16 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

Made Adnyana by Made Adnyana
May 6, 2026
in Ulas Film
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

Film 'Michael' | Photo by Courtesy of Lionsgate/Courtesy of Lionsgate - ©️ 2026 Lionsgate

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba membongkar kontroversi atau sisi gelapnya. Bohemian Rhapsody tentang Freddie Mercury, misalnya, lebih condong menjadi perayaan ketimbang pengadilan. Begitu pula Bob Marley: One Love yang menghadirkan sosok Bob Marley dalam bingkai yang hangat dan inspiratif, meski tak sepenuhnya menyentuh seluruh sisi kehidupannya.

Di jalur yang sama, Michael—film biografi tentang Michael Jackson—datang dengan pilihan yang serupa: merayakan perjalanan, bukan menguliti kontroversi. Sejak awal, ekspektasi terhadap film ini memang tinggi. Bukan hanya karena besarnya nama Michael Jackson sebagai The King of Pop, tetapi juga karena kompleksitas hidupnya yang tak pernah benar-benar selesai dibicarakan—bahkan setelah ia tiada.

Antusiasme itu pun terasa saat film ini tayang perdana akhir bulan lalu. Saya termasuk yang menantikan, sekaligus penasaran: sejauh mana film ini berani melangkah? Jawabannya ternyata cukup jelas—dan bagi sebagian orang, mungkin mengecewakan. Alih-alih menyusuri seluruh lapisan hidup Michael, film ini memilih satu jalur: karier musiknya. Dari masa awal bersama Jackson 5, hingga fase ketika ia mulai berdiri sendiri sebagai ikon global, film ini berhenti pada titik ketika identitas musikal Michael telah menemukan bentuknya.

Sebuah keputusan yang, di satu sisi, terasa aman; di sisi lain, justru menjadi sumber kritik. Sejumlah pengamat menilai Michael tidak jujur. Mereka menyebut film ini hanya menampilkan satu sisi, yakni sisi gemilang yang penuh prestasi. Sementara itu, berbagai kontroversi yang selama ini melekat pada nama Michael—mulai dari perubahan fisik hingga tuduhan pelecehan—tidak mendapat ruang yang berarti, bahkan nyaris diabaikan.

Kritik semacam ini bisa dipahami. Publik, terutama generasi yang tumbuh bersama arus informasi yang lebih terbuka, cenderung menginginkan gambaran yang utuh—bukan sekadar narasi yang dipoles. Namun di titik ini, penting untuk melihat Michael bukan sebagai dokumen investigatif, melainkan sebagai pilihan naratif.

Film biografi sesungguhnya tak pernah mengemban kewajiban untuk menceritakan segalanya. Ia adalah hasil dari keputusan penulis skenario bahkan lebih kuasa sang sutrafara, apa yang ingin ditampilkan, dan apa yang sengaja ditinggalkan. Dalam hal ini, Antoine Fuqua sebagai sutradara tampaknya memilih pendekatan yang lebih humanis dan selektif. Terlepas dari berbagai spekulasi—termasuk kabar bahwa film ini “terlalu aman”—Michael tetap berdiri sebagai karya yang sadar akan sudut pandangnya. Dan justru di situlah kekuatannya.

Film ‘Michael’ | Photo by Courtesy of Lionsgate/Courtesy of Lionsgate – ©️ 2026 Lionsgate

Michael tidak terjebak dalam kontroversi yang tak berujung, melainkan mengajak penonton kembali pada satu hal yang membuat Michael Jackson menjadi legenda, yakni musiknya. Lagu-lagu yang mengiringi perjalanan – I’ll Be There,  Never Can Say Goodbye, Ben, Don’t Stop ‘Til You Get Enough, Billie Jean, Thriller, dan ditutup Bad — bukan sekadar nostalgia bagi para penggemar (mungkin juga pembencinya?), tetapi juga penanda fase—bagaimana seorang anak yang tumbuh dalam tekanan berubah menjadi ikon yang berupaya mendefinisikan zamannya.

Dalam hal ini. penampilan Jaafar Jackson sebagai Michael Jackson menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Ia tidak sekadar meniru, tetapi menghadirkan kembali gestur, energi, dan bahkan aura yang begitu lekat dengan sosok aslinya. Dalam beberapa momen, batas antara representasi dan realitas terasa menipis. Namun lebih dari itu, sisi paling menarik dari film ini justru terletak pada pendekatannya yang humanis.

Film ‘Michael’ | Photo by Courtesy of Lionsgate/Courtesy of Lionsgate – ©️ 2026 Lionsgate

Di balik gemerlap panggung dan sorotan dunia, Michael menyelipkan potret seorang anak yang kehilangan masa kecilnya. Seorang anak yang tumbuh dalam disiplin keras, jauh dari kebebasan bermain, bahkan dari kehangatan relasi yang sederhana. Dari sini, sejumlah potongan puzzle kehidupan Michael terasa menemukan konteksnya: kedekatannya dengan anak-anak, ketertarikannya pada dunia fantasi, hingga berbagai pilihan hidup yang kerap dianggap “aneh”. Sekali lagi, film ini tidak menjelaskan semuanya tentang Michael Jackson, dan mungkin memang tidak berniat untuk itu. Tapi ia memberi cukup ruang bagi penonton untuk merasakan, bukan sekadar menilai.

Nah, bagi mereka yang datang dengan harapan menemukan “kebenaran tersembunyi”, Michael barangkali terasa kurang memuaskan. Film ini tidak membongkar suara-suara minor tentang king of pop, tidak menghakimi, dan tidak pula mencoba menyeimbangkan seluruh sisi. Ia memilih berdiri di satu titik, sebagai satu cperayaan.

Ketika karya seni dipahami sebagai hasil interpretasi akan satu hal, jelas ini bukan kelemahan —melainkan sikap pembuatnya. Di tengah arus film biografi yang kerap terjebak antara glorifikasi dan sensasionalisme, Michael mengambil jalan yang lebih sederhana, menghadirkan kembali seorang seniman melalui karyanya. Terlalu naif mengatakan, ia memang tidak lengkap, tetapi cukup untuk mengingatkan mengapa nama Michael Jackson pernah—dan mungkin akan selalu—begitu besar.

Film ‘Michael’ | Photo by Courtesy of Lionsgate/Courtesy of Lionsgate – ©️ 2026 Lionsgate

Pada akhirnya, seperti kalimat penutup pada layar yang terasa menggantung namun jujur: kisah itu tidak pernah benar-benar selesai. Ia hanya diceritakan dari sudut yang berbeda. And history continued… [T]

Penulis: Made Adnyana
Editor: Adnyana Ole

Tags: filmMichael JacksonmusikUlasan Film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

Next Post

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

Made Adnyana

Made Adnyana

Dosen, penulis musik, host podcast "Oke Made"

Related Posts

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails
Next Post
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

Pameran 'Roots & Routes': Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian
Panggung

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

by Asmaran Dani
August 16, 2026
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan
Ulas Rupa

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu
Ulas Musik

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

by I Made Kartawan
August 16, 2026
Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar
Pendidikan

Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana tahun 2026 melaksanakan serangkaian program kerja di Desa Sanding, Kecamatan...

by tatkala
August 16, 2026
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang
Khas

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara
Tualang

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital
Pendidikan

Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

KESEHATAN mental remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau sekolah. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali perubahan yang...

by tatkala
August 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Mengejar Embun Upas ——Saat Manusia Memburu Keajaiban yang Hanya Bertahan Sebentar di Dieng

Bagaimana mungkin satu fenomena alam yang sama dapat menjadi keajaiban bagi seseorang dan penderitaan bagi orang lain? Kita menunggu embun...

by Tri Nugroho Adi
August 16, 2026
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah
Khas

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan
Bahasa

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

by I Made Sudiana
August 15, 2026
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz
Esai

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

SAYA kembali membuka buku The Interpretation of Cultures karya Clifford Geertz setelah membaca sebuah berita tentang seorang lelaki yang tewas...

by Angga Wijaya
August 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co