1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aurora, Jeritan Hati si Anak Tengah | Catatan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 10, 2023
in Ulas Film
Aurora, Jeritan Hati si Anak Tengah | Catatan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Sumber: Instagram NKCTHI

SALAH SATU film favorit saya hingga saat ini adalah film yang berjudul “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)”.  Saya menyukai film ini karena sangat relate dengan kehidupan saya sebagai anak tengah.

NKCTHI merupakan satu di antara judul film yang rilis tahun 2020. Disutradarai Angga Dwimas Sasongko dengan bintang seperti Rio Dewanto, Sheila Dara Aisha, Rachel Amanda, Donny Damara, Susan Bachtiar, Oka Antara, Niken Anjani, dan Agla.

Beberapa bintang lainnya seperti Chicco Jerikho, Umay Shahab, Muhammad Adhiyat, Sinyo, Nayla Denny Purnama, Alleyra Fakhira Kurniawan, Syaqila Afiffah Putri serta musisi Ardhito Pramono, menjadi pelengkap karakter.

Kisah dalam film ini diangkat dari buku karya Marchella FP—yang versi aslinya berisi pesan-pesan pendek (quotes)—tentang pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat.

Film NKCTHI mengisahkan tentang sebuah keluarga yang menyimpan sebuah “rahasia”. Si Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda), kakak beradik yang hidup dalam keluarga bahagia hingga satu demi satu kebahagiaan itu mulai pudar seiring berjalannya waktu.

Perubahan itu diawali dari sikap Awan yang mendapat tekanan dari orang tuanya. Imbas dari kejadian tersebut, tiga kakak beradik itu pun mulai memberontak hingga akhirnya rahasia keluarga mereka terungkap, sebuah trauma “luka” besar dalam keluarga mereka.

Dari sisi penceritaan, film NKCTHI memiliki alur multiplot di mana penceritaan dalam film tersebut, selain memiliki cerita utama (kisah keluarga tentang orang tua dan ketiga anaknya), juga memiliki plot-plot terpisah pada masing-masing anak: Angkasa, Aurora, dan Awan. Ketiganya memiliki cerita sedih-pilunya sendiri dengan permasalahan yang berbeda-beda.

Si Tengah Aurora

Barangkali, dalam film tersebut, banyak orang yang fokus dengan kehidupan Awan, si anak bungsu, yang selalu mendapat perhatian lebih dari kedua orangtuanya, khususnya Sang Ayah dan kakak pertamanya, Angkasa.

Tetapi, tidak dengan saya. Sebagai anak tengah, sudah barang pasti saya menaruh perhatian lebih pada karakter Aurora yang diperankan oleh Sheila Dara itu.

Sheila Dara Aisha pemeran Aurora dalam film NKCTHI

Dalam film yang berhasil menarik 2 juta lebih penonton ini mengisahkan Aurora sebagai anak tengah keluarga Narendra yang masa kecilnya digambarkan menjadi seorang atlit renang, namun saat dewasa berubah menjadi seorang seniman.

Sebagai putri pertama dalam keluarga tersebut, sosoknya sempat menjadi yang paling disayang, terutama oleh Angkasa, kakaknya. Namun, sejak kehadiran Awan si anak bungsu, semua perhatian keluarga seolah tersedot untuk Awan.

Tanggung jawab Angkasa sebagai kakak pun lebih banyak berperan bagi Awan daripada Aurora. Aurora sadar bahwa sosok Awan mampu menjadi “pusat dunia” baru bagi keluarga Narendra. Aurora sendiri memendam rasa kesepian sejak kecil lantaran hampir tidak ada yang pernah menyadari kehadirannya.

Aurora menjadi tokoh yang sering diabaikan oleh keluarganya. Ia sering merasa dianggap tidak ada, dan selalu dimanfaatkan keadaannya. Karena merasa “terasingkan” dalam keluarga, sosok Aurora menjadi lebih pendiam, dingin, dan terkesan sangat acuh.

Aurora si anak tengah dalam film NKCTHI, menggambarkan tentang perjuangan anak tengah yang pandai memendam kesedihannya, yang sesekali rindu menjadi pusat perhatian dunia dan keluarganya.

Pada awal tahun 2023, muncul sekuel film Nanti Kita Cerita Tetang Hari Ini, yaitu Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang. Film ini jauh lebih dalam menceritakan sosok Aurora yang lebih memilih melanjutkan kuliah di London.

Sosok Aurora mengajarkan anak tengah untuk tetap menjadikan rumah sebagai tempat pulang, karena pada dasarnya menjadi anak sulung, anak tengah, atau anak bungsu tidak akan pernah menjadi sesederhana yang dibayangkan, karena pada dasarnya apa yang terlihat di dunia nyata bukan gambaran utuh dari nuraninya.

Aurora adalah saya

Karakter Aurora dalam film NKCTHI ini sepertinya memang sangat relate dengan saya dan mungkin semua anak tengah yang ada di seluruh belahan dunia.

Karakter Aurora sangat tepat untuk menyampaikan isi hati seorang anak tengah. Dan benar, tanpa saya sadari, saat saya menonton filmnya, ada perasaan bergejolak di dalam hati saya saat momen-momen Aurora terus diabaikan.

Dapat saya rasakan bahwa anak tengah selalu menyimpan semua masalahnya sendiri, selalu tenang namun bukan berarti senang. Banyak suara-suara yang memaksa diungkapkan namun berakhir dipendam, dan disampaikan melalui tangisan.

Contoh kecil saja, saat anak pertama dan anak terakhir tidak ada di rumah, orangtua khawatirnya setengah mati. Tetapi, saat anak tengah yang tidak ada di rumah, mereka menganggap seolah-olah keluarga sudah lengkap.

Perasaan diabaikan yang dirasakan anak tengah sering kali membuat mereka menciptakan dunianya sendiri. Sosok anak tengah selalu berusaha tumbuh menjadi anak mandiri, yang tidak merepotkan kedua orangtua dan saudara-saudaranya.

Anak tengah selalu berjuang dengan gigih mencapai impian-impiannya tanpa melibatkan orang-orang sekitar. Hal ini didorong oleh perasaan yang sering diabaikan. Anak tengah selalu dituntut untuk menjadi kuat, harus berbagi dengan sang kakak, dan tentunya harus mengalah dengan si bungsu.

Selain itu, anak tengah juga dituntut harus mampu mengelola ego dan emosi lebih baik, sehingga dapat mengurangi sifat kompetitif yang dimiliki terhadap saudara-saudara yang lainnya.

Kami selalu digambarkan sebagai sosok yang suka “menyendiri”. Hal ini terjadi karena anak pertama merupakan anak yang kelahirannya dinantikan oleh kedua orangtua, sehingga semua perhatian akan dicurahkan untuk anak sulung ketika lahir.

Dan ketika anak tengah lahir, benar memang perhatian orangtua terbagi untuknya, namun ketika si bungsu lahir, seluruh perhatian itu akan fokus pada si bungsu. Apalagi ketika jarak kelahiran anak-anak yang sangat dekat.

Maka wajar, saat anak pertama dan anak terakhir tidak ada di rumah, orangtua khawatirnya setengah mati. Tetapi, saat anak tengah yang tidak ada di rumah, mereka menganggap seolah-olah keluarga sudah lengkap.

Ya, Aurora adalah diri saya sendiri. Saya berusaha menjadi yang terbaik, dan menuruti semua keinginan orangtua agar tidak merasa “tidak dianggap” atau “diabaikan”, sehingga ada yang bisa dibanggakan dari sosok saya.

Namun, sama persis seperti Aurora, tampaknya anak tengah memang terlahir untuk selalu diabaikan.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Perihal Bunuh Diri dan Hakikat Neraka | Catatan Tentang Film Kembang Api
Hantu yang Selalu Perempuan dalam Film Indonesia dan 5 Film Horor yang Wajib Ditonton
Laut Menyatukan Kita | Catatan tentang Film Avatar: The Way of Water
Tags: bioskopfilmfilm layar lebar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya

Next Post

Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails

Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

by Dian Suryantini
January 13, 2026
0
Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

FILM pendek Anuja terasa seperti tamparan pelan tapi tepat sasaran. Film ini tidak berisik. Tapi berhasil membuat penontonnya terngiang. Saya...

Read moreDetails

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

by Jaswanto
December 18, 2025
0
Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

ADA sebuah komentar dari netizen―yang saya lupa entah di mana―tentang drama Korea (drakor) berjudul “Taxi Driver”. Komentar itu begini, “Seandainya...

Read moreDetails

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

by Vivit Arista Dewi
December 2, 2025
0
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Film Agak Laen kembali hadir dengan langkah yang jauh lebih berani dari sebelumnya. Setelah sukses mengacak-acak rumah hantu, kini mereka...

Read moreDetails

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

by Bayu Wira Handyan
November 13, 2025
0
Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

SEDIKIT film di Indonesia yang berani menampilkan kemiskinan sebagaimana adanya—banal, kasar, tanpa romantisasi. Sebagian besar memilih jalan aman, menjadikan kemiskinan...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak
Pop

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

by Angga Wijaya
April 29, 2026
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro
Panggung

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co