4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Petualangan Don Quixote: Kegilaan Bersahabat dengan Keberanian

Karisma Nur Fitria by Karisma Nur Fitria
June 29, 2024
in Ulas Buku
Petualangan Don Quixote: Kegilaan Bersahabat dengan Keberanian

Foto: Karisma Nur fitria

Judul : Petualangan Don Quixote
Genre : Fiksi (Terjemahan)
Penulis : Miguel De Cervantes
Penerbit : Imortal Publishing
Tahun Terbit : Cetakan IV, Oktober 2023
Halaman : 124 halaman

***

“Petualangan Don Quixote, inilah novel yang menggebyarkan gagasan bahwa pena lebih kejam dari pedang”.

Sebuah kalimat terakhir pada halaman pengatar buku ini mungkin sekali membuat pembaca berpikir. Bagaimana mungkin pena lebih kejam dari pedang? Mungkin. Cervantes membuktikannya melalui tokoh bernama Don Quixote. Seorang kesatria yang menempatkan dirinya pada sebuah kegilaan dan keberanian sebab buku yang dibacanya.

Petualangan Don Quixote merupakan sebuah cerita fiksi bergenre fantasi. Novel ini berkisah tentang petualangan seorang pria tua yang mengaku dirinya sebagai seorang kesatria. Bukan tanpa alasan, pikiran-pikiran liarnya itu bersumber dari buku kepahlawanan yang dibacanya. Ia telah menjadi “gila” karena buku-buku kecintaannya itu.

Pikiran liar dalam mengimajinasikan diri tengah berada pada sebuah pertempuran atau petualangan-petualangan hebat terinfeksi dari kisah kepahlawanan yang dibacanya. Tidak sendirian, Don Quixote ditemani oleh pengawal setia Sancho dan bayangan kekasihnya Dulcinea. Setiap pengembaraan kesatria gila atau pemberani itu nyaris selalu mengantarkannya pada kenestapaan –bagi yang membaca-.

Petualangan Don Quixote yang penuh dengan imajinasi akan membawa pembaca terpengaruh terhadap apa yang dilihat tokoh ini. Layaknya Sancho yang merubah ketidakpercayaannya menjadi rasa kagum terhadap tuannya. Akan tetapi, sayangnya ini tetaplah kegilaan pikiran pria tua bernama Alonso Quixano. Hingga akhirnya ia ditinggalkan kegilaannya setelah proses pertemuan menuju Tuhan.

Batas Antara Kegilaan dan Keberanian

Don Quixote bersama kegilaannya telah menjadi dungu dan tidak terkendalikan. Cervantes menunjukkan bahwa kegilaan dan keberanian memiliki batas yang amat tipis. Kedua sifat inilah yang merasuki Don Quixote –Kesatria Berwaajah Sedih-. Tentu saja, jika tidak manakah mungkin seseorang bisa bertahan hidup setelah babak belur di hajar 20 orang kurir paket. Atau manakah mungkin seseorang memiliki keberanian membuka kandang singa tanpa rasa getir.

“Setelah pintu itu terbuka, tampaklah singa yang sangat besar. Ia tengah berbaring; tiba-tiba bangun dan meregangkan badannya; mulai mengusap-usap debu di matanya dan. Setelah itu, menjilati tubuhnya pelan-pelan. Kemudian, mengeluarkan kepalanya dari kandang dan memandang sekelilingnya dengan sinar matanya yang merah. Satu tatapan yang kuasa menciutkan nyali seseorang pemberani sekalipun. Namun, Don Quixote tidak beringsut sedikit pun. Dia menunggu singa itu melompat keluar kandang dan mendekat, sehingga dia bisa mencincangnya menjadi kecil-kecil” (halaman 111)

Kutipan di atas adalah bukti kegilaan sekaligus keberanian sang Kesatria Berwajah Sedih. Ia menantang seekor singa karena menganggap itu jelmaan penyihir –musuhnya-. Akan tetapi, dengan berani pula Don Quixote menghadapi singa yang bukan tandingan manusia dalam memangsa. Tentu saja ia merasa kurang puas karena tidak melawan singa itu. Meski demikian, ia cukup puas karena keberaniannya yang dianggap sudah cukup berbalik menciutkan sang raja hutan itu.

Batas antara kegilaan dan keberanian itu nyatanya bersimpangan. Hal inilah yang berusaha disampaikan oleh Cervantes melalui tokoh Don Quixote melalui petualangan-petualangannya. Sebagai seorang kesatria dengan kegilaannya itu justru membuatnya menjadi seorang yang penuh keberanian. Kesatria gila itu nyatanya juga kesatria pemberani.

Ia tidak mempedulikan perkataan Sancho terkait kebenaran raksasa yang dilawan tuannya tidak lain hanyalah kincir angin besar.  Imajinasi yang dibawa oleh Don Quixote benar-benar membius pembaca. Meski sedikit “aneh” untuk mempercayainya tetapi bersiaplah untuk menuruti pikiran liar sang kesatria gila itu.

Masih banyak kisah petualangan-petualangan Don Quixote sepanjang pengembaraannya. Berbagai kisah nelangsa atau kehebatannya sebagai kesatria dapat mengasah imajinasi pembaca. Petualangan yang tentu saja didasari gagasan-gagasan gila dan liar. Imajinasinya berhasil memikat pembaca untuk betah mengejar bagian cerita selanjutnya.

Novel Petualangan Don Quixote ini membeberkan kisah petualangan yang ringan dibaca.  Cervantes berhasil membawa pembaca larut dalam diksi yang sederhana. Pengimajinasian yang dihadirkan dalam cerita menjadi keunikan tersendiri. Buku ini sukses diterjemahkan oleh pihak terkait karena mengemasnya dalam bahasa Indonesia yang indah serta menyesuaikan bahasa sasaran. Contohnya terdapat penggunaan kata “edan” dalam novel ini. Hal seperti ini penting diperhatikan demi kenyamanan dan kesesuaian peralihan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran.

Novel Petualangan Don Quixote telah diterjemahkan dalam pelbagai bahasa di belahan dunia. Tidak heran buku karya pengarang besar Miguel De Cervantes ini menjadi perbincangan sepanjang masa. Buku yang berisi kisah petualangan penuh imajinasi ini cocok untuk diaca oleh semua kalangan khususnya remaja karena bahasa yang digunakan nyaman dan mudah dipahami. Semua orang bisa menikmati kisah petualangan Don Quixote dengan imajinasinya yang liar. [T]

Pikiran dan Luka Tak Berdarah dalam Diri – Ulasan Buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?”
Merayakan Kemurungan Bersama Sarah Monica
Membaca Puisi Penyair Kupu-Kupu : Ulasan Kumpulan Puisi I Made Suantha “Kukubur Hidup Hidup Puisiku Dalam Hidupku”
Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis
Rendezvous: Puisi-puisi yang Melawan Keberserakan Kata-kata
Tags: Bukuresensi buku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pekik Takbir Malam Hari Raya | Cerpen Khairul A. El Maliky

Next Post

Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Mahasiswi berusia 20 tahun yang sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta. Memiliki ketertarikan dalam bidang kepenulisan berbagai genre baik fiksi maupun non fiksi. Tengah berusaha mengembangkan project humanity @katabantu_ dengan konsep menjual e-book karya sastra dan 100% hasil penjualannya akan didonasikan untuk aksi kemanusiaan.

Related Posts

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails
Next Post
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co