2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram

Nuraisah Maulida Adnani by Nuraisah Maulida Adnani
July 30, 2024
in Ulas Rupa
Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram

Pesta Nasi Kucing karya Sidzia Madvox

SIDZIA Madvox lebih dikenal sebagai musisi, terkadang membuat lagu, komik, zine, novel, dan lain-lain. Banyak yang menyebut bahwa dia multitalenta, bahkan pameran tunggalnya sebagai pelukis menjadi sesuatu yang agak mengejutkan bagi banyak orang.

“Mengejutkan” yang saya maksud dalam dunia seni rupa Lombok. Tampaknya orang-orang menganggap pameran tunggal seni rupa, khususnya lukisan adalah sesuatu yang harus dilakukan di tempat yang bagus—semacam galeri, cafe atau hotel—dengan pencahayaan dan tata letak yang rapi, bagus, dan enak dipandang. Intinya jika seseorang akan berpameran tunggal banyak hal yang dipikirkan dan standartnya harus bagus macam di galeri-galeri. Tapi, Sidzia justru mengelak hal itu. Kutipan terkenalnya “Persetan dengan skill yang penting tampil.” secara tak langsung masuk juga dalam ranah pameran seri rupa ini. Pameran tunggalnya diselenggarakan 21-27 Juli 2024 di Warung Kota, sebuah rumah yang dialihkan menjadi warung.

Lobster Monster karya Sidzia Madvox | Foto: Nuraisah

Mantra Ardhana, seorang seniman senior, menjadi kuratorial pameran ini. Baginya mengkuratori pameran tunggal ini tidak terlalu susah karena sudah kenal Sidzia Madvox sejak lama, mereka telah berteman dari kecil. Catatan Kuratorialnya cenderung serius, fokus tulisannya membedah satu lukisan “Mantan Pedagang Jamu”. Hal ini sangat kontras dengan tulisan Sidzia dalam katalog yang lucu dan apa adanya.

Lalu, bagaimana dengan lukisan Sidzia Madvox? Kegelapan menjadi unsur yang sangat dominan. Walau pada beberapa kanvas ada beberapa yang cenderung  menggunakan warna cerah, tapi tetap saja kegelapan ada pada goresan-goresan abstrak yang ditumpahkan. Beberapa mengatakan kalau lukisannya malah seram, kelucuan yang biasa hadir dalam sosok pribadi, cerita-cerita komik dan novelnya nyaris tak tampak sebagai rupa.

Terlebih lukisan-lukisan yang menghadirkan sosok perempuan justru mirip sosok hantu. Perempuan menjadi hal dominan yang dilukis Sidzia, setidaknya ada 9 dari 22 lukisan yang dipajang adalah potret perempuan, (Mantan Pedagang Jamu, Pedagang Sate, Eksploitasi, Single Fighter, Menstruasi, Sugeng Rawuh, Gadis Banyumulek, Inspirasi di Pagi Hari, Mandi Kucing). Menanggapi hal itu dia menyebutkan perempuan sangatlah dihormati, terlebih ibunya. Sedangkan keseraman semacam hantu, mungkin dikarenakan ketika dia melukis selalu ditengah malam sambil menyalakan dupa, secara tak langsung ada sesuatu yang ‘lain’ sedang mengendalikannya. Saya sedikit percaya tentang hal itu.

Tata letak tiap karya cenderung acak-acak, bahkan kalau dipikir-pikir menjadi lucu dan unik. Contohnya seperti lukisan yang sangat dekat dengan jendela dan pintu, patung yang ditaruh di lantai. Patung-patung itu kecil dan tak berjudul ada di bawah, seperti mainan anak yang tergeletak begitu saja, beberapa ada yang di atas meja. Saya baru memperhatikan patung-patung itu ketika pengunjung lain dengan serius memperhatikannya. Nyaris saja saya tak memperhatikan, baru menyadari ternyata patung-patung kecil bagian dari pameran ini.

Single Fighter karya Sidzia Madvox | Foto: Nuraisah

Dan jika membaca katalog pameran ini, bukannya menemukan deskripsi, melainkan menemukan cerita yang dipaparkan sangat menghibur, khas tulisan Sidzia Madvox. Misalnya, pada “Lobter Monster” yang menggambarkan sosok merah dan berkumis panjang, mirip wajah barong, tapi di deskripsi katalog dia menjelaskan itu adalah pengalamannya memakan lobster, kakek dari si udang.

Pameran tunggal ini sangat sederhana, terasa amat pribadi, apa adanya, dan dari segi rupa Sidzia jujur menghadirkan karyanya. Tidak dibagus-baguskan, tidak dijelek-jelekkan. Memang terlihat absurd dan acak-acak, tapi jika mengenal Sidzia sebagai pribadi, maka menjadi sangat masuk akal menyaksikan pameran tunggal yang acak-acak ini.

Pesta Nasi Kucing karya Sidzia Madvox | Foto: Nuraisah

Sidzia mengakui tidak ada bahan dan alat lukisan yang dibeli, kanvas dan cat berasal dari sisa-sisa orang lain yang kemudian dia gunakan untuk menciptakan lukisannya. Beberapa didapatkan dari teman, keluarga, atau sebuah tempat, modal yang nyaris nol. Dan karena makin lama lukisannya makin banyak, jadilah dia menyelenggarakan pameran tunggal “Sisa-sisa yang Tersisa”.

Sebagai seniman, Sidzia menciptakan rupa dari yang tersisa, sebagaimana proses mendaur ulang, menciptakan sesuatu yang baru dari hal-hal yang terabaikan atau terbuang. [T]

Baca artikel lain dari penulis NURAISAH MAULIDA ADNANI 

Apa yang Dikatakan Mata-Mata Itu? –Catatan Pameran Fotografi di Gutuhaus, Tulungagung
Warna-warna dan Kata-kata: Catatan Pameran Agus Fn di Taman Budaya NTB
“Eksplorasi Estetika” 23 Seniman di Galeri Taman Budaya NTB
Tags: MataramPameranPameran Seni Rupaseni rupa lombokseni rupa NTB
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Next Post

Aldi Philberta dan Upaya Menggabungkan Unsur Tradisional dan Modern dalam Seni Karawitan

Nuraisah Maulida Adnani

Nuraisah Maulida Adnani

Lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 27 Januari 2001. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram. Saat ini bergiat di komunitas Akarpohon, juga mengelola perpustakaan Teman Baca, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Related Posts

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails
Next Post
Aldi Philberta dan Upaya Menggabungkan Unsur Tradisional dan Modern dalam Seni Karawitan

Aldi Philberta dan Upaya Menggabungkan Unsur Tradisional dan Modern dalam Seni Karawitan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co