4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diah Elsa, Pengagum Chairil Anwar Itu, Meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksimida Bali 2024

Son Lomri by Son Lomri
August 6, 2024
in Persona
Diah Elsa, Pengagum Chairil Anwar Itu, Meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksimida Bali 2024

Ni Nengah Diah Elsa Apricillia | Foto: Hizkia

“…pohon tegak-tegak
rumput semak dan riuh kota telah lelap
bersembunyi dalam satu nada sunyi
menunggu, adalah pembunuhan lambat
yang sedang berlalu
dan semangat hidup hilang melewati lobang-lobang
dalam kelam
kau gelisah sayang,
katakan itu cinta
kau membuang muka tidak ingin melihat
bulan dilingkari sepi
…”

POTONGAN syair di atas adalah nukilan dari puisi Elegi milik penyair Toety Heraty, puisi yang wajib dibacakan oleh peserta Baca Puisi Peksimida Bali 2024. Perlombaan itu telah digelar di Gedung Candra Mettu ISI Denpasar, pada Selasa, 9 Juli, kemarin.

Saat puisi itu dibacakan ulang oleh Elsa, penyabet juara 1 (satu) di acara tersebut, seolah hendak menyimak, dua burung gereja terbang dari pohon palem, dan hinggap kemudian di pohon kamboja, lima meter dari bayangan Elsa duduk.

Satu bunga terjatuh dari tangkainya menyambut itu, jatuh dengan lembut ke rumput hijau di beranda fakultas tempat Elsa belajar. Alam benar-benar memberi isyarat baik pada pagi menjelang siang itu, Minggu (14/7/2024), di depan FIP Undiksha.

Elsa, panggilan akrab dari Ni Nengah Diah Elsa Apricillia, mahasiswi semester 6 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu, dengan senang hati membacakan ulang puisi yang ia baca pada tangkai lomba baca puisi serangkaian Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) kemarin.

Intonasi dan mimik wajahnya benar-benar seperti menyihir suasana pagi—yang semula biasa menjadi tidak biasa. Setiap bait dibawakannya dengan penuh penjiwaan yang kuat. Burung-burung itu terus berkicau mengiringi Elsa menyair sampai selesai. Alam telah memberkatinya barangkali.

Ni Nengah Diah Elsa Apricillia | Foto: Hizkia

Jika bisa seperti itu, tidak bisa dibantah jika ia layak juara. Tetapi, sejak kapan puisi itu mengalir di dalam hidupnya?

Perempuan kelahiran Sibetan, 29 April 2003 itu mengaku telah terpikat puisi sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dan ia memandang seni, dalam hal ini puisi, adalah suatu kebebasannya—dalam berfikir dan menilai sesuatu, lebih-lebih dalam memperlakukan hidup.

“Dalam seni (puisi), tidak ada benar dan salah. Semua bisa saja terjadi—perbedaan pendapat, dan tentang puisi, itu kita memang mesti mengartikannya selain menikmati setiap metaforanya yang indah,” ujar Elsa.

Puisi benar-benar telah masuk ke dalam tubuhnya itu, katanya, menjangkiti perasaan yang kian menjadikannya halus, dan mempertajam nalar-kritisnya sebagai perempuan yang sekarang tinggal di Kota Amlapura Karangasem itu.

“Sejak SMP, Kak. Saya sangat suka dengan puisi Chairil Anwar, yang judulnya ‘Diponegoro’.  Sajaknya cukup sederhana, tetapi sangat ‘ngena’ sekali saat dibaca. Tokoh Chairil Anwar itulah yang menjadi inspirasi saya dalam bergaul di dunia puisi hingga SMA—bahkan sampai sekarang,” terang Elsa.

Setelah menginjak SMA, kejuaraan lokal dan nasional pernah ia raih, dan itu tidak begitu jauh dari teks dan puisi, juga public speaking—sebagaimana ia sangat menyukai berbicara di depan orang banyak.

Pada Lomba Tutor Sebaya Tingkat Kabupaten tahun 2019 ia menyandang Juara Harapan 1, kemudian Juara Harapan 1 Lomba Baca Puisi Tingkat Kabupaten tahun 2019; Juara 1 Lomba Esai Tingkat Kabupaten tahun 2020; juara 3 Vlog Tingkat Kabupaten tahun 2020; Finalis Debat Ilmiah Tingkat Provinsi tahun 2020; Finalis Lomba Podcast Tingkat Provinsi Tahun 2020, Juara 3 Baca Puisi Tingkat Nasional Tahun 2020; dan Juara 3 Lomba Esai Tingkat Nasional Tahun 2020.

Setelah memasuki perguruan tinggi pada tahun 2021, latar belakang tadi memantapkan mental juaranya di kampus. Ketika sebuah informasi yang dilayangkan oleh BEM Fakultas FIP, tanpa berfikir panjang, ia merespon cepat untuk daftar. Latihan yang cukup singkat, sekitar satu mingguan, tak dinyana meraih hasil yang baik.

“Dalam lomba itu, disampaikan, apabila pernah memiliki prestasi di tangkai lomba tersebut, peserta diminta untuk mengisi gform dan meng-upload piagam juara sesuai dengan tangkai yang diminati, dan saya memilih lomba baca puisi—karena sangat suka,” terangnya.

Peksimida sendiri merupakan rangkaian dari Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional), dan Peksimida merupakan langkah pertama dalam menjaring mahasiswa terbaik yang ada di provinsi atau daerah.

“Setelah informasi Peksimida saya ketahui, dan dipertegas lagi oleh Wakil Rektor 3 Undiksha kepada kami mahasiswa, beliau mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun pertama dan wajib mengikuti Peksimida untuk menentukan siapa yang mewakili Bali ke ajang nasional, sedangkan tahun sebelumnya hanya menyertakan portofolio untuk diseleksi di Provinsi,” kata Elsa.

Menurut keterangan Elsa, mahasiswa diseleksi terlebih dahulu di fakultas kemudian dilanjutkan di lembaga. Setelah data valid di lembaga, kemudian langsung didaftarkan kepusat. ”Jadi, data artis sudah ada di pusat, baru kemudian dilaksanakan Peksimida,” lanjutnya.

Singkat cerita, ia terpilih untuk menjadi delegasi Undiksha. Di sana, di Denpasar, para peserta yang datang berasal dari beberapa kampus negeri dan swasta di Bali, dan ia merasakan gembira luar biasa setelah MC menyebut namanya dengan bangga sebagai juara satu di puncak acara.

“Ada banyak peserta yang ikut dari beberapa kampus, seperti dari Warmadewa, Dwijendra, PNB, STIKOM, dan lainnya. Persaingannya sangat ketat, apalagi dengan mahasiswi PNB. Nilai saya hanya selisih 1 (satu) poin dengan juara duanya,” ujar Elsa.

Dalam tangkai lomba yang sama, baca puisi, ia akan diterbangkan ke Jakarta untuk Peksiminas 2024 yang digelar di Universitas Negeri Jakarta, 2-7 September mendatang, mewakili Bali.

Selamat berjuang kembali, Elsa. Ingat yang dikatakan oleh Chairil Anwar dalam sajaknya “Diponegoro” itu: Maju! Serbu! Serang! Terjang!

Semoga puisi memberkatimu, di sana. Semangat![T]

Reporter: Sonhaji Abdullah
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali
Dimas Bayu Erlangga, Didukung Rekan Teater di SMA, Juara 1 Lomba Monolog Peksimida Bali
Tags: Chairil AnwarDiah ElsaPeksimida BaliPeksimida Bali 2024PuisiUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali

Next Post

Menjelajah Chiang Rai, Tertambat di Union of Hill Tribe Thailand

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails
Next Post
Menjelajah Chiang Rai, Tertambat di Union of Hill Tribe Thailand

Menjelajah Chiang Rai, Tertambat di Union of Hill Tribe Thailand

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co