15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 10, 2024
in Persona
Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Gotawa di depan lukisan “Wayang Muncul Lagi”. Foto: tatkala.co/Dede

GOTAWA punya dua kebiasaan: mengikuti kegiatan sosial dan melukis. Kebiasaan yang pertama paling tidak ia lakukan beberapa kali setiap bulan. Kebiasaannya yang kedua ia curahkan setiap ada kesempatan, atau kapan pun Gotawa mau.

Kala itu adalah hari terakhir pelaksanaan pameran Arscademia #3 yang bertajuk “Spectrum of Hope”. Pameran yang dihelat di Gedung Kriya Taman Budaya Bali (Art Centre) ini melibatkan 42 mahasiswa dari 7 perguruan tinggi seni dan desain di Bali.

Sebagai orang yang gemar melukis, Gotawa tentu tak mau menyia-nyiakan kesempatan, ia juga turut memamerkan lukisannya dalam pameran itu. Ini bukanlah pameran pertama yang diikuti olehnya, ia juga sempat mengikuti pameran di berbagai event. Tetapi untuk pameran Arscademia ini, adalah kali pertama ia bergabung.

Gotawa merupakan mahasiswa semester lima di program studi Pendidikan Seni Rupa, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Nama lengkapnya Putu Agus Gotawa, kawan-kawannya kerap menyapa dengan panggilan ‘Go’.

Pemuda yang lahir di Denpasar pada 11 April 2004 ini dikenal sebagai orang yang selalu aktif berkegiatan, ia selalu ingin mencoba hal-hal baru, tak jarang juga nyeleneh. Namun, itulah yang membuatnya menjadi unik, beda dari yang lain. Tentu saja ia masih muda, tetapi orang-orang terkadang terkecoh dengan usianya, karena penampilannya yang sering kali nyentrik.

Suasana pameran Arscademia #3 pada hari pertama | Foto: akun Instagram @guratinstitute

Pada pameran Arscademia #3 yang lalu, Gotawa menyajikan lukisan ekspresif yang ia beri judul “Wayang Muncul Lagi”. Sepenglihatan saya selama berkeliling di pameran itu, lukisan Gotawa adalah salah satu lukisan yang bernuansa tradisi dan satu-satunya lukisan yang menggunakan wayang sebagai objeknya.

Saya beberapa kali sempat menyambangi pameran-pameran yang diikuti oleh Gotawa, satu hal yang baru saya sadari adalah, ia merupakan pelukis yang menganut aliran ekspresif (ekspresionisme) dan cenderung menggunakan wayang sebagai objek lukisannya. Tentu, ini menjadi identitas dan ciri khas dari karya-karyanya.

Saat saya memasuki ruang pameran Arscademia #3, dari kejauhan saya sudah bisa mengenali yang mana lukisan Gotawa, saya pun langsung menghampiri lukisan tersebut untuk memastikan. Dan benar saja, lukisan wayang berukuran A3 itu adalah lukisan miliknya, tak ada partisipan lain yang melukis seperti itu.

Saya jadi teringat dengan novel Senja di Candidasa karya Gde Aryantha Soethama, sebuah novel yang menceritakan tentang lukisan wayang klasik yang lenyap dicuri. Barangkali lukisan wayang memang sebernilai itu, bisa saja suatu saat nanti lukisan wayang Gotawa menjadi lukisan yang dicari-cari dan diburu.

Pameran Arscademia #3 ini merupakan giat kolaborasi antara Taman Budaya Bali (Art Centre) dengan Gurat Art Project (Gurat Institute). Pameran tersebut dibuka pada 5 November 2024, dan berlangsung sampai 7 November 2024 lalu.

Mengutip dari akun Instagram @guratinstitute, gagasan awal pameran Arscademia yakni hendak menjembatani pertukaran ide dan pengalaman, serta memantik dialog dan inspirasi antara mahasiswa satu dengan lainnya. Juga bagi beberapa mahasiswa, sebagai tahap awal menata langkah mereka memasuki lebih dalam dunia seni rupa.

Lukisan “Wayang Muncul Lagi” karya Putu Agus Gotawa. Foto: tatkala.co/Dede

Hari terakhir pameran tampak sepi pengunjung, barangkali sudah banyak yang terpuaskan sedari hari pertama dan kedua. Awalnya saya hanya seorang diri menikmati pameran itu, hanya sendiri bersama 42 lukisan yang terpajang di dinding ruangan.

Tak berselang lama, Gotawa pun datang, rasanya seperti bertemu sahabat lama, Kami memang satu kampus, namun berbeda angkatan dan program studi. Kami amat jarang bertemu, tetapi sekalinya bersua, kami bisa bercakap-cakap panjang lebar, walaupun biasanya hanya obrolan ngalor-ngidul, tak jelas arahnya.

Gotawa ternyata memang ada di sana selama tiga hari pelaksanaan pameran tersebut. Ia selalu datang setiap harinya untuk melihat situasi pameran. Saat itu, kami berbincang tentang berbagai hal, termasuk membicarakan karya yang dibuatnya.

Kami bercakap-cakap begitu intim, pameran itu serasa milik kita berdua. Bercakap-cakap dengan dikelilingi puluhan lukisan, entah sudah berapa banyak camilan yang dihabiskan oleh Gotawa saat berbincang sembari berkeliling dengan saya.

Gotawa mengatakan, lukisan “Wayang Muncul Lagi” menceritakan kisah Kresna dan Arjuna. “Artinya, disetiap proses kehidupan, selalu ada Kresna dan Arjuna, ada yang menuntun dan ada pula yang dituntun,” jelasnya.

“Apalagi pascapandemi Covid 19, pasti banyak orang yang terbelenggu, merasa tidak bebas, dan dibaluti kesedihan. Artinya dengan “Wayang Muncul Lagi” ini, ada pembelajaran bagi semua mahluk, meski ditimpa kemalangan atau kesusahan, pasti selalu ada hal baik yang muncul,” sambungnya.

Bagi Gotawa, lukisan “Wayang Muncul Lagi” adalah karya yang belum jadi. Menurutnya, lukisan itu masih bisa ia sempurnakan lagi. “Bagi saya ini belum jadi, apalagi saya mengerjakannya dalam waktu yang lumayan mepet,” kata Gotawa.

“Terkadang pelukis itu menyelesaikan karyanya walaupun belum jadi. Ketika kita bilang hari ini jadi, besok hari bisa belum jadi. Karena ada banyak hal yang bisa ditambahkan. Semua seniman bisa menyebut karyanya tidak jadi. Tetapi, ‘tidak jadi’ juga bisa diartikan sebagai tanda ‘ketidakpuasaan’,” ujar Gotawa sembari menunjuk lukisannya.

Biasanya, lukisan yang dipajang di pameran selalu terjual setelahnya. Jadi, setiap ada pameran, Gotawa selalu membuat lukisan yang baru. Lukisan yang dibuatnya selalu memiliki kisahnya tersendiri. Terkadang, ia juga mengaitkan tema kegiatan dengan lukisannya.

“Untuk sekarang memang lebih cenderung melukis ekspresif dengan objek wayang. Ya bagi saya, kita kan harus punya identitas atau karakter. Sebetulnya bisa membuat yang lain, tetapi belum dapat feel-nya, jadi untuk saat ini saya mau memaksimalkan di ekspresif dulu. Mungkin memang perlu pengalaman dan jam terbang yang lebih lama.” jelasnya.

Gotawa di depan lukisan “Wayang Muncul Lagi”. Foto: tatkala.co/Dede

Selain melukis, Gotawa juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan sosial. Kini ia bergabung bersama Social Project Bali, sebuah organisasi nonprofit yang bergerak di bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial kemanusiaan.

“Jujur saja, kalau bersosial itu memang cita-cita saya. Tetapi dulu belum ada wadahnya. Sekarang sudah ada wadahnya seperti di Social Project Bali, jadi ya saya manfaatkan,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri obrolan, Gotawa mengatakan berencana ingin membuat karya-karya dalam bentuk instalasi dan membuat pameran tunggal suatu saat nanti. Mendengar hal itu, tentu saya juga berharap agar itu benar-benar terjadi, hitung-hitung saya bisa punya teman seorang pelukis yang terkenal.

“Kedepannya ingin buat karya-karya dalam bentuk instalasi, dilengkapi dengan visualisasi karya. Begitupun pameran, tidak hanya pameran mainstream yang hanya diam, yang hanya dinikmati sekilas. Intinya saya berniat membuat sesuatu yang berkesan bagi banyak orang. Jadi ada sesuatu yang melekat setelah menyaksikan pameran, tidak hanya lewat begitu saja,” pungkasnya. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Percik Estetik Made Gunawan
Redaksi Rupa : Kone Keto, Keto Kone?
Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
Dewi Sri dan Spirit Kemerdekaan dalam Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja
Tulang, Tubuh, dan Puisi dalam Ruang-Waktu | Dari Pameran Seni Instalasi Sampi Duwe di Desa Tambakan
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian

Repertoar “Ng”, Pranamya Swari, dan Proses Kreatifnya
Putu Shinta Aiswarya, Pecinta Kucing, Calon Pendidik, Lulus Cumlaude

Tags: PameranPameran Seni RupapelukisSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali

Next Post

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co