2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayah, Sosok yang Saya Kagumi

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 15, 2023
in Esai
Ayah, Sosok yang Saya Kagumi

Ilustrasi tatkala.co | Dewa Ayu Yuliarini

CINTA PERTAMA untuk anak perempuannya. Ya, begitulah kira-kira ungkapan yang diberikan kepada sosok yang kerap dipanggil dengan sebutan ayah. Sosok yang memiliki watak keras kepala, pekerja keras, dan selalu membimbing anak-anaknya ke jalan yang lebih baik.

Di rumah kami, ayah juga menjadi cinta pertama  bagi saya sebagai anak perempuan. Masa kecil saya dipenuhi dengan hal-hal indah tentang ayah. Satu hal yang masih ada dalam ingatan saya, ketika ayah mendongengkan kisah kura-kura dan kelinci. Itu merupakan ingatan terbaik saya tentang ayah.

Sebagai cinta pertama untuk anak perempuannya, sosok ayah merupakan salah satu patokan untuk mencari pasangan kedepannya. Wawasan tentang lawan jenis dipengaruhi oleh pengamatan anak perempuan terhadap ayahnya. Ayah yang selalu memberikan pandangan-pandangan positif mampu membuat seorang anak perempuan percaya diri, mampu mencintai dan mempercayai lawan jenis dengan baik.

Sosok ayah di masa kecil saya menjadi seorang malaikat pelindung saya. Ayah adalah orang pertama yang mengantarkan saya ke dokter ketika demam tinggi. Ayah adalah orang pertama yang mengajarkan saya membaca.

Ayah, di masa kecil saya, selalu mengajak anak-anaknya menikmati permainan bom-bom car di Hardys Plaza, sampai saat ini game bom-bom car menjadi tujuan utama saya ketika pergi ke tempat bermain.

Setelah saya dewasa, dan saya memahami bahwa kehidupan ini keras, saya menyadari bahwa selama ini ayah memiliki sisi yang berbeda. Ayah dan saya mulai memiliki jarak, seperti ada benang tak kasat mata, yang membuat kami sedikit berjarak.

***

Ayah merupakan sosok yang berjiwa keras, dan kemauannya tidak boleh dibantah sama sekali. Ayah dulu sering bercerita, tentang bagaimana perjuangannya ketika ingin sekolah dulu.

Tentang ayah yang harus hidup merantau, karena nenek yang memilih menikah lagi dan kakek yang pada saat itu sudah tua dan sakit-sakitan. Sayangnya ayah tetap tidak dapat melanjutkan pendidikannya.

Ayah merupakan sosok yang mampu berperan sebagai sumber inspirasi bagi anak perempuannya. Seperti saat mendengarkan cerita tentang kehidupan ayah di masa muda membuat semangat saya menyala.

Saya berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa ketika saya menempuh pendidikan. Sepertinya Tuhan dan semesta mendukung saya menempuh pendidikan lebih tinggi. Dan ya, pada akhirnya saya memang dapat menempuh pendidikan hingga ke bangku perkuliahan.

Melihat anak-anaknya mengenyam pendidikan hingga SMK dan kuliah sepertinya menjadi kebanggaan tersendiri untuk ayah.

Dan pernahkah kalian mendengarkan lagu Nadin Amizah yang berjudul “Bertaut”? Jika Nadin menyanyikannya untuk sosok ibu, mungkin lagu ini tepat untuk menggambarkan sosok ayah di rumah. Keras kepala ayah sama dengan anak-anaknya; caranya marah hingga cara tersenyum saya dan kedua saudara saya, sama seperti sosoknya.

Ya, memang ayah merupakan sosok yang keras kepala. Kadang kala saya kesal dengannya saat ia marah-marah, mengatur, menentukan jalan untuk anak-anaknya, membuat saya sedikit merasa tertekan, sering menyalahkan anak-anaknya, dan masih banyak keluhan-keluhan lain tentang sosok ayah.

Namun, di balik keras kepala ayah, ibu selalu mengingatkan bahwa ayah sudah hidup keras sejak dulu, wajar jika ia juga keras kepada anak-anaknya. Hingga kami, sebagai anak-anaknya, memilih untuk memaklumi tindakan ayah yang selalu keras kepala, dan kokoh dengan pendiriannya.

***

Sampai hari ini, saya masih heran mengapa perkataan ayah selalu menjadi sihir untuk diri saya. Sangat berbeda dengan kakak saya yang memilih menentukan pilihannya sendiri, Saya selalu menuruti apa yang disarankan oleh ayah. Baik dari pilihan sekolah maupun pilihan-pilihan lain di hidup saya.

Pekerja keras dan tidak pantang menyerah merupakan hal yang paling saya kagumi dari sosok ayah.

Ayah selalu mempunyai cara tersendiri agar kami tetap dapat hidup dengan layak. Dan salah satu hal yang dilakukan ayah, hingga menjadi kebiasan kami di rumah adalah membawa bungkusan makanan saat pulang. Ketika ayah pulang bekerja, ketika ayah ngayah di pura, atau dari mana saja, jika ada makanan tersisa, ayah selalu ingat untuk membawakan anak-anaknya di rumah.

Terkadang saya ingin kembali ke masa kanak-kanak, di mana saya masih bebas mengadu tentang hal-hal yang saya rasakan kepada ayah. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan saat ini. Saya dan ayah sudah jarang terlibat dalam obrolan yang santai—obrolan kami lebih banyak perdebatan.

Di sisi lain, saya tetap setuju ketika sosok ayah selalu menjadi tempat terakhir penyelesaian masalah yang sedang dihadapi. Ya, meskipun harus mendengarkan siraman rohani terlebih dahulu, tapi sosok ayah tetap mampu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi.

Ayah, sosok orang yang mencintai keluarganya dengan diam. Sosok yang tidak banyak bicara, terkesan tidak peduli. Namun nyatanya, ayah sosok yang berjuang paling keras agar anak-anaknya dapat hidup sedikit lebih layak darinya.

Jika ada lagu yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya kepada ayah, mungkin itu adalah lagu dari Simple Plan dengan judul “Perfect”.

Terimakasih Ayah[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!
Aurora, Jeritan Hati si Anak Tengah | Catatan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Generasi Santuy, Deadliner, dan Dampak Buruknya
Tags: ayahesaikebahagiaanKeluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Generasi Santuy, Deadliner, dan Dampak Buruknya

Next Post

Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co