2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
November 10, 2024
in Khas
Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Foto Kapten I Gusti Putu Tegeg. Foto: Dokumentasi Pribadi

MENYAMBUT dan memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2024, merupakan kewajiban kita sebagai “tunas” bangsa. Kita harus ingat kepada “pohon” perjuangan yang telah menjadikan kita ada dan aman hingga saat ini. Jaminan kemerdekaan itu sejak dahulu telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa yang telah gugur, baik di medan tempur, hingga meja-meja diplomasi.

Mereka semua merupakan puspa  kusuma yang harumnya akan senantiasa abadi dalam taman pujaan bangsa. Membahas mengenai tokoh pahlawan, Pulau Dewata memiliki banyak pejuang-pejuang tangguh. Di antaranya I Gusti Ngurah Made Agung [Cokorda Mantuk Ring Rana], I Gusti Ngurah Rai, Cokorda Istri Kanya, Sagung Wah, dan masih banyak pejuang lainnya.

Pasca Kemerdekaan tahun 1945, tak serta merta membuat Indonesia menjadi negara merdeka seratus persen.  Masih saja ada gejolak tumpahan darah, terutama di Bali. Sebagai ujung tombak perjuangan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dengan gagah berani mengumandangkan kembali perang puputan pada tahun 1946.

Desa Adat Beringkit, Mengwi, memiliki seorang pejuang kemerdekaan yang menunaikan tugas sebagai abdi negara hingga akhir hayat.

Kala itu tahun 1923 melalui jerit tangis seorang ibu lahirlah putra  dari seorang petani sederhana I Gusti Putu Denden. Ayahnya (ajik)  berharap anaknya yang telah lahir menjadi putra teguh dan senantiasa menjadi pelindung bagi setiap orang.  Atas restu dari Hyang Widhi dengan berkat kelahiran yang selamat, anak tersebut dinamakan I Gusti Putu Tegeg, Tegeg berarti teguh.

Tak banyak yang tahu mengenai masa kecilnya, karena ketika saya ingin mengulik informasi mengenai I Gusti Putu Tegeg seluruh teman seangkatannya telah berpulang ke pangkuan pertiwi.

Namun salah seorang putra kelimanya yakni I Gusti Putu Wijana cukup memiliki memori suka dan duka bersama sang ayah. Menurut penuturannya I Gusti Putu Tegeg memiliki satu saudara kandung yang telah meninggal muda. Serta dalam mengarungi samudera kehidupan ia ditemani oleh seorang istri bernama Ni Gusti Ketut Putri, seorang gadis desa berasal dari banjar yang sama.

Atas pernikahan tersebut, ia dikaruniai sembilan anak yang terdiri dari enam putri dan tiga putra. Dalam meniti karir sebagai seorang prajurit Infanteri TNI-AD ia tentu mendapatkan angin ujian yang begitu dasyat. Infanteri merupakan salah satu jenis prajurit TNI yang melakukan pertempuran darat dengan berjalan kaki.

Prajurit Infanteri dituntut memiliki kemampuan bertahan diri di alam liar. Ciri dari prajurit Infanteri adalah baret hijau sebagai simbolisasi penyatuan dengan lingkungan. Karena menjadi seorang prajurit, sang istri kerap ditinggal cukup lama dalam misi-misi perjuangan kemerdekaan Indonesia, penumpasan Gestok dan beberapa misi berbahaya lainnya.

Sebagai pendamping seorang prajurit TNI, Ni Gusti Ketut Putri hanya bisa iklas, bahkan ia siap menerima kepulangan “nama dan baret” dari sang suami. Ditinggal sewaktu hamil tua pun telah biasa dialaminya.

Setelah  menjalankan tugas perjuangan yang panjang akhirnya Gusti Putu Tegeg ditempatkan di satuan Komando Daerah Militer (KODAM) IX Udayana yang terletak di sebelah barat Lapangan Puputan Badung, dengan pangkat Perwira Letnan Satu. Selama bertugas ia merupakan salah satu anggota TNI yang aktif dan disiplin. Ajudannya yang tak diketahui namanya oleh I Gusti Putu Wijana, senantiasa siap untuk menjemputnya di gerbang Jero setiap pagi dengan mobil sedan berwarna hijau.

Secara samar dalam umur lima tahun, I Gusti Putu Wijana melihat sosok kewibawaan dan kasih sayang dari sang ayah. Walaupun sebagai anggota TNI ia tak pernah berlaku keras dan kasar kepada keluarga. Perilakunya yang halus dan alon seakan tak ada yang mengira bahwa I Gusti Putu Tegeg adalah seorang TNI. “Atas pengabdiannya yang tak kenal lelah kepada negeri, Republik Indonesia menganugerahkan Satya Lancana Karya Satya kepada I Gusti Putu Tegeg, namun sayang piagam tersebut entah tersimpan dimana sekarang,” ungkap I Gusti Putu Wijana.

Di usia paruh baya I Gusti Putu Tegeg mengalami sakit keras. Ia menjalani pengobatan rawat inap beberapa kali di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Denpasar. Sakit Kuning yang menyerang hati dengan ciri tubuh kekuningan akhirnya menjadi penyakit yang menyebabkan kematian Perwira tersebut pada tahun 1974 dengan umur 51 tahun.

Namun, beberapa minggu sebelum berpulang I Gusti Putu Tegeg menerima kenaikan satu pangkat dari Perwira Lettu menjadi Kapten dengan Nomor Registrasi Pokok (NRP) 252625. Sewaktu penerimaan yang dilaksanakan secara simbolis di rumahnya, ia dibantu oleh I Gusti Putu Wijana saat melakukan foto dinas dengan tanda bintang dua di kedua pundak.

Setelah kematiannya, ia direkomendasikan oleh Panglima Kodam IX Udayana kala itu, untuk didharmakan di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan, dengan nomor nisan 633. “Suasana saat itu begitu riuh, saya hanya bisa terheran mengapa ayah saya begitu dihargai,” kenang I Gusti Putu Wijana.

Nisan I Gusti Putu Tegeg di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan. Foto: Dokumentasi Pribadi

Sepeninggal I Gusti Putu Tegeg keluarga hanya menyimpan sebilah pedang dengan label MILSCO merupakan pedang atau klewang peninggalan Belanda, entah dimana ia mendapatkannya, yang jelas itu merupakan salah satu warisan yang diberikan kepada para penerusnya.

Bagan 1Pedang dengan Label MILSCO. Foto: Dokumentasi Pribadi

Selain disiplin menjalankan tugas sebagai anggota TNI ia juga memiliki kegemaran seni sastra yakni mesanthi atau matembang sastra Bali-Kawi. Tidak hanya membaca, tulis menulis pun ia tekuni. Hingga saat ini ada enam karya salinannya yang “purna” ditulis dalam buku ukuran B5. Di antaranya adalah Kakawin Ramayana, I dan II, Kakawin Bhomakawya, Kakawin Bharatayudha, Sarasamusccaya, Kakawin Siwaratri Kalpa, Kakawin Dharma Kusuma, Kidung Panji Wijaya, Kreta Basa.

Salinan karya sastra Jawa Kuno I Gusti Putu Tegeg. Foto: Dokumentasi Pribadi

Karya sastra besar berbahasa Jawa Kuno tersebut disalin olehnya secara tekun setiap malam hari sepulang dari bertugas di kesatuan. Kerap kali I Gusti Putu Wijana dan I Gusti Nyoman Astawa (putra ketiga) diberikan teguran oleh kakek I Gusti Putu Denden karena mengganggu sang ayah sewaktu menyalin.  

Semangat pengabdiannya kepada negara tak membuat ia lupa dengan tanah kelahirannya, yakni  Beringkit. Kala itu di tengah kesibukannya menjadi staff TNI, ia dipercaya sebagai Kerta Desa salah suatu dewan hukum di wilayah Desa Adat. Di tengah keaktifannya di desa adat ia mendapatkan panggilan akrab Gusti Aji Letnan. Hingga saat ini beberapa sepuh desa yang kala itu masih muda memiliki ingatan samar namun pasti mengenai kobaran semangat pengabdian I Gusti Putu Tegeg.

Selamat hari Pahlawan Nasional. Merdeka! [T]

Gelar Pahlawan Nasional untuk Ida Dewa Agung Jambe yang Gugur pada Perang Puputan Klungkung
Sudut Pandang Pahlawan: Adakah Hal yang Tidak Biasa?
“Ngewangsuh” Pusaka Perang Banjar: Mengingat Perlawanan, Menebar Spirit Kepahlawanan
Tags: BadungDesa BeringkitHari PahlawanMengwipahlawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Next Post

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co