23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayah, Sosok yang Saya Kagumi

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 15, 2023
in Esai
Ayah, Sosok yang Saya Kagumi

Ilustrasi tatkala.co | Dewa Ayu Yuliarini

CINTA PERTAMA untuk anak perempuannya. Ya, begitulah kira-kira ungkapan yang diberikan kepada sosok yang kerap dipanggil dengan sebutan ayah. Sosok yang memiliki watak keras kepala, pekerja keras, dan selalu membimbing anak-anaknya ke jalan yang lebih baik.

Di rumah kami, ayah juga menjadi cinta pertama  bagi saya sebagai anak perempuan. Masa kecil saya dipenuhi dengan hal-hal indah tentang ayah. Satu hal yang masih ada dalam ingatan saya, ketika ayah mendongengkan kisah kura-kura dan kelinci. Itu merupakan ingatan terbaik saya tentang ayah.

Sebagai cinta pertama untuk anak perempuannya, sosok ayah merupakan salah satu patokan untuk mencari pasangan kedepannya. Wawasan tentang lawan jenis dipengaruhi oleh pengamatan anak perempuan terhadap ayahnya. Ayah yang selalu memberikan pandangan-pandangan positif mampu membuat seorang anak perempuan percaya diri, mampu mencintai dan mempercayai lawan jenis dengan baik.

Sosok ayah di masa kecil saya menjadi seorang malaikat pelindung saya. Ayah adalah orang pertama yang mengantarkan saya ke dokter ketika demam tinggi. Ayah adalah orang pertama yang mengajarkan saya membaca.

Ayah, di masa kecil saya, selalu mengajak anak-anaknya menikmati permainan bom-bom car di Hardys Plaza, sampai saat ini game bom-bom car menjadi tujuan utama saya ketika pergi ke tempat bermain.

Setelah saya dewasa, dan saya memahami bahwa kehidupan ini keras, saya menyadari bahwa selama ini ayah memiliki sisi yang berbeda. Ayah dan saya mulai memiliki jarak, seperti ada benang tak kasat mata, yang membuat kami sedikit berjarak.

***

Ayah merupakan sosok yang berjiwa keras, dan kemauannya tidak boleh dibantah sama sekali. Ayah dulu sering bercerita, tentang bagaimana perjuangannya ketika ingin sekolah dulu.

Tentang ayah yang harus hidup merantau, karena nenek yang memilih menikah lagi dan kakek yang pada saat itu sudah tua dan sakit-sakitan. Sayangnya ayah tetap tidak dapat melanjutkan pendidikannya.

Ayah merupakan sosok yang mampu berperan sebagai sumber inspirasi bagi anak perempuannya. Seperti saat mendengarkan cerita tentang kehidupan ayah di masa muda membuat semangat saya menyala.

Saya berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa ketika saya menempuh pendidikan. Sepertinya Tuhan dan semesta mendukung saya menempuh pendidikan lebih tinggi. Dan ya, pada akhirnya saya memang dapat menempuh pendidikan hingga ke bangku perkuliahan.

Melihat anak-anaknya mengenyam pendidikan hingga SMK dan kuliah sepertinya menjadi kebanggaan tersendiri untuk ayah.

Dan pernahkah kalian mendengarkan lagu Nadin Amizah yang berjudul “Bertaut”? Jika Nadin menyanyikannya untuk sosok ibu, mungkin lagu ini tepat untuk menggambarkan sosok ayah di rumah. Keras kepala ayah sama dengan anak-anaknya; caranya marah hingga cara tersenyum saya dan kedua saudara saya, sama seperti sosoknya.

Ya, memang ayah merupakan sosok yang keras kepala. Kadang kala saya kesal dengannya saat ia marah-marah, mengatur, menentukan jalan untuk anak-anaknya, membuat saya sedikit merasa tertekan, sering menyalahkan anak-anaknya, dan masih banyak keluhan-keluhan lain tentang sosok ayah.

Namun, di balik keras kepala ayah, ibu selalu mengingatkan bahwa ayah sudah hidup keras sejak dulu, wajar jika ia juga keras kepada anak-anaknya. Hingga kami, sebagai anak-anaknya, memilih untuk memaklumi tindakan ayah yang selalu keras kepala, dan kokoh dengan pendiriannya.

***

Sampai hari ini, saya masih heran mengapa perkataan ayah selalu menjadi sihir untuk diri saya. Sangat berbeda dengan kakak saya yang memilih menentukan pilihannya sendiri, Saya selalu menuruti apa yang disarankan oleh ayah. Baik dari pilihan sekolah maupun pilihan-pilihan lain di hidup saya.

Pekerja keras dan tidak pantang menyerah merupakan hal yang paling saya kagumi dari sosok ayah.

Ayah selalu mempunyai cara tersendiri agar kami tetap dapat hidup dengan layak. Dan salah satu hal yang dilakukan ayah, hingga menjadi kebiasan kami di rumah adalah membawa bungkusan makanan saat pulang. Ketika ayah pulang bekerja, ketika ayah ngayah di pura, atau dari mana saja, jika ada makanan tersisa, ayah selalu ingat untuk membawakan anak-anaknya di rumah.

Terkadang saya ingin kembali ke masa kanak-kanak, di mana saya masih bebas mengadu tentang hal-hal yang saya rasakan kepada ayah. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan saat ini. Saya dan ayah sudah jarang terlibat dalam obrolan yang santai—obrolan kami lebih banyak perdebatan.

Di sisi lain, saya tetap setuju ketika sosok ayah selalu menjadi tempat terakhir penyelesaian masalah yang sedang dihadapi. Ya, meskipun harus mendengarkan siraman rohani terlebih dahulu, tapi sosok ayah tetap mampu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi.

Ayah, sosok orang yang mencintai keluarganya dengan diam. Sosok yang tidak banyak bicara, terkesan tidak peduli. Namun nyatanya, ayah sosok yang berjuang paling keras agar anak-anaknya dapat hidup sedikit lebih layak darinya.

Jika ada lagu yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya kepada ayah, mungkin itu adalah lagu dari Simple Plan dengan judul “Perfect”.

Terimakasih Ayah[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!
Aurora, Jeritan Hati si Anak Tengah | Catatan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Generasi Santuy, Deadliner, dan Dampak Buruknya
Tags: ayahesaikebahagiaanKeluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Generasi Santuy, Deadliner, dan Dampak Buruknya

Next Post

Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co