12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur

Kadek Sudantara by Kadek Sudantara
August 31, 2022
in Khas
Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur

Anak-anak sedang belajar di Rumah Belajar Gebang, Desa Tembok, Tejakula, Buleleng

Desa Tembok, sebuah desa di ujung timur Kabupaten Buleleng. Desa ini berbatasan langsung dengn wilayah Kabupaten Karangsem. Desa ini jauh dari kota Singaraja di pusat pemerintah Kabupaten Buleleng, jauh juga dari kota Amlapura di pusat pemerintahan Kabupaten Karangasem, dan sangat jauh dari Kota Denpasar, ibukota Provinsi Bali.

Meski jauh, anak-anak di Desa Tembok ternyata punya mimpi untuk bisa belajar dengan baik, sama seperti pelajaran anak-anak di kota, semisal belajar Bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lainya, termasuk belajar sastra dan teater.  Maka itu, saya, sebagai warga Desa Tembok menyisihkan bagian dari ruamh saya di tepi Jalan Raya Singaraja-Amlapura untuk dijadikan tempat belajar bersama. Di situ, sepulang sekolah, atau Hari Minggu, anak-anak belajar berbagai hal, termasuk bahasa dan hal-hal yang membuat mereka kreatif.

Rumah belajar itu saya namanya Rumah Belajar Gebang.

Rumah Belajar Gebang merupakan perwujudan dari satu mimpi saya sejak lama. Saya ingin membangun sebuah rumah belajar untuk anak-anak desa agar mereka bisa mendapatkan pendidikan non formal, setidaknya sama dengan anak-anak yang berada di wilayah perkotaan.

Anak-anak mengumpulkan sampah di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng

Saya memberanikan diri membangun rumah belajar ini sejak tahun 2019. Pada awalnya kelas non formal ini berjalan kurang lebih dua minggu dengan tempat dan pasilitas seadanya dan dibantu beberapa teman di desa. Setelah dua minggu berjalan, muncul kendala.

Tempat belajar itu, secara fisik, belum bisa dibangun dengan maksimal. Saat musim penghujan datang, tempat belajar itu diterpa air hujan dan anak-anak tak bisa belajar dengan nyaman. Akhirnya dengan berat hati untuk sementara kelas tidak dilanjutkan.

Berawal dari Bahasa Inggris

Sebelum bercerita lebih lanjut,  sedikit akan saya sampaikan mengenai latar belakang dimulainya rumah belajar ini. Sebagai seorang anak desa saya merasa prihatin dengan anak- anak Sekolah Dasar di desa saya, di mana pada kelas atas yaitu kelas 4,5, dan 6 mereka sudah mendapat mata pelajaran Bahasa Inggris.

Namun kenyataanya di Sekolah Dasar tidak ada Guru Bahasa Inggris yang mengajar. Mulai dari sanalah saya berinisiatif untuk membagi sedikit ilmu yang saya miliki, yang meskipun itu jauh dari kata sempurna. Saya mengumpulkan anak-anak untuk diajari Bahasa Inggris.

Kadek Sonia Piscayanti (pegang mik) dari Komunitas Mahima mengajar bahasa Inggris dan teater untuk anak-anak di Rumah Belajar Gebang

Setelah melewati masa pandemi 2019-2021, mimpi yang sempat tertunda itu ingin saya wujudkan kembali . Ini karena saya sudah memiliki tempat berteduh yang lumayan nyaman sebagai tempat untuk belajar.  Dengan dorongan dari teman- teman, saya memulai lagi kelas belajar itu. Apalagi rumah belajar ini kemudian mendapatkan bantuan buku-buku bacaan dari Komunitas Mahima di Singaraja.

Tepat hari Minggu tanggal 10 April 2022 teman- teman dari Komunitas Mahima  bertandang kerumah dan membawakan beberapa buku bacaan sambil ngobrol sembari mengajak anak- anak belajar bernyanyi lagu berbahasa Inggris. Dengan begitu semangat untuk melanjutkan kembali rumah belajar itu sangat besar. Dan setelah itu, kegiatan belajar non formal di rumah belajar itu pun terus berjalan.

Anak- anak Sekolah Dasar kurang mampu ini tidak harus mengeluarkan uang saku mereka agar bisa ikut belajar di Rumah Belajar Gebang, mereka cukup mengumpulkan sampah plastik yang ada di lingkungan rumahnya dan membawanya seminggu sekali ke Rumah Belajar Gebang. Adapun tujuan terpenting dari pengumpulan sampah plastik ini adalah salah satu upaya agar mereka sadar dan peduli dengan lingkungan yang dimulai dari lingkungan rumahnya sendiri bahwa sampah plastik tidak akan bisa hancur hingga ratusan tahun lamanya dan akan bermanfaat jika diolah dan bisa digunakan kembali.

Anak-anak belajar di Rumah Belajar Gebang, Desa Tembok

Harapan terus menerus dipertebal. Rumah belajar ini bukan hanya tempat untuk belajar atau berbagi pengetahuan tentang Bahasa Inggris saja. tapi juga semua hal yang bisa bermanfaat baik kreatifitas, ekonomi, sosial dan budaya.  Misal seperti yang sudah yaitu belajar drama teater.

Pentas Teater Hari Kemerdekaan

Untuk pertama kalinya Rumah Belajar Gebang berkesempatan mementaskan drama teater pada momen peringatan ke-77 Hari Kemerdekaan RI . Saat itu anak-anak Rumah Gebang mementaskan teater Si Merah dan Si Putih di panggung Balai Desa Tembok pada 17 Agustus malam.

Meskipun dengan penampilan sederhana dan perlengkapan seadanya mereka bisa tetap tampil dengan maksimal dan mengundang tawa para penonton yang kebanyakan ibu- ibu. Sebelum pementasan anak-anak yang duduk di tingkat SD ini mengaku gugup karena pertamakalinya tampil bermain drama teater. Ini adalah awal dan mereka pastinya akan lebih tertantang untuk bisa tampil kembali.

Acara perhelatan 17-an tersebut juga diisi oleh penampilan dari pegawai Pemerintah Desa Tembok dan Karang Taruna Yodhapura yang menampilkan drama teater dengan judul Puputan Jagaraga. Ada juga pemuda pemudi Karang Taruna Yodhapura yang mengisi acara dengan solo akustik juga karaoke. Acara berjalan lancar diselingi pengundian kupon berhadiah yang semakin membuat penonton penasaran sehingga menunggu acara selesai sampai larut malam.

Anak-anak dari Rumah Belajar Gebang pentas teater memperingati 77 tahun Hari Kemerdekaan RI

Tentang Teater Si Putih itu, semua anak-anak terlibat dan tampak sangat menikmati. Misalnya  Si Putih yang diperankan oleh Ketut Nina yang sebagai pemeran utama dalam cerita tersebut beberapa kali menyampaikan kegundahanya sebelum menaiki panggung,dan pastinya saya yakinkan bahwa mereka bisa. Dan Ketut nina memang bisa.

Dan sosok Nenek Tua yang diperankan oleh Kadek Mika Masayu yang selama latihan terkesan gugup dan membuat saya tidak yakin tetapi setelah pementasan dia dapat memerankan sosok Nenek Tua dengan penuh penghayatan dan menjadi pemeran terbaik bagi para penonton.

Anak-anak bergembira dan saya ikuta senang. Anak-anak yang berperan di teater itu secara lengkap adalah Kadek Devi kelas enam SD  berperan sebagai Si Merah , Si Putih diperankan oleh Ketut Nina kelas lima SD.

Para pemain teater dari anak-anak Rumah Belajar Gebang usai foto bersama usai pentas

Ayah diperankan oleh Putu Kevin ,  Ibu Tiri oleh Kadek Ayu , Nenek Tua diperankan oleh Kadek Mika Masayu, Raja diperankan oleh Kadek Edo, dan tiga pegawai masing-masing diperankan oleh Komang Yogi, Nando, dan Kadek Artana . Lalu Ibu tua diperankan oleh Kadek Vira. Dua anak, yakni Putu Ria dan Ketut Aprilia berperan sebagai temannya Si Merah.  Sementara  narator adalah Ketut Cahya .

Pertanyaannya, kenapa rumah belajar itu bernama Rumah Belajar Gebang?

Gebang merupakakan nama wilayah Banjar Adat Ngis Kauh di Desa Tembok yang konon katanya banyak pohon gebang di tempat itu. Gebang itu tumbuhan seperti aren. Sehingga sampai sekarang daerah itu disebut Ngis Gebang. [T]

Tags: bulelengDesa TembokLiterasiTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nasib Kurikulum Merdeka Ada di Tangan Guru

Next Post

Sepatu Baru MC dan Pilot Naik Panggung | Catatan Belakang Layar Teater Legenda Rasa

Kadek Sudantara

Kadek Sudantara

Biasa dipanggil dengan nama Dex Doll. Lahir di Desa Tembok, Pekerjaan wiraswasta. Kini jadi Ketua Karang Taruna Yodhapura Desa Tembok. Kesukaan touring naik vespa

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Sepatu Baru MC dan Pilot Naik Panggung | Catatan  Belakang Layar Teater Legenda Rasa

Sepatu Baru MC dan Pilot Naik Panggung | Catatan Belakang Layar Teater Legenda Rasa

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co