14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
April 12, 2023
in Esai
Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?

Ilustrasi tatkala.co

DUNIA perfilman saat ini sudah semakin maju dan berkembang dari sebelumnya. Ya, bagaimana tidak, berbagai macam tayangan yang berasal dari dalam maupun luar negeri, dapat kita akses dengan mudah melalui aplikasi-aplikasi gratis maupun berbayar. Di antaranya yaitu, WeTv, Netflix, Iflix, MAXstream, Vidio dan sebagainya.

Siapa sih, yang tidak tahu deretan aplikasi tersebut? Nah, dengan kemudahannya, berbagai macam genre film masuk ke Indonesia dan mulai digandrungi oleh masyarakat kita. Adapun salah satu contohnya adalah Boy’s Love Series yang berasal dari Thailand itu.

Akhir-akhir ini, di media sosial seperti Tiktok dan juga Twitter, series ini sering saya jumpai menjadi trending dan selalu menjadi fyp. Jika dilihat dari jumlah like, viewers serta komentarnya, dapat disimpulkan tidak sedikit orang menyukai series ini, terlebih lagi di kalangan anak muda, baik itu perempuan maupun pria.

Dalam komentarnya pun, banyak yang menantikan kelanjutan dari episode-episode series tersebut. Bahkan ada yang ceritanya sudah selesai, namun mereka tetap berharap ada season selanjutnya. “Duh, kapan nih season 2 tayang?” ungkap salah satu akun di Tiktok.

***

Perlu diketahui, Boy’s Love Series ini merupakan sebuah film dengan genre hubungan romantis percintaan antara laki-laki dengan laki-laki. Dan jika kita lihat dari sudut pandang adat ketimuran, Indonesia misalnya, hal ini sangatlah bertentangan dengan norma dan adat istiadat kita. Terlebih jika kalangan anak muda kita terpengaruh dengan adanya series ini.

Tak jarang pula, saya temui banyak cuitan di komentar media sosial yang menghina dan memandang buruk series tersebut. Ada yang memberikan komentar negatif, hingga melontarkan hujatannya—karena menurut mereka film tersebut tidak layak dipertontonkan untuk masyarakat umum.

Hal di atas memang benar adanya jika kita melihatnya dari kacamata manusia yang beragama. Bagaimanapun, sudah layaknya kita menjalankan kodrat yang telah ditentukan oleh Tuhan masing-masing.

Terlebih lagi, adat dan budaya kita juga melarang keras akan hal-hal yang memiliki kesan “penyimpangan sosial” seperti itu. Akan tetapi, berbeda pula situasinya jika yang menjadi tolok ukurnya adalah hak asasi manusia—paham yang menjamin setiap orang untuk memiliki kebebasan dalam mengeluarkan dan menyampaikan pendapatnya, menentukan nasib dan pilihannya sendiri, tanpa ada diskriminasi dari pihak manapun.

Hak asasi yang dimiliki oleh setiap individu memberikan kebebasan kepada kita, untuk bebas berekspresi. Apapun itu, kita memiliki hak dalam segala hal. Dengan catatan, hal yang kita lakukan tidak merugikan pihak lain.

For your information, seperti yang pernah saya baca langsung dari blog Kemenkumham, bahwa setiap individu mempunyai beberapa hak semasa hidupnya. Salah satu di antaranya adalah hak atas kebebsan pribadi dan hak atas rasa aman.

Oke, jika sekarang kita kaitkan dengan kasus penggemar Boy’s Love Series, yang tak jarang mendapat perlakuan diskriminatif dari pihak lain; yang terkadang pula, mereka dianggap berbeda dari orang normal pada umumnya.

Mereka “dibenci” karena mereka menyukai hal-hal yang masih dianggap tabu oleh kebanyakan masyarakat. Mereka dianggap tidak normal. “Kurang kerjaan. Gila. Aneh”. Begitu kata orang-orang.

Kemudian, mari kita merenung sejenak. Apakah penggemar Boy’s Love Series ini sudah bisa dibilang mendapatkan hak asasi mereka? Bukankah masih ada diskriminasi yang kerap terjadi?

***

Fenomena Boy’s Love Series kian hari makin digemari. Beberapa dari mereka menyebut dirinya sebagai Fujoshi. Nah, sedikit informasi kawan-kawan, dalam Wikipedia, Fujoshi sendiri merupakan istilah Jepang, sering digunakan untuk menyebut penggemar wanita manga dan novel yang menampilkan hubungan romantis antara laki-laki.

Kita ketahui bahwa aktor dalam film tersebut hanya memainkan perannya saja, akan tetapi tak sedikit dari penontonnya senang menyandingkan mereka di kehidupan nyata. Mereka mengait-ngaitkan postingan video maupun foto dari aktor tersebut, seolah-olah ada sebuah chemistry (perasaan yang bertaut atau terkoneksi) yang benar-benar terjadi antara keduanya.

Dan beberapa di antaranya menyampaikan pembelaan. Mereka menyukai drama Boys Love tidak semata-mata dituduh mendukung tersebar luasnya aktifitas LGBT yang disebabkan oleh tayangan tersebut. Mereka menonton hanya karena mengidolakan aktor-aktornya.

Tidak hanya itu, mereka mengagumi akting dari perannya di dalam series. Bagaimana tidak, dengan performance terbaiknya telah mampu menarik banyak minat penonton.  Boss Chaikamon dan Bright Vachirawit, misalnya, dalam series yang berjudul “Love In The Air” (dirilis pada tahun 2022) dan “2gether : The Series” (dirilis pada tahun 2020).

Banyak juga dari penggemar series ini memanfaatkannya untuk belajar bahasa Thailand, serta menjadikan aktor dari film tersebut sebagai motivatornya dalam menjalani kehidupan.

Seperti yang pernah dikatakan teman saya, yang kebetulan salah satu dari  penggemar Boy’s Love Series, di mana mereka tidak mendukung penuh kemungkinan hal buruk yang dapat terjadi. Mereka hanya menyukai apa yang mereka sukai.

Terlepas dari dampak negatif dan positif yang disebabkan oleh Boy’s Love Series ini, sedikit yang bisa saya sampaikan, bahwa kita sebagai manusia yang memiliki kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan juga mengakui adanya hak asasi yang dimiliki oleh setiap individu, ada baiknya untuk saling menghormati pendapat dan juga sesuatu yang menjadi kesenangan orang lain dengan tidak menjatuhkan satu sama lainnya—karena apapun yang kita anggap buruk untuk orang lain, belum tentu juga buruk untuk diri mereka sendiri, begitupun sebaliknya.

Kita dapat menghargai dan menghormati apa yang mereka senangi dengan catatan: tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi orang lain, serta tidak mengambil tindakan secara individual terkait hal yang menurut kita bertentangan dengan prinsip sendiri.

Dengan kita saling menghormati dan menghargai, bukan berarti kita mendukung hal-hal negatif yang terjadi, bukan? Tetapi, “menghormati” dan “menghargai” hanya karena mereka juga mempunyai hak asasi sebagai individu (manusia).

Kita tidak cukup hanya memandang dari satu sisi saja, dan secara serampangan menganggap mereka salah sepenuhnya. Tidak, lebih baik kita belajar saling menghargai keputusan pribadi (masing-masing) orang lain.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
LGBT, Perseteruan Panjang Hak Melawan “Aib”
Sekali Lagi Tentang LGBT, Sebuah Kisah
Tags: cintaesailaki-lakiLGBT
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ruwatan Samudera”, Procession Visualization in a Dance Fragments

Next Post

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co