14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
July 29, 2024
in Esai
Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari Canva

MENARIK untuk digagas, saat WHO merilis laporan mengenai konten daring tentang kesehatan mental pada 6 Februari 2024 silam. Berbeda dari era sebelumnya, kini media social (medsos) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia.

Mata dan tangan tak pernah lepas dari handphone. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur, aktivitas kita selalu tidak lepas dari handphone dan media sosial.  Kita sadari, banyak orang bahkan kita sendiri, sampai pada masa di mana merasa perlu untuk sering-sering memperbarui status di media sosial, memposting selfie di lokasi yang kita anggap keren, bahkan tidak jarang mencari lokasi membahayakan keselamatan, dan secara tak sadar lalu terjebak dalam perilaku FOMO (Fear of Missing Out) atau dalam bahasa umum berarti takut ketinggalan momen penting (Weinstein E , 2020).

Aktivitas seperti flexing atau memamerkan kekayaan dan gosip yang dikenal sebagai spill the tea juga menjadi ritual harian yang hampir dianggap wajib (Anderson & Jiang, 2018). Hal ini menunjukkan bagaimana media sosial tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai platform untuk mengekspresikan diri dan mencari validasi sosial (Situmorang W., 2023).

Nah, di sini kita tahu, disadari atau tidak, bahwa media sosial juga merupakan suatu panggung pertempuran sosial yang baru. Jika tidak melakukan akivitas-aktiitas di media sosial, rasanya ada yang kurang, mulai timbul adanya semacam kecanduan, kena candu media sosial.

 Kecanduan media sosial dapat diuraikan melalui beberapa faktor psikologis dan sosial. Setiap like,komentar, atau share dapat memicu rasa penghargaan dan kepuasan diri, mirip dengan mekanisme yang ditemukan dalam kecanduan lainnya seperti perjudian atau konsumsi narkoba (Kuss & Griffiths, 2017).

Media Sosial dan Kesehatan Mental

Jika kita lihat dari sisi positifnya, sesungguhnya media sosial bisa menjadi alat yang kuat untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan membangun jaringan (Ellison, Vitak, Gray, & Lampe, 2014). Platform ini memungkinkan orang bisa tetap terhubung dengan keluarga dan teman meski jarak jauh, serta menemukan komunitas-komunitas yang memiliki minat yang sama atau serupa (Hampton & Wellman, 2018).

Tidak sekadar dalam hubungan sosial dan antar pribadi, media sosial juga bisa digunakan sebagai platform untuk membangun bisnis, meningkatkan karier, atau mempromosikan tujuan sosial dan kemanusiaan (Kaplan & Haenlein, 2010).

Seperti teknologi lainnya, media sosial tentu bagaikan pedang bermata dua, selain dampak positif, dampak negatifnya terhadap kesehatan mental tidak bisa kita diabaikan. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan perasaan cemas, depresi, dan rendahnya harga diri (Twenge J.M., 2019).

Perbandingan sosial yang terus-menerus dengan orang lain, yang sering kali kita juga tahu dan sama-sama paham, hanya menampilkan versi ideal dan terbaik dari kehidupan mereka, dapat membuat seseorang merasa tidak cukup atau tidak puas dengan hidupnya sendiri (Chou & Edge, 2012). Selain itu, perilaku FOMO dapat memicu kecemasan yang lebih besar dan mengurangi kualitas tidur, yang pada gilirannya berdampak negatif pada kesehatan mental (Przybylski, Murayama, DeHaan, & Gladwell, 2013).

Ada beberapa kasus yang menggambarkan bagaimana media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental. Pada kalangan remaja misalnya, kasus bunuh diri remaja yang terkait dengan bullying di media sosial telah meningkat, menunjukkan betapa berbahayanya interaksi negatif di platform ini (Hinduja & Patchin, 2010).

Selain itu, laporan menunjukkan bahwa banyak orang muda merasa tertekan oleh harapan yang tidak realistis yang ditampilkan di media sosial, yang dapat menyebabkan gangguan makan, depresi, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri (Royal Society for Public Health, 2017).

Jangankan remaja, media sosial juga menjadi tantangan bagi kesehatan mental orang dewasa. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan pada orang dewasa dapat menyebabkan peningkatan stres, kecemasan, dan perasaan rendah diri (Twenge J.M., 2019). Orang dewasa sering kali terjebak dalam siklus perbandingan sosial, di mana mereka merasa perlu untuk menunjukkan versi ideal dari hidup mereka.

Ini dapat menyebabkan ketidakpuasan dan perasaan tidak cukup, terutama ketika mereka melihat pencapaian orang lain yang tampak lebih sukses atau bahagia (Chou & Edge, 2012). Selain itu, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) tidak hanya memengaruhi remaja tetapi juga orang dewasa, yang bisa menyebabkan kecemasan tambahan dan mengurangi kualitas tidur, berujung pada penurunan kesehatan mental secara keseluruhan (Przybylski, Murayama, DeHaan, & Gladwell, 2013).

Kasus-kasus nyata, seperti meningkatnya laporan stress dan burnout alias kelelahan secara emosional, fisik dan mental. Kondisi ini disebabkan oleh stres yang berlebihan dan berkepanjangan di kalangan profesional yang terkait dengan tekanan untuk selalu ‘terhubung’ dan ‘update’ di media sosial, menunjukkan dampak nyata dari platform ini pada kesehatan mental orang dewasa (Hinduja & Patchin, 2010; Royal Society for Public Health, 2017).

Mencari Solusi

Tentu perlu dipikirkan bagaimana mengatasi hal ini. Untuk itu, beberapa solusi dapat dipertimbangkan. Solusi normatif termasuk meningkatkan literasi digital, di mana pengguna disarankan untuk menggunakan media sosial secara sehat dan bijak (Livingstone, 2008). Ini bisa berupa pendidikan tentang risiko perbandingan sosial, alias membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan pentingnya waktu istirahat dari layar atau konsumsi medsos.

Bagi kalangan remaja dan pelajar, di sini tentu diperlukan adanya kolaborasi yang kuat antara orang tua dan pendidik, agar bisa berperan dalam membimbing anak-anak dan remaja dalam penggunaan media sosial mereka (O’Keeffe & Clarke-Pearson, 2011). Dengan kolaborasi ini, orangtua dan dan para pendidik tidak hanya membimbing anak dan remaja, namun juga bahkan secara tak langsung para orang tua dan para pendidik ini sekaligus diingatkan dan mendidik diri mereka sendiri. Seperti kata peribahasa, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.

Solusi yang lebih ekstrem, bisa mencakup regulasi yang lebih ketat terhadap platform media sosial untuk melindungi pengguna dari konten yang merugikan atau manipulatif (Zuboff, 2019). Hal Ini bisa melibatkan pembatasan algoritma yang mempromosikan konten adiktif atau sensasional, serta kebijakan yang lebih ketat terhadap konten bullying dan pelecehan online. Tetapi tentu saja hal ini membutuhkan keberanian dari pihak berwenang dalam hal ini pemerintah melalui regulasi.

 Jika memang dirasa kecanduan media sosial ini telah jadi racun, perlu juga adanya kampanye kesadaran yang mendorong masyarakat untuk melakukan “detoks digital” atau mengurangi penggunaan media sosial di kalangan masyarakat. Meski agak susah dan berbau utopia, karena yang namanya kecanduan biasanya treatamentnya harus dari luar, dan dipaksa, langkah ini bisa menjadi langkah yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental masayarakat (Orben & Przybylski, 2019).

Media sosial bukanlah musuh kita, justru medsos dapat menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijaksana. Namun, potensi adanya bahaya terhadap kesehatan mental, harus diakui dan juga diatasi. Dengan pendekatan yang seimbang dan kebijakan yang tepat, kita bisa memastikan bahwa media sosial menjadi bagian yang sehat dan positif dari kehidupan kita. Selamat berjuang! [T]

BACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia
Tags: kesehatan jiwakesehatan mentalmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hotel Tua di Bedugul Berhenti Beroperasi, Kini Jadi Tempat Piknik Warga

Next Post

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Debat Panas Bedah Buku Saka Rosanta dan Angga Wijaya di JKP Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co