2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Making: Menjadikan Apa pun dan Siapa pun

Chusmeru by Chusmeru
September 19, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

NAMA Norman Kamaru sempat viral di jagat maya pada tahun 2011. Polisi asal Gorontalo itu terkenal di Tanah Air berkat joged India dan lipsing lagu Chaiyya Chaiyya yang diunggah ke Youtube. Berbagai tawaran manggung dan tampil di televisi pun berdatangan. Jadilah Norman Kamaru sosok selebriti Indonesia.

Menjadi terkenal di media dan industri hiburan membuat Norman Kamaru mengundurkan diri  dari institusi kepolisian. Selanjutnya tentu saja ia berharap dapat mengubah nasib dan menjadi selebriti. Namun sayang, nasibnya tak seperti impiannya. Media tak lagi meliriknya untuk tetap bertahan di dunia hiburan. Dia pun kembali menjalani kehidupan seperti layaknya masyarakat biasa.

Masih sosok pria asal Gorontalo; adalah Fajar Sad Boy yang jadi perbincangan publik. Ketenarannya diperoleh dengan “menjajakan” raut wajah sedihnya di media sosial. Berperan sebagai sosok yang teraniaya karena cinta, Fajar Sad Boy juga viral di dunia maya. Imbasnya, ia menjadi langganan bintang tamu di berbagai stasiun televisi. Sama seperti Norman Kamaru, Fajar Sad Boy pun tak bertahan lama di media. Dia hilang bak ditelan bumi.

Fenomena Citayam Fashion Week juga menyedot perhatian khalayak. Ajang fashion show ala remaja yang sering nongkrong di dekat Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat itu menimbulkan kehebohan tersendiri di masyarakat. Fenomena itu telah melahirkan nama-nama selebriti dadakan, seperti Jeje ‘Slebew’, Bonge, dan Roy. Mereka melambung namanya setelah media meliputnya secara masif.

Kasus yang cukup anyar memunculkan nama Bima Yudho Saputro. Mahasiswa dan Tiktoker asal Lampung ini mengkritik infrastruktur di daerahnya melalui media sosial. Kritiknya dianggap tidak etis dan berlebihan, sehingga seorang pengacara melaporkannya ke polisi. Namun bukannya dijerat dengan hukum, kasus Bima Yudho Saputro justru mendapat dukungan netizen Tanah Air.

Bahkan Menkopolhukam, Mahfud Md memberikan tanggapan seolah mendukung kritik Bima itu. Tak hanya itu, Presiden Jokowi pun melakukan kunjungan kerja ke Lampung untuk mengecek infrastruktur di daerah itu. Bima Yudho Saputro menjadi dikenal di berbagai daerah. Gaya Tiktoker itu lantas ditiru oleh pegiat media sosial di daerah lain. Jadilah Bima representasi generasi Z yang kritis.

Ekonomi Media

Begitulah media. Mampu menjadikan orang sebagai apa pun dan siapa pun dalam waktu sekejap. Tak heran jika media, baik konvensional maupun modern; dijadikan ajang untuk menyalurkan pendapat, kritik, keresahan, dan panjat sosial.

Betul kiranya kata Marshall McLuhan (1964), The Medium is The Message. Sejak lama McLuhan memprediksi bahwa media bakal memiliki kekuatan luar biasa. Media mampu membentuk persepsi orang tentang pesan yang disampaikannya. Bahkan kekinian, pengaruh media dalam masyarakat lebih hebat ketimbang isi pesan yang disampaikannya. Orang  lantas berburu media untuk menjadi apa pun dan siapa pun.

Meski demikian, di balik keperkasaan media tetap saja ada faktor ekonomi yang membesarkannya. Dan itu yang acapkali menjadi pertimbangan bagi media untuk menyaring pesan dan memilih orang-orang yang layak ditampilkan di media. Artinya, tak ada kekuatan yang jatuh dari langit untuk media. Selalu ada faktor ekonomi di belakangnya.

Paling tidak ada tiga hal yang secara ekonomis mendukung posisi media agar menjadi kuat. Pertama, sumber-sumber yang menopang media. Sumber yang selama ini diandalkan media adalah iklan. Sepanjang iklan masih banyak bertengger di media, maka nafas panjang media masih bisa diharapkan. Tidak hanya iklan, media (sosial) sangat membutuhkan dukungan yang bersumber dari viewer, subscriber, follower, dan like dari khalayaknya.

Sementara itu, di tengah keinginan media untuk merebut khalayaknya, kompetisi di antara media juga begitu ketat. Media penyiaran, media massa online, dan media sosial tumbuh bak jamur di musim hujan. Media dituntut memiliki kecepatan dan keakuratan dalam menyampaikan informasi agar ditonton dan dibaca khalayak sebanyak mungkin.

Satu sisi yang tak bisa dihindari media adalah orientasinya pada profit. Media tetap saja kapitalistik. Sepanjang orang-orang yang viral dadakan itu tak mampu lagi mendulang cuan, maka media akan meninggalkan. Sedangkan dengan setumpuk uang, orang dapat menyewa atau membeli ruang di media untuk menjadi apa pun dan siapa pun.

Kekuatan Media

Media memiliki kekuatan memproduksi identitas dan mengkonstruksi audience. Media turut serta membentuk identitas seseorang. Apakah seseorang akan berada di posisi terhormat ataukah teraniaya, peran media begitu besar. Media juga punya kekuatan membentuk identitas seseorang sebagai alim ataukah zalim.

Selain itu, media mampu mengkonstruksi khalayaknya. Pendukung satu kelompok musik atau klub olah raga dibesarkan oleh media. Maka dari itu, media juga turut andil dalam membentuk representasi identitas khalayak. Atribut maupun kostum para pendukung tokoh politik perlu sorotan kamera media, agar tokoh yang didukungnya dapat menjadi apa pun dan siapa pun.

Media sebagai bagian dari institusi pers membuat orang hidup dalam world of media dan media world. Media membawa dunia kepada kita dan mampu membentuk dunia. Namun lebih dari itu, pers dan dunia bisa saling menciptakan sesuatu. Itulah yang disebut Media Making ( Lawrence Grossberg, 1998).

Media making terjadi ketika pers mampu menciptakan realitas media, informasi kekinian, dan memori kolektif. Jika dikaitkan dengan situasi kekinian, bagaimana media making mewarnai Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti, tentu menarik untuk dicermati. Kadangkala realitas politik di lapangan akan berbeda dengan realitas di media. Sehingga popularitas tokoh di media kerap menjadi tolok ukur keterpilihan.

Dalam media making, orang sesungguhnya hidup dalam dunia media; bukan media dunia. Mengapa? Karena media itu diciptakan; dan dalam waktu yang bersamaan media menciptakan sesuatu yang lain. Hakikat media menurut Groosberg adalah membuat sesuatu itu (making). Membuat uang. Membuat kehidupan sehari-hari. Membuat makna, identitas, realitas, perilaku, dan sejarah.

Terkait pemilu nanti, menarik untuk dikaji apakah media juga bisa menjadikan calon presiden (Capres) sebagai apa pun dan siapa pun. Akankah seorang Capres menjadi pejuang ataukah pecundang di mata khalayak. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Berita Kisah: Berita yang Nyaris Ditinggalkan Media
Berkomunikasi dalam Kebisuan: Haru Biru Media Baru
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prof Raghu Vira Sahabat Bung Karno, Pakar Lontar Nusantara

Next Post

Menyangsikan Dutar & Papaya Sebagai Sinematik Eksperimental Nonkonvensional: Bukti Kita Butuh Pembacaan Ulang

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Menyangsikan Dutar & Papaya Sebagai Sinematik Eksperimental Nonkonvensional: Bukti Kita Butuh Pembacaan Ulang

Menyangsikan Dutar & Papaya Sebagai Sinematik Eksperimental Nonkonvensional: Bukti Kita Butuh Pembacaan Ulang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co