23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
July 2, 2024
in Esai
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan

Media sosial

SITUASI lingkungan hidup di planet kita, saat ini berada dalam keadaan gawat dan mendesak. Salah satu masalah terbesar adalah perubahan iklim disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca dari berbagai aktivitas manusia seperti industri, transportasi, konversi energi yang melibatkan pembakaran bahan bakar fosil, penggundulan hutan alias deforestasi, dan kegiatan  industri yang menghasilkan limbah berbahaya (IPCC, 2021).

 Pada tahun 2015, suhu rata-rata dunia untuk pertama kali naik 1 derajat Celsius. Kenaikan itu berada di atas tingkat peningkatan suhu rata-rata setelah pra-era industri. Dengan bergegas pada tahun itu, Perjanjian Iklim di Paris, Prancis, yang ditandatangani banyak negara menargetkan setiap pemerintahan untuk menahan kenaikan suhu rata-rata global di angka 1,5 derajat Celsius .

Persoalan deforestasi sebagai salah satu masalah yang serius. Setiap tahun, jutaan hektar hutan hilang, terutama di daerah tropis, seperti Indonesia kita tercinta, terutama untuk pembukaan lahan pertanian, perkebunan, dan pembangunan infrastruktur (FAO, 2020).

Hutan-hutan ini  sebenarnya berfungsi sebagai penyerap karbon, dan hilangnya hutan-hutan tropis ini membuat  krisis iklim semakin hebat dan mengancam habitat bagi banyak spesies flora dan fauna (WWF, 2020). Di sisi lain berbagai temuan mengenai pencemaran plastik di lautan adalah ancaman lain yang semakin mengkhawatirkan.

Di sektor pangan bencana juga mulai mengintip, degradasi tanah akibat praktik pertanian yang tidak berkelanjutan mengurangi kesuburan tanah dan kemampuan lahan untuk mendukung produksi pangan (UNCCD, 2017). Degradasi ini menyebabkan peningkatan kerawanan pangan dan memperburuk kemiskinan di banyak bagian dunia (FAO, 2019). Indonesia sendiri telah beberapa waktu mengimpor beras dan harga beras yang semakin mahal bisa jadi merupakan tanda awal gejala di atas.

 Kampanye Kesadaran Lingkungan

Beberapa pihak yang paling relevan dalam hal ini meliputi pemerintah, organisasi non-pemerintah (LSM), sektor swasta, dan komunitas lokal. Pemerintah tentu saja memiliki tanggung jawab yang utama dalam mengatur dan mengarahkan kampanye kesadaran lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki wewenang untuk merancang dan mengimplementasikan kebijakan serta program lingkungan hidup di Indonesia.

Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk memasukkan pendidikan lingkungan dalam kurikulum sekolah, serta menggunakan media nasional untuk menyebarluaskan pesan kampanye (KLHK, 2021). Posisi KLHK sesungguhnya sangat strategis dalam hal ini.

Organisasi Non-Pemerintah (LSM), seperti Greenpeace Indonesia, WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), dan Yayasan Kehati memiliki peran penting dalam mengadvokasi isu-isu lingkungan dan mengedukasi masyarakat. LSM ini sering kali memiliki program kampanye yang berfokus pada kesadaran dan aksi lingkungan yang langsung melibatkan komunitas lokal dan generasi muda.

Sektor Swasta seperti perusahaan-perusahaan dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).  Banyak perusahaan besar yang sudah mulai mengadopsi praktik ramah lingkungan dan dapat mendukung kampanye kesadaran dengan pendanaan, teknologi, dan jaringan komunikasi mereka. Misalnya, perusahaan teknologi dapat membantu dengan platform digital dan aplikasi untuk kampanye, sementara perusahaan media dapat menyediakan ruang iklan dan promosi untuk mengakomodasi hal ini (UN Global Compact, 2021).

Komunitas Lokal dan Generasi Muda dapat memulai kesadaran lingkungan dari tingkat lokal. Komunitas lokal, termasuk sekolah dan universitas, memiliki peran vital dalam menyebarluaskan pesan mengenai lingkungan dan mempromosikan tindakan ramah lingkungan.

 Generasi muda, sebagai penerima dampak langsung dari perubahan lingkungan, harus diajak untuk aktif terlibat dalam kampanye ini melalui kegiatan yang sesuai dengan minat mereka, seperti kegiatan outdoor, program relawan, dan kampanye media sosial (Youth Climate Action Network, 2020).

Media Sosial Pegang Peranan 

Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memiliki miliaran pengguna aktif yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Platform ini memungkinkan penyebaran informasi dengan cepat dan efektif, menjangkau audiens yang luas dalam waktu singkat (Statista, 2021).

Generasi muda, yang merupakan pengguna utama media sosial, dapat akses dengan mudah melalui platform-platform ini.    Tidak hanya memungkinkan penyebaran informasi, tetapi media sosial juga mendorong interaktivitas dan partisipasi aktif dari penggunanya.

 Kampanye yang menggunakan tantangan, hashtag, dan konten interaktif lainnya dapat mendorong generasi muda untuk terlibat secara langsung dan berpartisipasi dalam aktivitas ramah lingkungan (Pew Research Center, 2021). Contoh kasus misalnya, adanya tantangan viral seperti #TrashTag, di mana pengguna memposting foto sebelum dan sesudah membersihkan sampah, dimana tantangan ini telah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan aksi lingkungan.

Salah satu aktor penting dalam media sosial adalah para influencer.  Influencer media sosial memiliki pengaruh besar terhadap opini dan perilaku para followers atau  pengikut mereka. Kolaborasi dengan influencer yang peduli terhadap isu lingkungan dapat membantu menyebarkan pesan dengan lebih efektif dan kredibel.

Influencer dapat memanfaatkan platform mereka untuk mengedukasi dan menginspirasi pengikut mereka untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga lingkungan (Hootsuite, 2021). Kampanye yang melibatkan influencer contohnya seperti Greta Thunberg telah berhasil menarik perhatian global terhadap isu perubahan iklim.

Mengapa platform media sosial ini memegang peranan penting? Platform media sosial memungkinkan pembuatan konten yang kreatif dan edukatif, yang dapat menarik perhatian dan memudahkan pemahaman tentang isu-isu lingkungan.

Video pendek, infografis, dan cerita visual dan lainnya, dapat menyampaikan informasi kompleks dengan cara yang menarik dan mudah dipahami terutama oleh generasi muda. Misalnya, video edukatif tentang dampak plastik sekali pakai atau cara-cara sederhana untuk mengurangi jejak karbon dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesadaran secara kolektif (Greenpeace, 2019).

 Media sosial memiliki kemampuan untuk memobilisasi orang dalam jumlah besar untuk melakukan aksi kolektif. Kampanye seperti Fridays for Future, yang dimulai oleh Greta Thunberg, telah menginspirasi jutaan siswa di seluruh dunia untuk turun ke jalan, menuntut tindakan nyata terhadap perubahan iklim. Dalam hal ini media sosial memainkan peran kunci dalam mengorganisir dan mempromosikan aksi-aksi tersebut(Fridays for Future, 2020).

Dengan semua kelebihan ini, saat ini media sosial adalah alat yang sangat efektif dalam strategi penguatan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Revolusi kesadaran lingkungan menjadi semakin penting karena tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Media sosial akan dapat memainkan peran krusial dalam mempercepat kesadaran dan aksi yang terkait dengan lingkungan. Penggunaan yang tepat dan kreatif dari platform ini penulis yakini  dapat membantu mencapai perubahan yang signifikan dalam perilaku dan sikap generasi muda dan kita semua terhadap lingkungan.

 Dengan meningkatnya kesadaran ini, ada harapan besar bahwa generasi muda akan menjadi agen perubahan yang kuat dalam upaya pelestarian lingkungan di masa depan. Salam lestari! [T]

Refleksi di Hari Media Sosial Nasional
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?
Refleksi Media Sosial dalam Karya Lukisan
Media Sosial, Wadah Caring dan Sharing Bukan Bullying
Media Sosial; Memudahkan, Menyenangkan, Sekaligus Meresahkan
“Akun Cantik”, Promosi Wajah di Media Sosial?
Media Making: Menjadikan Apa pun dan Siapa pun
Tags: lingkunganmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menangkap Asa Harmoni Dunia Anak dalam Lintasan Modul Nusantara di Desa Batukaang, Bangli

Next Post

“Malu Dong!” Si Keren Pengabai Aturan Jalan

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
“Malu Dong!” Si Keren Pengabai Aturan Jalan

"Malu Dong!” Si Keren Pengabai Aturan Jalan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co