23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
November 10, 2024
in Khas
Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Foto Kapten I Gusti Putu Tegeg. Foto: Dokumentasi Pribadi

MENYAMBUT dan memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2024, merupakan kewajiban kita sebagai “tunas” bangsa. Kita harus ingat kepada “pohon” perjuangan yang telah menjadikan kita ada dan aman hingga saat ini. Jaminan kemerdekaan itu sejak dahulu telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa yang telah gugur, baik di medan tempur, hingga meja-meja diplomasi.

Mereka semua merupakan puspa  kusuma yang harumnya akan senantiasa abadi dalam taman pujaan bangsa. Membahas mengenai tokoh pahlawan, Pulau Dewata memiliki banyak pejuang-pejuang tangguh. Di antaranya I Gusti Ngurah Made Agung [Cokorda Mantuk Ring Rana], I Gusti Ngurah Rai, Cokorda Istri Kanya, Sagung Wah, dan masih banyak pejuang lainnya.

Pasca Kemerdekaan tahun 1945, tak serta merta membuat Indonesia menjadi negara merdeka seratus persen.  Masih saja ada gejolak tumpahan darah, terutama di Bali. Sebagai ujung tombak perjuangan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dengan gagah berani mengumandangkan kembali perang puputan pada tahun 1946.

Desa Adat Beringkit, Mengwi, memiliki seorang pejuang kemerdekaan yang menunaikan tugas sebagai abdi negara hingga akhir hayat.

Kala itu tahun 1923 melalui jerit tangis seorang ibu lahirlah putra  dari seorang petani sederhana I Gusti Putu Denden. Ayahnya (ajik)  berharap anaknya yang telah lahir menjadi putra teguh dan senantiasa menjadi pelindung bagi setiap orang.  Atas restu dari Hyang Widhi dengan berkat kelahiran yang selamat, anak tersebut dinamakan I Gusti Putu Tegeg, Tegeg berarti teguh.

Tak banyak yang tahu mengenai masa kecilnya, karena ketika saya ingin mengulik informasi mengenai I Gusti Putu Tegeg seluruh teman seangkatannya telah berpulang ke pangkuan pertiwi.

Namun salah seorang putra kelimanya yakni I Gusti Putu Wijana cukup memiliki memori suka dan duka bersama sang ayah. Menurut penuturannya I Gusti Putu Tegeg memiliki satu saudara kandung yang telah meninggal muda. Serta dalam mengarungi samudera kehidupan ia ditemani oleh seorang istri bernama Ni Gusti Ketut Putri, seorang gadis desa berasal dari banjar yang sama.

Atas pernikahan tersebut, ia dikaruniai sembilan anak yang terdiri dari enam putri dan tiga putra. Dalam meniti karir sebagai seorang prajurit Infanteri TNI-AD ia tentu mendapatkan angin ujian yang begitu dasyat. Infanteri merupakan salah satu jenis prajurit TNI yang melakukan pertempuran darat dengan berjalan kaki.

Prajurit Infanteri dituntut memiliki kemampuan bertahan diri di alam liar. Ciri dari prajurit Infanteri adalah baret hijau sebagai simbolisasi penyatuan dengan lingkungan. Karena menjadi seorang prajurit, sang istri kerap ditinggal cukup lama dalam misi-misi perjuangan kemerdekaan Indonesia, penumpasan Gestok dan beberapa misi berbahaya lainnya.

Sebagai pendamping seorang prajurit TNI, Ni Gusti Ketut Putri hanya bisa iklas, bahkan ia siap menerima kepulangan “nama dan baret” dari sang suami. Ditinggal sewaktu hamil tua pun telah biasa dialaminya.

Setelah  menjalankan tugas perjuangan yang panjang akhirnya Gusti Putu Tegeg ditempatkan di satuan Komando Daerah Militer (KODAM) IX Udayana yang terletak di sebelah barat Lapangan Puputan Badung, dengan pangkat Perwira Letnan Satu. Selama bertugas ia merupakan salah satu anggota TNI yang aktif dan disiplin. Ajudannya yang tak diketahui namanya oleh I Gusti Putu Wijana, senantiasa siap untuk menjemputnya di gerbang Jero setiap pagi dengan mobil sedan berwarna hijau.

Secara samar dalam umur lima tahun, I Gusti Putu Wijana melihat sosok kewibawaan dan kasih sayang dari sang ayah. Walaupun sebagai anggota TNI ia tak pernah berlaku keras dan kasar kepada keluarga. Perilakunya yang halus dan alon seakan tak ada yang mengira bahwa I Gusti Putu Tegeg adalah seorang TNI. “Atas pengabdiannya yang tak kenal lelah kepada negeri, Republik Indonesia menganugerahkan Satya Lancana Karya Satya kepada I Gusti Putu Tegeg, namun sayang piagam tersebut entah tersimpan dimana sekarang,” ungkap I Gusti Putu Wijana.

Di usia paruh baya I Gusti Putu Tegeg mengalami sakit keras. Ia menjalani pengobatan rawat inap beberapa kali di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Denpasar. Sakit Kuning yang menyerang hati dengan ciri tubuh kekuningan akhirnya menjadi penyakit yang menyebabkan kematian Perwira tersebut pada tahun 1974 dengan umur 51 tahun.

Namun, beberapa minggu sebelum berpulang I Gusti Putu Tegeg menerima kenaikan satu pangkat dari Perwira Lettu menjadi Kapten dengan Nomor Registrasi Pokok (NRP) 252625. Sewaktu penerimaan yang dilaksanakan secara simbolis di rumahnya, ia dibantu oleh I Gusti Putu Wijana saat melakukan foto dinas dengan tanda bintang dua di kedua pundak.

Setelah kematiannya, ia direkomendasikan oleh Panglima Kodam IX Udayana kala itu, untuk didharmakan di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan, dengan nomor nisan 633. “Suasana saat itu begitu riuh, saya hanya bisa terheran mengapa ayah saya begitu dihargai,” kenang I Gusti Putu Wijana.

Nisan I Gusti Putu Tegeg di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan. Foto: Dokumentasi Pribadi

Sepeninggal I Gusti Putu Tegeg keluarga hanya menyimpan sebilah pedang dengan label MILSCO merupakan pedang atau klewang peninggalan Belanda, entah dimana ia mendapatkannya, yang jelas itu merupakan salah satu warisan yang diberikan kepada para penerusnya.

Bagan 1Pedang dengan Label MILSCO. Foto: Dokumentasi Pribadi

Selain disiplin menjalankan tugas sebagai anggota TNI ia juga memiliki kegemaran seni sastra yakni mesanthi atau matembang sastra Bali-Kawi. Tidak hanya membaca, tulis menulis pun ia tekuni. Hingga saat ini ada enam karya salinannya yang “purna” ditulis dalam buku ukuran B5. Di antaranya adalah Kakawin Ramayana, I dan II, Kakawin Bhomakawya, Kakawin Bharatayudha, Sarasamusccaya, Kakawin Siwaratri Kalpa, Kakawin Dharma Kusuma, Kidung Panji Wijaya, Kreta Basa.

Salinan karya sastra Jawa Kuno I Gusti Putu Tegeg. Foto: Dokumentasi Pribadi

Karya sastra besar berbahasa Jawa Kuno tersebut disalin olehnya secara tekun setiap malam hari sepulang dari bertugas di kesatuan. Kerap kali I Gusti Putu Wijana dan I Gusti Nyoman Astawa (putra ketiga) diberikan teguran oleh kakek I Gusti Putu Denden karena mengganggu sang ayah sewaktu menyalin.  

Semangat pengabdiannya kepada negara tak membuat ia lupa dengan tanah kelahirannya, yakni  Beringkit. Kala itu di tengah kesibukannya menjadi staff TNI, ia dipercaya sebagai Kerta Desa salah suatu dewan hukum di wilayah Desa Adat. Di tengah keaktifannya di desa adat ia mendapatkan panggilan akrab Gusti Aji Letnan. Hingga saat ini beberapa sepuh desa yang kala itu masih muda memiliki ingatan samar namun pasti mengenai kobaran semangat pengabdian I Gusti Putu Tegeg.

Selamat hari Pahlawan Nasional. Merdeka! [T]

Gelar Pahlawan Nasional untuk Ida Dewa Agung Jambe yang Gugur pada Perang Puputan Klungkung
Sudut Pandang Pahlawan: Adakah Hal yang Tidak Biasa?
“Ngewangsuh” Pusaka Perang Banjar: Mengingat Perlawanan, Menebar Spirit Kepahlawanan
Tags: BadungDesa BeringkitHari PahlawanMengwipahlawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Next Post

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co