23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayah, Sosok yang Saya Kagumi

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 15, 2023
in Esai
Ayah, Sosok yang Saya Kagumi

Ilustrasi tatkala.co | Dewa Ayu Yuliarini

CINTA PERTAMA untuk anak perempuannya. Ya, begitulah kira-kira ungkapan yang diberikan kepada sosok yang kerap dipanggil dengan sebutan ayah. Sosok yang memiliki watak keras kepala, pekerja keras, dan selalu membimbing anak-anaknya ke jalan yang lebih baik.

Di rumah kami, ayah juga menjadi cinta pertama  bagi saya sebagai anak perempuan. Masa kecil saya dipenuhi dengan hal-hal indah tentang ayah. Satu hal yang masih ada dalam ingatan saya, ketika ayah mendongengkan kisah kura-kura dan kelinci. Itu merupakan ingatan terbaik saya tentang ayah.

Sebagai cinta pertama untuk anak perempuannya, sosok ayah merupakan salah satu patokan untuk mencari pasangan kedepannya. Wawasan tentang lawan jenis dipengaruhi oleh pengamatan anak perempuan terhadap ayahnya. Ayah yang selalu memberikan pandangan-pandangan positif mampu membuat seorang anak perempuan percaya diri, mampu mencintai dan mempercayai lawan jenis dengan baik.

Sosok ayah di masa kecil saya menjadi seorang malaikat pelindung saya. Ayah adalah orang pertama yang mengantarkan saya ke dokter ketika demam tinggi. Ayah adalah orang pertama yang mengajarkan saya membaca.

Ayah, di masa kecil saya, selalu mengajak anak-anaknya menikmati permainan bom-bom car di Hardys Plaza, sampai saat ini game bom-bom car menjadi tujuan utama saya ketika pergi ke tempat bermain.

Setelah saya dewasa, dan saya memahami bahwa kehidupan ini keras, saya menyadari bahwa selama ini ayah memiliki sisi yang berbeda. Ayah dan saya mulai memiliki jarak, seperti ada benang tak kasat mata, yang membuat kami sedikit berjarak.

***

Ayah merupakan sosok yang berjiwa keras, dan kemauannya tidak boleh dibantah sama sekali. Ayah dulu sering bercerita, tentang bagaimana perjuangannya ketika ingin sekolah dulu.

Tentang ayah yang harus hidup merantau, karena nenek yang memilih menikah lagi dan kakek yang pada saat itu sudah tua dan sakit-sakitan. Sayangnya ayah tetap tidak dapat melanjutkan pendidikannya.

Ayah merupakan sosok yang mampu berperan sebagai sumber inspirasi bagi anak perempuannya. Seperti saat mendengarkan cerita tentang kehidupan ayah di masa muda membuat semangat saya menyala.

Saya berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa ketika saya menempuh pendidikan. Sepertinya Tuhan dan semesta mendukung saya menempuh pendidikan lebih tinggi. Dan ya, pada akhirnya saya memang dapat menempuh pendidikan hingga ke bangku perkuliahan.

Melihat anak-anaknya mengenyam pendidikan hingga SMK dan kuliah sepertinya menjadi kebanggaan tersendiri untuk ayah.

Dan pernahkah kalian mendengarkan lagu Nadin Amizah yang berjudul “Bertaut”? Jika Nadin menyanyikannya untuk sosok ibu, mungkin lagu ini tepat untuk menggambarkan sosok ayah di rumah. Keras kepala ayah sama dengan anak-anaknya; caranya marah hingga cara tersenyum saya dan kedua saudara saya, sama seperti sosoknya.

Ya, memang ayah merupakan sosok yang keras kepala. Kadang kala saya kesal dengannya saat ia marah-marah, mengatur, menentukan jalan untuk anak-anaknya, membuat saya sedikit merasa tertekan, sering menyalahkan anak-anaknya, dan masih banyak keluhan-keluhan lain tentang sosok ayah.

Namun, di balik keras kepala ayah, ibu selalu mengingatkan bahwa ayah sudah hidup keras sejak dulu, wajar jika ia juga keras kepada anak-anaknya. Hingga kami, sebagai anak-anaknya, memilih untuk memaklumi tindakan ayah yang selalu keras kepala, dan kokoh dengan pendiriannya.

***

Sampai hari ini, saya masih heran mengapa perkataan ayah selalu menjadi sihir untuk diri saya. Sangat berbeda dengan kakak saya yang memilih menentukan pilihannya sendiri, Saya selalu menuruti apa yang disarankan oleh ayah. Baik dari pilihan sekolah maupun pilihan-pilihan lain di hidup saya.

Pekerja keras dan tidak pantang menyerah merupakan hal yang paling saya kagumi dari sosok ayah.

Ayah selalu mempunyai cara tersendiri agar kami tetap dapat hidup dengan layak. Dan salah satu hal yang dilakukan ayah, hingga menjadi kebiasan kami di rumah adalah membawa bungkusan makanan saat pulang. Ketika ayah pulang bekerja, ketika ayah ngayah di pura, atau dari mana saja, jika ada makanan tersisa, ayah selalu ingat untuk membawakan anak-anaknya di rumah.

Terkadang saya ingin kembali ke masa kanak-kanak, di mana saya masih bebas mengadu tentang hal-hal yang saya rasakan kepada ayah. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan saat ini. Saya dan ayah sudah jarang terlibat dalam obrolan yang santai—obrolan kami lebih banyak perdebatan.

Di sisi lain, saya tetap setuju ketika sosok ayah selalu menjadi tempat terakhir penyelesaian masalah yang sedang dihadapi. Ya, meskipun harus mendengarkan siraman rohani terlebih dahulu, tapi sosok ayah tetap mampu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi.

Ayah, sosok orang yang mencintai keluarganya dengan diam. Sosok yang tidak banyak bicara, terkesan tidak peduli. Namun nyatanya, ayah sosok yang berjuang paling keras agar anak-anaknya dapat hidup sedikit lebih layak darinya.

Jika ada lagu yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya kepada ayah, mungkin itu adalah lagu dari Simple Plan dengan judul “Perfect”.

Terimakasih Ayah[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!
Aurora, Jeritan Hati si Anak Tengah | Catatan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Generasi Santuy, Deadliner, dan Dampak Buruknya
Tags: ayahesaikebahagiaanKeluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Generasi Santuy, Deadliner, dan Dampak Buruknya

Next Post

Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co