22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
July 2, 2024
in Esai
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan

Media sosial

SITUASI lingkungan hidup di planet kita, saat ini berada dalam keadaan gawat dan mendesak. Salah satu masalah terbesar adalah perubahan iklim disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca dari berbagai aktivitas manusia seperti industri, transportasi, konversi energi yang melibatkan pembakaran bahan bakar fosil, penggundulan hutan alias deforestasi, dan kegiatan  industri yang menghasilkan limbah berbahaya (IPCC, 2021).

 Pada tahun 2015, suhu rata-rata dunia untuk pertama kali naik 1 derajat Celsius. Kenaikan itu berada di atas tingkat peningkatan suhu rata-rata setelah pra-era industri. Dengan bergegas pada tahun itu, Perjanjian Iklim di Paris, Prancis, yang ditandatangani banyak negara menargetkan setiap pemerintahan untuk menahan kenaikan suhu rata-rata global di angka 1,5 derajat Celsius .

Persoalan deforestasi sebagai salah satu masalah yang serius. Setiap tahun, jutaan hektar hutan hilang, terutama di daerah tropis, seperti Indonesia kita tercinta, terutama untuk pembukaan lahan pertanian, perkebunan, dan pembangunan infrastruktur (FAO, 2020).

Hutan-hutan ini  sebenarnya berfungsi sebagai penyerap karbon, dan hilangnya hutan-hutan tropis ini membuat  krisis iklim semakin hebat dan mengancam habitat bagi banyak spesies flora dan fauna (WWF, 2020). Di sisi lain berbagai temuan mengenai pencemaran plastik di lautan adalah ancaman lain yang semakin mengkhawatirkan.

Di sektor pangan bencana juga mulai mengintip, degradasi tanah akibat praktik pertanian yang tidak berkelanjutan mengurangi kesuburan tanah dan kemampuan lahan untuk mendukung produksi pangan (UNCCD, 2017). Degradasi ini menyebabkan peningkatan kerawanan pangan dan memperburuk kemiskinan di banyak bagian dunia (FAO, 2019). Indonesia sendiri telah beberapa waktu mengimpor beras dan harga beras yang semakin mahal bisa jadi merupakan tanda awal gejala di atas.

 Kampanye Kesadaran Lingkungan

Beberapa pihak yang paling relevan dalam hal ini meliputi pemerintah, organisasi non-pemerintah (LSM), sektor swasta, dan komunitas lokal. Pemerintah tentu saja memiliki tanggung jawab yang utama dalam mengatur dan mengarahkan kampanye kesadaran lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki wewenang untuk merancang dan mengimplementasikan kebijakan serta program lingkungan hidup di Indonesia.

Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk memasukkan pendidikan lingkungan dalam kurikulum sekolah, serta menggunakan media nasional untuk menyebarluaskan pesan kampanye (KLHK, 2021). Posisi KLHK sesungguhnya sangat strategis dalam hal ini.

Organisasi Non-Pemerintah (LSM), seperti Greenpeace Indonesia, WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), dan Yayasan Kehati memiliki peran penting dalam mengadvokasi isu-isu lingkungan dan mengedukasi masyarakat. LSM ini sering kali memiliki program kampanye yang berfokus pada kesadaran dan aksi lingkungan yang langsung melibatkan komunitas lokal dan generasi muda.

Sektor Swasta seperti perusahaan-perusahaan dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).  Banyak perusahaan besar yang sudah mulai mengadopsi praktik ramah lingkungan dan dapat mendukung kampanye kesadaran dengan pendanaan, teknologi, dan jaringan komunikasi mereka. Misalnya, perusahaan teknologi dapat membantu dengan platform digital dan aplikasi untuk kampanye, sementara perusahaan media dapat menyediakan ruang iklan dan promosi untuk mengakomodasi hal ini (UN Global Compact, 2021).

Komunitas Lokal dan Generasi Muda dapat memulai kesadaran lingkungan dari tingkat lokal. Komunitas lokal, termasuk sekolah dan universitas, memiliki peran vital dalam menyebarluaskan pesan mengenai lingkungan dan mempromosikan tindakan ramah lingkungan.

 Generasi muda, sebagai penerima dampak langsung dari perubahan lingkungan, harus diajak untuk aktif terlibat dalam kampanye ini melalui kegiatan yang sesuai dengan minat mereka, seperti kegiatan outdoor, program relawan, dan kampanye media sosial (Youth Climate Action Network, 2020).

Media Sosial Pegang Peranan 

Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memiliki miliaran pengguna aktif yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Platform ini memungkinkan penyebaran informasi dengan cepat dan efektif, menjangkau audiens yang luas dalam waktu singkat (Statista, 2021).

Generasi muda, yang merupakan pengguna utama media sosial, dapat akses dengan mudah melalui platform-platform ini.    Tidak hanya memungkinkan penyebaran informasi, tetapi media sosial juga mendorong interaktivitas dan partisipasi aktif dari penggunanya.

 Kampanye yang menggunakan tantangan, hashtag, dan konten interaktif lainnya dapat mendorong generasi muda untuk terlibat secara langsung dan berpartisipasi dalam aktivitas ramah lingkungan (Pew Research Center, 2021). Contoh kasus misalnya, adanya tantangan viral seperti #TrashTag, di mana pengguna memposting foto sebelum dan sesudah membersihkan sampah, dimana tantangan ini telah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan aksi lingkungan.

Salah satu aktor penting dalam media sosial adalah para influencer.  Influencer media sosial memiliki pengaruh besar terhadap opini dan perilaku para followers atau  pengikut mereka. Kolaborasi dengan influencer yang peduli terhadap isu lingkungan dapat membantu menyebarkan pesan dengan lebih efektif dan kredibel.

Influencer dapat memanfaatkan platform mereka untuk mengedukasi dan menginspirasi pengikut mereka untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga lingkungan (Hootsuite, 2021). Kampanye yang melibatkan influencer contohnya seperti Greta Thunberg telah berhasil menarik perhatian global terhadap isu perubahan iklim.

Mengapa platform media sosial ini memegang peranan penting? Platform media sosial memungkinkan pembuatan konten yang kreatif dan edukatif, yang dapat menarik perhatian dan memudahkan pemahaman tentang isu-isu lingkungan.

Video pendek, infografis, dan cerita visual dan lainnya, dapat menyampaikan informasi kompleks dengan cara yang menarik dan mudah dipahami terutama oleh generasi muda. Misalnya, video edukatif tentang dampak plastik sekali pakai atau cara-cara sederhana untuk mengurangi jejak karbon dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesadaran secara kolektif (Greenpeace, 2019).

 Media sosial memiliki kemampuan untuk memobilisasi orang dalam jumlah besar untuk melakukan aksi kolektif. Kampanye seperti Fridays for Future, yang dimulai oleh Greta Thunberg, telah menginspirasi jutaan siswa di seluruh dunia untuk turun ke jalan, menuntut tindakan nyata terhadap perubahan iklim. Dalam hal ini media sosial memainkan peran kunci dalam mengorganisir dan mempromosikan aksi-aksi tersebut(Fridays for Future, 2020).

Dengan semua kelebihan ini, saat ini media sosial adalah alat yang sangat efektif dalam strategi penguatan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Revolusi kesadaran lingkungan menjadi semakin penting karena tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Media sosial akan dapat memainkan peran krusial dalam mempercepat kesadaran dan aksi yang terkait dengan lingkungan. Penggunaan yang tepat dan kreatif dari platform ini penulis yakini  dapat membantu mencapai perubahan yang signifikan dalam perilaku dan sikap generasi muda dan kita semua terhadap lingkungan.

 Dengan meningkatnya kesadaran ini, ada harapan besar bahwa generasi muda akan menjadi agen perubahan yang kuat dalam upaya pelestarian lingkungan di masa depan. Salam lestari! [T]

Refleksi di Hari Media Sosial Nasional
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?
Refleksi Media Sosial dalam Karya Lukisan
Media Sosial, Wadah Caring dan Sharing Bukan Bullying
Media Sosial; Memudahkan, Menyenangkan, Sekaligus Meresahkan
“Akun Cantik”, Promosi Wajah di Media Sosial?
Media Making: Menjadikan Apa pun dan Siapa pun
Tags: lingkunganmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menangkap Asa Harmoni Dunia Anak dalam Lintasan Modul Nusantara di Desa Batukaang, Bangli

Next Post

“Malu Dong!” Si Keren Pengabai Aturan Jalan

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
“Malu Dong!” Si Keren Pengabai Aturan Jalan

"Malu Dong!” Si Keren Pengabai Aturan Jalan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co