14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

tatkala by tatkala
July 30, 2024
in Budaya
Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Mas Ruscitadewi, Made Sujaya dan Galuh Febri Putra dalam acara bedah buku di JKP Denpasar | Foto: Dok. JKP Denpasar

DEBAT panas terjadi dalam acara bedah buku karya Saka Rosanta dan buku karya Angga Wijaya di Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP), Renon, Denpasar, Senin (29/7/2024) malam..

Debat dipicu oleh pernyataan penyair senior Bali, GM Sukawidana. Dalam pernyataannya GM Sukawidana menilai pada dua buku itu terdapat sejumlah kelemahan.  

Novel karya Saka Rosanta yang berjudul “Buku Itu Di Atas Kertas”, oleh GM Sukawidana, disebut punya banyak ide namun pengarang gagap ketika menuangkannya dalam novel. Sementra untuk buku puisi karya Angga Wijaya yang berjudul [Bukan] Anjing Malan, oleh GM Sukawidana dianggap masih miskin diksi dan metafora.

“Saya telah membacanya sekilas. Ada banyak ide yang disampaikan, hanya saja pengarang gagap ketika menuangkannya dalam novel. Sementara itu, sajak-sajak Angga Wijaya dalam buku [Bukan] Anjing Malam, saya melihatnya tidak lebih dari sajak dengan gaya reportase ala jurnalis yang masih miskin diksi dan metafora,” kata GM Sukawidana.

Acara bedah buku itu menampilkan dua narasumebr, sastrawan Mas Ruscitadewi dan Galuh Febri Putra yang adalah dosen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana. Kritikus satra I Made Sujaya bertindak selaku moderator dalam acara itu,

Peserta yang mengikuti acara bedah buku karya Raka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar | Foto: Dok. JKP Denpasar

Mas Ruscitadewi, selaku narasumber “membela” Saka Rosanta dengan menyatakan GM Sukawidana “buta” dan menyarankan untuk membaca kembali novel Saka Rosanta. Menurut Mas Rus, dalam novel “Buku Itu Di Atas Kertas” banyak sekali terdapat serakan-serakan puisi, prosa liris bahkan cerpen. Hal itu membuktikan sang pengarang, Saka Rosanta memiliki gaya khas dalam penulisan novel.

“Bagi pembaca awam, bisa jadi akan melihat novel ini seperti melompat-lompat dari ide satu ke ide lain. Namun, jika kita perhatikan lebih saksama, itu merupakan dimensi-dimensi yang justru menawarkan hal baru yang mengejutkan pembaca,” kata Mas Ruscitadewi, mantan jurnalis Bali Post itu.

Galuh Febri Putra, saat menanggapi GM Sukawidana yang mengatakan bahwa sajak-sajak Angga Wijaya tidak ubahnya seperti reportase jurnalistik menyebut, gaya seperti itu pernah menjadi tren di Amerika Serikat pada 1960-an pada penulisan prosa (novel).

“Itu namanya narrative journalism. Novel non-fiksi yang menggunakan genre itu yakni “In Cold Blood” Yang ditulis oleh Truman Capote. Kalau dalam puisi masih jarang. Bahkan, di Indonesia saya baru pertama kali membacanya melalui sajak-sajak Angga Wijaya,” ujarnya.

Tanggapan dari dua narasumber bedah buku tersebut kemudian ditanggapi kembali oleh GM Sukawidana, sehingga acara bedah buku menjadi “panas” dengan perdebatan. Untunglah, sang moderator, I Made Sujaya dengan lihai menengahi diskusi panas yang juga disiarkan secara langsung melalui media sosial milik Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP).

“Lurah” atau koordinator JKP, Ngurah Aryadimas Hendratno menyatakan bahwa perdebatan panas itulah yang ia inginkan pada setiap diskusi sastra yang sering diadakan di komunitas sastra dan budaya tersebut. Sehingga, terjadi silang pemikiran yang akan memperkaya kehidupan sastra di Bali, khususnya di Kota Denpasar.

Pada kesempatan itu, Aryadimas juga menyampaikan kesan pribadi terhadap novel Saka Rosanta yang disebutnya memiliki lapis-lapis dimensi yang sama seperti Mas Ruscitadewi sampaikan, mengejutkan pembaca.

“Membaca novel karya Saka Rosanta seperti (mengajak) kita masuk ke dalam membran, ikut merasakan sekaligus bercermin. Sebenarnya, karya dia akan menjadi sangat menarik dan bisa menjadi referensi, serta memberi pelajaran bagi para pembaca. Bilamana, pengarang bisa secara runtun dan berkesinambungan memberi bayu/nafas dan jiwa pada cerita, suasana, dan tokoh-tokohnya,” ucap Mas Ruscitadewi yang seorang cerpenis dan novelis.

GM Sukawidana (kanan), Jengki Sunarta (tengah), dalam acara bedah buku di JKP Denpasar | Foto: Dok. JKP Denpasar

Galuh Nugraha, dalam memandang sajak-sajak Angga Wijaya dalam buku kumpulan puisi [Bukan] Anjing Malam menyebutkan bahwa sajak-sajaknya tidak mempresentasikan gerakan estetika manapun sehingga menawarkan pengalaman estetik yang lebih personal.

“Sajak-sajak dalam buku ini memiliki tema yang berbeda, yang bebas dalam mengeksplorasi estetika dari hal-hal personal. Angga Wijaya menawarkan sebuah estetika personal yang bebas nilai, sehingga pemaknaan puisi bukan berasal dari inensi politis maupun filosofis,” jelas Galuh.

Dari sana, tambah dia, pembaca mempunyai ruang pemaknaan yang lebih luas dan personal dalam mencari celah-celah makna dalam puisi Angga Wijaya yang rapat dan kadang terkesan kritis.

“Dalam sajak “Denting Penjual Bakso”, misalnya, ia mengajak pembaca untuk menggunakan rasa dalam memahami dan memecahkan peristiwa sosial, ketika logika dan politik sudah tidak cukup untuk menyelesaikan permasalahan. Angga Wijaya menggunakan puisi-puisinya sebagai penyambung suara komunal, sehingga pembaca merasakan sebuah kedekatan,” tutup Galuh. [T][Rls]

Sumber: Rilis
Editor: Adnyana Ole

Jangan Lihat Sajak Angga Wijaya dari Sisi Dia Penyintas Skizofrenia! — Dari Peluncuran Buku “[Bukan] Anjing Malam”
Menatap Perempuan Bali Secara Sekala dan Niskala dalam Leak Tegal Sirah
Alusi dan Ihwal yang Belum Selesai dalam “Bolang dari Baon”
“Yang Menyublim di Sela Hujan”: Memandang Pendidikan dan Kehidupan di Tanah Papua
Semangat yang Tak Luntur, Merawat Tutur Leluhur
Indonesia dari Pinggir: Memoar Perjalanan yang Mengagumkan
Tags: Angga Wijayabedah bukubuku puisiGM SukawidanaJatijagat Kehidupan PuisiMas Ruscitadewinovel
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Next Post

Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

by tatkala
May 1, 2026
0
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

Read moreDetails

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
0
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

Read moreDetails

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

by tatkala
March 12, 2026
0
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

Read moreDetails

Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

by Nyoman Budarsana
March 7, 2026
0
Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

Anak-anak itu datang dengan wajah ceria. Busananya sopan, terlihat nyaman dan segar. Jika diajak bicara mereka sangat ramah, dan cepat...

Read moreDetails

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails
Next Post
Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram

Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co