4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
July 29, 2024
in Esai
Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari Canva

MENARIK untuk digagas, saat WHO merilis laporan mengenai konten daring tentang kesehatan mental pada 6 Februari 2024 silam. Berbeda dari era sebelumnya, kini media social (medsos) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia.

Mata dan tangan tak pernah lepas dari handphone. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur, aktivitas kita selalu tidak lepas dari handphone dan media sosial.  Kita sadari, banyak orang bahkan kita sendiri, sampai pada masa di mana merasa perlu untuk sering-sering memperbarui status di media sosial, memposting selfie di lokasi yang kita anggap keren, bahkan tidak jarang mencari lokasi membahayakan keselamatan, dan secara tak sadar lalu terjebak dalam perilaku FOMO (Fear of Missing Out) atau dalam bahasa umum berarti takut ketinggalan momen penting (Weinstein E , 2020).

Aktivitas seperti flexing atau memamerkan kekayaan dan gosip yang dikenal sebagai spill the tea juga menjadi ritual harian yang hampir dianggap wajib (Anderson & Jiang, 2018). Hal ini menunjukkan bagaimana media sosial tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai platform untuk mengekspresikan diri dan mencari validasi sosial (Situmorang W., 2023).

Nah, di sini kita tahu, disadari atau tidak, bahwa media sosial juga merupakan suatu panggung pertempuran sosial yang baru. Jika tidak melakukan akivitas-aktiitas di media sosial, rasanya ada yang kurang, mulai timbul adanya semacam kecanduan, kena candu media sosial.

 Kecanduan media sosial dapat diuraikan melalui beberapa faktor psikologis dan sosial. Setiap like,komentar, atau share dapat memicu rasa penghargaan dan kepuasan diri, mirip dengan mekanisme yang ditemukan dalam kecanduan lainnya seperti perjudian atau konsumsi narkoba (Kuss & Griffiths, 2017).

Media Sosial dan Kesehatan Mental

Jika kita lihat dari sisi positifnya, sesungguhnya media sosial bisa menjadi alat yang kuat untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan membangun jaringan (Ellison, Vitak, Gray, & Lampe, 2014). Platform ini memungkinkan orang bisa tetap terhubung dengan keluarga dan teman meski jarak jauh, serta menemukan komunitas-komunitas yang memiliki minat yang sama atau serupa (Hampton & Wellman, 2018).

Tidak sekadar dalam hubungan sosial dan antar pribadi, media sosial juga bisa digunakan sebagai platform untuk membangun bisnis, meningkatkan karier, atau mempromosikan tujuan sosial dan kemanusiaan (Kaplan & Haenlein, 2010).

Seperti teknologi lainnya, media sosial tentu bagaikan pedang bermata dua, selain dampak positif, dampak negatifnya terhadap kesehatan mental tidak bisa kita diabaikan. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan perasaan cemas, depresi, dan rendahnya harga diri (Twenge J.M., 2019).

Perbandingan sosial yang terus-menerus dengan orang lain, yang sering kali kita juga tahu dan sama-sama paham, hanya menampilkan versi ideal dan terbaik dari kehidupan mereka, dapat membuat seseorang merasa tidak cukup atau tidak puas dengan hidupnya sendiri (Chou & Edge, 2012). Selain itu, perilaku FOMO dapat memicu kecemasan yang lebih besar dan mengurangi kualitas tidur, yang pada gilirannya berdampak negatif pada kesehatan mental (Przybylski, Murayama, DeHaan, & Gladwell, 2013).

Ada beberapa kasus yang menggambarkan bagaimana media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental. Pada kalangan remaja misalnya, kasus bunuh diri remaja yang terkait dengan bullying di media sosial telah meningkat, menunjukkan betapa berbahayanya interaksi negatif di platform ini (Hinduja & Patchin, 2010).

Selain itu, laporan menunjukkan bahwa banyak orang muda merasa tertekan oleh harapan yang tidak realistis yang ditampilkan di media sosial, yang dapat menyebabkan gangguan makan, depresi, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri (Royal Society for Public Health, 2017).

Jangankan remaja, media sosial juga menjadi tantangan bagi kesehatan mental orang dewasa. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan pada orang dewasa dapat menyebabkan peningkatan stres, kecemasan, dan perasaan rendah diri (Twenge J.M., 2019). Orang dewasa sering kali terjebak dalam siklus perbandingan sosial, di mana mereka merasa perlu untuk menunjukkan versi ideal dari hidup mereka.

Ini dapat menyebabkan ketidakpuasan dan perasaan tidak cukup, terutama ketika mereka melihat pencapaian orang lain yang tampak lebih sukses atau bahagia (Chou & Edge, 2012). Selain itu, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) tidak hanya memengaruhi remaja tetapi juga orang dewasa, yang bisa menyebabkan kecemasan tambahan dan mengurangi kualitas tidur, berujung pada penurunan kesehatan mental secara keseluruhan (Przybylski, Murayama, DeHaan, & Gladwell, 2013).

Kasus-kasus nyata, seperti meningkatnya laporan stress dan burnout alias kelelahan secara emosional, fisik dan mental. Kondisi ini disebabkan oleh stres yang berlebihan dan berkepanjangan di kalangan profesional yang terkait dengan tekanan untuk selalu ‘terhubung’ dan ‘update’ di media sosial, menunjukkan dampak nyata dari platform ini pada kesehatan mental orang dewasa (Hinduja & Patchin, 2010; Royal Society for Public Health, 2017).

Mencari Solusi

Tentu perlu dipikirkan bagaimana mengatasi hal ini. Untuk itu, beberapa solusi dapat dipertimbangkan. Solusi normatif termasuk meningkatkan literasi digital, di mana pengguna disarankan untuk menggunakan media sosial secara sehat dan bijak (Livingstone, 2008). Ini bisa berupa pendidikan tentang risiko perbandingan sosial, alias membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan pentingnya waktu istirahat dari layar atau konsumsi medsos.

Bagi kalangan remaja dan pelajar, di sini tentu diperlukan adanya kolaborasi yang kuat antara orang tua dan pendidik, agar bisa berperan dalam membimbing anak-anak dan remaja dalam penggunaan media sosial mereka (O’Keeffe & Clarke-Pearson, 2011). Dengan kolaborasi ini, orangtua dan dan para pendidik tidak hanya membimbing anak dan remaja, namun juga bahkan secara tak langsung para orang tua dan para pendidik ini sekaligus diingatkan dan mendidik diri mereka sendiri. Seperti kata peribahasa, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.

Solusi yang lebih ekstrem, bisa mencakup regulasi yang lebih ketat terhadap platform media sosial untuk melindungi pengguna dari konten yang merugikan atau manipulatif (Zuboff, 2019). Hal Ini bisa melibatkan pembatasan algoritma yang mempromosikan konten adiktif atau sensasional, serta kebijakan yang lebih ketat terhadap konten bullying dan pelecehan online. Tetapi tentu saja hal ini membutuhkan keberanian dari pihak berwenang dalam hal ini pemerintah melalui regulasi.

 Jika memang dirasa kecanduan media sosial ini telah jadi racun, perlu juga adanya kampanye kesadaran yang mendorong masyarakat untuk melakukan “detoks digital” atau mengurangi penggunaan media sosial di kalangan masyarakat. Meski agak susah dan berbau utopia, karena yang namanya kecanduan biasanya treatamentnya harus dari luar, dan dipaksa, langkah ini bisa menjadi langkah yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental masayarakat (Orben & Przybylski, 2019).

Media sosial bukanlah musuh kita, justru medsos dapat menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijaksana. Namun, potensi adanya bahaya terhadap kesehatan mental, harus diakui dan juga diatasi. Dengan pendekatan yang seimbang dan kebijakan yang tepat, kita bisa memastikan bahwa media sosial menjadi bagian yang sehat dan positif dari kehidupan kita. Selamat berjuang! [T]

BACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia
Tags: kesehatan jiwakesehatan mentalmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hotel Tua di Bedugul Berhenti Beroperasi, Kini Jadi Tempat Piknik Warga

Next Post

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co