15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 10, 2024
in Persona
Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Gotawa di depan lukisan “Wayang Muncul Lagi”. Foto: tatkala.co/Dede

GOTAWA punya dua kebiasaan: mengikuti kegiatan sosial dan melukis. Kebiasaan yang pertama paling tidak ia lakukan beberapa kali setiap bulan. Kebiasaannya yang kedua ia curahkan setiap ada kesempatan, atau kapan pun Gotawa mau.

Kala itu adalah hari terakhir pelaksanaan pameran Arscademia #3 yang bertajuk “Spectrum of Hope”. Pameran yang dihelat di Gedung Kriya Taman Budaya Bali (Art Centre) ini melibatkan 42 mahasiswa dari 7 perguruan tinggi seni dan desain di Bali.

Sebagai orang yang gemar melukis, Gotawa tentu tak mau menyia-nyiakan kesempatan, ia juga turut memamerkan lukisannya dalam pameran itu. Ini bukanlah pameran pertama yang diikuti olehnya, ia juga sempat mengikuti pameran di berbagai event. Tetapi untuk pameran Arscademia ini, adalah kali pertama ia bergabung.

Gotawa merupakan mahasiswa semester lima di program studi Pendidikan Seni Rupa, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Nama lengkapnya Putu Agus Gotawa, kawan-kawannya kerap menyapa dengan panggilan ‘Go’.

Pemuda yang lahir di Denpasar pada 11 April 2004 ini dikenal sebagai orang yang selalu aktif berkegiatan, ia selalu ingin mencoba hal-hal baru, tak jarang juga nyeleneh. Namun, itulah yang membuatnya menjadi unik, beda dari yang lain. Tentu saja ia masih muda, tetapi orang-orang terkadang terkecoh dengan usianya, karena penampilannya yang sering kali nyentrik.

Suasana pameran Arscademia #3 pada hari pertama | Foto: akun Instagram @guratinstitute

Pada pameran Arscademia #3 yang lalu, Gotawa menyajikan lukisan ekspresif yang ia beri judul “Wayang Muncul Lagi”. Sepenglihatan saya selama berkeliling di pameran itu, lukisan Gotawa adalah salah satu lukisan yang bernuansa tradisi dan satu-satunya lukisan yang menggunakan wayang sebagai objeknya.

Saya beberapa kali sempat menyambangi pameran-pameran yang diikuti oleh Gotawa, satu hal yang baru saya sadari adalah, ia merupakan pelukis yang menganut aliran ekspresif (ekspresionisme) dan cenderung menggunakan wayang sebagai objek lukisannya. Tentu, ini menjadi identitas dan ciri khas dari karya-karyanya.

Saat saya memasuki ruang pameran Arscademia #3, dari kejauhan saya sudah bisa mengenali yang mana lukisan Gotawa, saya pun langsung menghampiri lukisan tersebut untuk memastikan. Dan benar saja, lukisan wayang berukuran A3 itu adalah lukisan miliknya, tak ada partisipan lain yang melukis seperti itu.

Saya jadi teringat dengan novel Senja di Candidasa karya Gde Aryantha Soethama, sebuah novel yang menceritakan tentang lukisan wayang klasik yang lenyap dicuri. Barangkali lukisan wayang memang sebernilai itu, bisa saja suatu saat nanti lukisan wayang Gotawa menjadi lukisan yang dicari-cari dan diburu.

Pameran Arscademia #3 ini merupakan giat kolaborasi antara Taman Budaya Bali (Art Centre) dengan Gurat Art Project (Gurat Institute). Pameran tersebut dibuka pada 5 November 2024, dan berlangsung sampai 7 November 2024 lalu.

Mengutip dari akun Instagram @guratinstitute, gagasan awal pameran Arscademia yakni hendak menjembatani pertukaran ide dan pengalaman, serta memantik dialog dan inspirasi antara mahasiswa satu dengan lainnya. Juga bagi beberapa mahasiswa, sebagai tahap awal menata langkah mereka memasuki lebih dalam dunia seni rupa.

Lukisan “Wayang Muncul Lagi” karya Putu Agus Gotawa. Foto: tatkala.co/Dede

Hari terakhir pameran tampak sepi pengunjung, barangkali sudah banyak yang terpuaskan sedari hari pertama dan kedua. Awalnya saya hanya seorang diri menikmati pameran itu, hanya sendiri bersama 42 lukisan yang terpajang di dinding ruangan.

Tak berselang lama, Gotawa pun datang, rasanya seperti bertemu sahabat lama, Kami memang satu kampus, namun berbeda angkatan dan program studi. Kami amat jarang bertemu, tetapi sekalinya bersua, kami bisa bercakap-cakap panjang lebar, walaupun biasanya hanya obrolan ngalor-ngidul, tak jelas arahnya.

Gotawa ternyata memang ada di sana selama tiga hari pelaksanaan pameran tersebut. Ia selalu datang setiap harinya untuk melihat situasi pameran. Saat itu, kami berbincang tentang berbagai hal, termasuk membicarakan karya yang dibuatnya.

Kami bercakap-cakap begitu intim, pameran itu serasa milik kita berdua. Bercakap-cakap dengan dikelilingi puluhan lukisan, entah sudah berapa banyak camilan yang dihabiskan oleh Gotawa saat berbincang sembari berkeliling dengan saya.

Gotawa mengatakan, lukisan “Wayang Muncul Lagi” menceritakan kisah Kresna dan Arjuna. “Artinya, disetiap proses kehidupan, selalu ada Kresna dan Arjuna, ada yang menuntun dan ada pula yang dituntun,” jelasnya.

“Apalagi pascapandemi Covid 19, pasti banyak orang yang terbelenggu, merasa tidak bebas, dan dibaluti kesedihan. Artinya dengan “Wayang Muncul Lagi” ini, ada pembelajaran bagi semua mahluk, meski ditimpa kemalangan atau kesusahan, pasti selalu ada hal baik yang muncul,” sambungnya.

Bagi Gotawa, lukisan “Wayang Muncul Lagi” adalah karya yang belum jadi. Menurutnya, lukisan itu masih bisa ia sempurnakan lagi. “Bagi saya ini belum jadi, apalagi saya mengerjakannya dalam waktu yang lumayan mepet,” kata Gotawa.

“Terkadang pelukis itu menyelesaikan karyanya walaupun belum jadi. Ketika kita bilang hari ini jadi, besok hari bisa belum jadi. Karena ada banyak hal yang bisa ditambahkan. Semua seniman bisa menyebut karyanya tidak jadi. Tetapi, ‘tidak jadi’ juga bisa diartikan sebagai tanda ‘ketidakpuasaan’,” ujar Gotawa sembari menunjuk lukisannya.

Biasanya, lukisan yang dipajang di pameran selalu terjual setelahnya. Jadi, setiap ada pameran, Gotawa selalu membuat lukisan yang baru. Lukisan yang dibuatnya selalu memiliki kisahnya tersendiri. Terkadang, ia juga mengaitkan tema kegiatan dengan lukisannya.

“Untuk sekarang memang lebih cenderung melukis ekspresif dengan objek wayang. Ya bagi saya, kita kan harus punya identitas atau karakter. Sebetulnya bisa membuat yang lain, tetapi belum dapat feel-nya, jadi untuk saat ini saya mau memaksimalkan di ekspresif dulu. Mungkin memang perlu pengalaman dan jam terbang yang lebih lama.” jelasnya.

Gotawa di depan lukisan “Wayang Muncul Lagi”. Foto: tatkala.co/Dede

Selain melukis, Gotawa juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan sosial. Kini ia bergabung bersama Social Project Bali, sebuah organisasi nonprofit yang bergerak di bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial kemanusiaan.

“Jujur saja, kalau bersosial itu memang cita-cita saya. Tetapi dulu belum ada wadahnya. Sekarang sudah ada wadahnya seperti di Social Project Bali, jadi ya saya manfaatkan,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri obrolan, Gotawa mengatakan berencana ingin membuat karya-karya dalam bentuk instalasi dan membuat pameran tunggal suatu saat nanti. Mendengar hal itu, tentu saya juga berharap agar itu benar-benar terjadi, hitung-hitung saya bisa punya teman seorang pelukis yang terkenal.

“Kedepannya ingin buat karya-karya dalam bentuk instalasi, dilengkapi dengan visualisasi karya. Begitupun pameran, tidak hanya pameran mainstream yang hanya diam, yang hanya dinikmati sekilas. Intinya saya berniat membuat sesuatu yang berkesan bagi banyak orang. Jadi ada sesuatu yang melekat setelah menyaksikan pameran, tidak hanya lewat begitu saja,” pungkasnya. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Percik Estetik Made Gunawan
Redaksi Rupa : Kone Keto, Keto Kone?
Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
Dewi Sri dan Spirit Kemerdekaan dalam Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja
Tulang, Tubuh, dan Puisi dalam Ruang-Waktu | Dari Pameran Seni Instalasi Sampi Duwe di Desa Tambakan
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian

Repertoar “Ng”, Pranamya Swari, dan Proses Kreatifnya
Putu Shinta Aiswarya, Pecinta Kucing, Calon Pendidik, Lulus Cumlaude

Tags: PameranPameran Seni RupapelukisSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali

Next Post

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co