23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur

Kadek Sudantara by Kadek Sudantara
August 31, 2022
in Khas
Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur

Anak-anak sedang belajar di Rumah Belajar Gebang, Desa Tembok, Tejakula, Buleleng

Desa Tembok, sebuah desa di ujung timur Kabupaten Buleleng. Desa ini berbatasan langsung dengn wilayah Kabupaten Karangsem. Desa ini jauh dari kota Singaraja di pusat pemerintah Kabupaten Buleleng, jauh juga dari kota Amlapura di pusat pemerintahan Kabupaten Karangasem, dan sangat jauh dari Kota Denpasar, ibukota Provinsi Bali.

Meski jauh, anak-anak di Desa Tembok ternyata punya mimpi untuk bisa belajar dengan baik, sama seperti pelajaran anak-anak di kota, semisal belajar Bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lainya, termasuk belajar sastra dan teater.  Maka itu, saya, sebagai warga Desa Tembok menyisihkan bagian dari ruamh saya di tepi Jalan Raya Singaraja-Amlapura untuk dijadikan tempat belajar bersama. Di situ, sepulang sekolah, atau Hari Minggu, anak-anak belajar berbagai hal, termasuk bahasa dan hal-hal yang membuat mereka kreatif.

Rumah belajar itu saya namanya Rumah Belajar Gebang.

Rumah Belajar Gebang merupakan perwujudan dari satu mimpi saya sejak lama. Saya ingin membangun sebuah rumah belajar untuk anak-anak desa agar mereka bisa mendapatkan pendidikan non formal, setidaknya sama dengan anak-anak yang berada di wilayah perkotaan.

Anak-anak mengumpulkan sampah di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng

Saya memberanikan diri membangun rumah belajar ini sejak tahun 2019. Pada awalnya kelas non formal ini berjalan kurang lebih dua minggu dengan tempat dan pasilitas seadanya dan dibantu beberapa teman di desa. Setelah dua minggu berjalan, muncul kendala.

Tempat belajar itu, secara fisik, belum bisa dibangun dengan maksimal. Saat musim penghujan datang, tempat belajar itu diterpa air hujan dan anak-anak tak bisa belajar dengan nyaman. Akhirnya dengan berat hati untuk sementara kelas tidak dilanjutkan.

Berawal dari Bahasa Inggris

Sebelum bercerita lebih lanjut,  sedikit akan saya sampaikan mengenai latar belakang dimulainya rumah belajar ini. Sebagai seorang anak desa saya merasa prihatin dengan anak- anak Sekolah Dasar di desa saya, di mana pada kelas atas yaitu kelas 4,5, dan 6 mereka sudah mendapat mata pelajaran Bahasa Inggris.

Namun kenyataanya di Sekolah Dasar tidak ada Guru Bahasa Inggris yang mengajar. Mulai dari sanalah saya berinisiatif untuk membagi sedikit ilmu yang saya miliki, yang meskipun itu jauh dari kata sempurna. Saya mengumpulkan anak-anak untuk diajari Bahasa Inggris.

Kadek Sonia Piscayanti (pegang mik) dari Komunitas Mahima mengajar bahasa Inggris dan teater untuk anak-anak di Rumah Belajar Gebang

Setelah melewati masa pandemi 2019-2021, mimpi yang sempat tertunda itu ingin saya wujudkan kembali . Ini karena saya sudah memiliki tempat berteduh yang lumayan nyaman sebagai tempat untuk belajar.  Dengan dorongan dari teman- teman, saya memulai lagi kelas belajar itu. Apalagi rumah belajar ini kemudian mendapatkan bantuan buku-buku bacaan dari Komunitas Mahima di Singaraja.

Tepat hari Minggu tanggal 10 April 2022 teman- teman dari Komunitas Mahima  bertandang kerumah dan membawakan beberapa buku bacaan sambil ngobrol sembari mengajak anak- anak belajar bernyanyi lagu berbahasa Inggris. Dengan begitu semangat untuk melanjutkan kembali rumah belajar itu sangat besar. Dan setelah itu, kegiatan belajar non formal di rumah belajar itu pun terus berjalan.

Anak- anak Sekolah Dasar kurang mampu ini tidak harus mengeluarkan uang saku mereka agar bisa ikut belajar di Rumah Belajar Gebang, mereka cukup mengumpulkan sampah plastik yang ada di lingkungan rumahnya dan membawanya seminggu sekali ke Rumah Belajar Gebang. Adapun tujuan terpenting dari pengumpulan sampah plastik ini adalah salah satu upaya agar mereka sadar dan peduli dengan lingkungan yang dimulai dari lingkungan rumahnya sendiri bahwa sampah plastik tidak akan bisa hancur hingga ratusan tahun lamanya dan akan bermanfaat jika diolah dan bisa digunakan kembali.

Anak-anak belajar di Rumah Belajar Gebang, Desa Tembok

Harapan terus menerus dipertebal. Rumah belajar ini bukan hanya tempat untuk belajar atau berbagi pengetahuan tentang Bahasa Inggris saja. tapi juga semua hal yang bisa bermanfaat baik kreatifitas, ekonomi, sosial dan budaya.  Misal seperti yang sudah yaitu belajar drama teater.

Pentas Teater Hari Kemerdekaan

Untuk pertama kalinya Rumah Belajar Gebang berkesempatan mementaskan drama teater pada momen peringatan ke-77 Hari Kemerdekaan RI . Saat itu anak-anak Rumah Gebang mementaskan teater Si Merah dan Si Putih di panggung Balai Desa Tembok pada 17 Agustus malam.

Meskipun dengan penampilan sederhana dan perlengkapan seadanya mereka bisa tetap tampil dengan maksimal dan mengundang tawa para penonton yang kebanyakan ibu- ibu. Sebelum pementasan anak-anak yang duduk di tingkat SD ini mengaku gugup karena pertamakalinya tampil bermain drama teater. Ini adalah awal dan mereka pastinya akan lebih tertantang untuk bisa tampil kembali.

Acara perhelatan 17-an tersebut juga diisi oleh penampilan dari pegawai Pemerintah Desa Tembok dan Karang Taruna Yodhapura yang menampilkan drama teater dengan judul Puputan Jagaraga. Ada juga pemuda pemudi Karang Taruna Yodhapura yang mengisi acara dengan solo akustik juga karaoke. Acara berjalan lancar diselingi pengundian kupon berhadiah yang semakin membuat penonton penasaran sehingga menunggu acara selesai sampai larut malam.

Anak-anak dari Rumah Belajar Gebang pentas teater memperingati 77 tahun Hari Kemerdekaan RI

Tentang Teater Si Putih itu, semua anak-anak terlibat dan tampak sangat menikmati. Misalnya  Si Putih yang diperankan oleh Ketut Nina yang sebagai pemeran utama dalam cerita tersebut beberapa kali menyampaikan kegundahanya sebelum menaiki panggung,dan pastinya saya yakinkan bahwa mereka bisa. Dan Ketut nina memang bisa.

Dan sosok Nenek Tua yang diperankan oleh Kadek Mika Masayu yang selama latihan terkesan gugup dan membuat saya tidak yakin tetapi setelah pementasan dia dapat memerankan sosok Nenek Tua dengan penuh penghayatan dan menjadi pemeran terbaik bagi para penonton.

Anak-anak bergembira dan saya ikuta senang. Anak-anak yang berperan di teater itu secara lengkap adalah Kadek Devi kelas enam SD  berperan sebagai Si Merah , Si Putih diperankan oleh Ketut Nina kelas lima SD.

Para pemain teater dari anak-anak Rumah Belajar Gebang usai foto bersama usai pentas

Ayah diperankan oleh Putu Kevin ,  Ibu Tiri oleh Kadek Ayu , Nenek Tua diperankan oleh Kadek Mika Masayu, Raja diperankan oleh Kadek Edo, dan tiga pegawai masing-masing diperankan oleh Komang Yogi, Nando, dan Kadek Artana . Lalu Ibu tua diperankan oleh Kadek Vira. Dua anak, yakni Putu Ria dan Ketut Aprilia berperan sebagai temannya Si Merah.  Sementara  narator adalah Ketut Cahya .

Pertanyaannya, kenapa rumah belajar itu bernama Rumah Belajar Gebang?

Gebang merupakakan nama wilayah Banjar Adat Ngis Kauh di Desa Tembok yang konon katanya banyak pohon gebang di tempat itu. Gebang itu tumbuhan seperti aren. Sehingga sampai sekarang daerah itu disebut Ngis Gebang. [T]

Tags: bulelengDesa TembokLiterasiTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nasib Kurikulum Merdeka Ada di Tangan Guru

Next Post

Sepatu Baru MC dan Pilot Naik Panggung | Catatan Belakang Layar Teater Legenda Rasa

Kadek Sudantara

Kadek Sudantara

Biasa dipanggil dengan nama Dex Doll. Lahir di Desa Tembok, Pekerjaan wiraswasta. Kini jadi Ketua Karang Taruna Yodhapura Desa Tembok. Kesukaan touring naik vespa

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Sepatu Baru MC dan Pilot Naik Panggung | Catatan  Belakang Layar Teater Legenda Rasa

Sepatu Baru MC dan Pilot Naik Panggung | Catatan Belakang Layar Teater Legenda Rasa

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co