3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Ngewangsuh” Pusaka Perang Banjar: Mengingat Perlawanan, Menebar Spirit Kepahlawanan

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
September 20, 2022
in Budaya
“Ngewangsuh” Pusaka Perang Banjar: Mengingat Perlawanan, Menebar Spirit Kepahlawanan

Ngewangsuh pusaka Perang banjar di Griya Gede Banjar, Buleleng

BULELENG | TATKALA.CO — Semua pusaka atau senjata yang digunakan pasukan Banjar untuk melawan pasukan kolonial Belanda dalam Perang Banjar tahun 1868, dikeluarkan, dihadirkan, kemudian disucikan, atau di-wangsuh di Griya Gede Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Selasa, 20 September 2022 malam.

Ritual ngewangsuh pusaka Perang Banjar itu adalah ritual yang dilakukan setiap tahun untuk memperingati terjadinya Perang Banjar. Pusaka itu, salah satunya berupa keris.

Tahun ini adalah peringatan ke-154 Perang Banjar. Ritual peringatan itu berlangsung khidmat, sekaligus juga meriah karena selain ritual ngewangsuh pusaka, juga diadakan berbagai kegiatan lain yang melibatkan warga..  

Ritual ngewangsuh digelar di Geriya Gede Banjar, tepatnya di depan merajan, di sisi kiri dari pemedal agung (pintu keluar). Disaksikan oleh Penglisir Griya Gede Banjar, antara lain Ida Bagus Damana dan Ida Bagus Ayodhya. Selain itu, ritual juga disaksikan oleh Ida Made Tamu, Ida Bagus Ardana, Ida Bagus Pendra dari Kayuputih.

Ida Bagus Wika Krishna mengatakan pusaka Perang banjar itu tetap dilestarikan hingga kini karena menjadi symbol penting tentang nilai-nilai kepahlawanan dan juga keberanian leluhur yang berjuang melawan kolonialisme.

“Simbol-simbol dan nilai-nilai ini diharapkan memberikan vibrasi positif dalam menjaga bangsa dan Negara,” kata Ida Bagus Wika Krishna.

Ida Bagus Wika Krishna adalah generasi kelima dari Ida Made Rai yang menajdi Pemimpin Perang Banjar pada 154 tahun yang lalu. Kini ia dikenal sebagai pengajar dan menjabat sebagai Wakil Ketua III STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Ida Bagus Wika Krishna mengatakan, saat pandemi, atau selama dua tahun, peringatan perang Banjar tidak dilaksanakan karena aturan protokol kesehatan.

Dan tahun ini pasemetonan Griya Gede Banjar bersama para warih yang terlibat dalam perang Banjar sepakat kembali memperingati peristiwa heroik yang terkenal dengan spirit Sura Magada ini.

Peringatan Perang Banjar, secara ritual maupun seremonial, dipusatkan di Griya Gede Banjar.Karena dalam sejarahnya,  Griya Gede Banjar yang menjalankan konsep Raja Rsi pada masa itu punya kaitan yang sangat erat dengan pemimpin Perang Banjar Ida Made Rai.

“Griya Gede Banjar secara sosiokultural pada zaman modern ini penting mengambil peran untuk ikut serta dan aktif menjaga spirit Sura Magadha untuk bisa digaungkan diwariskan kepada generasi selanjutnya,” kata Ida Bagus Wika Krishna.

Peringatan Perang Banjar ini dihadiri warga Desa Banjar, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Selain itu. Hadir juga sejumlah warga dari Desa Cempaga, Sidatapa, Kayu Putih hingga Patemon.

Selain ritual ngewangsuh pusaka, peringatan Perang Banjar juga diisi sejumlah acara, antara lain pementasan Fragmen Perang Banjar. Kegiatan tambahan lainnya adalah kirab pusaka Perang Banjar yang dilaksanakan dari Pura Melanting ke Geriya Gede Banjar.

Selain itu, pusaka suci yang di-wangsuh itu juga akan disambut oleh pementasan pencak silat dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Silat Mpu Kuturan Singaraja dan Tarian Baris Gede.

Yang menarik, Fragmen Perang Banjar dipentaskan oleh anak-anak TK Negeri Banjar.

“Anak-anak usia dini dilibatkan dalam peringatan Perang Banjar, karena penting sebagai upaya mewariskan nilai-nilai Perang Banjar untuk anak itu, khususnya dalam konteks bagaimana menjaga tanah kelahiran,” kata Ida Bagus Wika Krishna.

Bagaimana Terjadinya Perang Banjar?

Dari berbagai sumber disebutkan, rentetan Perang Banjar berawal dari pertempuran pada 16 September 1868 di daerah Banjar Corot, Desa Cempaga, Kecamatan Banjar.

Pasukan Belanda dipimpin Kapten Lwig Stegman dan Letnan Njis. Pasukan Banjar dipimpin Ida Made Rai bersama adiknya Ida Nyoman Ngurah, Sementara pasukan bantuan I Gusti Ketut Jelantik dari Kerajaan Buleleng dipimpin patihnya, I Ketut Liarta.

Saat itu Belanda kalah. Kapten Lwig Stegman dan Letnan Njis gugur diikuti kurang lebih 100 serdadu Belanda lainnya.

Ida Made Rai sendiri adalah Raja Resi di Banjar yang diangkat oleh rakyat dan didukung oleh Raja Bangli dan desa-desa tetangga seperti Kalianget, Tangguwisia, Petemon, Kayu Putih.

Pada 3 Oktober 1868 Belanda kembali menyerbu Banjar. Kali ini serbuan dilakukan dari arah barat. Pasukan Belanda dibantu oleh L Wayat Tragi.

Pada saat itu Belanda kembali kalah. Dan saat itu Banjar berubah nama menjadi “Sura Magada” .

Kalah dua kali, Belanda kemudian minta bantuan kepada Gubernur Jendral di Batavia. Setelah dapat bantuan, Belanda kembali menyerang Desa Banjar di bawah pimpinan Kolonel De Braban dan Mayor Bloom.

Saat itu Belanda menang. Ida Made Rai ditangkap di Jatiluwih Tabanan bersama lima orang pengikutnya dan diadili di Batavia dan menjalani hukuman seumur hidup, dibuang ke Bandung dan akhirnya meninggal di sana..

Belanda kemudian merepakan kerja paksa kepada penduduk Desa Banjar untuk membuat kuburan di tempat gugurnya Kapten Lwig Stegman dan Letnan Njis dan serdadunya di Banjar Corot Desa Cempaga.

Kuburan Belanda itu merupakan bukti kepahlawanan Ida Made Rai yang memimpin rakyat Banjar. [T][Ado]

Sepenggal Kisah Sejarah dan Monumen Perang Jagaraga
Kelor Unggul dari Lokapaksa, Buahnya 1 Meter, Daunnya Jadi Teh dan Tepung
Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur
Tags: bulelengDesa BanjarPerang banjar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

Next Post

Lelaki Penari, Kesangsian Orang-orang, dan Proses Kreatif Kurniadi Ilham

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

by tatkala
May 1, 2026
0
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

Read moreDetails

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
0
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

Read moreDetails

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails
Next Post
Lelaki Penari, Kesangsian Orang-orang, dan Proses Kreatif Kurniadi Ilham

Lelaki Penari, Kesangsian Orang-orang, dan Proses Kreatif Kurniadi Ilham

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co