4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-anak Tunagrahita Bermain Dengkleng Sambil Meningkatkan Pemahaman Seksual –  Cerita PKM-PM Undiksha di Yayasan Anak Unik, Gianyar

Julio Saputra by Julio Saputra
July 15, 2024
in Khas
Anak-anak Tunagrahita Bermain Dengkleng Sambil Meningkatkan Pemahaman Seksual –  Cerita PKM-PM Undiksha di Yayasan Anak Unik, Gianyar

Mahasiswa Undiksha berfoto bersama anak-anak tunagrahita di Yayasan Unik Bali sambil memegang media Dengtif-Ria. Foto: Tim PKM-PM Dengtif-Ria, Undiksha.

SEJAK April, Yayasan Anak Unik, Desa Kemenuh, Kabupaten Gianyar, selalu kedatangan tamu istimewa. Tamu itu  mahasiswa dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja yang sedang menjalankan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) di yayasan itu.

Anak-anak di yayasan itu, selalu dengan hangat oleh I Putu Aprika Apsarendra Putra, yang ketua tim program. Tentu juga disapa oleh anggota tim, yakni Ni Luh Sri Ardhaniasih, Ni Putu Iswarya Harumtini, Ni Putu Okta Ginanti, dan Ni Wayan Septiari.

Di yayasan yang berdiri sejak 2016 itu, mereka memberikan edukasi seksual kepada anak-anak tunagrahita di yayasan yang sudah berdiri sejak tahun 2016 tersebut.

Setiap kali mereka akan memasuki ruangan, 15 anak penyandang tunagrahita sudah menanti dengan penuh rasa ingin tahu. Sambil sesekali bercanda dan tertawa, I Putu Aprika Apsarendra Putra atau yang akrab disapa Rendra, memperkenalkan maksud dan tujuan dari kadatangan mereka.

Mereka sudah merancang sebuah media pembelajaran inovatif yang mereka namakan Dengtif-Ria – Dengkleng Inovatif Riang Gembira, sebuah media yang terinspirasi dari permainan dengkleng dan dipadukan dengan audiobook. Harapannya, pendekatan interaktif tersebut dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi anak-anak dengan keterbatasan intelektual.

Ketua Tim, I Putu Aprika Apsarendra Putra mengatakan pendidikan seksual tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak yang normal saja, tetapi juga untuk anak-anak untuk berkebutuhan khusus, khususnya anak tunagrahita. Menghadapi tantangan dalam memberikan pendidikan seksual bagi anak-anak tunagrahita menjadi salah satu tugas penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar inklusif. Banyak orang masih berpikir bahwa anak-anak tunagrahita tidak memiliki hasrat seksual, tetapi kenyataanya, perkembangan seksual mereka sama dengan anak-anak lainnya.

Mahasiswa Undiksha berfoto bersama pihak Yayasan Anak Unik. Foto: Tim PKM-PM Dengtif-Ria, Undiksha | Foto: Ist

“Keterbatasan yang mereka miliki membuat mereka lebih rentan terhadap pelecehan seksual, karena mereka kesulitan memahami tubuh mereka sendiri. Anak-anak tunagrahita perempuan sering mnejadi korban pelecehan seksual. Kurangnya perhatian dari masyarakat dan minimnya informasi tentang pendidikan seksual memperbesar risiko mereka mengalami pelecehan dan eksploitasi seksual,” ujar Rendra. Rendra dan kawan-kawan terlebih dahulu melakukan observasi di Yayasan Anak Unik. Mereka juga mewawancarai Ni Gusti Putu Parmiti selaku pendiri. Dari sana mereka menemukan bahwa sebagian anak tunagrahita kurang memahami cara menjaga kebersihan organ intim secara mandiri.

Selain itu, salah satu anak perempuan yang mulai menginjak remaja dan memasuki fase menstruasi merasa takut akan keluarnya darah. Ia berpikir bahwa ia karena ia akan meninggal. Pihak Yayasan juga menyatakan bahwa tenaga pendidik di Yayasan Anak Unik sangat sulit untuk memberikan edukasi seksual kepada anak tunagrahita. Hal tersebut disebabkan karena belum adanya media edukasi seksual sebagai pendukung pembelajaran yang mengkhusus kepada anak tunagrahita.

Yayasan tersebut hanya memiliki media piktogram, alat peraga seperti pembalut, dan pakaian dalam sebagai edukasi awal.  

Karena itulah, Rendra dan kawan-kawan menciptakan media edukasi Dengtif-Ria yang dapat menjadi sarana efektif dalam memberikan pendidikan seksual yang inklusif dan mendukung anak-anak tunagrahita dalam pemahaman seksual. Rendra dan kawan-kawan mengembangkan media edukasi tersebut lewat program PKM-PM yang mereka beri judul “Dengtif-Ria: Meningkatkan Pemahaman Seksual pada Anak Tunagrahita melalui Modifikasi Permainan Tradisional Dengkleng dengan Mengintegrasikan Audiobook di Yayasan Anak Unik”. Program tersebut rencana dijadwalkan selama 4 bulan, dari bulan April sampai dengan Agustus 2024.

Sebelum program benar-benar dijalankan, mereka terlebih dahulu berkordinasi dengan pihak Yayasan, menyiapkan media Dengtif-Ria, dan buku pedoman. Setelah semua media disiapkan dengan baik, mereka terlebih dahulu memberikan sosialisasi dan pengenalan kegiatan kepada 15 anak penyandang tunagrahita yang akan menjadi mitra mereka. Setelah itu, barulah program Dengtif-Ria dilaksanakan.

Pelaksanaan Dengtif-Ria mereka bagi menjadi 4 tahapan, yaitu Dengitf 1, Dengtif 2, Dengtif 3, dan Dengtif 4 | Foto: Ist

Pada Dengtif 1, Rendra dan kawan-kawan menyampaikan Edukasi Seksual Dasar, meliputi kesehatan reproduksi, aktivitas seksual, dan kekerasan seksual, dengan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga dapat dengan mudah dipahami dan dibantu dengan instrumen peraga.

Pada Dengtif 2, mereka menghadirkan media Dengtif-Ria kepada anak-anak tunagrahita di Yayasan tersebut. Mereka memperkenalkan setiap elemen yang ada di media Dengtif-Ria seperti media dengkleng, gaco, serta audiobook. Ada 2 jenis audiobook yang mereka sajikan, yaitu Artistic Audiobook yang berisi pertanyaan dan Magic Audiobook yang berisi informasi mengenai pendidikan seksual. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan bermain Dengtif-Ria secara berkala dan berulang yang sesuai dengan mekanisme permainanya.

Pertamna-tama, anak-anak tunagrahita yang terlibat dalam program tersebut diminta untuk membuat kelompok. Setiap kelompok akan mendapat gaco sebagai media permainan yang akan dilemparkan ke setiap kotak. Pemain pertama mulai melepar gaco, kemudian melompat dengan satu kaki (dengkleng) dari kotak satu sampai kotak enam secara berurutan, kecuali kotak tempat gaco berhenti. Selanjutnya, pemain menekan tombol Artistic Audiobook di kotak finish.

Jika pemain dapat menjawab pertanyaan, pemain akan mendapatkan reward. Jika pemain tidak dapat menjawab pertanyaan, pemain akan menekan tombol Magic Audiobook untuk mendapatkan edukasi. Pemain kembali ke start dengan dengkleng di setiap kotak, kecuali kotak yang dilempari gaco menjadi hak milik pemain sebelumnya.

Pada Dengtif 3, mereka mengimplementasikan dan memberikan pendampingan Dengtif-Ria secara mandiri sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan. Pada tahap ini pemain diberikan reward apabila berhasil menjawab pertanyaan pada Artistic Audiobook. Serta informasi terkait pendidikan seksual akan ditekankan pada Magic Audiobook.

Pada Dengtif 4, mereka akan melakukan pengujian melalui observasi dan wawancara terstruktur untuk mengetahui perubahan perilaku serta peningkatan pemahaman tentang pendidikan seksual dengan bahasa yang sederhana sehingga mampu dipahami oleh anak tunagrahita.

Pihak Yayasan Anak Unik menyambut kegiatan tersebut dengan respon positif dan atusiasme yang tinggi. Ni Gusti Putu Parmiti, selaku pendiri menilai kegiatan Dengtif-Ria sebagai sebuah media edukasi yang sangat efektif dan kreatif. Siswa diajak untuk bergerak dan berpikir, sebuah kombinasi yang bagus untuk anak dengan keterbatasan mental.

Mahasiswa Undiksha memperkenalkan cara bermain menggunakan media Dengtif-Ria kepada anak-anak tunagrahita di Yayasan Anak Unik. Foto: Tim PKM-PM Dengtif-Ria, Undiksha. | Foto: Ist

Dengtif-Ria menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pendidikan seksual anak tunagrahita dan memberikan terobosan baru dalam edukasi seksual yang mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.

Kegiatan tersebut juga memberikan manfaat bagi tenaga pendidik di yayasan tersebut. Program Dengtif-Ria membantu efisiensi dan produktivitas tenaga pendidik yang berfokus pada pendidikan seksual anak tunagrahita untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Anak-anak tunagrahita di yayasan itu merasa senang bisa terlibat dalam program yang dijalankan oleh mahasiswa Undiksha tersebut. Itulah yang dirasakan oleh Ni Putu Ayu Mawar Dewi.

Ia merasa kegiatan tersebut sangat menyenangkan dan mampu memberikan pemahaman terkait seksual serta dapat memberikan proses pembelajaran yang menarik, meningkatkan pemahaman untuk membuat keputusan bijak terkait kesehatan dan hubungan sosial, sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. [T]

Bergerak Bersama Harapan: Kami Tidak Pandai tapi Berani – Catatan PKM di Desa Bengkala
PKM ISI Denpasar : Pembinaan Gending Bopong Gaya Kayumas di Sanggar Tabuh Kembang Waru Denpasar
Upaya-upaya Menjaga Regenerasi Pelukis Wayang Kamasan | Dari PkM Akademisi Undiksha
Tags: mahasiswaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Wayah” : Menyelami Kedalaman Makna dan Ekspresi dalam Seni Baleganjur Duta Kabupaten Badung 2024

Next Post

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co