4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 12, 2023
in Esai
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Ilustrasi tatkala.co

JAM OVERTHINKING. Begitulah kaum remaja menyebut, ketika malam sudah melewati pukul sebelas. Benar, jam segitu saya memang sedang memikirkan banyak hal. Dan malam itu, akhirnya saya putuskan untuk mengirimkan pesan singkat kepada teman yang sudah lama tidak berkabar.

Saya bercerita tentang kisah-kisah yang saya alami beberapa hari ini. Dan memutuskan untuk membahas satu topik yang belakangan sering saya temui. Topik tentang pendapat netizen terkait “keadilan sosial bagi seluruh rakyat good looking atau beauty privilage itu nyata”.

Kata good looking, tentunya sudah tidak asing lagi di kalangan remaja saat ini. Benar sekali. Sebutan good looking kerap ditujukan kepada mereka yang memiliki paras tampan atau cantik; mereka yang memiliki tampilan menarik secara fisik, dan enak dipandang ketika kita melakukan interaksi.

Malam itu saya memikirkan kenapa orang-orang cantik, menarik, atau good looking selalu diagung-agungkan belakangan ini. Bahkan, mereka yang memiliki tampilan “di atas rata-rata” selalu mendapatkan kemudahan dalam hidupnya, baik pertemanan, percintaan, atau pekerjaan sekalipun.

Ketika saya membaca beberapa lowongan pekerjaan, misalnya, persyaratan berpenampilan good looking harus ada sebagai syarat utama diterima bekerja. Sedangkan skill dan wawasan seolah dianggap hanya sebagai syarat yang kesekian.

Lalu, bagaimana nasib yang tidak good looking seperti saya ini, apakah tidak berhak untuk bekerja? Dan, kalau tidak memiliki pekerjaan, bagaimana bisa merawat diri untuk tampil good looking? Memang, ada-ada saja dunia saat ini.

Bukan hanya urusan pekerjaan, mereka yang berpenampilan good looking juga sering beruntung dalam urusan percintaan. Iya si, siapa orang yang tidak jatuh hati dengan laki-laki ganteng dan perempuan cantik?

Mungkin, cinta yang tulus karena kebaikan sudah jarang ditemukan saat ini. Banyak orang tertarik dengan tampilan luar—yang good looking. Hingga memutuskan untuk menetapkan hati, tapi, setelah tersakiti, saling menyalahkan karena merasa jatuh hati dengan orang yang salah.

Jadi, wajar bukan, jika orang-orang selalu berlomba-lomba untuk tampil good looking? Wong lingkungan kita selalu memaklumi orang-orang yang good looking, kok.

Teman saya berkata dalam pesan, “Gausah munafik, di kehidupan kita juga terlalu sering memaklumi mereka yang tampilannya good looking”.

Haha…memang iya. Orang-orang yang tampilannya good looking, selalu memiliki kesempatan yang lebih baik, dalam segala bidang kehidupan.

Ah, berbicara tentang tampilan good looking, ingatan saya kembali ke masa SMA. Saya memiliki teman yang lumayan ganteng. Sebanyak apa pun ia bolos, melanggar peraturan, atau melakukan banyak kenakalan lainnya, tetap saja ia terlihat menarik di mata kaum hawa. Mereka juga dengan senang hati memaklumi kenakalan-kenakalan yang teman saya lakukan—termasuk saya juga ikut memakluminya. Hahaha.

Di lain pihak, gadis-gadis cantik juga selalu mendapatkan perhatian berbeda dari lawan jenisnya. Sungguh, kisah yang indah untuk mereka yang terlahir ganteng dan cantik, masa putih abu-abunya dipenuhi lika-liku perjalan yang menyenangkan.

Sangat berbeda dengan saya, yang sepertinya hanya berperan sebagai figuran di masa putih abu-abu mereka.

Ya, sadar atau tidak, kita memang selalu memaklumi orang-orang good looking. Seperti kata yang sering kita dengar, “untung ganteng” atau “untung dia cantik”. Jarang sekali ada orang yang memaklumi seseorang karena dia pintar atau baik.

***

Bukan hanya di dunia nyata. Di dunia fiksi seperti novel-novel yang pernah saya baca juga selalu mendefinisikan visual tokoh utama yang good looking, kaya raya, pintar—sungguh kehidupan sempurna untuk dijadikan khayalan bagi saya yang jauh dari kata good looking.

“True Beauty”, misalnya, salah satu Webtoon yang diangkat menjadi drama Korea yang dibintangi Moon Ga-Young, Cha Eun-woo, Hwang In-youp, dan Park Yoo-na, sangat bagus menggambarkan kehidupan nyata di dunia saat ini—kita memang sibuk belajar merias wajah agar menjadi cantik.

Tetapi, sebenarnya penampilan good looking tidak selalu tentang cantik, putih, tinggi, dan langsing. Penampilan good looking bagi saya sendiri, bisa saja dilihat dari bagaimana kita berpenampilan yang baik dan sopan, memiliki tubuh yang bersih dan wangi, menerapkan gaya hidup sehat, atau bagaimana cara kita dalam berbicara, memiliki wawasan yang luas, dan masih banyak hal lainnya.

Pada dasarnya, Tuhan sudah menciptakan kita berbeda-beda, hal itu tentunya membuat setiap manusia menarik dan memiliki keunikan masing-masing. Sehingga kita tidak perlu lagi membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Mari mulai bersyukur dengan apa yang kita miliki, agar dapat terus percaya diri.

Jadi, sudah pukul berapa hari ini? Mari kita overthinking lagi![T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Kulit Putih, Wajah Glowing, Pakai High Heels – Ah, Cantik Itu Duka
“Akun Cantik”, Promosi Wajah di Media Sosial?
Menjadi Cantik Saja Tidak Cukup – Jadilah Remaja Perempuan Hebat

Tags: esaikecantikanlaki-lakiPerempuanRemaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?

Next Post

Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co