2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
July 2, 2024
in Esai
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan

Media sosial

SITUASI lingkungan hidup di planet kita, saat ini berada dalam keadaan gawat dan mendesak. Salah satu masalah terbesar adalah perubahan iklim disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca dari berbagai aktivitas manusia seperti industri, transportasi, konversi energi yang melibatkan pembakaran bahan bakar fosil, penggundulan hutan alias deforestasi, dan kegiatan  industri yang menghasilkan limbah berbahaya (IPCC, 2021).

 Pada tahun 2015, suhu rata-rata dunia untuk pertama kali naik 1 derajat Celsius. Kenaikan itu berada di atas tingkat peningkatan suhu rata-rata setelah pra-era industri. Dengan bergegas pada tahun itu, Perjanjian Iklim di Paris, Prancis, yang ditandatangani banyak negara menargetkan setiap pemerintahan untuk menahan kenaikan suhu rata-rata global di angka 1,5 derajat Celsius .

Persoalan deforestasi sebagai salah satu masalah yang serius. Setiap tahun, jutaan hektar hutan hilang, terutama di daerah tropis, seperti Indonesia kita tercinta, terutama untuk pembukaan lahan pertanian, perkebunan, dan pembangunan infrastruktur (FAO, 2020).

Hutan-hutan ini  sebenarnya berfungsi sebagai penyerap karbon, dan hilangnya hutan-hutan tropis ini membuat  krisis iklim semakin hebat dan mengancam habitat bagi banyak spesies flora dan fauna (WWF, 2020). Di sisi lain berbagai temuan mengenai pencemaran plastik di lautan adalah ancaman lain yang semakin mengkhawatirkan.

Di sektor pangan bencana juga mulai mengintip, degradasi tanah akibat praktik pertanian yang tidak berkelanjutan mengurangi kesuburan tanah dan kemampuan lahan untuk mendukung produksi pangan (UNCCD, 2017). Degradasi ini menyebabkan peningkatan kerawanan pangan dan memperburuk kemiskinan di banyak bagian dunia (FAO, 2019). Indonesia sendiri telah beberapa waktu mengimpor beras dan harga beras yang semakin mahal bisa jadi merupakan tanda awal gejala di atas.

 Kampanye Kesadaran Lingkungan

Beberapa pihak yang paling relevan dalam hal ini meliputi pemerintah, organisasi non-pemerintah (LSM), sektor swasta, dan komunitas lokal. Pemerintah tentu saja memiliki tanggung jawab yang utama dalam mengatur dan mengarahkan kampanye kesadaran lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki wewenang untuk merancang dan mengimplementasikan kebijakan serta program lingkungan hidup di Indonesia.

Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk memasukkan pendidikan lingkungan dalam kurikulum sekolah, serta menggunakan media nasional untuk menyebarluaskan pesan kampanye (KLHK, 2021). Posisi KLHK sesungguhnya sangat strategis dalam hal ini.

Organisasi Non-Pemerintah (LSM), seperti Greenpeace Indonesia, WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), dan Yayasan Kehati memiliki peran penting dalam mengadvokasi isu-isu lingkungan dan mengedukasi masyarakat. LSM ini sering kali memiliki program kampanye yang berfokus pada kesadaran dan aksi lingkungan yang langsung melibatkan komunitas lokal dan generasi muda.

Sektor Swasta seperti perusahaan-perusahaan dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).  Banyak perusahaan besar yang sudah mulai mengadopsi praktik ramah lingkungan dan dapat mendukung kampanye kesadaran dengan pendanaan, teknologi, dan jaringan komunikasi mereka. Misalnya, perusahaan teknologi dapat membantu dengan platform digital dan aplikasi untuk kampanye, sementara perusahaan media dapat menyediakan ruang iklan dan promosi untuk mengakomodasi hal ini (UN Global Compact, 2021).

Komunitas Lokal dan Generasi Muda dapat memulai kesadaran lingkungan dari tingkat lokal. Komunitas lokal, termasuk sekolah dan universitas, memiliki peran vital dalam menyebarluaskan pesan mengenai lingkungan dan mempromosikan tindakan ramah lingkungan.

 Generasi muda, sebagai penerima dampak langsung dari perubahan lingkungan, harus diajak untuk aktif terlibat dalam kampanye ini melalui kegiatan yang sesuai dengan minat mereka, seperti kegiatan outdoor, program relawan, dan kampanye media sosial (Youth Climate Action Network, 2020).

Media Sosial Pegang Peranan 

Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memiliki miliaran pengguna aktif yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Platform ini memungkinkan penyebaran informasi dengan cepat dan efektif, menjangkau audiens yang luas dalam waktu singkat (Statista, 2021).

Generasi muda, yang merupakan pengguna utama media sosial, dapat akses dengan mudah melalui platform-platform ini.    Tidak hanya memungkinkan penyebaran informasi, tetapi media sosial juga mendorong interaktivitas dan partisipasi aktif dari penggunanya.

 Kampanye yang menggunakan tantangan, hashtag, dan konten interaktif lainnya dapat mendorong generasi muda untuk terlibat secara langsung dan berpartisipasi dalam aktivitas ramah lingkungan (Pew Research Center, 2021). Contoh kasus misalnya, adanya tantangan viral seperti #TrashTag, di mana pengguna memposting foto sebelum dan sesudah membersihkan sampah, dimana tantangan ini telah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan aksi lingkungan.

Salah satu aktor penting dalam media sosial adalah para influencer.  Influencer media sosial memiliki pengaruh besar terhadap opini dan perilaku para followers atau  pengikut mereka. Kolaborasi dengan influencer yang peduli terhadap isu lingkungan dapat membantu menyebarkan pesan dengan lebih efektif dan kredibel.

Influencer dapat memanfaatkan platform mereka untuk mengedukasi dan menginspirasi pengikut mereka untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga lingkungan (Hootsuite, 2021). Kampanye yang melibatkan influencer contohnya seperti Greta Thunberg telah berhasil menarik perhatian global terhadap isu perubahan iklim.

Mengapa platform media sosial ini memegang peranan penting? Platform media sosial memungkinkan pembuatan konten yang kreatif dan edukatif, yang dapat menarik perhatian dan memudahkan pemahaman tentang isu-isu lingkungan.

Video pendek, infografis, dan cerita visual dan lainnya, dapat menyampaikan informasi kompleks dengan cara yang menarik dan mudah dipahami terutama oleh generasi muda. Misalnya, video edukatif tentang dampak plastik sekali pakai atau cara-cara sederhana untuk mengurangi jejak karbon dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesadaran secara kolektif (Greenpeace, 2019).

 Media sosial memiliki kemampuan untuk memobilisasi orang dalam jumlah besar untuk melakukan aksi kolektif. Kampanye seperti Fridays for Future, yang dimulai oleh Greta Thunberg, telah menginspirasi jutaan siswa di seluruh dunia untuk turun ke jalan, menuntut tindakan nyata terhadap perubahan iklim. Dalam hal ini media sosial memainkan peran kunci dalam mengorganisir dan mempromosikan aksi-aksi tersebut(Fridays for Future, 2020).

Dengan semua kelebihan ini, saat ini media sosial adalah alat yang sangat efektif dalam strategi penguatan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Revolusi kesadaran lingkungan menjadi semakin penting karena tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Media sosial akan dapat memainkan peran krusial dalam mempercepat kesadaran dan aksi yang terkait dengan lingkungan. Penggunaan yang tepat dan kreatif dari platform ini penulis yakini  dapat membantu mencapai perubahan yang signifikan dalam perilaku dan sikap generasi muda dan kita semua terhadap lingkungan.

 Dengan meningkatnya kesadaran ini, ada harapan besar bahwa generasi muda akan menjadi agen perubahan yang kuat dalam upaya pelestarian lingkungan di masa depan. Salam lestari! [T]

Refleksi di Hari Media Sosial Nasional
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?
Refleksi Media Sosial dalam Karya Lukisan
Media Sosial, Wadah Caring dan Sharing Bukan Bullying
Media Sosial; Memudahkan, Menyenangkan, Sekaligus Meresahkan
“Akun Cantik”, Promosi Wajah di Media Sosial?
Media Making: Menjadikan Apa pun dan Siapa pun
Tags: lingkunganmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menangkap Asa Harmoni Dunia Anak dalam Lintasan Modul Nusantara di Desa Batukaang, Bangli

Next Post

“Malu Dong!” Si Keren Pengabai Aturan Jalan

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
“Malu Dong!” Si Keren Pengabai Aturan Jalan

"Malu Dong!” Si Keren Pengabai Aturan Jalan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co