2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Ngewangsuh” Pusaka Perang Banjar: Mengingat Perlawanan, Menebar Spirit Kepahlawanan

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
September 20, 2022
in Budaya
“Ngewangsuh” Pusaka Perang Banjar: Mengingat Perlawanan, Menebar Spirit Kepahlawanan

Ngewangsuh pusaka Perang banjar di Griya Gede Banjar, Buleleng

BULELENG | TATKALA.CO — Semua pusaka atau senjata yang digunakan pasukan Banjar untuk melawan pasukan kolonial Belanda dalam Perang Banjar tahun 1868, dikeluarkan, dihadirkan, kemudian disucikan, atau di-wangsuh di Griya Gede Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Selasa, 20 September 2022 malam.

Ritual ngewangsuh pusaka Perang Banjar itu adalah ritual yang dilakukan setiap tahun untuk memperingati terjadinya Perang Banjar. Pusaka itu, salah satunya berupa keris.

Tahun ini adalah peringatan ke-154 Perang Banjar. Ritual peringatan itu berlangsung khidmat, sekaligus juga meriah karena selain ritual ngewangsuh pusaka, juga diadakan berbagai kegiatan lain yang melibatkan warga..  

Ritual ngewangsuh digelar di Geriya Gede Banjar, tepatnya di depan merajan, di sisi kiri dari pemedal agung (pintu keluar). Disaksikan oleh Penglisir Griya Gede Banjar, antara lain Ida Bagus Damana dan Ida Bagus Ayodhya. Selain itu, ritual juga disaksikan oleh Ida Made Tamu, Ida Bagus Ardana, Ida Bagus Pendra dari Kayuputih.

Ida Bagus Wika Krishna mengatakan pusaka Perang banjar itu tetap dilestarikan hingga kini karena menjadi symbol penting tentang nilai-nilai kepahlawanan dan juga keberanian leluhur yang berjuang melawan kolonialisme.

“Simbol-simbol dan nilai-nilai ini diharapkan memberikan vibrasi positif dalam menjaga bangsa dan Negara,” kata Ida Bagus Wika Krishna.

Ida Bagus Wika Krishna adalah generasi kelima dari Ida Made Rai yang menajdi Pemimpin Perang Banjar pada 154 tahun yang lalu. Kini ia dikenal sebagai pengajar dan menjabat sebagai Wakil Ketua III STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Ida Bagus Wika Krishna mengatakan, saat pandemi, atau selama dua tahun, peringatan perang Banjar tidak dilaksanakan karena aturan protokol kesehatan.

Dan tahun ini pasemetonan Griya Gede Banjar bersama para warih yang terlibat dalam perang Banjar sepakat kembali memperingati peristiwa heroik yang terkenal dengan spirit Sura Magada ini.

Peringatan Perang Banjar, secara ritual maupun seremonial, dipusatkan di Griya Gede Banjar.Karena dalam sejarahnya,  Griya Gede Banjar yang menjalankan konsep Raja Rsi pada masa itu punya kaitan yang sangat erat dengan pemimpin Perang Banjar Ida Made Rai.

“Griya Gede Banjar secara sosiokultural pada zaman modern ini penting mengambil peran untuk ikut serta dan aktif menjaga spirit Sura Magadha untuk bisa digaungkan diwariskan kepada generasi selanjutnya,” kata Ida Bagus Wika Krishna.

Peringatan Perang Banjar ini dihadiri warga Desa Banjar, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Selain itu. Hadir juga sejumlah warga dari Desa Cempaga, Sidatapa, Kayu Putih hingga Patemon.

Selain ritual ngewangsuh pusaka, peringatan Perang Banjar juga diisi sejumlah acara, antara lain pementasan Fragmen Perang Banjar. Kegiatan tambahan lainnya adalah kirab pusaka Perang Banjar yang dilaksanakan dari Pura Melanting ke Geriya Gede Banjar.

Selain itu, pusaka suci yang di-wangsuh itu juga akan disambut oleh pementasan pencak silat dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Silat Mpu Kuturan Singaraja dan Tarian Baris Gede.

Yang menarik, Fragmen Perang Banjar dipentaskan oleh anak-anak TK Negeri Banjar.

“Anak-anak usia dini dilibatkan dalam peringatan Perang Banjar, karena penting sebagai upaya mewariskan nilai-nilai Perang Banjar untuk anak itu, khususnya dalam konteks bagaimana menjaga tanah kelahiran,” kata Ida Bagus Wika Krishna.

Bagaimana Terjadinya Perang Banjar?

Dari berbagai sumber disebutkan, rentetan Perang Banjar berawal dari pertempuran pada 16 September 1868 di daerah Banjar Corot, Desa Cempaga, Kecamatan Banjar.

Pasukan Belanda dipimpin Kapten Lwig Stegman dan Letnan Njis. Pasukan Banjar dipimpin Ida Made Rai bersama adiknya Ida Nyoman Ngurah, Sementara pasukan bantuan I Gusti Ketut Jelantik dari Kerajaan Buleleng dipimpin patihnya, I Ketut Liarta.

Saat itu Belanda kalah. Kapten Lwig Stegman dan Letnan Njis gugur diikuti kurang lebih 100 serdadu Belanda lainnya.

Ida Made Rai sendiri adalah Raja Resi di Banjar yang diangkat oleh rakyat dan didukung oleh Raja Bangli dan desa-desa tetangga seperti Kalianget, Tangguwisia, Petemon, Kayu Putih.

Pada 3 Oktober 1868 Belanda kembali menyerbu Banjar. Kali ini serbuan dilakukan dari arah barat. Pasukan Belanda dibantu oleh L Wayat Tragi.

Pada saat itu Belanda kembali kalah. Dan saat itu Banjar berubah nama menjadi “Sura Magada” .

Kalah dua kali, Belanda kemudian minta bantuan kepada Gubernur Jendral di Batavia. Setelah dapat bantuan, Belanda kembali menyerang Desa Banjar di bawah pimpinan Kolonel De Braban dan Mayor Bloom.

Saat itu Belanda menang. Ida Made Rai ditangkap di Jatiluwih Tabanan bersama lima orang pengikutnya dan diadili di Batavia dan menjalani hukuman seumur hidup, dibuang ke Bandung dan akhirnya meninggal di sana..

Belanda kemudian merepakan kerja paksa kepada penduduk Desa Banjar untuk membuat kuburan di tempat gugurnya Kapten Lwig Stegman dan Letnan Njis dan serdadunya di Banjar Corot Desa Cempaga.

Kuburan Belanda itu merupakan bukti kepahlawanan Ida Made Rai yang memimpin rakyat Banjar. [T][Ado]

Sepenggal Kisah Sejarah dan Monumen Perang Jagaraga
Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung
Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur
Tags: bulelengDesa BanjarPerang banjar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

Next Post

Lelaki Penari, Kesangsian Orang-orang, dan Proses Kreatif Kurniadi Ilham

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Lelaki Penari, Kesangsian Orang-orang, dan Proses Kreatif Kurniadi Ilham

Lelaki Penari, Kesangsian Orang-orang, dan Proses Kreatif Kurniadi Ilham

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co