4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
July 16, 2024
in Esai
Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

DI kalangan orang-orang media terdapat konsep usang, bad news is good news. Tapi soal judi online ini, kita tahu pasti bahwa bad news is bad news. Saat ini judi online semakin merajalela di Indonesia, dengan dampak yang mengkhawatirkan.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat nilai transaksi keuangan mencurigakan terkait judi online telah mencapai lebih dari Rp600 triliun pada kuartal I-2024. Jumlah pemain judi online tercatat mencapai 3,2 juta orang. Ketergantungan pada judi online tidak hanya merusak kehidupan individu, tetapi juga berdampak pada tatanan sosial dan moral masyarakat.

 Judi online telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam kasus bunuh diri. Tekanan finansial dan emosional akibat kekalahan dalam judi sering kali membuat individu merasa putus asa, bahkan mendorong mereka untuk melakukan tindakan ekstrem seperti bunuh diri.

Selain itu, konflik keluarga yang dipicu oleh masalah keuangan akibat judi sering kali berakhir dengan perceraian yang kasusnya melonjak 142%. Pidana terkait judi online  terus meningkat dari waktu ke waktu (Pusiknas Bareskrim Polri, 2024). Kebutuhan mendesak untuk mendapatkan uang dengan berjudi juga mendorong individu melakukan tindakan kriminal seperti pencurian dan penipuan.

Maraknya Iklan Judi Online di Media Sosial

Media sosial telah menjadi alat utama dalam penyebaran judi online. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter dipenuhi dengan iklan-iklan judi online yang mengiming-imingi pengguna dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Algoritma media sosial yang dirancang untuk menargetkan iklan secara spesifik kepada pengguna yang mungkin tertarik pada judi semakin memperparah masalah ini. Dengan begitu banyak iklan judi yang muncul di feed media sosial, membuat masyarakat, termasuk generasi muda, menjadi semakin mudah terpapar dan tergoda untuk mencoba judi online.

Selain iklan yang membanjir, banyak influencer media sosial yang secara terang-terangan dan tanpa ragu mempromosikan situs judi online kepada pengikut mereka (Bisnis Tempo, 2023). Influencer ini sering kali menerima bayaran besar dari situs judi untuk mempromosikan layanan mereka, tanpa mempertimbangkan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan pada pengikut mereka.

Pengaruh kuat dari tokoh-tokoh ini dapat dengan mudah menarik perhatian masyarakat, membuat mereka percaya dengan penuh harap, bahwa judi online adalah cara cepat dan gampang untuk menghasilkan uang.

Masyarakat Suka Judi Negara akan Lemah

Sebagai salah satu penyakit masyarakat, kegiatan judi ini sudah lama dilarang. Efek dari suka berjudi tidak sederhana, namun cenderung kompleks dan menjalar ke mana-mana. Tidak hanya soal keuangan yang amburadul namun lebih lanjut akan menggerogoti ke tingkat yang lebih berat. Negara yang masyarakatnya cenderung suka berjudi akan menghadapi berbagai masalah serius yang dapat melemahkan ketahanan dan stabilitasnya.

Bukan mengada-ada, berikut ini adalah beberapa alasan mngapa masyarakat yang suka berjudi membahayakan stabilitas negara. Pertama adalah kerugian ekonomi.  Kecanduan judi menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi individu dan keluarga.

Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau investasi jangka panjang malah dihabiskan untuk berjudi. Ini mengakibatkan kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi di kalangan masyarakat, yang pada akhirnya berdampak negatif pada perekonomian negara.

Kedua adalah penurunan produktivitas, orang yang kecanduan judi cenderung kurang produktif dalam pekerjaan dan tanggung jawab lainnya. Mereka sering absen, kehilangan fokus, dan tidak dapat bekerja dengan efisien. Penurunan produktivitas ini mengurangi kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan negara.

Alasan ketiga adalah timbulnya masalah sosial. Judi online menyebabkan berbagai masalah sosial seperti perceraian, konflik keluarga, dan peningkatan tingkat kriminalitas. Masalah-masalah ini mengganggu keharmonisan sosial dan menambah beban pada sistem hukum dan layanan sosial negara.

Alasan keempat menyangkut kesehatan mental dan fisik. Kecanduan judi berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik individu. Tekanan emosional akibat kekalahan dan hutang menyebabkan stres, depresi, dan gangguan kecemasan. Kurangnya aktivitas fisik dan pola hidup tidak sehat yang seringkali  menyertai kecanduan judi, akhirnya berakibat pada penurunan kesehatan fisik.

Kelima, adanya erosi nilai-nilai moral. Bagaimanapun, ketergantungan pada judi akan mengikis nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat. Orang yang kecanduan judi mungkin jadi lebih mudah terlibat dalam kebohongan, penipuan, dan tindakan tidak etis lainnya untuk mendapatkan uang. Hal ini tentu mengganggu integritas moral masyarakat dan memperburuk tatanan sosial.

Peran Pemerintah dan Usaha Masyarakat

Untuk mengatasi masalah judi online dan dampak negatifnya, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Tidak bisa persoalan ini diserahkan semata kepada pemerintah dan Satgas Anti Judi saja. Diperlukan adanya tindakan nyata yang saling mendukung antara pemerintah, masyarakat, dan individu untuk mengatasi masalah ini. 

Perlunya edukasi dan kampanye publik, di mana  pemerintah perlu mengadakan kampanye edukasi yang luas mengenai bahaya judi online. Kampanye ini dapat dilakukan melalui media massa, sekolah, dan komunitas. Informasi tentang dampak negatif judi online dan cara menghindarinya harus disebarkan secara luas agar masyarakat lebih sadar akan bahaya yang mengintai.

Peran tokoh agama di sisi lain sangat berpengaruh karena pendidikan agama dapat memainkan peran penting dalam mencegah kecanduan judi. Ajaran agama yang menekankan nilai-nilai moral, etika, dan integritas harus diajarkan sejak dini. Pendidikan agama dapat membantu individu memahami bahwa judi adalah perbuatan yang merugikan dan bertentangan dengan nilai-nilai spiritual.

Berikutnya, hal yang mendasar dalam urusan kenegaraan namun seringkali dipandang remeh adalah perlunya pendidikan Pancasila. Banyak konten di medsos yang dibuat untuk lucu-lucuan yang isinya adalah siswa, anggota masyarkat bahkan tokoh publik yang gelagapan tidak hafal Pancasila. Dianggap lucu namun sebenarnya miris.  

Pendidikan Pancasila harus diperkuat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan moral yang baik pada masyarakat. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengajarkan pentingnya kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, masyarakat akan lebih tahan terhadap godaan judi dan lebih fokus pada kontribusi positif bagi negara.

Selanjutnya, kita bisa berharap pemerintah bisa menegakkan regulasi yang ketat terkait judi online. Pemerintah harus menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap iklan dan promosi judi online. Platform media sosial mestinya diharuskan untuk memblokir iklan judi dan juga melarang promosi judi online oleh para influencer. Selain itu, situs judi online ilegal harus ditutup, dan pelaku yang terlibat dalam operasionalnya juga harus dihukum dengan tegas.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat terbebas dari jerat judi online dan kembali fokus pada kegiatan yang lebih positif dan produktif. Pencegahan dan penanganan yang efektif terhadap masalah judi online akan memperkuat ketahanan negara dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Bagaimana negara ini mau menuju generasi emas jika dari para pejabat hingga rakyat jelata , dari orang dewasa hingga anak SD sudah menyukai judi online? Jika dibiarkan, niscaya anak bangsa ini akan terdengar sumbang, fals dan menggelikan saat meneriakkan kata: Merdeka!![T]

Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia
Tags: IndonesiaJudi onlinemedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Tunagrahita Bermain Dengkleng Sambil Meningkatkan Pemahaman Seksual –  Cerita PKM-PM Undiksha di Yayasan Anak Unik, Gianyar

Next Post

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co