2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 19, 2023
in Esai
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?

Ilustrasi tatkala.co

HAMPIR SEBAGIAN dari kita sudah pasti pernah berada dalam situasi yang sering disebut dengan istilah galau.

Perasaan galau ini biasanya muncul dikarenakan kita memikirkan banyak hal—atau sekarang lebih sering dikenal dengan sebutan overthinking—baik tentang percintaan, pertemanan, pendidikan, karier, keluarga, hingga masa depan.

Menurut Frederick Dermawan Purba, psikolog dari Universitas Padjajaran (Unpad), perasaan galau berawal ketika seseorang memiliki banyak pikiran. Dan kondisi psikologi seseorang sendiri dibagi menjadi tiga area utama, yaitu pikiran, perasaan, dan perilaku.

Ketiga area tersebut akan mempengaruhi satu dengan yang lainnya, sehingga dapat dikatakan bahwa banyak pikiran menjadi faktor penyebab galau paling besar.

Banyak pikiran berpengaruh langsung ke perasaan dan perilaku yang bercampur jadi satu, dan menciptakan perasaan tidak menentu yang cenderung negatif (perasan-perasaan inilah sering disebut galau).

Orang galau biasanya menganggap semua masalah tidak ada jalan keluarnya. Seolah ketika kita curhat tidak ada yang mendengarkan, merasa sendiri, dan banyak pikiran-pikiran negatif yang muncul setelahnya.

Perasaan galau, sepi, sendiri dan tidak memiliki orang yang diajak bercerita, tak jarangn membuat kita mencurahkan seluruh isi hati kita ke media sosial, dengan harapan, setelahnya kita akan merasa sedikit lega.

***

Pernahkah kalian memperhatikan teman-teman kalian di medsos? Baik WhatsApp, Instagram, Facebook, atau di Twitter, sudah pasti ada banyak sekali orang yang membuat postingan galau setiap harinya—atau justru kalian nih, yang sering update story galau? Haha.

Keinginan memosting hal-hal galau di media sosial itu seperti candu, saya sendiri sampai saat ini masih sering update-update postingan galau. Membuat postingan galau seperti dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. Namun, sekarang sudah jarang saya lakukan semenjak, belakangan ini, saya memahamami pentingnya personal branding.

Dikutip dari salah satu artikel Forbes yang ditulis oleh seorang President & CEO perusahaan Marketing Communication, Susan Gunelius, personal branding merupakan persepsi atau pandangan seseorang yang kita bentuk terhadap diri kita sendiri dan apa yang bisa kita tawarkan secara profesional saat ini serta di masa depan.

Saat ini personal branding mempengaruhi bagaimana nilai kita di mata orang-orang yang memperhatikan media sosial kita, sehingga kita sendiri yang bisa menentukan seperti apa citra diri kita dipandangan orang lain.

Tidak dapat dimungkiri, saat ini, ketika melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar, pihak mereka akan mengecek media sosial kita terlebih dahulu—ya, sepertinya media sosial membuat orang-orang jujur tentang pikiran dan isi hatinya.

Personal branding ini tentu sangat penting bagi kita, karena akan mempengaruhi kehidupan kita hari ini dan ke depannya.

Untuk itu, saya ada beberapa tips buat kalian, agar kalian tidak lagi update story galau di media sosial secara terus-menerus. Baca sampai akhir ya, biar nggak ada lagi yang ngejudge kalian alay karena sering update story galau di media sosial.

Menyibukkan diri atau buat diri menjadi produktif

Kebiasan membuka dan menutup media sosial tanpa kita sadari ikut berperan membuat kita merasa galau. Sadar atau tidak, ketika menemukan postingan galau, kita akan ikut galau dan merasa postingan itu relate dengan kita. Padahal belum tentu.

Untuk itu, hal yang harus kita lakukan adalah menyibukkan diri, agar tidak merasa gabut, dan berujung update postingan-postingan galau—yang kalian anggap relate, padahal belum tentu.

Hanya simpan kontak yang sering dihibungi dan ikuti akun orang-orang penting

Dengan menyimpan banyak kontak atau menerima pengikut (atau mengikuti) orang yang tidak terlalu penting, tentu akan merusak citra kita. Ya, bisa dibilang orang-orang yang tidak mengenal kita akan menilai dari postingan yang kita unggah. Ini tentu  berbeda dengan orang yang sudah mengenal kita di kehidupan nyata.

Selain itu, hindari kontak atau akun orang yang membuat kalian galau, ya. Kalau kontak doi (mantan) masih ada, sudah pasti kalian terus ingin update story galau biar dilihat doi.

Tidak semua momen dalam hidupmu harus dibagikan

Yap, perlu kita sadari bahwa tidak semua hal yang ada di hidup kita harus kita abadikan di sosial media, khususnya yang galau-galau. Kalo postingan-postingan motivasi atau pencapaian mungkin lebih baik, karena dapat memberikan kita citra positif di kalangan teman-teman media sosial kita.

Nah, itu yang dapat saya bagikan.

Bagi yang sudah terbiasa update postingan galau, beberapa tips di atas mungkin sulit untuk diterapkan—seperti saya yang dulu contohny. Hahaha. Tapi, beberapa tips di atas cukup membantu lho, agar kalian tidak sering post yang galau-galau lagi.

Jadi, yuk kurangi galau, mari lebih produktif. Bisa  mulai dari olahraga, baca buku, belajar desain, dan hal-hal baru yang belum pernah dipelajari.

Kalau saya sekarang, daripada update story galau, mending nulis. Hehe.[T]

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!
Ayah, Sosok yang Saya Kagumi
Usia 20-an, Masa Paling Melelahkan dalam Hidup dan Cara Memaknainya
Tags: brandingesaimedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Usia 20-an, Masa Paling Melelahkan dalam Hidup dan Cara Memaknainya

Next Post

Sehari 10-20 Pasien Stroke dan Jantung Periksa Diri, RSUD Buleleng Siapkan Cath Lab

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Sehari 10-20 Pasien Stroke dan Jantung Periksa Diri, RSUD Buleleng Siapkan Cath Lab

Sehari 10-20 Pasien Stroke dan Jantung Periksa Diri, RSUD Buleleng Siapkan Cath Lab

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co