12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menangkap Asa Harmoni Dunia Anak dalam Lintasan Modul Nusantara di Desa Batukaang, Bangli

Luh Putu Sendratari by Luh Putu Sendratari
July 2, 2024
in Khas
Menangkap Asa Harmoni Dunia Anak dalam Lintasan Modul Nusantara di Desa Batukaang, Bangli

Mahasiswa modul nusantara di Komunitas Mahima Singaraja

PROGRAM Modul Nusantara merupakan bagian dari Kemendikbud dalam bentuk program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Program ini bertujuan untuk mempererat komunikasi antar mahasiswa se Nusantara. Melalui mekanisme pendafataran dan seleksi di perguruan tinggi asalnya, mahasiswa yang dikatagorikan lolos akan mengikuti program Modul Nusantara di perguruan tinggi penerima.

Selama satu semester mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan dan Program Modul Nusantara berupa 16 aktivitas yang terdiri dari 8 aktivitas kebhinekaan; 2 aktivitas inspirasi; 5 aktivitas refleksi; 1 kali aktivitas kontribusi sosial. Aktivitas inspirasi yang berkesan dilakukan oleh mahasiswa Modul Nusantara di Undiksha adalah ketika mereka dilatihkan oleh wartawan kawakan Bali Utara –  Made Adnyana Ole.

Pertemuan di Yayasan Mahima bertemu Mas Ole bukan hanya membukakan wawasan mahasiswa Modul Nusantara tentang tip menjadi penulis, sekaligus membuka cakrawala mahasiswa tentang potret hiterogennya masyarakat Bali Utara yang secara historis dikenal sebagai daerah yang sangat terbuka menerima kehadiran orang luar Bali yang akhirnya terbentuk sebagai masyarakat yang unik dalam menjalin interaksinya dalam payung harmoni.

Universitas Pendidikan Ganesha di tahun 2024 kedatangan mahasiswa peserta Modul Nusantara yang ke IV. Mereka datang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, bertujuan menjalin talisilahturami antar mahasiswa se Indonesia, sembari belajar mengeksplorasi jejak-jejak kebhinekaan yang diadakan perguruan tinggi penerima, dipertemukan dengan tokoh-tokoh inspiratif, belajar melakukan refleksi atas apa yang sudah ditemukan di lapangan, dan merancang aksi kontribusi sosial.

Dilihat dari konteks penyiapan mahasiswa yang berkuliatas dibawah spirit Nusantara, program ini ibarat paket lengkap yang bukan hanya menyiapkan generasi yang punya takaran intelektualitas bidang keilmuan yang memadai, tetapi lebih jauh dari itu melatih mahasiswa menata sikap dan keterampilan sosial dan budayanya.

Pengamatan sebagai pendamping mahasiswa modul nusantara menemukan satu fakta bahwa mahasiswa yang mengikuti program ini sangat mudah cair satu sama lainnya walaupun mereka berasal dari etnis, agama dan kultur yang berbeda satu sama lainnya. Tidak ada konflik yang mereka warisi selama berkegiatan di Undiksha, sampai menjelang berakhirnya program ini pertengahan bulan Juli 2024.

Salah satu kelompok mahasiswa Modul Nusantara di Undiksha yang sedang berkegiatan adalah Kelompok Yudistira yang keanggotaannya terdiri dari 26 orang mahasiswa yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Selama berkegiatan di Undiksha mereka sangat kompak, saling support, saling berbagi mensukseskan program di kelompoknya. Puncak atas kekompakkan mereka tampak dari kegiatan kontribusi sosial yang mereka lakukan di Desa Batukaang Bangli.

Memasuki wilayah banjar adat Batukaang melalui Desa Catur, Kintamani, Bangli, udara sejuk sepanjang perjalanan dan perkebunan jeruk dengan buah yang mulai menguning menjadi pemandangan di sana sininya. Hal ini, berbeda dengan anggapan awal saya bahwa desa ini sesuai namanya Batukaang yang identik dengan kawasan berbatu dan gersang. Ternyata, sejauh mata memandang kebun-kebun penduduk bukannya dipenuhi batu karang, namun dipadatkan dengan tanaman kopi, jeruk, labu dan tanaman produktif lainnya. 

Kesan selanjutnya saat memasuki pusat desa situasi sunyi senyap, lebih tepatnya penuh ketenangan. Tak dinyana, di tengah-tengah suasana sunyi dan tenang ternyata ada jiwa-jiwa yang bergemuruh lewat wajah teduh, lugu dan keceraiaan anak-anak desa Batukaang disaat mereka dipertemukan dengan mahasiswa Modul Nusantara Undiksha generasi ke IV. Tangkapan layar saya sebagai orang tua diajarkan untuk menangkap makna keluguan dan keceriaan mereka.

Di tanah lapang yang kebetulan berkedekatan dengan posko mahasiswa, mereka tampak leluasa wara wiri dan ngobrol dengan mahasiswa dengan ekpresi semangat yang haus pengetahuan. Mahasiswa pun merasa senang melayani kehadiran anak-anak desa Batukaang, karena salah satu tujuan mereka datang yach untuk “memberi” sesuatu kepada anak-anak.

Kehadiran mereka posko ditangkap sebagai keberterimaan anak-anak atas kehadiran mereka. Setelah puas atas jawaban mahasiswa, anak-anak kembali ke dunia asal mereka. Berlarian, bermain layangan, bermain sepeda menjadi potret selanjutnya dari anak-anak Batukaang. Mereka menikmati saat bermain tanpa ancaman sedikit pun. Setelah puas bermain saya kenali mereka lebih jauh. Berawal dari pertanyaan: “Apa saja yang mereka pelajari di sekolah” ? Anak-anak perempuan yang dikenal dengan Triani; Ririn dan Febi, anak-anak yang saat ini sedang duduk di SD Kls 3 dan 4 menjawab serentak : Bernyanyi, Menggambar, Bahasa Indonesia, Matematika. Setidaknya itu yang mereka sebut.

Saya terpana, saat mereka diminta menyanyikan lagu yang biasa dilagukan ketika belajar di sekolah. Syair yang dilagukan berasal dari lagu Di Sini Senang, Di sana Senang yang memang sudah sangat akrab di telinga anak-anak Indonesia pada umumnya. Namun di Batukaang, melalui asuhan Ibu Guru Handayani yang bertugas sebagai guru SD di desa Batukaang telah berhasil memberikan perenungan kritis tentang arti pentingnya membangun perdamaian.

Gambar : 01: Ririn dan Triani Semangat Menyanyikan Lagu Di Sini Teman, Di Sana Teman | Dokumentasi: Sendratari, Batukaang, Juni 2024

Saat bernyanyi, kedua anak ini yang sedang duduk di bangku kelas IV sangat bersemangat mendendangkan syair berikut ini.

Di sini teman,
Di sana teman,
Di mana-mana kita berteman

Tak ada lawan
Tak ada musuh
Semuanya saling menyayangi

Ref. 2 X
Tidak ejek-ejekan
Tidak pukul-pukulan
Saling tolong dan sayang dengan teman

Syair aslinya yang berjudul Di sini senang, Di sana Senang, lebih ditujukan untuk membangkitkan semangat secara individual. Berbeda halnya tatkala syair nya diubah kearah tujuan membangun jiwa-jiwa sosial yang mengedepankan arti sebuah pertemanan. Lagu ini digaungkan oleh anak-anak di kawasan yang tergolong jauh dari hiruk pikuknya dunia hiburan yang sarat dengan gaya hidup hedonis yang akan sanggup meninabobokkan anak-anak dari situasi kenikmatan dunia.

Apa yang didendangkan anak-anak di Desa Batukaang adalah salah satu contoh potret dunia anak yang didambakan oleh banyak pihak di banyak tempat. Atau dunia anak-anak yang polos, jujur dan mudah menyalurkan rasa sayang dengan sesama. Dunia yang emoh kekerasan. Ibarat sebuah mimpi, ternyata hal itu, ada pada dunia anak-anak. Menariknya, pada saat menyanyikan ref nya, merek aperagakan dengan saling berpegangan tangan untuk memastikan bahwa mereka sanggup saling menyayangi.

Gambar 02: Senyum Tulus Ririn, Febi dan Triani Mewakili Arti Pertemanan | Dokumentasi: Sendratari, Batukaang, Juni 2024

Tanpa mereka sadari, apa yang mereka tunjukkan menguatkan keyakinan saya bahwa sangatlah penting meletakkan dasar-dasar yang kuat pada anak-anak tentang pentingnya menanamkan arti harmoni di tengah masyarakat yang berbhineka.

Walaupun hanya bertemu 1 – 2 jam, senyum tulusnya telah sanggup membangun kekaguman saya tentang cara mereka menjaga keceriaan yang bukan hanya menghibur, namun ketulusan mereka berteman telah mampu menohok kesadaran saya sebagai orang dewasa yang terkadang tidak bisa melepas sikap egois terhadap teman. Ternyata, belajar dari dunia anak-anak membuka ruang kesadaran tentang apa artinya harmoni.

Rasa kagum saya tidak berhenti dari syair yang mereka dendangkan, ternyata berlanjut di saat mereka diberikan tantangan menggambar di atas pot gerabah tentang potensi desanya. Melalui bantuan mahasiswa modul nusantara – Nala dan Okta – keduanya adalah calon guru SD (mhs PGSD) disiapkan alat melukis di atas pot gerabah – mereka mulai melukis. Anak laki-laki yang semula sibuk bermain sepeda dan main layang-layang, akhirnya tertarik bergabung dengan anak-anak perempuan untuk melukis.

Gambar 03: Mbak Nala sedang Menyiapkan Alat Melukis; Anak Laki-laki dan Perempuan Bersiap-siap Melukis | Dokumentasi : Sendratari, Batukaang, Juni 2024

Sebelum melukis mereka diberikan clue agar melukis jenis hasil perkebunan yang ada di desa Batukaang. Konsentrasi mereka pada produksi jeruk, buah kopi dan buah strawberry. Ketiganya mereka sangat kenal dan mereka tuangkan ke dalam lukisan di atas gerabah. Semangat awal mereka sudah tampak lewat langkah mencampur warna agar menghasilkan warna yang sesuai dengan buah yang akan mereka lukis. Keterampilan mencampur warna dilatihkan melalui mbak Nala, dan mereka sangat antusias atas pengalaman baru ini.

Melalui alat seadanya yakni lidi sebagai pengganti kwas, bahkan mereka menggunakan tangannya saat melukis. Dalam hitungan waktu yang tidak lama, anak-anak ini telah berhasil menorehkan identitas desanya melalui karya seni. Lukisan mereka memang bukan karya yang hebat, tampak objeknya hal yang biasa, bersifat keseharian.

Namun, cara mereka menempatkan pentingnya menjaga pengetahuan tentang hasil bumi di desanya itu poin penting yang mungkin tidak bisa disamakan dengan lukisan kelas dunia. Sikap mereka, antusias mereka yang masih tergolong anak-anak sudah bisa menemukan cara menghargai tumbuhan yang ada di sekitar mereka adalah sesuatu yang patut dihargai. Lagi-lagi, saya haru mengakui bahwa cara anak Batukaang menghargai apa yang ada di desanya merupakan embrio kader pembangunan desa yang berakar pada bumi yang dipijaknya. [T]

Gambar 04: Hasil karya Anak-anak Batukaang yang Menggambarkan Potensi Desanya | Dokumentasi : Sendratari, Batukaang, Juni 2024

  • BACA artikel lain dari penulis LUH PUTU SENDRATARI
Satua Bali “I Durma”: Jembatan Asa Menuju Sosok Ayah di Hari Ayah
Sudut Pandang Pahlawan: Adakah Hal yang Tidak Biasa?
Begal Payudara: Ilusi Para Bandit ke Tubuh Perempuan — Tantangan Masyarakat Terdidik
“Batik Bisa Bicara Tentang Ekofeminisme” — Membidik Suara Alam Yogyakarta untuk Dunia Pendidikan
Lagu dan Meme Tentang Ibu di Hari Ibu : Kehebatan Emak-Emak yang Diabadikan
Tags: Desa BatukaangKomunitas Mahimamahasiswamahasiswa modul nusantaraUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hijab vs Identitas Nasional: Pertaruhan Besar Tajikistan

Next Post

Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan

Luh Putu Sendratari

Luh Putu Sendratari

Prof. Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum., guru besar bidang kajian budaya Undiksha Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan

Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co