25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
July 16, 2024
in Esai
Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

DI kalangan orang-orang media terdapat konsep usang, bad news is good news. Tapi soal judi online ini, kita tahu pasti bahwa bad news is bad news. Saat ini judi online semakin merajalela di Indonesia, dengan dampak yang mengkhawatirkan.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat nilai transaksi keuangan mencurigakan terkait judi online telah mencapai lebih dari Rp600 triliun pada kuartal I-2024. Jumlah pemain judi online tercatat mencapai 3,2 juta orang. Ketergantungan pada judi online tidak hanya merusak kehidupan individu, tetapi juga berdampak pada tatanan sosial dan moral masyarakat.

 Judi online telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam kasus bunuh diri. Tekanan finansial dan emosional akibat kekalahan dalam judi sering kali membuat individu merasa putus asa, bahkan mendorong mereka untuk melakukan tindakan ekstrem seperti bunuh diri.

Selain itu, konflik keluarga yang dipicu oleh masalah keuangan akibat judi sering kali berakhir dengan perceraian yang kasusnya melonjak 142%. Pidana terkait judi online  terus meningkat dari waktu ke waktu (Pusiknas Bareskrim Polri, 2024). Kebutuhan mendesak untuk mendapatkan uang dengan berjudi juga mendorong individu melakukan tindakan kriminal seperti pencurian dan penipuan.

Maraknya Iklan Judi Online di Media Sosial

Media sosial telah menjadi alat utama dalam penyebaran judi online. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter dipenuhi dengan iklan-iklan judi online yang mengiming-imingi pengguna dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Algoritma media sosial yang dirancang untuk menargetkan iklan secara spesifik kepada pengguna yang mungkin tertarik pada judi semakin memperparah masalah ini. Dengan begitu banyak iklan judi yang muncul di feed media sosial, membuat masyarakat, termasuk generasi muda, menjadi semakin mudah terpapar dan tergoda untuk mencoba judi online.

Selain iklan yang membanjir, banyak influencer media sosial yang secara terang-terangan dan tanpa ragu mempromosikan situs judi online kepada pengikut mereka (Bisnis Tempo, 2023). Influencer ini sering kali menerima bayaran besar dari situs judi untuk mempromosikan layanan mereka, tanpa mempertimbangkan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan pada pengikut mereka.

Pengaruh kuat dari tokoh-tokoh ini dapat dengan mudah menarik perhatian masyarakat, membuat mereka percaya dengan penuh harap, bahwa judi online adalah cara cepat dan gampang untuk menghasilkan uang.

Masyarakat Suka Judi Negara akan Lemah

Sebagai salah satu penyakit masyarakat, kegiatan judi ini sudah lama dilarang. Efek dari suka berjudi tidak sederhana, namun cenderung kompleks dan menjalar ke mana-mana. Tidak hanya soal keuangan yang amburadul namun lebih lanjut akan menggerogoti ke tingkat yang lebih berat. Negara yang masyarakatnya cenderung suka berjudi akan menghadapi berbagai masalah serius yang dapat melemahkan ketahanan dan stabilitasnya.

Bukan mengada-ada, berikut ini adalah beberapa alasan mngapa masyarakat yang suka berjudi membahayakan stabilitas negara. Pertama adalah kerugian ekonomi.  Kecanduan judi menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi individu dan keluarga.

Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau investasi jangka panjang malah dihabiskan untuk berjudi. Ini mengakibatkan kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi di kalangan masyarakat, yang pada akhirnya berdampak negatif pada perekonomian negara.

Kedua adalah penurunan produktivitas, orang yang kecanduan judi cenderung kurang produktif dalam pekerjaan dan tanggung jawab lainnya. Mereka sering absen, kehilangan fokus, dan tidak dapat bekerja dengan efisien. Penurunan produktivitas ini mengurangi kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan negara.

Alasan ketiga adalah timbulnya masalah sosial. Judi online menyebabkan berbagai masalah sosial seperti perceraian, konflik keluarga, dan peningkatan tingkat kriminalitas. Masalah-masalah ini mengganggu keharmonisan sosial dan menambah beban pada sistem hukum dan layanan sosial negara.

Alasan keempat menyangkut kesehatan mental dan fisik. Kecanduan judi berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik individu. Tekanan emosional akibat kekalahan dan hutang menyebabkan stres, depresi, dan gangguan kecemasan. Kurangnya aktivitas fisik dan pola hidup tidak sehat yang seringkali  menyertai kecanduan judi, akhirnya berakibat pada penurunan kesehatan fisik.

Kelima, adanya erosi nilai-nilai moral. Bagaimanapun, ketergantungan pada judi akan mengikis nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat. Orang yang kecanduan judi mungkin jadi lebih mudah terlibat dalam kebohongan, penipuan, dan tindakan tidak etis lainnya untuk mendapatkan uang. Hal ini tentu mengganggu integritas moral masyarakat dan memperburuk tatanan sosial.

Peran Pemerintah dan Usaha Masyarakat

Untuk mengatasi masalah judi online dan dampak negatifnya, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Tidak bisa persoalan ini diserahkan semata kepada pemerintah dan Satgas Anti Judi saja. Diperlukan adanya tindakan nyata yang saling mendukung antara pemerintah, masyarakat, dan individu untuk mengatasi masalah ini. 

Perlunya edukasi dan kampanye publik, di mana  pemerintah perlu mengadakan kampanye edukasi yang luas mengenai bahaya judi online. Kampanye ini dapat dilakukan melalui media massa, sekolah, dan komunitas. Informasi tentang dampak negatif judi online dan cara menghindarinya harus disebarkan secara luas agar masyarakat lebih sadar akan bahaya yang mengintai.

Peran tokoh agama di sisi lain sangat berpengaruh karena pendidikan agama dapat memainkan peran penting dalam mencegah kecanduan judi. Ajaran agama yang menekankan nilai-nilai moral, etika, dan integritas harus diajarkan sejak dini. Pendidikan agama dapat membantu individu memahami bahwa judi adalah perbuatan yang merugikan dan bertentangan dengan nilai-nilai spiritual.

Berikutnya, hal yang mendasar dalam urusan kenegaraan namun seringkali dipandang remeh adalah perlunya pendidikan Pancasila. Banyak konten di medsos yang dibuat untuk lucu-lucuan yang isinya adalah siswa, anggota masyarkat bahkan tokoh publik yang gelagapan tidak hafal Pancasila. Dianggap lucu namun sebenarnya miris.  

Pendidikan Pancasila harus diperkuat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan moral yang baik pada masyarakat. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengajarkan pentingnya kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, masyarakat akan lebih tahan terhadap godaan judi dan lebih fokus pada kontribusi positif bagi negara.

Selanjutnya, kita bisa berharap pemerintah bisa menegakkan regulasi yang ketat terkait judi online. Pemerintah harus menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap iklan dan promosi judi online. Platform media sosial mestinya diharuskan untuk memblokir iklan judi dan juga melarang promosi judi online oleh para influencer. Selain itu, situs judi online ilegal harus ditutup, dan pelaku yang terlibat dalam operasionalnya juga harus dihukum dengan tegas.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat terbebas dari jerat judi online dan kembali fokus pada kegiatan yang lebih positif dan produktif. Pencegahan dan penanganan yang efektif terhadap masalah judi online akan memperkuat ketahanan negara dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Bagaimana negara ini mau menuju generasi emas jika dari para pejabat hingga rakyat jelata , dari orang dewasa hingga anak SD sudah menyukai judi online? Jika dibiarkan, niscaya anak bangsa ini akan terdengar sumbang, fals dan menggelikan saat meneriakkan kata: Merdeka!![T]

Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia
Tags: IndonesiaJudi onlinemedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Tunagrahita Bermain Dengkleng Sambil Meningkatkan Pemahaman Seksual –  Cerita PKM-PM Undiksha di Yayasan Anak Unik, Gianyar

Next Post

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co