25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 10, 2024
in Persona
Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Gotawa di depan lukisan “Wayang Muncul Lagi”. Foto: tatkala.co/Dede

GOTAWA punya dua kebiasaan: mengikuti kegiatan sosial dan melukis. Kebiasaan yang pertama paling tidak ia lakukan beberapa kali setiap bulan. Kebiasaannya yang kedua ia curahkan setiap ada kesempatan, atau kapan pun Gotawa mau.

Kala itu adalah hari terakhir pelaksanaan pameran Arscademia #3 yang bertajuk “Spectrum of Hope”. Pameran yang dihelat di Gedung Kriya Taman Budaya Bali (Art Centre) ini melibatkan 42 mahasiswa dari 7 perguruan tinggi seni dan desain di Bali.

Sebagai orang yang gemar melukis, Gotawa tentu tak mau menyia-nyiakan kesempatan, ia juga turut memamerkan lukisannya dalam pameran itu. Ini bukanlah pameran pertama yang diikuti olehnya, ia juga sempat mengikuti pameran di berbagai event. Tetapi untuk pameran Arscademia ini, adalah kali pertama ia bergabung.

Gotawa merupakan mahasiswa semester lima di program studi Pendidikan Seni Rupa, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Nama lengkapnya Putu Agus Gotawa, kawan-kawannya kerap menyapa dengan panggilan ‘Go’.

Pemuda yang lahir di Denpasar pada 11 April 2004 ini dikenal sebagai orang yang selalu aktif berkegiatan, ia selalu ingin mencoba hal-hal baru, tak jarang juga nyeleneh. Namun, itulah yang membuatnya menjadi unik, beda dari yang lain. Tentu saja ia masih muda, tetapi orang-orang terkadang terkecoh dengan usianya, karena penampilannya yang sering kali nyentrik.

Suasana pameran Arscademia #3 pada hari pertama | Foto: akun Instagram @guratinstitute

Pada pameran Arscademia #3 yang lalu, Gotawa menyajikan lukisan ekspresif yang ia beri judul “Wayang Muncul Lagi”. Sepenglihatan saya selama berkeliling di pameran itu, lukisan Gotawa adalah salah satu lukisan yang bernuansa tradisi dan satu-satunya lukisan yang menggunakan wayang sebagai objeknya.

Saya beberapa kali sempat menyambangi pameran-pameran yang diikuti oleh Gotawa, satu hal yang baru saya sadari adalah, ia merupakan pelukis yang menganut aliran ekspresif (ekspresionisme) dan cenderung menggunakan wayang sebagai objek lukisannya. Tentu, ini menjadi identitas dan ciri khas dari karya-karyanya.

Saat saya memasuki ruang pameran Arscademia #3, dari kejauhan saya sudah bisa mengenali yang mana lukisan Gotawa, saya pun langsung menghampiri lukisan tersebut untuk memastikan. Dan benar saja, lukisan wayang berukuran A3 itu adalah lukisan miliknya, tak ada partisipan lain yang melukis seperti itu.

Saya jadi teringat dengan novel Senja di Candidasa karya Gde Aryantha Soethama, sebuah novel yang menceritakan tentang lukisan wayang klasik yang lenyap dicuri. Barangkali lukisan wayang memang sebernilai itu, bisa saja suatu saat nanti lukisan wayang Gotawa menjadi lukisan yang dicari-cari dan diburu.

Pameran Arscademia #3 ini merupakan giat kolaborasi antara Taman Budaya Bali (Art Centre) dengan Gurat Art Project (Gurat Institute). Pameran tersebut dibuka pada 5 November 2024, dan berlangsung sampai 7 November 2024 lalu.

Mengutip dari akun Instagram @guratinstitute, gagasan awal pameran Arscademia yakni hendak menjembatani pertukaran ide dan pengalaman, serta memantik dialog dan inspirasi antara mahasiswa satu dengan lainnya. Juga bagi beberapa mahasiswa, sebagai tahap awal menata langkah mereka memasuki lebih dalam dunia seni rupa.

Lukisan “Wayang Muncul Lagi” karya Putu Agus Gotawa. Foto: tatkala.co/Dede

Hari terakhir pameran tampak sepi pengunjung, barangkali sudah banyak yang terpuaskan sedari hari pertama dan kedua. Awalnya saya hanya seorang diri menikmati pameran itu, hanya sendiri bersama 42 lukisan yang terpajang di dinding ruangan.

Tak berselang lama, Gotawa pun datang, rasanya seperti bertemu sahabat lama, Kami memang satu kampus, namun berbeda angkatan dan program studi. Kami amat jarang bertemu, tetapi sekalinya bersua, kami bisa bercakap-cakap panjang lebar, walaupun biasanya hanya obrolan ngalor-ngidul, tak jelas arahnya.

Gotawa ternyata memang ada di sana selama tiga hari pelaksanaan pameran tersebut. Ia selalu datang setiap harinya untuk melihat situasi pameran. Saat itu, kami berbincang tentang berbagai hal, termasuk membicarakan karya yang dibuatnya.

Kami bercakap-cakap begitu intim, pameran itu serasa milik kita berdua. Bercakap-cakap dengan dikelilingi puluhan lukisan, entah sudah berapa banyak camilan yang dihabiskan oleh Gotawa saat berbincang sembari berkeliling dengan saya.

Gotawa mengatakan, lukisan “Wayang Muncul Lagi” menceritakan kisah Kresna dan Arjuna. “Artinya, disetiap proses kehidupan, selalu ada Kresna dan Arjuna, ada yang menuntun dan ada pula yang dituntun,” jelasnya.

“Apalagi pascapandemi Covid 19, pasti banyak orang yang terbelenggu, merasa tidak bebas, dan dibaluti kesedihan. Artinya dengan “Wayang Muncul Lagi” ini, ada pembelajaran bagi semua mahluk, meski ditimpa kemalangan atau kesusahan, pasti selalu ada hal baik yang muncul,” sambungnya.

Bagi Gotawa, lukisan “Wayang Muncul Lagi” adalah karya yang belum jadi. Menurutnya, lukisan itu masih bisa ia sempurnakan lagi. “Bagi saya ini belum jadi, apalagi saya mengerjakannya dalam waktu yang lumayan mepet,” kata Gotawa.

“Terkadang pelukis itu menyelesaikan karyanya walaupun belum jadi. Ketika kita bilang hari ini jadi, besok hari bisa belum jadi. Karena ada banyak hal yang bisa ditambahkan. Semua seniman bisa menyebut karyanya tidak jadi. Tetapi, ‘tidak jadi’ juga bisa diartikan sebagai tanda ‘ketidakpuasaan’,” ujar Gotawa sembari menunjuk lukisannya.

Biasanya, lukisan yang dipajang di pameran selalu terjual setelahnya. Jadi, setiap ada pameran, Gotawa selalu membuat lukisan yang baru. Lukisan yang dibuatnya selalu memiliki kisahnya tersendiri. Terkadang, ia juga mengaitkan tema kegiatan dengan lukisannya.

“Untuk sekarang memang lebih cenderung melukis ekspresif dengan objek wayang. Ya bagi saya, kita kan harus punya identitas atau karakter. Sebetulnya bisa membuat yang lain, tetapi belum dapat feel-nya, jadi untuk saat ini saya mau memaksimalkan di ekspresif dulu. Mungkin memang perlu pengalaman dan jam terbang yang lebih lama.” jelasnya.

Gotawa di depan lukisan “Wayang Muncul Lagi”. Foto: tatkala.co/Dede

Selain melukis, Gotawa juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan sosial. Kini ia bergabung bersama Social Project Bali, sebuah organisasi nonprofit yang bergerak di bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial kemanusiaan.

“Jujur saja, kalau bersosial itu memang cita-cita saya. Tetapi dulu belum ada wadahnya. Sekarang sudah ada wadahnya seperti di Social Project Bali, jadi ya saya manfaatkan,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri obrolan, Gotawa mengatakan berencana ingin membuat karya-karya dalam bentuk instalasi dan membuat pameran tunggal suatu saat nanti. Mendengar hal itu, tentu saya juga berharap agar itu benar-benar terjadi, hitung-hitung saya bisa punya teman seorang pelukis yang terkenal.

“Kedepannya ingin buat karya-karya dalam bentuk instalasi, dilengkapi dengan visualisasi karya. Begitupun pameran, tidak hanya pameran mainstream yang hanya diam, yang hanya dinikmati sekilas. Intinya saya berniat membuat sesuatu yang berkesan bagi banyak orang. Jadi ada sesuatu yang melekat setelah menyaksikan pameran, tidak hanya lewat begitu saja,” pungkasnya. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Percik Estetik Made Gunawan
Redaksi Rupa : Kone Keto, Keto Kone?
Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
Dewi Sri dan Spirit Kemerdekaan dalam Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja
Tulang, Tubuh, dan Puisi dalam Ruang-Waktu | Dari Pameran Seni Instalasi Sampi Duwe di Desa Tambakan
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian

Repertoar “Ng”, Pranamya Swari, dan Proses Kreatifnya
Putu Shinta Aiswarya, Pecinta Kucing, Calon Pendidik, Lulus Cumlaude

Tags: PameranPameran Seni RupapelukisSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali

Next Post

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co