24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

๐—–๐—˜๐—–๐—˜๐—ž ๐—๐—”๐—๐—” ๐—ฆ๐—”๐— ๐—จ๐—”๐—ก ๐—•๐—”๐—ก๐—ง๐—˜๐—ก ๐—ฆ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ฆ๐—ช๐—”๐—ง๐—œ

Sugi Lanus by Sugi Lanus
July 14, 2024
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

โ€“ ๐—ฆ๐˜‚๐—ด๐—ถ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€ [Salah satu lembar catatan harian yang ditulis ketika kuliah S1 tahun 1992-1997, untuk mengenang Mpu Lutuk].

(I)

Bila ibu saya membicarakan perihal leluhur, ida batara, dan hal-hal spiritual lainnya, atau sedang sembayang โ€” dan bersamaan dengan itu cecak berbunyi, ibu biasanya menanggapi atau menyahuti suara cecak itu dengan jawaban: “patut”.

Kebiasaan ini konon turun-temurun didapatkan, dan memberikan semacam kelegaan bila mengungkapkannya. Semacam keyakinan atau kepercayaan ini pun menurun kepada saya. Lalu saya pun biasanya menyahuti cecak bila membicarakan perihal spiritual-mistis, walaupun suara “parut ” itu tidak saya ucapkan seperti yang ibu saya lakukan; saya biasanya menyahuti suara cecak itu dengan ungkapan: “patut”, dalam hati saja.

Kalau dengan kata “patut” saja adalah ungkapan ibu saya dalam menanggapi suara cecak itu, selanjutnya saya mengenal ada orang lain yang menanggapi cecak seperti ibu saya, namun dengan ungkapan yang lebih panjang: “Singgih Saraswati”.

Setelah saya mengenal ungkapan yang lebih panjang dan mengkaitkan suara cecak dengan keberadaan Sang Hyang Aji Saraswati, terasa lebih menarik secara spiritual di benak saya. Terlebih setelah saya mengetahui dalam banten Sarawati terdapat jaja samuan berupa dua ekor cecak dengan telur dan sarangnya, maka lengkaplah kait-mengkait cecak dengan Sang Hyang Saraswati.

Belakangan, saya mendengar sebuah kupasan menarik tentang arti keberadaan makna jajan samuan yang berupa cecek dalam banten Saraswati ini.

Dikatakan, cecak dalam bahasa Bali adalah cecek. ‘Cecek’ sama dengan carik: satu carik sama dengan tanda koma, dua carik sama dengan titik. Dalam aksara Bali cecek juga memberikan suara ‘ng’ dalam peranannya sebagai busana aksara.

Demikianlah, cecek dalam aksara Bali menjadikan aksara lain berdengung, sebagai dengung bijah mantra, sebagai dengung suara kumbang hitam. Konon, merupakan dengung suara semesta.

(II)

Terlihat di sini ada tiga runutan peristiwa:

Pertama, adanya kepercayaan akan suara cecak sebagai ukuran kebenaran keadaan yang diwariskan secara turun-temurun dengan lisan dalam masyarakat Bali.

Kedua, bertemunya kepercayaan yang turun-temurun masyarakat Bali ini dengan pengaruh keyakinan teologis India pada Dewi Saraswati. Dan kepercayaan yang diwariskan turun-temurun dalam masyarakat Bali tentang cecak ini, selanjutnya direkam dalam bentuk sajen atau perangkat ritual; dalam bentuk jaja saman berupa dua ekor cecak dengan telur dan sarangnya sebagai simbol atau lambang dalam banten Saraswati.

Ketiga, adanya pengetahuan aksara atau keberaksargan memberikan peluang dikupasnya kembali makna simbol atau lambang yang bersumber dari tradisi lisan ini. Pengetahuan tulis atau aksara memberikan kemungkinan untuk membahasakan kembali secara spiritual-filosifis simbol dan lambang yang terdapat cecak dalam banten Saraswati.

(III)

Tidak semua teman-teman sebaya saya yang terlahir era 70-an secara langsung tahu adanya kepercayaan dan kebiasaan menyahuti cecak ini dari orang tuanya, apalagi generasi 80-an atau 90-an. Dan hampir selalu ada semacam yang ‘path’ dari ketiga runutan peristiwa yang terjadi.

Kalau mereka tahu adanya peristiwa pertama: kepercayaan akan suara cecak sebagai ukuran kebenaran keadaan dan kebiasaan menyahutinya, mereka ada yang tidak tahu adanya peristiwa kedua: jajan saman yang berupa cecak dalam benten Saraswati. Sehingga bagaimana mungkin mereka berpikir bahwa peristiwa kedua: sebagai kelanjutan adanya jajan samuan yang berupa cecak sebagai lanjutan dari peristiwa pertama.

Kalau mereka tahu peristiwa pertama dan peristiwa kedua, kadang mereka tidak berpikir untuk mengkaitkannya.

Ditambah dengan pengetahuan bahasa dan aksara Bali di kalangan generasi yang terlahir tahun 70-an dan tahun 80-an semakin merosot, maka peristiwa pertama akan berhenti sampai peristiwa kedua.

Akibat pengetahuan yang tidak mendalam pada bahasa dan aksara Bali, kecil kemungkinan mendapat mengupas kembali makna peristiwa kedua: Apa makna dan arti simbol atau lambang jajan samuan yang berupa dua ekor cecak dalam banten Saraswati?

Mereka tidak dapat memasuki peristiwa ketiga, yaitu: mengupas dan membahasakan makna dan arti simbol dan lambang yang merupakan rekaman kepercayaan masyarakat yang turun-temurun dan bertemu dengan keyakinan teologis tentang Dewi Saraswati yang merupakan pengaruh pre-modern India.

Bila terjadi hal seperti ini, proses budaya mengalami stagnanasi atau berhenti mengambang sampai di sini.

Jaja samuan berupa cecak dalam banten Saraswati nasibnya akan memperihatinkan, makna simbol dan lambangnya menjadi tak lebih sebagai hiasan atau pernik-pernik sesajen yang harus dilaksanakan karena mula keto.

Ungkapan mula keto memang lahir dari situasi seperti ini. Ketika masyarakat tak lagi bisa membahasakan atau mengupas nilai-nilai dari sajen-sajen dan perangkat-perangkat ritual lainnya merupakan simbol dan lambang dari suatu kepercayaan, dan atau kristalisasi makna tatwa atau nilai-nilai religious-filosofis โ€” setidaknya dalam keyakinan saya!

Jajan samuan yang berupa cecak dalam banten Saraswati hanyalah sebuah contoh saja dari kekayaan perangkat-perangkat ritual masyarakat Bali yang melimpah ruah.

Tantangan kita selanjutnya adalah bagaimana agar sajen, banten dan simbol atau lambang yang terdapat dalam perangkat-perangkat ritual masyarakat Bali tidak hanya berhenti sebagai mula keto saja. Untuk itu, mungkin semestinya kita secara bersama berupaya mengembangkan semacam “hermeneutik cara Bali” untuk mengupas dan membahasakan simbol-simbol dan lambang-lambang in kembali secara religious-filosofis.

Kupasan-kipasan inilah yang perlu kita wariskan sebagai pendamping pewarisan bebantenan, canang, sajen-sajen, dan perangkat-perangkat ritual yang ada. Sungguh bahan-bahan, rupa dan bentuk, isi, dan nama dari sajen, banten, dan perangkat-perangkat ritual masyarakat Bali adalah lautan luas pengkristalan nilai-nilai religious-filosofis yang tak habis-habis untuk kita renungi. [T]

BACA artikel lain dari penulisย SUGI LANUS

MEDITASI TENGKORAK
SEBARIS DOA | Catatan Harian Sugi Lanus
GORIS PUN PERNAH SALAH MENULIS BESAKIH
Tags: Dewi SaraswatiHari Raya SaraswatiHari Saraswati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru, Ojol, ย dan Cerita Tentang Pekerjaan Sampingan

Next Post

Nyoman Sujena, Bima yang Nyakcak Sekuni itu Kini Nyujur Sunialoka ย 

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Selamat Datang di Negara โ€œClickbaitโ€

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:ย  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk โ€œSampahโ€, Keluar โ€œSampahโ€

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Nyoman Sujena, Bima yang Nyakcak Sekuni itu Kini Nyujur Sunialoka ย 

Nyoman Sujena, Bima yang Nyakcak Sekuni itu Kini Nyujur Sunialoka ย 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara โ€œClickbaitโ€

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat โ€˜Samarasฤโ€™
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat โ€˜Samarasฤโ€™

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:ย  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium โ€œHuniโ€: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium โ€œHuniโ€: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:ย  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright ยฉ 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright ยฉ 2016-2025, tatkala.co