25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diah Elsa, Pengagum Chairil Anwar Itu, Meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksimida Bali 2024

Son Lomri by Son Lomri
August 6, 2024
in Persona
Diah Elsa, Pengagum Chairil Anwar Itu, Meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksimida Bali 2024

Ni Nengah Diah Elsa Apricillia | Foto: Hizkia

“…pohon tegak-tegak
rumput semak dan riuh kota telah lelap
bersembunyi dalam satu nada sunyi
menunggu, adalah pembunuhan lambat
yang sedang berlalu
dan semangat hidup hilang melewati lobang-lobang
dalam kelam
kau gelisah sayang,
katakan itu cinta
kau membuang muka tidak ingin melihat
bulan dilingkari sepi
…”

POTONGAN syair di atas adalah nukilan dari puisi Elegi milik penyair Toety Heraty, puisi yang wajib dibacakan oleh peserta Baca Puisi Peksimida Bali 2024. Perlombaan itu telah digelar di Gedung Candra Mettu ISI Denpasar, pada Selasa, 9 Juli, kemarin.

Saat puisi itu dibacakan ulang oleh Elsa, penyabet juara 1 (satu) di acara tersebut, seolah hendak menyimak, dua burung gereja terbang dari pohon palem, dan hinggap kemudian di pohon kamboja, lima meter dari bayangan Elsa duduk.

Satu bunga terjatuh dari tangkainya menyambut itu, jatuh dengan lembut ke rumput hijau di beranda fakultas tempat Elsa belajar. Alam benar-benar memberi isyarat baik pada pagi menjelang siang itu, Minggu (14/7/2024), di depan FIP Undiksha.

Elsa, panggilan akrab dari Ni Nengah Diah Elsa Apricillia, mahasiswi semester 6 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu, dengan senang hati membacakan ulang puisi yang ia baca pada tangkai lomba baca puisi serangkaian Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) kemarin.

Intonasi dan mimik wajahnya benar-benar seperti menyihir suasana pagi—yang semula biasa menjadi tidak biasa. Setiap bait dibawakannya dengan penuh penjiwaan yang kuat. Burung-burung itu terus berkicau mengiringi Elsa menyair sampai selesai. Alam telah memberkatinya barangkali.

Ni Nengah Diah Elsa Apricillia | Foto: Hizkia

Jika bisa seperti itu, tidak bisa dibantah jika ia layak juara. Tetapi, sejak kapan puisi itu mengalir di dalam hidupnya?

Perempuan kelahiran Sibetan, 29 April 2003 itu mengaku telah terpikat puisi sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dan ia memandang seni, dalam hal ini puisi, adalah suatu kebebasannya—dalam berfikir dan menilai sesuatu, lebih-lebih dalam memperlakukan hidup.

“Dalam seni (puisi), tidak ada benar dan salah. Semua bisa saja terjadi—perbedaan pendapat, dan tentang puisi, itu kita memang mesti mengartikannya selain menikmati setiap metaforanya yang indah,” ujar Elsa.

Puisi benar-benar telah masuk ke dalam tubuhnya itu, katanya, menjangkiti perasaan yang kian menjadikannya halus, dan mempertajam nalar-kritisnya sebagai perempuan yang sekarang tinggal di Kota Amlapura Karangasem itu.

“Sejak SMP, Kak. Saya sangat suka dengan puisi Chairil Anwar, yang judulnya ‘Diponegoro’.  Sajaknya cukup sederhana, tetapi sangat ‘ngena’ sekali saat dibaca. Tokoh Chairil Anwar itulah yang menjadi inspirasi saya dalam bergaul di dunia puisi hingga SMA—bahkan sampai sekarang,” terang Elsa.

Setelah menginjak SMA, kejuaraan lokal dan nasional pernah ia raih, dan itu tidak begitu jauh dari teks dan puisi, juga public speaking—sebagaimana ia sangat menyukai berbicara di depan orang banyak.

Pada Lomba Tutor Sebaya Tingkat Kabupaten tahun 2019 ia menyandang Juara Harapan 1, kemudian Juara Harapan 1 Lomba Baca Puisi Tingkat Kabupaten tahun 2019; Juara 1 Lomba Esai Tingkat Kabupaten tahun 2020; juara 3 Vlog Tingkat Kabupaten tahun 2020; Finalis Debat Ilmiah Tingkat Provinsi tahun 2020; Finalis Lomba Podcast Tingkat Provinsi Tahun 2020, Juara 3 Baca Puisi Tingkat Nasional Tahun 2020; dan Juara 3 Lomba Esai Tingkat Nasional Tahun 2020.

Setelah memasuki perguruan tinggi pada tahun 2021, latar belakang tadi memantapkan mental juaranya di kampus. Ketika sebuah informasi yang dilayangkan oleh BEM Fakultas FIP, tanpa berfikir panjang, ia merespon cepat untuk daftar. Latihan yang cukup singkat, sekitar satu mingguan, tak dinyana meraih hasil yang baik.

“Dalam lomba itu, disampaikan, apabila pernah memiliki prestasi di tangkai lomba tersebut, peserta diminta untuk mengisi gform dan meng-upload piagam juara sesuai dengan tangkai yang diminati, dan saya memilih lomba baca puisi—karena sangat suka,” terangnya.

Peksimida sendiri merupakan rangkaian dari Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional), dan Peksimida merupakan langkah pertama dalam menjaring mahasiswa terbaik yang ada di provinsi atau daerah.

“Setelah informasi Peksimida saya ketahui, dan dipertegas lagi oleh Wakil Rektor 3 Undiksha kepada kami mahasiswa, beliau mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun pertama dan wajib mengikuti Peksimida untuk menentukan siapa yang mewakili Bali ke ajang nasional, sedangkan tahun sebelumnya hanya menyertakan portofolio untuk diseleksi di Provinsi,” kata Elsa.

Menurut keterangan Elsa, mahasiswa diseleksi terlebih dahulu di fakultas kemudian dilanjutkan di lembaga. Setelah data valid di lembaga, kemudian langsung didaftarkan kepusat. ”Jadi, data artis sudah ada di pusat, baru kemudian dilaksanakan Peksimida,” lanjutnya.

Singkat cerita, ia terpilih untuk menjadi delegasi Undiksha. Di sana, di Denpasar, para peserta yang datang berasal dari beberapa kampus negeri dan swasta di Bali, dan ia merasakan gembira luar biasa setelah MC menyebut namanya dengan bangga sebagai juara satu di puncak acara.

“Ada banyak peserta yang ikut dari beberapa kampus, seperti dari Warmadewa, Dwijendra, PNB, STIKOM, dan lainnya. Persaingannya sangat ketat, apalagi dengan mahasiswi PNB. Nilai saya hanya selisih 1 (satu) poin dengan juara duanya,” ujar Elsa.

Dalam tangkai lomba yang sama, baca puisi, ia akan diterbangkan ke Jakarta untuk Peksiminas 2024 yang digelar di Universitas Negeri Jakarta, 2-7 September mendatang, mewakili Bali.

Selamat berjuang kembali, Elsa. Ingat yang dikatakan oleh Chairil Anwar dalam sajaknya “Diponegoro” itu: Maju! Serbu! Serang! Terjang!

Semoga puisi memberkatimu, di sana. Semangat![T]

Reporter: Sonhaji Abdullah
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali
Dimas Bayu Erlangga, Didukung Rekan Teater di SMA, Juara 1 Lomba Monolog Peksimida Bali
Tags: Chairil AnwarDiah ElsaPeksimida BaliPeksimida Bali 2024PuisiUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Next Post

Menjelajah Chiang Rai, Tertambat di Union of Hill Tribe Thailand

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Menjelajah Chiang Rai, Tertambat di Union of Hill Tribe Thailand

Menjelajah Chiang Rai, Tertambat di Union of Hill Tribe Thailand

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co