2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
November 10, 2024
in Khas
Letnan Tegeg: Pemantik Spirit Perjuangan dari Desa Beringkit, Mengwi, Badung

Foto Kapten I Gusti Putu Tegeg. Foto: Dokumentasi Pribadi

MENYAMBUT dan memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2024, merupakan kewajiban kita sebagai “tunas” bangsa. Kita harus ingat kepada “pohon” perjuangan yang telah menjadikan kita ada dan aman hingga saat ini. Jaminan kemerdekaan itu sejak dahulu telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa yang telah gugur, baik di medan tempur, hingga meja-meja diplomasi.

Mereka semua merupakan puspa  kusuma yang harumnya akan senantiasa abadi dalam taman pujaan bangsa. Membahas mengenai tokoh pahlawan, Pulau Dewata memiliki banyak pejuang-pejuang tangguh. Di antaranya I Gusti Ngurah Made Agung [Cokorda Mantuk Ring Rana], I Gusti Ngurah Rai, Cokorda Istri Kanya, Sagung Wah, dan masih banyak pejuang lainnya.

Pasca Kemerdekaan tahun 1945, tak serta merta membuat Indonesia menjadi negara merdeka seratus persen.  Masih saja ada gejolak tumpahan darah, terutama di Bali. Sebagai ujung tombak perjuangan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dengan gagah berani mengumandangkan kembali perang puputan pada tahun 1946.

Desa Adat Beringkit, Mengwi, memiliki seorang pejuang kemerdekaan yang menunaikan tugas sebagai abdi negara hingga akhir hayat.

Kala itu tahun 1923 melalui jerit tangis seorang ibu lahirlah putra  dari seorang petani sederhana I Gusti Putu Denden. Ayahnya (ajik)  berharap anaknya yang telah lahir menjadi putra teguh dan senantiasa menjadi pelindung bagi setiap orang.  Atas restu dari Hyang Widhi dengan berkat kelahiran yang selamat, anak tersebut dinamakan I Gusti Putu Tegeg, Tegeg berarti teguh.

Tak banyak yang tahu mengenai masa kecilnya, karena ketika saya ingin mengulik informasi mengenai I Gusti Putu Tegeg seluruh teman seangkatannya telah berpulang ke pangkuan pertiwi.

Namun salah seorang putra kelimanya yakni I Gusti Putu Wijana cukup memiliki memori suka dan duka bersama sang ayah. Menurut penuturannya I Gusti Putu Tegeg memiliki satu saudara kandung yang telah meninggal muda. Serta dalam mengarungi samudera kehidupan ia ditemani oleh seorang istri bernama Ni Gusti Ketut Putri, seorang gadis desa berasal dari banjar yang sama.

Atas pernikahan tersebut, ia dikaruniai sembilan anak yang terdiri dari enam putri dan tiga putra. Dalam meniti karir sebagai seorang prajurit Infanteri TNI-AD ia tentu mendapatkan angin ujian yang begitu dasyat. Infanteri merupakan salah satu jenis prajurit TNI yang melakukan pertempuran darat dengan berjalan kaki.

Prajurit Infanteri dituntut memiliki kemampuan bertahan diri di alam liar. Ciri dari prajurit Infanteri adalah baret hijau sebagai simbolisasi penyatuan dengan lingkungan. Karena menjadi seorang prajurit, sang istri kerap ditinggal cukup lama dalam misi-misi perjuangan kemerdekaan Indonesia, penumpasan Gestok dan beberapa misi berbahaya lainnya.

Sebagai pendamping seorang prajurit TNI, Ni Gusti Ketut Putri hanya bisa iklas, bahkan ia siap menerima kepulangan “nama dan baret” dari sang suami. Ditinggal sewaktu hamil tua pun telah biasa dialaminya.

Setelah  menjalankan tugas perjuangan yang panjang akhirnya Gusti Putu Tegeg ditempatkan di satuan Komando Daerah Militer (KODAM) IX Udayana yang terletak di sebelah barat Lapangan Puputan Badung, dengan pangkat Perwira Letnan Satu. Selama bertugas ia merupakan salah satu anggota TNI yang aktif dan disiplin. Ajudannya yang tak diketahui namanya oleh I Gusti Putu Wijana, senantiasa siap untuk menjemputnya di gerbang Jero setiap pagi dengan mobil sedan berwarna hijau.

Secara samar dalam umur lima tahun, I Gusti Putu Wijana melihat sosok kewibawaan dan kasih sayang dari sang ayah. Walaupun sebagai anggota TNI ia tak pernah berlaku keras dan kasar kepada keluarga. Perilakunya yang halus dan alon seakan tak ada yang mengira bahwa I Gusti Putu Tegeg adalah seorang TNI. “Atas pengabdiannya yang tak kenal lelah kepada negeri, Republik Indonesia menganugerahkan Satya Lancana Karya Satya kepada I Gusti Putu Tegeg, namun sayang piagam tersebut entah tersimpan dimana sekarang,” ungkap I Gusti Putu Wijana.

Di usia paruh baya I Gusti Putu Tegeg mengalami sakit keras. Ia menjalani pengobatan rawat inap beberapa kali di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Denpasar. Sakit Kuning yang menyerang hati dengan ciri tubuh kekuningan akhirnya menjadi penyakit yang menyebabkan kematian Perwira tersebut pada tahun 1974 dengan umur 51 tahun.

Namun, beberapa minggu sebelum berpulang I Gusti Putu Tegeg menerima kenaikan satu pangkat dari Perwira Lettu menjadi Kapten dengan Nomor Registrasi Pokok (NRP) 252625. Sewaktu penerimaan yang dilaksanakan secara simbolis di rumahnya, ia dibantu oleh I Gusti Putu Wijana saat melakukan foto dinas dengan tanda bintang dua di kedua pundak.

Setelah kematiannya, ia direkomendasikan oleh Panglima Kodam IX Udayana kala itu, untuk didharmakan di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan, dengan nomor nisan 633. “Suasana saat itu begitu riuh, saya hanya bisa terheran mengapa ayah saya begitu dihargai,” kenang I Gusti Putu Wijana.

Nisan I Gusti Putu Tegeg di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan. Foto: Dokumentasi Pribadi

Sepeninggal I Gusti Putu Tegeg keluarga hanya menyimpan sebilah pedang dengan label MILSCO merupakan pedang atau klewang peninggalan Belanda, entah dimana ia mendapatkannya, yang jelas itu merupakan salah satu warisan yang diberikan kepada para penerusnya.

Bagan 1Pedang dengan Label MILSCO. Foto: Dokumentasi Pribadi

Selain disiplin menjalankan tugas sebagai anggota TNI ia juga memiliki kegemaran seni sastra yakni mesanthi atau matembang sastra Bali-Kawi. Tidak hanya membaca, tulis menulis pun ia tekuni. Hingga saat ini ada enam karya salinannya yang “purna” ditulis dalam buku ukuran B5. Di antaranya adalah Kakawin Ramayana, I dan II, Kakawin Bhomakawya, Kakawin Bharatayudha, Sarasamusccaya, Kakawin Siwaratri Kalpa, Kakawin Dharma Kusuma, Kidung Panji Wijaya, Kreta Basa.

Salinan karya sastra Jawa Kuno I Gusti Putu Tegeg. Foto: Dokumentasi Pribadi

Karya sastra besar berbahasa Jawa Kuno tersebut disalin olehnya secara tekun setiap malam hari sepulang dari bertugas di kesatuan. Kerap kali I Gusti Putu Wijana dan I Gusti Nyoman Astawa (putra ketiga) diberikan teguran oleh kakek I Gusti Putu Denden karena mengganggu sang ayah sewaktu menyalin.  

Semangat pengabdiannya kepada negara tak membuat ia lupa dengan tanah kelahirannya, yakni  Beringkit. Kala itu di tengah kesibukannya menjadi staff TNI, ia dipercaya sebagai Kerta Desa salah suatu dewan hukum di wilayah Desa Adat. Di tengah keaktifannya di desa adat ia mendapatkan panggilan akrab Gusti Aji Letnan. Hingga saat ini beberapa sepuh desa yang kala itu masih muda memiliki ingatan samar namun pasti mengenai kobaran semangat pengabdian I Gusti Putu Tegeg.

Selamat hari Pahlawan Nasional. Merdeka! [T]

Gelar Pahlawan Nasional untuk Ida Dewa Agung Jambe yang Gugur pada Perang Puputan Klungkung
Sudut Pandang Pahlawan: Adakah Hal yang Tidak Biasa?
“Ngewangsuh” Pusaka Perang Banjar: Mengingat Perlawanan, Menebar Spirit Kepahlawanan
Tags: BadungDesa BeringkitHari PahlawanMengwipahlawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Next Post

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co