23 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
June 10, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

TERNYATA hari ini, 10 Juni, Indonesia memperingati Hari Media Sosial Nasional. Handi Irawan, CEO Frontier Group, mencanangkannya sejak 2015. Tujuannya sederhana namun krusial: mendorong masyarakat untuk bijak dan berhati-hati dalam ber-medsos.

 Namun, di tengah perayaan ini, kita juga dihadapkan pada realitas yang lebih kompleks. Media sosial telah menjadi arena di mana informasi dan disinformasi, aktivisme dan penindasan, serta koneksi dan perpecahan, saling berbenturan dalam skala global.

Informasi vs Disinformasi

Media sosial telah mentransformasi cara kita mengonsumsi dan berbagi informasi. Menurut laporan Hootsuite dan We Are Social pada Februari 2023, dari total populasi Indonesia, 198,2 juta atau 71,4% adalah pengguna aktif media sosial.

 Angka ini meningkat 4,2% (8 juta) dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadikan media sosial sebagai salah satu sumber utama informasi bagi banyak orang. Selama pandemi COVID-19, misalnya, platform ini menjadi saluran penting untuk menyebarkan pesan kesehatan masyarakat dan membantu orang tetap terhubung.

Namun, kemudahan berbagi informasi di media sosial juga membuatnya rentan terhadap disinformasi. Sebuah studi oleh MIT menemukan bahwa berita palsu menyebar enam kali lebih cepat di Twitter dibandingkan berita faktual. Selama pandemi, media sosial dibanjiri oleh teori konspirasi dan informasi keliru tentang asal-usul virus, pengobatan, dan vaksin.

Menurut laporan dari Mafindo, ada lebih dari 2.000 kasus hoaks terkait COVID-19 yang terdeteksi di Indonesia sepanjang 2020. Disinformasi ini tidak hanya membingungkan publik, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi nyata jika menghambat upaya penanganan pandemi.

Aktivisme vs Penindasan

Media sosial juga telah menjadi alat yang kuat untuk aktivisme dan perubahan sosial. Dari Arab Spriing hingga gerakan #MeToo dan #BlackLivesMatter, platform ini telah memungkinkan individu untuk berbagi pengalaman, mengorganisir protes, dan menyoroti ketidakadilan.

Di Indonesia, tagar #PapuanLivesMatter menjadi trending di Twitter pada 2019, menarik perhatian pada isu rasisme dan kekerasan terhadap orang Papua. Baru-baru ini, gerakan “Block Out 2024” menggunakan media sosial untuk memprotes tokoh publik yang dianggap abai terhadap situasi di Palestina. Ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat digunakan untuk menekan para pembuat opini dan memengaruhi wacana publik.

Namun, aktivisme daring juga dapat memiliki sisi gelap. Pemerintah otoriter telah menggunakan platform ini untuk menyebarkan propaganda, mengawasi aktivis, dan menekan perbedaan pendapat.

Laporan dari Freedom House menunjukkan bahwa Indonesia masuk dalam kategori “partly free” dalam hal kebebasan internet, dengan catatan adanya kasus penahanan dan pelecehan terhadap individu terkait ekspresi online mereka. Ini menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana melindungi kebebasan berekspresi di media sosial sambil mencegah platform ini digunakan sebagai alat penindasan.

Koneksi vs Perpecahan

Pada dasarnya, janji terbesar media sosial adalah kemampuannya untuk menghubungkan orang. Dengan lebih dari 3,8 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia (Hootsuite, 2021), platform ini telah memungkinkan kita untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, menemukan komunitas baru, dan menjangkau audiens di seluruh dunia. Selama pandemi, media sosial bahkan menjadi garis hidup bagi banyak orang, menyediakan koneksi yang sangat dibutuhkan di masa karantina dan pembatasan sosial.

Namun, media sosial juga dapat menjadi kekuatan yang memecah belah. Algoritme dirancang untuk menunjukkan konten yang disukai pengguna. Hal ini menciptakan “echo chamber” yang memperkuat pandangan yang ada dan meminggirkan perspektif alternatif. Studi CSIS menemukan bahwa polarisasi politik di Indonesia semakin meningkat. Salah satunya dipicu oleh kecenderungan orang hanya mengonsumsi informasi yang sesuai dengan pandangan mereka di media sosial.

Platform ini juga kerap menjadi tempat terjadinya perundungan, pelecehan, dan ujaran kebencian. Menurut data dari Kominfo, ada lebih dari 16.000 aduan konten negatif di media sosial yang diterima sepanjang 2020, meliputi isu SARA, hoaks, dan konten kekerasan.

Refleksi

Peringatan Hari Media Sosial Nasional menjadi momen tepat untuk merefleksikan peran kompleks platform ini dalam masyarakat kita. Media sosial ibarat dua sisi mata uang, dia punya potensi besar untuk menyebarkan pengetahuan, memupuk solidaritas, dan menyatukan manusia, namun juga risiko nyata untuk menjadi ajang disinformasi, perpecahan, dan penindasan.

Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu terus meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu mengenali dan menangkal disinformasi. Platform media sosial juga harus lebih proaktif dalam moderasi konten dan perlindungan pengguna, sementara regulasi yang cermat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan akuntabilitas.

Namun, yang terpenting adalah kesadaran bahwa dampak media sosial pada akhirnya bergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Apabila kita bijak dan berhati-hati, lebih mengedepankan empati, rasa hormat, dan saling pengertian, sudah dapat dipastikan bahwa media sosial akan tetap menjadi kekuatan positif dalam masyarakat. Ini memang tantangan yang berkelanjutan, tapi jika kita berhasil, dunia yang lebih terhubung, berpengetahuan, dan berempati, akan lebih dari sekadar layak untuk diperjuangkan. [T]

  • Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH
“All Eyes on Rafah” – Dilema antara Sensasi dan Fakta
Media Sosial dan Pengaruhnya dalam Perkembangan Bahasa
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?
Refleksi Media Sosial dalam Karya Lukisan
“Akun Cantik”, Promosi Wajah di Media Sosial?
Tags: Hari Media Sosial Nasionalmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Terra Mater, Renungan Tentang Hutan dan Kepemilikan Bersama dari Dusun Menelima, NTT

Next Post

Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Menyelami Air, Menyelami Kehidupan —Catatan dari Tepi Kolam tentang Klub Selam Dolphin Singaraja

by Dewa Rhadea
July 23, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Air memiliki cara mendidik yang tidak dimiliki ruang kelas. Ia tidak pernah meninggikan suara ketika mengajarkan manusia tentang kesabaran. Ia...

Read moreDetails

Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

by Wayan Gde Yudane
July 23, 2026
0
Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

KETIKA kebebasan berbicara terbuka tanpa batas, yang terbebaskan bukan hanya kemampuan manusia untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga insting purba kesukuan...

Read moreDetails

Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
July 22, 2026
0
Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

Dahulu, kopi identik dengan rutinitas orang dewasa, diseduh pagi hari, diminum di rumah, atau dinikmati di warung sambil berbincang tentang...

Read moreDetails

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

by Early NHS
July 20, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

Read moreDetails

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

by Chusmeru
July 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

Read moreDetails

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
0
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

Read moreDetails

Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

by Hairunnisa Br. Sagala
July 19, 2026
0
Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

KONON, yang membedakan manusia dari makhluk lain bukan semata kemampuan berbicara, melainkan kemampuan merenung. Dari renungan lahir kebijaksanaan. Dari kebijaksanaan...

Read moreDetails

Langsung ke Intinya: Siapa Juara Piala Dunia?

by Nur Inayah Yushar
July 19, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BAGI kelompok orang yang tidak mengikuti sepak bola, riuh rendah Piala Dunia sering kali terasa seperti latar belakang suara yang...

Read moreDetails

Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

by Agung Sudarsa
July 19, 2026
0
Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

"People will do anything, no matter how absurd, in order to avoid facing their own souls." Manusia rela melakukan apa...

Read moreDetails

Dari Stres Jadi Rileks: Menjadikan Musik Sebagai Pertolongan Pertama Emosi

by Muhammad Syahrul Wafda
July 19, 2026
0
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

MENGINGAT banyaknya pengguna media sosial saat ini, orang-orang gemar membagikan musik yang mereka dengarkan di platform seperti Instagram, WhatsApp, dan...

Read moreDetails
Next Post
Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Malam Keakraban Berbuntut Teror

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

by Chusmeru
July 23, 2026
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin
Khas

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Menyelami Air, Menyelami Kehidupan —Catatan dari Tepi Kolam tentang Klub Selam Dolphin Singaraja

Air memiliki cara mendidik yang tidak dimiliki ruang kelas. Ia tidak pernah meninggikan suara ketika mengajarkan manusia tentang kesabaran. Ia...

by Dewa Rhadea
July 23, 2026
Kosmologi Sulur Wayan Setem
Ulas Rupa

Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

by Hartanto
July 23, 2026
Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma
Esai

Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

KETIKA kebebasan berbicara terbuka tanpa batas, yang terbebaskan bukan hanya kemampuan manusia untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga insting purba kesukuan...

by Wayan Gde Yudane
July 23, 2026
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026
Ulas Pentas

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

by Chandra Manikan
July 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965
Khas

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]
Ulas Rupa

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

by Angga Wijaya
July 22, 2026
Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia
Esai

Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

Dahulu, kopi identik dengan rutinitas orang dewasa, diseduh pagi hari, diminum di rumah, atau dinikmati di warung sambil berbincang tentang...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
July 22, 2026
Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Khas

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co