14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
November 10, 2024
in Khas
Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Foto Kapten I Gusti Putu Tegeg. Foto: Dokumentasi Pribadi

MENYAMBUT dan memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2024, merupakan kewajiban kita sebagai “tunas” bangsa. Kita harus ingat kepada “pohon” perjuangan yang telah menjadikan kita ada dan aman hingga saat ini. Jaminan kemerdekaan itu sejak dahulu telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa yang telah gugur, baik di medan tempur, hingga meja-meja diplomasi.

Mereka semua merupakan puspa  kusuma yang harumnya akan senantiasa abadi dalam taman pujaan bangsa. Membahas mengenai tokoh pahlawan, Pulau Dewata memiliki banyak pejuang-pejuang tangguh. Di antaranya I Gusti Ngurah Made Agung [Cokorda Mantuk Ring Rana], I Gusti Ngurah Rai, Cokorda Istri Kanya, Sagung Wah, dan masih banyak pejuang lainnya.

Pasca Kemerdekaan tahun 1945, tak serta merta membuat Indonesia menjadi negara merdeka seratus persen.  Masih saja ada gejolak tumpahan darah, terutama di Bali. Sebagai ujung tombak perjuangan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dengan gagah berani mengumandangkan kembali perang puputan pada tahun 1946.

Desa Adat Beringkit, Mengwi, memiliki seorang pejuang kemerdekaan yang menunaikan tugas sebagai abdi negara hingga akhir hayat.

Kala itu tahun 1923 melalui jerit tangis seorang ibu lahirlah putra  dari seorang petani sederhana I Gusti Putu Denden. Ayahnya (ajik)  berharap anaknya yang telah lahir menjadi putra teguh dan senantiasa menjadi pelindung bagi setiap orang.  Atas restu dari Hyang Widhi dengan berkat kelahiran yang selamat, anak tersebut dinamakan I Gusti Putu Tegeg, Tegeg berarti teguh.

Tak banyak yang tahu mengenai masa kecilnya, karena ketika saya ingin mengulik informasi mengenai I Gusti Putu Tegeg seluruh teman seangkatannya telah berpulang ke pangkuan pertiwi.

Namun salah seorang putra kelimanya yakni I Gusti Putu Wijana cukup memiliki memori suka dan duka bersama sang ayah. Menurut penuturannya I Gusti Putu Tegeg memiliki satu saudara kandung yang telah meninggal muda. Serta dalam mengarungi samudera kehidupan ia ditemani oleh seorang istri bernama Ni Gusti Ketut Putri, seorang gadis desa berasal dari banjar yang sama.

Atas pernikahan tersebut, ia dikaruniai sembilan anak yang terdiri dari enam putri dan tiga putra. Dalam meniti karir sebagai seorang prajurit Infanteri TNI-AD ia tentu mendapatkan angin ujian yang begitu dasyat. Infanteri merupakan salah satu jenis prajurit TNI yang melakukan pertempuran darat dengan berjalan kaki.

Prajurit Infanteri dituntut memiliki kemampuan bertahan diri di alam liar. Ciri dari prajurit Infanteri adalah baret hijau sebagai simbolisasi penyatuan dengan lingkungan. Karena menjadi seorang prajurit, sang istri kerap ditinggal cukup lama dalam misi-misi perjuangan kemerdekaan Indonesia, penumpasan Gestok dan beberapa misi berbahaya lainnya.

Sebagai pendamping seorang prajurit TNI, Ni Gusti Ketut Putri hanya bisa iklas, bahkan ia siap menerima kepulangan “nama dan baret” dari sang suami. Ditinggal sewaktu hamil tua pun telah biasa dialaminya.

Setelah  menjalankan tugas perjuangan yang panjang akhirnya Gusti Putu Tegeg ditempatkan di satuan Komando Daerah Militer (KODAM) IX Udayana yang terletak di sebelah barat Lapangan Puputan Badung, dengan pangkat Perwira Letnan Satu. Selama bertugas ia merupakan salah satu anggota TNI yang aktif dan disiplin. Ajudannya yang tak diketahui namanya oleh I Gusti Putu Wijana, senantiasa siap untuk menjemputnya di gerbang Jero setiap pagi dengan mobil sedan berwarna hijau.

Secara samar dalam umur lima tahun, I Gusti Putu Wijana melihat sosok kewibawaan dan kasih sayang dari sang ayah. Walaupun sebagai anggota TNI ia tak pernah berlaku keras dan kasar kepada keluarga. Perilakunya yang halus dan alon seakan tak ada yang mengira bahwa I Gusti Putu Tegeg adalah seorang TNI. “Atas pengabdiannya yang tak kenal lelah kepada negeri, Republik Indonesia menganugerahkan Satya Lancana Karya Satya kepada I Gusti Putu Tegeg, namun sayang piagam tersebut entah tersimpan dimana sekarang,” ungkap I Gusti Putu Wijana.

Di usia paruh baya I Gusti Putu Tegeg mengalami sakit keras. Ia menjalani pengobatan rawat inap beberapa kali di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Denpasar. Sakit Kuning yang menyerang hati dengan ciri tubuh kekuningan akhirnya menjadi penyakit yang menyebabkan kematian Perwira tersebut pada tahun 1974 dengan umur 51 tahun.

Namun, beberapa minggu sebelum berpulang I Gusti Putu Tegeg menerima kenaikan satu pangkat dari Perwira Lettu menjadi Kapten dengan Nomor Registrasi Pokok (NRP) 252625. Sewaktu penerimaan yang dilaksanakan secara simbolis di rumahnya, ia dibantu oleh I Gusti Putu Wijana saat melakukan foto dinas dengan tanda bintang dua di kedua pundak.

Setelah kematiannya, ia direkomendasikan oleh Panglima Kodam IX Udayana kala itu, untuk didharmakan di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan, dengan nomor nisan 633. “Suasana saat itu begitu riuh, saya hanya bisa terheran mengapa ayah saya begitu dihargai,” kenang I Gusti Putu Wijana.

Nisan I Gusti Putu Tegeg di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan. Foto: Dokumentasi Pribadi

Sepeninggal I Gusti Putu Tegeg keluarga hanya menyimpan sebilah pedang dengan label MILSCO merupakan pedang atau klewang peninggalan Belanda, entah dimana ia mendapatkannya, yang jelas itu merupakan salah satu warisan yang diberikan kepada para penerusnya.

Bagan 1Pedang dengan Label MILSCO. Foto: Dokumentasi Pribadi

Selain disiplin menjalankan tugas sebagai anggota TNI ia juga memiliki kegemaran seni sastra yakni mesanthi atau matembang sastra Bali-Kawi. Tidak hanya membaca, tulis menulis pun ia tekuni. Hingga saat ini ada enam karya salinannya yang “purna” ditulis dalam buku ukuran B5. Di antaranya adalah Kakawin Ramayana, I dan II, Kakawin Bhomakawya, Kakawin Bharatayudha, Sarasamusccaya, Kakawin Siwaratri Kalpa, Kakawin Dharma Kusuma, Kidung Panji Wijaya, Kreta Basa.

Salinan karya sastra Jawa Kuno I Gusti Putu Tegeg. Foto: Dokumentasi Pribadi

Karya sastra besar berbahasa Jawa Kuno tersebut disalin olehnya secara tekun setiap malam hari sepulang dari bertugas di kesatuan. Kerap kali I Gusti Putu Wijana dan I Gusti Nyoman Astawa (putra ketiga) diberikan teguran oleh kakek I Gusti Putu Denden karena mengganggu sang ayah sewaktu menyalin.  

Semangat pengabdiannya kepada negara tak membuat ia lupa dengan tanah kelahirannya, yakni  Beringkit. Kala itu di tengah kesibukannya menjadi staff TNI, ia dipercaya sebagai Kerta Desa salah suatu dewan hukum di wilayah Desa Adat. Di tengah keaktifannya di desa adat ia mendapatkan panggilan akrab Gusti Aji Letnan. Hingga saat ini beberapa sepuh desa yang kala itu masih muda memiliki ingatan samar namun pasti mengenai kobaran semangat pengabdian I Gusti Putu Tegeg.

Selamat hari Pahlawan Nasional. Merdeka! [T]

Gelar Pahlawan Nasional untuk Ida Dewa Agung Jambe yang Gugur pada Perang Puputan Klungkung
Sudut Pandang Pahlawan: Adakah Hal yang Tidak Biasa?
“Ngewangsuh” Pusaka Perang Banjar: Mengingat Perlawanan, Menebar Spirit Kepahlawanan
Tags: BadungDesa BeringkitHari PahlawanMengwipahlawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Next Post

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co