23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

tatkala by tatkala
July 30, 2024
in Budaya
Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Mas Ruscitadewi, Made Sujaya dan Galuh Febri Putra dalam acara bedah buku di JKP Denpasar | Foto: Dok. JKP Denpasar

DEBAT panas terjadi dalam acara bedah buku karya Saka Rosanta dan buku karya Angga Wijaya di Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP), Renon, Denpasar, Senin (29/7/2024) malam..

Debat dipicu oleh pernyataan penyair senior Bali, GM Sukawidana. Dalam pernyataannya GM Sukawidana menilai pada dua buku itu terdapat sejumlah kelemahan.  

Novel karya Saka Rosanta yang berjudul “Buku Itu Di Atas Kertas”, oleh GM Sukawidana, disebut punya banyak ide namun pengarang gagap ketika menuangkannya dalam novel. Sementra untuk buku puisi karya Angga Wijaya yang berjudul [Bukan] Anjing Malan, oleh GM Sukawidana dianggap masih miskin diksi dan metafora.

“Saya telah membacanya sekilas. Ada banyak ide yang disampaikan, hanya saja pengarang gagap ketika menuangkannya dalam novel. Sementara itu, sajak-sajak Angga Wijaya dalam buku [Bukan] Anjing Malam, saya melihatnya tidak lebih dari sajak dengan gaya reportase ala jurnalis yang masih miskin diksi dan metafora,” kata GM Sukawidana.

Acara bedah buku itu menampilkan dua narasumebr, sastrawan Mas Ruscitadewi dan Galuh Febri Putra yang adalah dosen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana. Kritikus satra I Made Sujaya bertindak selaku moderator dalam acara itu,

Peserta yang mengikuti acara bedah buku karya Raka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar | Foto: Dok. JKP Denpasar

Mas Ruscitadewi, selaku narasumber “membela” Saka Rosanta dengan menyatakan GM Sukawidana “buta” dan menyarankan untuk membaca kembali novel Saka Rosanta. Menurut Mas Rus, dalam novel “Buku Itu Di Atas Kertas” banyak sekali terdapat serakan-serakan puisi, prosa liris bahkan cerpen. Hal itu membuktikan sang pengarang, Saka Rosanta memiliki gaya khas dalam penulisan novel.

“Bagi pembaca awam, bisa jadi akan melihat novel ini seperti melompat-lompat dari ide satu ke ide lain. Namun, jika kita perhatikan lebih saksama, itu merupakan dimensi-dimensi yang justru menawarkan hal baru yang mengejutkan pembaca,” kata Mas Ruscitadewi, mantan jurnalis Bali Post itu.

Galuh Febri Putra, saat menanggapi GM Sukawidana yang mengatakan bahwa sajak-sajak Angga Wijaya tidak ubahnya seperti reportase jurnalistik menyebut, gaya seperti itu pernah menjadi tren di Amerika Serikat pada 1960-an pada penulisan prosa (novel).

“Itu namanya narrative journalism. Novel non-fiksi yang menggunakan genre itu yakni “In Cold Blood” Yang ditulis oleh Truman Capote. Kalau dalam puisi masih jarang. Bahkan, di Indonesia saya baru pertama kali membacanya melalui sajak-sajak Angga Wijaya,” ujarnya.

Tanggapan dari dua narasumber bedah buku tersebut kemudian ditanggapi kembali oleh GM Sukawidana, sehingga acara bedah buku menjadi “panas” dengan perdebatan. Untunglah, sang moderator, I Made Sujaya dengan lihai menengahi diskusi panas yang juga disiarkan secara langsung melalui media sosial milik Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP).

“Lurah” atau koordinator JKP, Ngurah Aryadimas Hendratno menyatakan bahwa perdebatan panas itulah yang ia inginkan pada setiap diskusi sastra yang sering diadakan di komunitas sastra dan budaya tersebut. Sehingga, terjadi silang pemikiran yang akan memperkaya kehidupan sastra di Bali, khususnya di Kota Denpasar.

Pada kesempatan itu, Aryadimas juga menyampaikan kesan pribadi terhadap novel Saka Rosanta yang disebutnya memiliki lapis-lapis dimensi yang sama seperti Mas Ruscitadewi sampaikan, mengejutkan pembaca.

“Membaca novel karya Saka Rosanta seperti (mengajak) kita masuk ke dalam membran, ikut merasakan sekaligus bercermin. Sebenarnya, karya dia akan menjadi sangat menarik dan bisa menjadi referensi, serta memberi pelajaran bagi para pembaca. Bilamana, pengarang bisa secara runtun dan berkesinambungan memberi bayu/nafas dan jiwa pada cerita, suasana, dan tokoh-tokohnya,” ucap Mas Ruscitadewi yang seorang cerpenis dan novelis.

GM Sukawidana (kanan), Jengki Sunarta (tengah), dalam acara bedah buku di JKP Denpasar | Foto: Dok. JKP Denpasar

Galuh Nugraha, dalam memandang sajak-sajak Angga Wijaya dalam buku kumpulan puisi [Bukan] Anjing Malam menyebutkan bahwa sajak-sajaknya tidak mempresentasikan gerakan estetika manapun sehingga menawarkan pengalaman estetik yang lebih personal.

“Sajak-sajak dalam buku ini memiliki tema yang berbeda, yang bebas dalam mengeksplorasi estetika dari hal-hal personal. Angga Wijaya menawarkan sebuah estetika personal yang bebas nilai, sehingga pemaknaan puisi bukan berasal dari inensi politis maupun filosofis,” jelas Galuh.

Dari sana, tambah dia, pembaca mempunyai ruang pemaknaan yang lebih luas dan personal dalam mencari celah-celah makna dalam puisi Angga Wijaya yang rapat dan kadang terkesan kritis.

“Dalam sajak “Denting Penjual Bakso”, misalnya, ia mengajak pembaca untuk menggunakan rasa dalam memahami dan memecahkan peristiwa sosial, ketika logika dan politik sudah tidak cukup untuk menyelesaikan permasalahan. Angga Wijaya menggunakan puisi-puisinya sebagai penyambung suara komunal, sehingga pembaca merasakan sebuah kedekatan,” tutup Galuh. [T][Rls]

Sumber: Rilis
Editor: Adnyana Ole

Jangan Lihat Sajak Angga Wijaya dari Sisi Dia Penyintas Skizofrenia! — Dari Peluncuran Buku “[Bukan] Anjing Malam”
Menatap Perempuan Bali Secara Sekala dan Niskala dalam Leak Tegal Sirah
Alusi dan Ihwal yang Belum Selesai dalam “Bolang dari Baon”
“Yang Menyublim di Sela Hujan”: Memandang Pendidikan dan Kehidupan di Tanah Papua
Semangat yang Tak Luntur, Merawat Tutur Leluhur
Indonesia dari Pinggir: Memoar Perjalanan yang Mengagumkan
Tags: Angga Wijayabedah bukubuku puisiGM SukawidanaJatijagat Kehidupan PuisiMas Ruscitadewinovel
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Next Post

Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram

Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co