2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Jaswanto by Jaswanto
August 6, 2024
in Persona
Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Ni Kadek Prima Jyoti Mahardika | Dok. Prima Jyoti

“SAYA mendapat juara satu. Dan saya baru saja belajar keroncong. Sebelumnya tidak pernah tahu,” ujar perempuan muda yang duduk di pelataran depan Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Minggu (14/7/2024) sore itu. Ia mengatakan hal tersebut dengan terang dan jelas. Dengan wajah riang meski agak sedikit tegang.

Di teras gedung audit, beberapa mahasiswa sedang belajar menari. Mereka meliuk-liuk, mengeksplorasi tubuh mereka sendiri. Tak ada mahasiswa lain selain mereka di sana. Kampus tampak lengang siang itu. Suara-suara pingai di dahan pohon jelas terdengar.

Dan di tengah kelenganan kampus itu, Prima Jyoti, perempuan muda tersebut, sambil duduk di paving block, sedang bercerita bagaimana ia belajar bernyanyi keroncong untuk pertama kalinya dan langsung berhasil meraih juara dalam ajang Peksimida Bali 2024.

Ni Kadek Prima Jyoti Mahardika saat mengikuti lomba keroncong putri di Peksimida Bali 2024 | Dok. Prima Jyoti

“Saya ditunjuk oleh pimpinan. Padahal awalnya saya di bidang pop dan seriosa,” ujarnya. Pimpinan yang ia maksud adalah pihak kampus. Ia mengaku, sebelum penunjukan itu, Jyoti tidak tahu sama sekali apa dan bagaimana musik keroncong itu. “Pihak fakultas langsung mencarikan saya pelatih. Saya belajar dari nol,” sambungnya sesaat setelah ia membenarkan letak rambutnya.

Di Indonesia, musik keroncong memiliki sejarah yang panjang. Jenis musik ini memiliki hubungan historis dengan sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado. Sejarah keroncong di Indonesia dapat ditarik hingga akhir abad ke-16, di saat kekuatan Portugis mulai melemah di Nusantara.

Keroncong berawal dari musik yang dimainkan para budak dan opsir Portugis dari daratan India (Goa) serta Maluku. Bentuk awal musik ini disebut moresco, yang diiringi oleh alat musik dawai. Tetapi sulit untuk menentukan kapan dan bagaimana persisnya keroncong muncul di Bali. Meskipun, dalam beberapa sumber, khususnya di Kota Denpasar, musik keroncong diperkirakan muncul pada tahun 1940-an di wilayah Kaliungu Kelod, yang dipelopori oleh Mangku Gebleg (alm).

Namun, hari ini, di tengah arus informasi dan silang-tukar budaya yang sangat cepat, keroncong tentu bukan jenis musik yang populer di Bali. Terang saja gadis seperti Jyoti tidak mengetahui—atau merasa tertarik untuk mempelajari—musik keroncong. Gadis bernama lengkap Ni Kadek Prima Jyoti Mahardika itu hanya tahu sebatas bahwa keroncong adalah musik jadul. Tak lebih.

Jyoti mau belajar dan mengikuti lomba bernyanyi keroncong di Pekan Seni Mahasiswa Daerah Bali  karena ia termasuk orang yang suka dengan hal-hal baru. Sebelum keroncong, dia berkata, lebih dulu ia sering menyanyikan lagu-lagu pop Indo. Tapi ia keluar dari “zona nyamannya” itu dengan belajar seriosa di kampus—dan berhasil. “Pop dulu, seriosa, baru keroncong,” ujarnya sembari tersenyum.

Ni Kadek Prima Jyoti Mahardika saat mengikuti lomba keroncong putri di Peksimida Bali 2024 | Dok. Prima Jyoti

Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Undiksha semester empat itu belajar keroncong dari seorang seniman dari Jembrana, Kukuh Setiawan—seniman yang ditunjuk pihak fakultas. “Hanya tiga kali belajar. Setelah itu saya dilepas dan dibimbing pihak fakultas. Selama latihan saya bolak-balik Singaraja-Jembrana, itu masa-masa ujian akhir semester lagi,” beber mahasiswi yang menyukai lagu Sang Dewi, Titi DJ itu.

Menurut Jyoti—setelah ia belajar keroncong dengan sangat singkat itu, perbedaan keroncong dengan jenis musik lain terletak pada cengkoknya yang khas. Katanya, suasana keroncong mirip dengan gregel dalam sloka. “Mungkin karena saya pernah belajar membaca sloka, makanya bisa bernyanyi keroncong,” tutur gadis kelahiran Dauhwaru, 10 Januari 2004 itu.

Di atas pangggung Peksimida Bali yang digelar di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu, dengan kebaya merah tua yang berkerlip, Prima Jyoti membawakan lagu keroncong “Jayalah Indonesiaku” karya Budiman B.J—salah satu tokoh penting dalam sejarah musik di Tanah Air, khususnya musik keroncong.

Ni Kadek Prima Jyoti Mahardika saat mengikuti lomba keroncong putri di Peksimida Bali 2024 | Dok. Prima Jyoti

Jyoti tampak tenang dan dapat menguasai diri saat mengalunkan lagu ciptaan pemimpin salah satu orkes keroncong terbaik di Indonesia: Orkes Keroncong Bintang Jakarta itu. Ia bergerak lembut dari kanan ke kiri sambil menggerakkan lengan kanannya seperti menari dan menambah ekspresi. Sesekali ia juga menggoyang-goyangkan kepalanya seturut dengan irama lagu. Penampilannya kala itu membuat mata juri terpukau dan ia layak menyandang predikat juara.

Sampai di sini, karena ia mendapat juara satu, Prima Jyoti akan mewakili Bali pada ajang Pekan Peksiminas ke-17 yang berlangsung pada September 2024 mendatang di Universitas Negeri Jakarta. Di sisa waktu ini, ia masih menunggu jadwal dari pihak kampus untuk melakukan latihan dan hal-hal yang berkaitan dengan itu.

Namun, perlu diketahui, sebelum meraih juara satu tangkai lomba keroncong putri seminggu yang lalu, Prima Jyoti juga telah banyak menorehkan prestasi di ajang tarik suara. Ini karena sejak kecil dia suka bernyanyi. Dan kedua orang tuanya juga menyukai hal yang sama—dan, tentu saja, sangat mendukungnya.

Pada tahun 2022, Jyoti berhasil meraih juara III dalam ajang Menyanyi Solo Tingkat Nasional. Setahun setelahnya, ia mendapat juara I Karaoke Seriosa Tingkat Universitas Pendidikan Ganesha.

Tahun 2023 Jyoti panen juara. Ia juara I Nyanyi Pop Fip Jip Tahun; juara I Karaoke Seriosa Tingkat Fakultas Ilmu Pendidikan; dan juara II Kidung Tingkat Fakultas Ilmu Pendidikan. Selamat, Jyoti.[T]

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Dimas Bayu Erlangga, Didukung Rekan Teater di SMA, Juara 1 Lomba Monolog Peksimida Bali
Ni Kadek Thaly Titi Kasih, Setelah Piala Citra, Kini Juara Vokal Solo Nasional
Tags: KeroncongmusikPeksimida Bali 2024Prima JyotiUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara

Next Post

Diah Elsa, Pengagum Chairil Anwar Itu, Meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksimida Bali 2024

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Diah Elsa, Pengagum Chairil Anwar Itu, Meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksimida Bali 2024

Diah Elsa, Pengagum Chairil Anwar Itu, Meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksimida Bali 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co