23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dewi Sri dan Spirit Kemerdekaan dalam Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
August 15, 2024
in Ulas Rupa
Dewi Sri dan Spirit Kemerdekaan dalam Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja

Lukisan Sri Devi karya Wayan Sudiarta

DI sebuah tembok, di ruang pameran itu, ada satu lukisan terpasang dengan begitu anggun, dengan gambar yang menarik perhatian. Lukisan itu berukuran 130 cm x 200 cm. Judulnya, “Sri Devi”.

Sri Devi, atau Dewi Sri, adalah dewi yang berhubungan dengan padi, dan secara luas berhubungan dengan dunia pertanian. Sehingga dari lukisan itu, pikiran jadi mengembara ke berbagai perasaan tentang dunia tani: Dewi Sri dengan citraan yang cantik, juga alih fungsi lahan, pestisida, gagal panen, harga gabah murah dan petani makin langka.

Kecantikan seorang dewi, dan keprihatinan yang bertubi-tubi, adalah paradoks dalam kehidupan kita kini.

Barangkali paradoks semacam itulah yang ingin ditampilkan dalam Pameran Seni Rupa yang dilakukan dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Seni Rupa di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan perupa lainnya, di ruang pameran Galerry Paduraksa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha, yang dibuka 12 Agustus dan akan berakhir 30 Agustus 2024.

Pameran seni rupa di Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Pameran dengan tema “First Action” itu dibuka Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. dalam suasana yang hangat. Memasuki perayaan bulan kemerdekaan, kata Lasmawan, kegairahan itu terasa menyala juga di ruang kecil Galerry Paduraksa ini.

Pameran ini, lanjut Lasmawan, adalah satu gerakan di bulan Agustus yang dilakukan para civitas akademika dalam mengimplementasikan nilai-nilai patriotisme baru untuk bangsa ini.

“Kami percaya bahwa seluruh civitas akademik Prodi Seni Rupa dan seluruh jejaringnya di medan seni akan terus bersinergi mengimplementasikan nilai-nilai patriotisme baru untuk untuk Indonesia maju,” kata Lasmawan.

Lasmawan mengatakan, ia menyambut sangat baik dan penuh semangat pergelaran pameran seni rupa ysng diberi tema ”FIRST ACTION” ini.

“Karena dari tema yang ditetapkan tersirat kesan makna bahwa ini adalah langkah permulaan untuk memulai menempuh serangkain agenda agenda sistematis untuk mencapai tujuan-tujuan besar di masa akan datang pada bidang seni rupa baik di ranah kependidikan maupun ranah kreatifitas penciptaan dan produksi karya seni rupa yang disemangati oleh jiwa entrepreneurship,“ ucap Lasmawan.

Pameran itu diisi oleh 39 peserta yang diantaranya adalah dosen dan alumni. I Wayan Sudiarta, Dewa Agung Mandala Utama, Dayu Sartika B, Putu Dudik Ariawan, Gede Sarantika, I Ketut Andi Palwika, I Nyoman Suta Kadik Purtama, I Wayan Juni Antara, I Made Kartiyoga, Dewa Made Johana, I Nyoman Arisana, Nyoman Wijaya, A. A Istri Ratih Aptiwidyari, I Kadek Septa Adi, Tri Akta Bagus Prasetya, I Putu Yoga Satyadhi Mahardika, dan Vincent Chandra.

Kemudian ada I Wayan Trisnayana, I Made Sutarjaya, Putra Wali Aco, I Nyoman (Poleng) Rediasa, Gusti Nyoman Widnyana, I Putu Suhartawan, Made Astangga Wahyu, I Made Santika (Omo), Hardiman, I Gusti Ngurah Sura Ardana, I Ketut Supir, I Ketut Sudita, I Nyoman Sila, Joning, Luh Suartini, I Made Jendra, Kadek Darma Negara, Satya Pradana, Gegeut Pangestu, dan I Made Satya Hariwirma turut serta memamerkan karyanya.

Nama-nama itu merupakan para seniman yang banyak melakukan pameran baik di Bali maupun di luar Bali. Salah satunya adalah seniman dan dosen I Wayan Sudiarta. Lukisan Sri Devi itu adalah karya Wayan Sudiarta.

Sudiarta dan lukisan Sri Devi | Foto: tatkala.co/Son

Sudiarta adalah dosen yang lahir di Peliatan, 23 April 1969. Sejak 1990 sampai sekarang masih aktif menjadi peserta pameran bersama di Bali dan luar Bali. Seperti di Museum Negeri NTB, di Kampus Undiksha dan beberapa hotel di kawasan Lovina Singaraja, di beberapa gallery dan museum seni di Ubud, gallery di Denpasar. Beberapa kali ia ikut pameran di arena Pesta Kesenian Bali di Denpasar.

Lukisan Sri Devi dibuatnya tahun sekarang, 2024.  Dengan teknik impasto. Lulusan ISI Denpasar itu hendak menyampaikan sesuatu melalui caranya menyapukan cat pasta tebal pada kanvas dengan menggunakan pisau palet. Teknik ini membentuk garis atau bidang yang lebih tebal. Teknik tersebut agaknya lebih ekspresif sebagaimana Vincent Van Gogh menciptakan cahaya begitu dalam, dan lingkaran yang terkesan bergerak pada lukisannya yang berjudul The Stary Night.

Tentu, pada goresannya yang tampak nyata pada lukisan Devi Sri milik Sudiarta itu, juga memiliki kesan kuat secara gambar dan karakter terutama pada garis dan pola. Pemilihan warna emas yang lebih dominan misalnya, sebagaimana padi menguning emas—padi di lukisannya juga tampak bergelombang, menari, dan menarik untuk didekati untuk dilihat. Juga warna lain pada aksesoris pakaian tubuh Dewi Sri, menjadikan lukisannya tampak realis jika ditinjau dari kejauhan, dan jika dekat, tak bisa diduga jika warna itu menggurat—menonjol selain nyata dipandang juga cenderung abstrak. Sangat terasa jika Sudiarta melukis dengan penuh ekspresi saat menarikan pisau paletnya di kanvas.

Mengapa Dewi Sri?

“Tentang Dewi Sri. Lebih kepada dewi kemakmuran, makanya di lukisan ini terdapat ikonik seperti padi yang menguning emas, atau dengan pertanian. Saya kira, kenapa saya melukis seperti ini sekarang, karena saya berharap, melalui lukisan orang kembali merasakan optimisme. Karena sumber-sumber kesedihan, sumber kekhawatiran terlalu banyak, baik di dunia nyata maupun di dunia maya semacam media sosial yang sekarang lebih banyak dikonsumsi,” jelas Sudiarta yang sekaligus menjadi koordinator dalam pameran itu.

Dalam hal lukisan, memang ia lebih banyak menggambar hal-hal tradisional. Pada lukisannya berjudul “Perselisihan Antar Saudara” tahun 2017 misalnya. Dengan tema yang sama “tradisional”, ia juga melukis menggunakan teknik impasto.

Lukisan karya Ketut Supir | Foto: tatkala.co/Son

Di pameran ini, tak hanya Sudiarta dengan teknik impasto dalam melukis, Hardiman dengan lukisannya berjudul “Jalak Bali” yang dibuatnya di sela-sela covid tahun 2020 itu juga menggunakan teknik yang sama yaitu impasto. Selebihnya saya tak tahu apakah ia menggunakan teknik yang lain sebab  pada lukisannya tampak lebih menonjol pewarnaannya terutama pada garis bidang dan polanya, melebihi milik Sudiarta.

Menyusul “Kilin dan Kawannya” lukisan tahun 2020 milik I Ketut Supir juga menggunakan pisau palet dalam impasto, tentu dengan polesannya agak tipis dari Hardiman.

Tapi barangkali nilai apa yang hendak disampaikan oleh ketiga pelukis itu berbeda. Pada lukisan Sudiarta misalnya, setelah berbincang tak lama di pameran itu, ia menjelaskan sedikitnya bahwa teknik impasto yang ia gunakan memberikannya semacam spirit saat mengerjakannya, saat membuat simbol-simbol dalam lukisan. Karena ia memoleskan begitu penuh emosional atas apa yang hendak ia imajinasikan, diekspresikan.

Lukisan karya Hardiman | Foto: tatkala.co/Son

Dan barangkali, apa yang telah Sudiarta katakan bahwa lukisan Dewi Sri dilatarbelakangi juga oleh pikiran tentang bangsa ini yang sudah terlalu banyak diisi kecemasan, kebencian, kemunduran—yang disimbolkannya pada tikus atau jro ketut di samping Dewi Sri yang sedang memberi berkat.

Sehingga apalagi yang membuatnya ingin lebih bergairah selain memupuk percaya diri tentang hal-hal positif kepada diri sendiri dan tentunya orang-orang di sekitarnya. Untuk mengisi kemerdekaan dengan optimisme itu, barangkali juga tak hanya di bulan kemerdekaan—tetapi juga seterusnya selama manusia masih bergerak. Selama negeri ini merdeka. [T]

Editor: Adnyana Ole

Tulang, Tubuh, dan Puisi dalam Ruang-Waktu | Dari Pameran Seni Instalasi Sampi Duwe di Desa Tambakan
Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram
Hardiman; Sekali Lagi, Jalak Bali
Tags: Pameran Seni RupaSeni RupaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal “Body Massage” dan Manfaat untuk Kesehatan

Next Post

Menikmati Sensasi Baru Menu “Uraban Nyawan” atau “Lawar Lebah” di Desa Tambakan-Buleleng

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
0
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

Read moreDetails

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

by Hartanto
August 13, 2026
0
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

Read moreDetails

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

by Hartanto
August 11, 2026
0
Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

Read moreDetails

Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

by I Wayan Sujana Suklu
August 11, 2026
0
Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

---Catatan seorang seniman tentang ketidaktahuan, pengetahuan, dan keberanian menggambar kembali Noe mengambar karena belum mengenal aturan, saya menjadi naif karena...

Read moreDetails

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

by Angga Wijaya
August 7, 2026
0
Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

Read moreDetails

“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

by Hartanto
August 7, 2026
0
“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

PADA 10 April hingga 30 Juni 2026 lalu digelar pameran 12 Perupa Perempuan Indonesia. Perhelatan ini diinisiasi Indonesian Women Artists...

Read moreDetails

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails
Next Post
Menikmati Sensasi Baru Menu “Uraban Nyawan” atau “Lawar Lebah” di Desa Tambakan-Buleleng

Menikmati Sensasi Baru Menu “Uraban Nyawan” atau “Lawar Lebah” di Desa Tambakan-Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co