23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

Made Adnyana by Made Adnyana
May 6, 2026
in Ulas Film
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

Film 'Michael' | Photo by Courtesy of Lionsgate/Courtesy of Lionsgate - ©️ 2026 Lionsgate

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba membongkar kontroversi atau sisi gelapnya. Bohemian Rhapsody tentang Freddie Mercury, misalnya, lebih condong menjadi perayaan ketimbang pengadilan. Begitu pula Bob Marley: One Love yang menghadirkan sosok Bob Marley dalam bingkai yang hangat dan inspiratif, meski tak sepenuhnya menyentuh seluruh sisi kehidupannya.

Di jalur yang sama, Michael—film biografi tentang Michael Jackson—datang dengan pilihan yang serupa: merayakan perjalanan, bukan menguliti kontroversi. Sejak awal, ekspektasi terhadap film ini memang tinggi. Bukan hanya karena besarnya nama Michael Jackson sebagai The King of Pop, tetapi juga karena kompleksitas hidupnya yang tak pernah benar-benar selesai dibicarakan—bahkan setelah ia tiada.

Antusiasme itu pun terasa saat film ini tayang perdana akhir bulan lalu. Saya termasuk yang menantikan, sekaligus penasaran: sejauh mana film ini berani melangkah? Jawabannya ternyata cukup jelas—dan bagi sebagian orang, mungkin mengecewakan. Alih-alih menyusuri seluruh lapisan hidup Michael, film ini memilih satu jalur: karier musiknya. Dari masa awal bersama Jackson 5, hingga fase ketika ia mulai berdiri sendiri sebagai ikon global, film ini berhenti pada titik ketika identitas musikal Michael telah menemukan bentuknya.

Sebuah keputusan yang, di satu sisi, terasa aman; di sisi lain, justru menjadi sumber kritik. Sejumlah pengamat menilai Michael tidak jujur. Mereka menyebut film ini hanya menampilkan satu sisi, yakni sisi gemilang yang penuh prestasi. Sementara itu, berbagai kontroversi yang selama ini melekat pada nama Michael—mulai dari perubahan fisik hingga tuduhan pelecehan—tidak mendapat ruang yang berarti, bahkan nyaris diabaikan.

Kritik semacam ini bisa dipahami. Publik, terutama generasi yang tumbuh bersama arus informasi yang lebih terbuka, cenderung menginginkan gambaran yang utuh—bukan sekadar narasi yang dipoles. Namun di titik ini, penting untuk melihat Michael bukan sebagai dokumen investigatif, melainkan sebagai pilihan naratif.

Film biografi sesungguhnya tak pernah mengemban kewajiban untuk menceritakan segalanya. Ia adalah hasil dari keputusan penulis skenario bahkan lebih kuasa sang sutrafara, apa yang ingin ditampilkan, dan apa yang sengaja ditinggalkan. Dalam hal ini, Antoine Fuqua sebagai sutradara tampaknya memilih pendekatan yang lebih humanis dan selektif. Terlepas dari berbagai spekulasi—termasuk kabar bahwa film ini “terlalu aman”—Michael tetap berdiri sebagai karya yang sadar akan sudut pandangnya. Dan justru di situlah kekuatannya.

Film ‘Michael’ | Photo by Courtesy of Lionsgate/Courtesy of Lionsgate – ©️ 2026 Lionsgate

Michael tidak terjebak dalam kontroversi yang tak berujung, melainkan mengajak penonton kembali pada satu hal yang membuat Michael Jackson menjadi legenda, yakni musiknya. Lagu-lagu yang mengiringi perjalanan – I’ll Be There,  Never Can Say Goodbye, Ben, Don’t Stop ‘Til You Get Enough, Billie Jean, Thriller, dan ditutup Bad — bukan sekadar nostalgia bagi para penggemar (mungkin juga pembencinya?), tetapi juga penanda fase—bagaimana seorang anak yang tumbuh dalam tekanan berubah menjadi ikon yang berupaya mendefinisikan zamannya.

Dalam hal ini. penampilan Jaafar Jackson sebagai Michael Jackson menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Ia tidak sekadar meniru, tetapi menghadirkan kembali gestur, energi, dan bahkan aura yang begitu lekat dengan sosok aslinya. Dalam beberapa momen, batas antara representasi dan realitas terasa menipis. Namun lebih dari itu, sisi paling menarik dari film ini justru terletak pada pendekatannya yang humanis.

Film ‘Michael’ | Photo by Courtesy of Lionsgate/Courtesy of Lionsgate – ©️ 2026 Lionsgate

Di balik gemerlap panggung dan sorotan dunia, Michael menyelipkan potret seorang anak yang kehilangan masa kecilnya. Seorang anak yang tumbuh dalam disiplin keras, jauh dari kebebasan bermain, bahkan dari kehangatan relasi yang sederhana. Dari sini, sejumlah potongan puzzle kehidupan Michael terasa menemukan konteksnya: kedekatannya dengan anak-anak, ketertarikannya pada dunia fantasi, hingga berbagai pilihan hidup yang kerap dianggap “aneh”. Sekali lagi, film ini tidak menjelaskan semuanya tentang Michael Jackson, dan mungkin memang tidak berniat untuk itu. Tapi ia memberi cukup ruang bagi penonton untuk merasakan, bukan sekadar menilai.

Nah, bagi mereka yang datang dengan harapan menemukan “kebenaran tersembunyi”, Michael barangkali terasa kurang memuaskan. Film ini tidak membongkar suara-suara minor tentang king of pop, tidak menghakimi, dan tidak pula mencoba menyeimbangkan seluruh sisi. Ia memilih berdiri di satu titik, sebagai satu cperayaan.

Ketika karya seni dipahami sebagai hasil interpretasi akan satu hal, jelas ini bukan kelemahan —melainkan sikap pembuatnya. Di tengah arus film biografi yang kerap terjebak antara glorifikasi dan sensasionalisme, Michael mengambil jalan yang lebih sederhana, menghadirkan kembali seorang seniman melalui karyanya. Terlalu naif mengatakan, ia memang tidak lengkap, tetapi cukup untuk mengingatkan mengapa nama Michael Jackson pernah—dan mungkin akan selalu—begitu besar.

Film ‘Michael’ | Photo by Courtesy of Lionsgate/Courtesy of Lionsgate – ©️ 2026 Lionsgate

Pada akhirnya, seperti kalimat penutup pada layar yang terasa menggantung namun jujur: kisah itu tidak pernah benar-benar selesai. Ia hanya diceritakan dari sudut yang berbeda. And history continued… [T]

Penulis: Made Adnyana
Editor: Adnyana Ole

Tags: filmMichael JacksonmusikUlasan Film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

Next Post

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

Made Adnyana

Made Adnyana

Dosen, penulis musik, host podcast "Oke Made"

Related Posts

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
0
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

Read moreDetails

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails
Next Post
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

Pameran 'Roots & Routes': Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co