23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 19, 2023
in Esai
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?

Ilustrasi tatkala.co

HAMPIR SEBAGIAN dari kita sudah pasti pernah berada dalam situasi yang sering disebut dengan istilah galau.

Perasaan galau ini biasanya muncul dikarenakan kita memikirkan banyak hal—atau sekarang lebih sering dikenal dengan sebutan overthinking—baik tentang percintaan, pertemanan, pendidikan, karier, keluarga, hingga masa depan.

Menurut Frederick Dermawan Purba, psikolog dari Universitas Padjajaran (Unpad), perasaan galau berawal ketika seseorang memiliki banyak pikiran. Dan kondisi psikologi seseorang sendiri dibagi menjadi tiga area utama, yaitu pikiran, perasaan, dan perilaku.

Ketiga area tersebut akan mempengaruhi satu dengan yang lainnya, sehingga dapat dikatakan bahwa banyak pikiran menjadi faktor penyebab galau paling besar.

Banyak pikiran berpengaruh langsung ke perasaan dan perilaku yang bercampur jadi satu, dan menciptakan perasaan tidak menentu yang cenderung negatif (perasan-perasaan inilah sering disebut galau).

Orang galau biasanya menganggap semua masalah tidak ada jalan keluarnya. Seolah ketika kita curhat tidak ada yang mendengarkan, merasa sendiri, dan banyak pikiran-pikiran negatif yang muncul setelahnya.

Perasaan galau, sepi, sendiri dan tidak memiliki orang yang diajak bercerita, tak jarangn membuat kita mencurahkan seluruh isi hati kita ke media sosial, dengan harapan, setelahnya kita akan merasa sedikit lega.

***

Pernahkah kalian memperhatikan teman-teman kalian di medsos? Baik WhatsApp, Instagram, Facebook, atau di Twitter, sudah pasti ada banyak sekali orang yang membuat postingan galau setiap harinya—atau justru kalian nih, yang sering update story galau? Haha.

Keinginan memosting hal-hal galau di media sosial itu seperti candu, saya sendiri sampai saat ini masih sering update-update postingan galau. Membuat postingan galau seperti dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. Namun, sekarang sudah jarang saya lakukan semenjak, belakangan ini, saya memahamami pentingnya personal branding.

Dikutip dari salah satu artikel Forbes yang ditulis oleh seorang President & CEO perusahaan Marketing Communication, Susan Gunelius, personal branding merupakan persepsi atau pandangan seseorang yang kita bentuk terhadap diri kita sendiri dan apa yang bisa kita tawarkan secara profesional saat ini serta di masa depan.

Saat ini personal branding mempengaruhi bagaimana nilai kita di mata orang-orang yang memperhatikan media sosial kita, sehingga kita sendiri yang bisa menentukan seperti apa citra diri kita dipandangan orang lain.

Tidak dapat dimungkiri, saat ini, ketika melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar, pihak mereka akan mengecek media sosial kita terlebih dahulu—ya, sepertinya media sosial membuat orang-orang jujur tentang pikiran dan isi hatinya.

Personal branding ini tentu sangat penting bagi kita, karena akan mempengaruhi kehidupan kita hari ini dan ke depannya.

Untuk itu, saya ada beberapa tips buat kalian, agar kalian tidak lagi update story galau di media sosial secara terus-menerus. Baca sampai akhir ya, biar nggak ada lagi yang ngejudge kalian alay karena sering update story galau di media sosial.

Menyibukkan diri atau buat diri menjadi produktif

Kebiasan membuka dan menutup media sosial tanpa kita sadari ikut berperan membuat kita merasa galau. Sadar atau tidak, ketika menemukan postingan galau, kita akan ikut galau dan merasa postingan itu relate dengan kita. Padahal belum tentu.

Untuk itu, hal yang harus kita lakukan adalah menyibukkan diri, agar tidak merasa gabut, dan berujung update postingan-postingan galau—yang kalian anggap relate, padahal belum tentu.

Hanya simpan kontak yang sering dihibungi dan ikuti akun orang-orang penting

Dengan menyimpan banyak kontak atau menerima pengikut (atau mengikuti) orang yang tidak terlalu penting, tentu akan merusak citra kita. Ya, bisa dibilang orang-orang yang tidak mengenal kita akan menilai dari postingan yang kita unggah. Ini tentu  berbeda dengan orang yang sudah mengenal kita di kehidupan nyata.

Selain itu, hindari kontak atau akun orang yang membuat kalian galau, ya. Kalau kontak doi (mantan) masih ada, sudah pasti kalian terus ingin update story galau biar dilihat doi.

Tidak semua momen dalam hidupmu harus dibagikan

Yap, perlu kita sadari bahwa tidak semua hal yang ada di hidup kita harus kita abadikan di sosial media, khususnya yang galau-galau. Kalo postingan-postingan motivasi atau pencapaian mungkin lebih baik, karena dapat memberikan kita citra positif di kalangan teman-teman media sosial kita.

Nah, itu yang dapat saya bagikan.

Bagi yang sudah terbiasa update postingan galau, beberapa tips di atas mungkin sulit untuk diterapkan—seperti saya yang dulu contohny. Hahaha. Tapi, beberapa tips di atas cukup membantu lho, agar kalian tidak sering post yang galau-galau lagi.

Jadi, yuk kurangi galau, mari lebih produktif. Bisa  mulai dari olahraga, baca buku, belajar desain, dan hal-hal baru yang belum pernah dipelajari.

Kalau saya sekarang, daripada update story galau, mending nulis. Hehe.[T]

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!
Ayah, Sosok yang Saya Kagumi
Usia 20-an, Masa Paling Melelahkan dalam Hidup dan Cara Memaknainya
Tags: brandingesaimedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Usia 20-an, Masa Paling Melelahkan dalam Hidup dan Cara Memaknainya

Next Post

Sehari 10-20 Pasien Stroke dan Jantung Periksa Diri, RSUD Buleleng Siapkan Cath Lab

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Sehari 10-20 Pasien Stroke dan Jantung Periksa Diri, RSUD Buleleng Siapkan Cath Lab

Sehari 10-20 Pasien Stroke dan Jantung Periksa Diri, RSUD Buleleng Siapkan Cath Lab

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co