahuti cecak bila membicarakan perihal spiritual-mistis, walaupun suara “parut ” itu tidak saya ucapkan seperti yang ibu saya lakukan; saya biasanya menyahuti suara cecak itu dengan ungkapan: “patut”, dalam hati saja.

Kalau dengan kata “patut” saja adalah ungkapan ibu saya dalam menanggapi suara cecak itu, selanjutnya saya mengenal ada orang lain yang menanggapi cecak seperti ibu saya, namun dengan ungkapan yang lebih panjang: “Singgih Saraswati”.

Setelah saya mengenal ungkapan yang lebih panjang dan mengkaitkan suara cecak dengan keberadaan Sang Hyang Aji Saraswati, terasa lebih menarik secara spiritual di benak saya. Terlebih setelah saya mengetahui dalam banten Sarawati terdapat jaja samuan berupa dua ekor cecak dengan telur dan sarangnya, maka lengkaplah kait-mengkait cecak dengan Sang Hyang Saraswati.

Belakangan, saya mendengar sebuah kupasan menarik tentang arti keberadaan makna jajan samuan yang berupa cecek dalam banten Saraswati ini.

Dikatakan, cecak dalam bahasa Bali adalah cecek. ‘Cecek’ sama dengan carik: satu carik sama dengan tanda koma, dua carik sama dengan titik. Dalam aksara Bali cecek juga memberikan suara ‘ng’ dalam peranannya sebagai busana aksara.

Demikianlah, cecek dalam aksara Bali menjadikan aksara lain berdengung, sebagai dengung bijah mantra, sebagai dengung suara kumbang hitam. Konon, merupakan dengung suara semesta.

(II)

Terlihat di sini ada tiga runutan peristiwa:

Pertama, adanya kepercayaan akan suara cecak sebagai ukuran kebenaran keadaan yang diwariskan secara turun-temurun dengan lisan dalam masyarakat Bali.

Kedua, bertemunya kepercayaan yang turun-temurun masyarakat Bali ini dengan pengaruh keyakinan teologis India pada Dewi Saraswati. Dan kepercayaan yang diwariskan turun-temurun dalam masyarakat Bali tentang cecak ini, selanjutnya direkam dalam bentuk sajen atau perangkat ritual; dalam bentuk jaja saman berupa dua ekor cecak dengan telur dan sarangnya sebagai simbol atau lambang dalam banten Saraswati.

Ketiga, adanya pengetahuan aksara atau keberaksargan memberikan peluang dikupasnya kembali makna simbol atau lambang yang bersumber dari tradisi lisan ini. Pengetahuan tulis atau aksara memberikan kemungkinan untuk membahasakan kembali secara spiritual-filosifis simbol dan lambang yang terdapat cecak dalam banten Saraswati.

(III)

Tidak semua teman-teman sebaya saya yang terlahir era 70-an secara langsung tahu adanya kepercayaan dan kebiasaan menyahuti cecak ini dari orang tuanya, apalagi generasi 80-an atau 90-an. Dan hampir selalu ada semacam yang ‘path’ dari ketiga runutan peristiwa yang terjadi.

Kalau mereka tahu adanya peristiwa pertama: kepercayaan akan suara cecak sebagai ukuran kebenaran keadaan dan kebiasaan menyahutinya, mereka ada yang tidak tahu adanya peristiwa kedua: jajan saman yang berupa cecak dalam benten Saraswati. Sehingga bagaimana mungkin mereka berpikir bahwa peristiwa kedua: sebagai kelanjutan adanya jajan samuan yang berupa cecak sebagai lanjutan dari peristiwa pertama.

Kalau mereka tahu peristiwa pertama dan peristiwa kedua, kadang mereka tidak berpikir untuk mengkaitkannya.

Ditambah dengan pengetahuan bahasa dan aksara Bali di kalangan generasi yang terlahir tahun 70-an dan tahun 80-an semakin merosot, maka peristiwa pertama akan berhenti sampai peristiwa kedua.

Akibat pengetahuan yang tidak mendalam pada bahasa dan aksara Bali, kecil kemungkinan mendapat mengupas kembali makna peristiwa kedua: Apa makna dan arti simbol atau lambang jajan samuan yang berupa dua ekor cecak dalam banten Saraswati?

Mereka tidak dapat memasuki peristiwa ketiga, yaitu: mengupas dan membahasakan makna dan arti simbol dan lambang yang merupakan rekaman kepercayaan masyarakat yang turun-temurun dan bertemu dengan keyakinan teologis tentang Dewi Saraswati yang merupakan pengaruh pre-modern India.

Bila terjadi hal seperti ini, proses budaya mengalami stagnanasi atau berhenti mengambang sampai di sini.

Jaja samuan berupa cecak dalam banten Saraswati nasibnya akan memperihatinkan, makna simbol dan lambangnya menjadi tak lebih sebagai hiasan atau pernik-pernik sesajen yang harus dilaksanakan karena mula keto.

Ungkapan mula keto memang lahir dari situasi seperti ini. Ketika masyarakat tak lagi bisa membahasakan atau mengupas nilai-nilai dari sajen-sajen dan perangkat-perangkat ritual lainnya merupakan simbol dan lambang dari suatu kepercayaan, dan atau kristalisasi makna tatwa atau nilai-nilai religious-filosofis — setidaknya dalam keyakinan saya!

Jajan samuan yang berupa cecak dalam banten Saraswati hanyalah sebuah contoh saja dari kekayaan perangkat-perangkat ritual masyarakat Bali yang melimpah ruah.

Tantangan kita selanjutnya adalah bagaimana agar sajen, banten dan simbol atau lambang yang terdapat dalam perangkat-perangkat ritual masyarakat Bali tidak hanya berhenti sebagai mula keto saja. Untuk itu, mungkin semestinya kita secara bersama berupaya mengembangkan semacam “hermeneutik cara Bali” untuk mengupas dan membahasakan simbol-simbol dan lambang-lambang in kembali secara religious-filosofis.

Kupasan-kipasan inilah yang perlu kita wariskan sebagai pendamping pewarisan bebantenan, canang, sajen-sajen, dan perangkat-perangkat ritual yang ada. Sungguh bahan-bahan, rupa dan bentuk, isi, dan nama dari sajen, banten, dan perangkat-perangkat ritual masyarakat Bali adalah lautan luas pengkristalan nilai-nilai religious-filosofis yang tak habis-habis untuk kita renungi. [T]

BACA artikel lain dari penulis SUGI LANUS

MEDITASI TENGKORAK
SEBARIS DOA | Catatan Harian Sugi Lanus
GORIS PUN PERNAH SALAH MENULIS BESAKIH
Tags: Dewi SaraswatiHari Raya SaraswatiHari Saraswati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru, Ojol,  dan Cerita Tentang Pekerjaan Sampingan

Next Post

Nyoman Sujena, Bima yang Nyakcak Sekuni itu Kini Nyujur Sunialoka  

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Nyoman Sujena, Bima yang Nyakcak Sekuni itu Kini Nyujur Sunialoka  

Nyoman Sujena, Bima yang Nyakcak Sekuni itu Kini Nyujur Sunialoka  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co