19 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aurora, Jeritan Hati si Anak Tengah | Catatan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 10, 2023
in Ulas Film
Aurora, Jeritan Hati si Anak Tengah | Catatan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Sumber: Instagram NKCTHI

SALAH SATU film favorit saya hingga saat ini adalah film yang berjudul “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)”.  Saya menyukai film ini karena sangat relate dengan kehidupan saya sebagai anak tengah.

NKCTHI merupakan satu di antara judul film yang rilis tahun 2020. Disutradarai Angga Dwimas Sasongko dengan bintang seperti Rio Dewanto, Sheila Dara Aisha, Rachel Amanda, Donny Damara, Susan Bachtiar, Oka Antara, Niken Anjani, dan Agla.

Beberapa bintang lainnya seperti Chicco Jerikho, Umay Shahab, Muhammad Adhiyat, Sinyo, Nayla Denny Purnama, Alleyra Fakhira Kurniawan, Syaqila Afiffah Putri serta musisi Ardhito Pramono, menjadi pelengkap karakter.

Kisah dalam film ini diangkat dari buku karya Marchella FP—yang versi aslinya berisi pesan-pesan pendek (quotes)—tentang pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat.

Film NKCTHI mengisahkan tentang sebuah keluarga yang menyimpan sebuah “rahasia”. Si Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda), kakak beradik yang hidup dalam keluarga bahagia hingga satu demi satu kebahagiaan itu mulai pudar seiring berjalannya waktu.

Perubahan itu diawali dari sikap Awan yang mendapat tekanan dari orang tuanya. Imbas dari kejadian tersebut, tiga kakak beradik itu pun mulai memberontak hingga akhirnya rahasia keluarga mereka terungkap, sebuah trauma “luka” besar dalam keluarga mereka.

Dari sisi penceritaan, film NKCTHI memiliki alur multiplot di mana penceritaan dalam film tersebut, selain memiliki cerita utama (kisah keluarga tentang orang tua dan ketiga anaknya), juga memiliki plot-plot terpisah pada masing-masing anak: Angkasa, Aurora, dan Awan. Ketiganya memiliki cerita sedih-pilunya sendiri dengan permasalahan yang berbeda-beda.

Si Tengah Aurora

Barangkali, dalam film tersebut, banyak orang yang fokus dengan kehidupan Awan, si anak bungsu, yang selalu mendapat perhatian lebih dari kedua orangtuanya, khususnya Sang Ayah dan kakak pertamanya, Angkasa.

Tetapi, tidak dengan saya. Sebagai anak tengah, sudah barang pasti saya menaruh perhatian lebih pada karakter Aurora yang diperankan oleh Sheila Dara itu.

Sheila Dara Aisha pemeran Aurora dalam film NKCTHI

Dalam film yang berhasil menarik 2 juta lebih penonton ini mengisahkan Aurora sebagai anak tengah keluarga Narendra yang masa kecilnya digambarkan menjadi seorang atlit renang, namun saat dewasa berubah menjadi seorang seniman.

Sebagai putri pertama dalam keluarga tersebut, sosoknya sempat menjadi yang paling disayang, terutama oleh Angkasa, kakaknya. Namun, sejak kehadiran Awan si anak bungsu, semua perhatian keluarga seolah tersedot untuk Awan.

Tanggung jawab Angkasa sebagai kakak pun lebih banyak berperan bagi Awan daripada Aurora. Aurora sadar bahwa sosok Awan mampu menjadi “pusat dunia” baru bagi keluarga Narendra. Aurora sendiri memendam rasa kesepian sejak kecil lantaran hampir tidak ada yang pernah menyadari kehadirannya.

Aurora menjadi tokoh yang sering diabaikan oleh keluarganya. Ia sering merasa dianggap tidak ada, dan selalu dimanfaatkan keadaannya. Karena merasa “terasingkan” dalam keluarga, sosok Aurora menjadi lebih pendiam, dingin, dan terkesan sangat acuh.

Aurora si anak tengah dalam film NKCTHI, menggambarkan tentang perjuangan anak tengah yang pandai memendam kesedihannya, yang sesekali rindu menjadi pusat perhatian dunia dan keluarganya.

Pada awal tahun 2023, muncul sekuel film Nanti Kita Cerita Tetang Hari Ini, yaitu Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang. Film ini jauh lebih dalam menceritakan sosok Aurora yang lebih memilih melanjutkan kuliah di London.

Sosok Aurora mengajarkan anak tengah untuk tetap menjadikan rumah sebagai tempat pulang, karena pada dasarnya menjadi anak sulung, anak tengah, atau anak bungsu tidak akan pernah menjadi sesederhana yang dibayangkan, karena pada dasarnya apa yang terlihat di dunia nyata bukan gambaran utuh dari nuraninya.

Aurora adalah saya

Karakter Aurora dalam film NKCTHI ini sepertinya memang sangat relate dengan saya dan mungkin semua anak tengah yang ada di seluruh belahan dunia.

Karakter Aurora sangat tepat untuk menyampaikan isi hati seorang anak tengah. Dan benar, tanpa saya sadari, saat saya menonton filmnya, ada perasaan bergejolak di dalam hati saya saat momen-momen Aurora terus diabaikan.

Dapat saya rasakan bahwa anak tengah selalu menyimpan semua masalahnya sendiri, selalu tenang namun bukan berarti senang. Banyak suara-suara yang memaksa diungkapkan namun berakhir dipendam, dan disampaikan melalui tangisan.

Contoh kecil saja, saat anak pertama dan anak terakhir tidak ada di rumah, orangtua khawatirnya setengah mati. Tetapi, saat anak tengah yang tidak ada di rumah, mereka menganggap seolah-olah keluarga sudah lengkap.

Perasaan diabaikan yang dirasakan anak tengah sering kali membuat mereka menciptakan dunianya sendiri. Sosok anak tengah selalu berusaha tumbuh menjadi anak mandiri, yang tidak merepotkan kedua orangtua dan saudara-saudaranya.

Anak tengah selalu berjuang dengan gigih mencapai impian-impiannya tanpa melibatkan orang-orang sekitar. Hal ini didorong oleh perasaan yang sering diabaikan. Anak tengah selalu dituntut untuk menjadi kuat, harus berbagi dengan sang kakak, dan tentunya harus mengalah dengan si bungsu.

Selain itu, anak tengah juga dituntut harus mampu mengelola ego dan emosi lebih baik, sehingga dapat mengurangi sifat kompetitif yang dimiliki terhadap saudara-saudara yang lainnya.

Kami selalu digambarkan sebagai sosok yang suka “menyendiri”. Hal ini terjadi karena anak pertama merupakan anak yang kelahirannya dinantikan oleh kedua orangtua, sehingga semua perhatian akan dicurahkan untuk anak sulung ketika lahir.

Dan ketika anak tengah lahir, benar memang perhatian orangtua terbagi untuknya, namun ketika si bungsu lahir, seluruh perhatian itu akan fokus pada si bungsu. Apalagi ketika jarak kelahiran anak-anak yang sangat dekat.

Maka wajar, saat anak pertama dan anak terakhir tidak ada di rumah, orangtua khawatirnya setengah mati. Tetapi, saat anak tengah yang tidak ada di rumah, mereka menganggap seolah-olah keluarga sudah lengkap.

Ya, Aurora adalah diri saya sendiri. Saya berusaha menjadi yang terbaik, dan menuruti semua keinginan orangtua agar tidak merasa “tidak dianggap” atau “diabaikan”, sehingga ada yang bisa dibanggakan dari sosok saya.

Namun, sama persis seperti Aurora, tampaknya anak tengah memang terlahir untuk selalu diabaikan.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Perihal Bunuh Diri dan Hakikat Neraka | Catatan Tentang Film Kembang Api
Hantu yang Selalu Perempuan dalam Film Indonesia dan 5 Film Horor yang Wajib Ditonton
Laut Menyatukan Kita | Catatan tentang Film Avatar: The Way of Water
Tags: bioskopfilmfilm layar lebar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya

Next Post

Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
0
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

Read moreDetails

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental
Olahraga

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata
Esai

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

by Angga Wijaya
October 19, 2026
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra
Esai

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya
Ulas Musik

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media
Esai

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

by Angga Wijaya
October 18, 2026
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana
Esai

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

by IGA Darma Putra
October 18, 2026
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan
Ulas Rupa

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto
Cerpen

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

by Sigit Susanto
October 18, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co