23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 12, 2023
in Esai
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Ilustrasi tatkala.co

JAM OVERTHINKING. Begitulah kaum remaja menyebut, ketika malam sudah melewati pukul sebelas. Benar, jam segitu saya memang sedang memikirkan banyak hal. Dan malam itu, akhirnya saya putuskan untuk mengirimkan pesan singkat kepada teman yang sudah lama tidak berkabar.

Saya bercerita tentang kisah-kisah yang saya alami beberapa hari ini. Dan memutuskan untuk membahas satu topik yang belakangan sering saya temui. Topik tentang pendapat netizen terkait “keadilan sosial bagi seluruh rakyat good looking atau beauty privilage itu nyata”.

Kata good looking, tentunya sudah tidak asing lagi di kalangan remaja saat ini. Benar sekali. Sebutan good looking kerap ditujukan kepada mereka yang memiliki paras tampan atau cantik; mereka yang memiliki tampilan menarik secara fisik, dan enak dipandang ketika kita melakukan interaksi.

Malam itu saya memikirkan kenapa orang-orang cantik, menarik, atau good looking selalu diagung-agungkan belakangan ini. Bahkan, mereka yang memiliki tampilan “di atas rata-rata” selalu mendapatkan kemudahan dalam hidupnya, baik pertemanan, percintaan, atau pekerjaan sekalipun.

Ketika saya membaca beberapa lowongan pekerjaan, misalnya, persyaratan berpenampilan good looking harus ada sebagai syarat utama diterima bekerja. Sedangkan skill dan wawasan seolah dianggap hanya sebagai syarat yang kesekian.

Lalu, bagaimana nasib yang tidak good looking seperti saya ini, apakah tidak berhak untuk bekerja? Dan, kalau tidak memiliki pekerjaan, bagaimana bisa merawat diri untuk tampil good looking? Memang, ada-ada saja dunia saat ini.

Bukan hanya urusan pekerjaan, mereka yang berpenampilan good looking juga sering beruntung dalam urusan percintaan. Iya si, siapa orang yang tidak jatuh hati dengan laki-laki ganteng dan perempuan cantik?

Mungkin, cinta yang tulus karena kebaikan sudah jarang ditemukan saat ini. Banyak orang tertarik dengan tampilan luar—yang good looking. Hingga memutuskan untuk menetapkan hati, tapi, setelah tersakiti, saling menyalahkan karena merasa jatuh hati dengan orang yang salah.

Jadi, wajar bukan, jika orang-orang selalu berlomba-lomba untuk tampil good looking? Wong lingkungan kita selalu memaklumi orang-orang yang good looking, kok.

Teman saya berkata dalam pesan, “Gausah munafik, di kehidupan kita juga terlalu sering memaklumi mereka yang tampilannya good looking”.

Haha…memang iya. Orang-orang yang tampilannya good looking, selalu memiliki kesempatan yang lebih baik, dalam segala bidang kehidupan.

Ah, berbicara tentang tampilan good looking, ingatan saya kembali ke masa SMA. Saya memiliki teman yang lumayan ganteng. Sebanyak apa pun ia bolos, melanggar peraturan, atau melakukan banyak kenakalan lainnya, tetap saja ia terlihat menarik di mata kaum hawa. Mereka juga dengan senang hati memaklumi kenakalan-kenakalan yang teman saya lakukan—termasuk saya juga ikut memakluminya. Hahaha.

Di lain pihak, gadis-gadis cantik juga selalu mendapatkan perhatian berbeda dari lawan jenisnya. Sungguh, kisah yang indah untuk mereka yang terlahir ganteng dan cantik, masa putih abu-abunya dipenuhi lika-liku perjalan yang menyenangkan.

Sangat berbeda dengan saya, yang sepertinya hanya berperan sebagai figuran di masa putih abu-abu mereka.

Ya, sadar atau tidak, kita memang selalu memaklumi orang-orang good looking. Seperti kata yang sering kita dengar, “untung ganteng” atau “untung dia cantik”. Jarang sekali ada orang yang memaklumi seseorang karena dia pintar atau baik.

***

Bukan hanya di dunia nyata. Di dunia fiksi seperti novel-novel yang pernah saya baca juga selalu mendefinisikan visual tokoh utama yang good looking, kaya raya, pintar—sungguh kehidupan sempurna untuk dijadikan khayalan bagi saya yang jauh dari kata good looking.

“True Beauty”, misalnya, salah satu Webtoon yang diangkat menjadi drama Korea yang dibintangi Moon Ga-Young, Cha Eun-woo, Hwang In-youp, dan Park Yoo-na, sangat bagus menggambarkan kehidupan nyata di dunia saat ini—kita memang sibuk belajar merias wajah agar menjadi cantik.

Tetapi, sebenarnya penampilan good looking tidak selalu tentang cantik, putih, tinggi, dan langsing. Penampilan good looking bagi saya sendiri, bisa saja dilihat dari bagaimana kita berpenampilan yang baik dan sopan, memiliki tubuh yang bersih dan wangi, menerapkan gaya hidup sehat, atau bagaimana cara kita dalam berbicara, memiliki wawasan yang luas, dan masih banyak hal lainnya.

Pada dasarnya, Tuhan sudah menciptakan kita berbeda-beda, hal itu tentunya membuat setiap manusia menarik dan memiliki keunikan masing-masing. Sehingga kita tidak perlu lagi membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Mari mulai bersyukur dengan apa yang kita miliki, agar dapat terus percaya diri.

Jadi, sudah pukul berapa hari ini? Mari kita overthinking lagi![T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Kulit Putih, Wajah Glowing, Pakai High Heels – Ah, Cantik Itu Duka
“Akun Cantik”, Promosi Wajah di Media Sosial?
Menjadi Cantik Saja Tidak Cukup – Jadilah Remaja Perempuan Hebat

Tags: esaikecantikanlaki-lakiPerempuanRemaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?

Next Post

Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co