17 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
June 10, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

TERNYATA hari ini, 10 Juni, Indonesia memperingati Hari Media Sosial Nasional. Handi Irawan, CEO Frontier Group, mencanangkannya sejak 2015. Tujuannya sederhana namun krusial: mendorong masyarakat untuk bijak dan berhati-hati dalam ber-medsos.

 Namun, di tengah perayaan ini, kita juga dihadapkan pada realitas yang lebih kompleks. Media sosial telah menjadi arena di mana informasi dan disinformasi, aktivisme dan penindasan, serta koneksi dan perpecahan, saling berbenturan dalam skala global.

Informasi vs Disinformasi

Media sosial telah mentransformasi cara kita mengonsumsi dan berbagi informasi. Menurut laporan Hootsuite dan We Are Social pada Februari 2023, dari total populasi Indonesia, 198,2 juta atau 71,4% adalah pengguna aktif media sosial.

 Angka ini meningkat 4,2% (8 juta) dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadikan media sosial sebagai salah satu sumber utama informasi bagi banyak orang. Selama pandemi COVID-19, misalnya, platform ini menjadi saluran penting untuk menyebarkan pesan kesehatan masyarakat dan membantu orang tetap terhubung.

Namun, kemudahan berbagi informasi di media sosial juga membuatnya rentan terhadap disinformasi. Sebuah studi oleh MIT menemukan bahwa berita palsu menyebar enam kali lebih cepat di Twitter dibandingkan berita faktual. Selama pandemi, media sosial dibanjiri oleh teori konspirasi dan informasi keliru tentang asal-usul virus, pengobatan, dan vaksin.

Menurut laporan dari Mafindo, ada lebih dari 2.000 kasus hoaks terkait COVID-19 yang terdeteksi di Indonesia sepanjang 2020. Disinformasi ini tidak hanya membingungkan publik, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi nyata jika menghambat upaya penanganan pandemi.

Aktivisme vs Penindasan

Media sosial juga telah menjadi alat yang kuat untuk aktivisme dan perubahan sosial. Dari Arab Spriing hingga gerakan #MeToo dan #BlackLivesMatter, platform ini telah memungkinkan individu untuk berbagi pengalaman, mengorganisir protes, dan menyoroti ketidakadilan.

Di Indonesia, tagar #PapuanLivesMatter menjadi trending di Twitter pada 2019, menarik perhatian pada isu rasisme dan kekerasan terhadap orang Papua. Baru-baru ini, gerakan “Block Out 2024” menggunakan media sosial untuk memprotes tokoh publik yang dianggap abai terhadap situasi di Palestina. Ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat digunakan untuk menekan para pembuat opini dan memengaruhi wacana publik.

Namun, aktivisme daring juga dapat memiliki sisi gelap. Pemerintah otoriter telah menggunakan platform ini untuk menyebarkan propaganda, mengawasi aktivis, dan menekan perbedaan pendapat.

Laporan dari Freedom House menunjukkan bahwa Indonesia masuk dalam kategori “partly free” dalam hal kebebasan internet, dengan catatan adanya kasus penahanan dan pelecehan terhadap individu terkait ekspresi online mereka. Ini menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana melindungi kebebasan berekspresi di media sosial sambil mencegah platform ini digunakan sebagai alat penindasan.

Koneksi vs Perpecahan

Pada dasarnya, janji terbesar media sosial adalah kemampuannya untuk menghubungkan orang. Dengan lebih dari 3,8 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia (Hootsuite, 2021), platform ini telah memungkinkan kita untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, menemukan komunitas baru, dan menjangkau audiens di seluruh dunia. Selama pandemi, media sosial bahkan menjadi garis hidup bagi banyak orang, menyediakan koneksi yang sangat dibutuhkan di masa karantina dan pembatasan sosial.

Namun, media sosial juga dapat menjadi kekuatan yang memecah belah. Algoritme dirancang untuk menunjukkan konten yang disukai pengguna. Hal ini menciptakan “echo chamber” yang memperkuat pandangan yang ada dan meminggirkan perspektif alternatif. Studi CSIS menemukan bahwa polarisasi politik di Indonesia semakin meningkat. Salah satunya dipicu oleh kecenderungan orang hanya mengonsumsi informasi yang sesuai dengan pandangan mereka di media sosial.

Platform ini juga kerap menjadi tempat terjadinya perundungan, pelecehan, dan ujaran kebencian. Menurut data dari Kominfo, ada lebih dari 16.000 aduan konten negatif di media sosial yang diterima sepanjang 2020, meliputi isu SARA, hoaks, dan konten kekerasan.

Refleksi

Peringatan Hari Media Sosial Nasional menjadi momen tepat untuk merefleksikan peran kompleks platform ini dalam masyarakat kita. Media sosial ibarat dua sisi mata uang, dia punya potensi besar untuk menyebarkan pengetahuan, memupuk solidaritas, dan menyatukan manusia, namun juga risiko nyata untuk menjadi ajang disinformasi, perpecahan, dan penindasan.

Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu terus meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu mengenali dan menangkal disinformasi. Platform media sosial juga harus lebih proaktif dalam moderasi konten dan perlindungan pengguna, sementara regulasi yang cermat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan akuntabilitas.

Namun, yang terpenting adalah kesadaran bahwa dampak media sosial pada akhirnya bergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Apabila kita bijak dan berhati-hati, lebih mengedepankan empati, rasa hormat, dan saling pengertian, sudah dapat dipastikan bahwa media sosial akan tetap menjadi kekuatan positif dalam masyarakat. Ini memang tantangan yang berkelanjutan, tapi jika kita berhasil, dunia yang lebih terhubung, berpengetahuan, dan berempati, akan lebih dari sekadar layak untuk diperjuangkan. [T]

  • Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH
“All Eyes on Rafah” – Dilema antara Sensasi dan Fakta
Media Sosial dan Pengaruhnya dalam Perkembangan Bahasa
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?
Refleksi Media Sosial dalam Karya Lukisan
“Akun Cantik”, Promosi Wajah di Media Sosial?
Tags: Hari Media Sosial Nasionalmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Terra Mater, Renungan Tentang Hutan dan Kepemilikan Bersama dari Dusun Menelima, NTT

Next Post

Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co