14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ni Kadek Thaly Titi Kasih, Setelah Piala Citra, Kini Juara Vokal Solo Nasional

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
September 24, 2022
in Persona, Pilihan Editor
Ni Kadek Thaly Titi Kasih, Setelah Piala Citra, Kini Juara Vokal Solo Nasional

Thaly Titi Kasih

Bali tentu bangga pada Ni Kadek Thaly Titi Kasih. Gadis manis ini baru saja duduk di bangku SMA, tapi pencapaian-pencapaian yang diukir dalam bidang seni sangatlah melimpah.

Ia dikenal sebagai penari, juga sebaai pemain teater, yang kerap naik panggung bersama Yayasan Bumi Bajra Sandhi asuhan seniman Ida Ayu Wayan Arya Satyani alias Dayu Ani. Bersama gank-nya di Bajra Sandhi ia beberapa kali melawat ke luar negeri.

Dalam dunia seni peran, ia juga pemain film berbakat bahkan sejak usianya masih muda belia. Ia bermain dalam film Sekala Niskala (The Seen and Unseen) arahan sutradara Kamila Andini.

Dari film itu ia mendapat Piala Citra untuk pemeran anak-anak terbaik Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2018.  Pada tahun itu juga, ia meraih penghargaan sebagai pemeran anak-anak terbaik dalam IMAA (Indonesia Movie Actor’s Award).

Ternyata Thaly Titi Kasih juga lihai dalam seni tarik suara. Buktinya, tahun 2022 ini, ia meraih medali emas alias terbaik dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di bidang lomba vokal solo katagori putri SMA.

Ni Kadek Thaly Titi Kasih saat tampil

Atas presasi itu, teman-temannya di SMAN 1 Sukawati bergembira, dan Bali pun berbangga. Tentu karena Thaly mewakili Provinsi Bali dalam ajang bergengsi untuk seniman-seniman pelajar itu.

Membawakan Lagu “Bali Dwipa”

Ni Kadek Thaly Titi Kasih adalah gadis dari sebuah desa di Gianyar, tepatnya di  Banjar Sema Bonbiyu, Saba, Kecamatan Blahbatuh. Ia lahir 11 Desember 2005 dan kini usianya baru 16 tahun, baru kelas XI di SMAN 1 Sukawati, Gianyar. Ia adalah kebanggan besar dari dua orang tuanya; I Wayan Sutrawan dan Ni Ketut Nilai Kembar.  

Bagaimana awalnya Thaly bisa ikut lomba vokal solo di ajang FLS2N?

Awalnya ia mendapat informasi lomba FLS2N ini dari salah satu guru di sekolahnya. Guru itu Bapak Bangun Yeremia. Ia guru antropolgi di kelas, tapi sangat menyukai seni terutama seni musik.

“Saya memutuskan untuk ikut lomba ini,” kata Thaly Kasih.

Ia bersama guru Pembina kemudian melakukan latihan, lalu rekaman video menyanyi pada 29 Juli 2022.  Ia membawakan satu lagu daerah berjudul ”Bali Dwipa”. Ia kirim video rekaman itu karena lomba FLS2N tahun ini memang dilakukan secara daring.

“Berselang beberapa minggu, tepatnya 4 September, saya mendapatkan informasi bahwa saya lolos ke tingkat nasional untuk mewakili Provinsi Bali,” katanya.

Ni Kadek Thaly Titi Kasih dalam proses rekaman bersama tim

Tentu ini hal yang sangat spesial bagi gadis yang memang sehari-hari tak pernah lepas dari kegiatan kesenian ini. Sebelumnya ia sudah dua kali pernah mengikuti lomba FLS2N ini, dan kali ketiga ini ia bisa lolos ke tingkat nasional.

“Saya membawa nama Bali ke tingkat nasional dan saya tentu ingin mempersembahkan sesuatu yang sangat berharga untuk pulau tercinta ini,” ujarnya.

Segala persiapan kemudian ia lakukan dengan sebaik-baiknya, mulai dari mempersiapkan lagu yang akan dibawakan, minus one lagu, latihan untuk memantapkan penampilan, dan banyak hal teknis lain yang perlu ia siapkan.

“Setelah itu saya melakukan rekaman lagi tanggal 11 September di Geoks Singapadu,” katanya.

Thaly Kasih menceritakan, sebelumnya para peserta FLS2N bidang vokal solo ini dibuatkan satu grup oleh panitia. Di grup ini ia mengenal banyak teman baru dari seluruh provinsi di Indonesia. Dan dengan ini ia jadi punya lebih banyak relasi khususnya di bidang musik dan tarik suara.

Setelah rekaman,para peserta diarahkan untuk mengikuti rangkaian acara FLS2N ini mulai dari tanggal 12 September, yakni opening ceremony. Kemudian pada tanggal 13 dan 14 September adalah hari penjurian di mana para peserta menonton seluruh karya yang sudah diunggah masing masing provinsi di Website Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Pada 15 September dialkukan rekapitulasi nilai dan penentuan juara. Dan terakhir, tanggal 16 September closing ceremony sekaligus pengumuman para pemenang FLS2N tahun 2022. Semua rangkaian acara ini dilakukan secara daring.

Pemenangnya Baju Merah

Sampai di saat pengumuman, Thaly Kasih mengaku awalnya ia merasa tidak memiliki harapan untuk menang, karena penampilan peserta lain dari seluruh provinsi sangatlah bagus.

“Tapi saya tetap berdoa dan menyerahkan semua kepada Tuhan karena bagi saya yang penting adalah tampil maksimal,” katanya.

Pengumuman peraih medali perunggu dan perak sudah diumumkan dan nama Thaly Kasih sampai saat itu belum disebutkan. Semakin kecil lagi harapannya. Medali perunggu dan perak tak dapat, apalagi medali emas.

Tapi tunggu. saat pengumuman peraih medali emas atau juara terbaik, para peserta diberi sedikit clue oleh narahubung di grup peserta bahwa mereka akan mengontak pemenang lewat WhatsApp.

Dan saat itu Thaly Kaish sama sekali tidak menyadari bahwa mereka sudah mengontaknya lewat WhatsApp. “Karena saking gugup dan fokusnya saya dengan zoom yang saya ikuti,” kata Thaly Kasih.

Kemudian ada klu yang diberikan saat itu bahwa pemenangnya memakai baju berwarna merah dan hijau. Di sana ia  berpikir, “Aku kan pakai baju merah pas rekaman, ahh tapi mungkin saja putranya baju merah terus putri baju hijau”.

Tapi beberapa detik kemudian ia berpikir lagi, “Mungkin gak ya, yang dimaksud itu saya?

Dan ternyata memang benar. Nama dan video Thaly Kasih terpampang nyata di layar handphone-nya. “Disitu saya tidak bisa berkata apa-apa dan sontak menangis haru karena tidak menyangka bisa mendapatkan peringkat paling atas di antara teman teman yang penampilannya keren-keren dan saya bisa meraih medali emas,” ujarnya.

Terima Kasih dari Thaly Kasih

Ini merupakan prestasi nasional ketiga yang diraih Thaly Kasih setelah sebelumnya ia meraih Piala Citra untuk Pemeran Anak-Anak terbaik di Festival Film Indonesia tahun 2018 dan meraih penghargaan sebagai pemeran anak-anak terbaik dalam IMAA (Indonesia Movie Actor’s Award) tahun 2018.

“Dengan tangan yang gemetar dan berlinang air mata, saya membalas semua ucapan selamat yang dikirimkan teman-teman saat itu. Kata terimakasih tak henti-hentinya terucap dari bibir saya. Asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, saya bisa meraih prestasi yang sangat membanggakan ini,” katanya.

Ni Kadek Thaly Titi Kasih bersama tim

Thaly kasih tak lupa menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang berperan penting, terutama orang tua dan kakaknya, karena berkat doa dan support penuh dari mereka ia bisa mencapai prestasi ini.

Ia menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar SMAN 1 Sukawati, terutama Kepala SMAN 1 Sukawati, guru-guru khususnya Bapak Bangun Yeremia dan Bapak Wahyu Ardi Putra.

“Selain itu saya menyampaikan terima kasih kepada Jurnalistik SUKSMA, dan semua teman-teman saya yang ada di Bali maupun di luar Bali. Tanpa mereka, mungkin saya tidak bisa sampai di titik ini,” ujar Thaly Kasih. [T]

Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna
Tags: festivalGianyarSMAN 1 SukawatiThaly Titi Kasih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mari Membaca Bali Secara Berbeda dalam Buku “Suara Berbeda dari Pulau Dewata”

Next Post

Gerakan Tanam Jagung di Desa Gadungan: 2 Kali Jagung, 1 Kali Padi

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Gerakan Tanam Jagung di Desa Gadungan: 2 Kali Jagung, 1 Kali Padi

Gerakan Tanam Jagung di Desa Gadungan: 2 Kali Jagung, 1 Kali Padi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co