2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
April 12, 2023
in Esai
Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?

Ilustrasi tatkala.co

DUNIA perfilman saat ini sudah semakin maju dan berkembang dari sebelumnya. Ya, bagaimana tidak, berbagai macam tayangan yang berasal dari dalam maupun luar negeri, dapat kita akses dengan mudah melalui aplikasi-aplikasi gratis maupun berbayar. Di antaranya yaitu, WeTv, Netflix, Iflix, MAXstream, Vidio dan sebagainya.

Siapa sih, yang tidak tahu deretan aplikasi tersebut? Nah, dengan kemudahannya, berbagai macam genre film masuk ke Indonesia dan mulai digandrungi oleh masyarakat kita. Adapun salah satu contohnya adalah Boy’s Love Series yang berasal dari Thailand itu.

Akhir-akhir ini, di media sosial seperti Tiktok dan juga Twitter, series ini sering saya jumpai menjadi trending dan selalu menjadi fyp. Jika dilihat dari jumlah like, viewers serta komentarnya, dapat disimpulkan tidak sedikit orang menyukai series ini, terlebih lagi di kalangan anak muda, baik itu perempuan maupun pria.

Dalam komentarnya pun, banyak yang menantikan kelanjutan dari episode-episode series tersebut. Bahkan ada yang ceritanya sudah selesai, namun mereka tetap berharap ada season selanjutnya. “Duh, kapan nih season 2 tayang?” ungkap salah satu akun di Tiktok.

***

Perlu diketahui, Boy’s Love Series ini merupakan sebuah film dengan genre hubungan romantis percintaan antara laki-laki dengan laki-laki. Dan jika kita lihat dari sudut pandang adat ketimuran, Indonesia misalnya, hal ini sangatlah bertentangan dengan norma dan adat istiadat kita. Terlebih jika kalangan anak muda kita terpengaruh dengan adanya series ini.

Tak jarang pula, saya temui banyak cuitan di komentar media sosial yang menghina dan memandang buruk series tersebut. Ada yang memberikan komentar negatif, hingga melontarkan hujatannya—karena menurut mereka film tersebut tidak layak dipertontonkan untuk masyarakat umum.

Hal di atas memang benar adanya jika kita melihatnya dari kacamata manusia yang beragama. Bagaimanapun, sudah layaknya kita menjalankan kodrat yang telah ditentukan oleh Tuhan masing-masing.

Terlebih lagi, adat dan budaya kita juga melarang keras akan hal-hal yang memiliki kesan “penyimpangan sosial” seperti itu. Akan tetapi, berbeda pula situasinya jika yang menjadi tolok ukurnya adalah hak asasi manusia—paham yang menjamin setiap orang untuk memiliki kebebasan dalam mengeluarkan dan menyampaikan pendapatnya, menentukan nasib dan pilihannya sendiri, tanpa ada diskriminasi dari pihak manapun.

Hak asasi yang dimiliki oleh setiap individu memberikan kebebasan kepada kita, untuk bebas berekspresi. Apapun itu, kita memiliki hak dalam segala hal. Dengan catatan, hal yang kita lakukan tidak merugikan pihak lain.

For your information, seperti yang pernah saya baca langsung dari blog Kemenkumham, bahwa setiap individu mempunyai beberapa hak semasa hidupnya. Salah satu di antaranya adalah hak atas kebebsan pribadi dan hak atas rasa aman.

Oke, jika sekarang kita kaitkan dengan kasus penggemar Boy’s Love Series, yang tak jarang mendapat perlakuan diskriminatif dari pihak lain; yang terkadang pula, mereka dianggap berbeda dari orang normal pada umumnya.

Mereka “dibenci” karena mereka menyukai hal-hal yang masih dianggap tabu oleh kebanyakan masyarakat. Mereka dianggap tidak normal. “Kurang kerjaan. Gila. Aneh”. Begitu kata orang-orang.

Kemudian, mari kita merenung sejenak. Apakah penggemar Boy’s Love Series ini sudah bisa dibilang mendapatkan hak asasi mereka? Bukankah masih ada diskriminasi yang kerap terjadi?

***

Fenomena Boy’s Love Series kian hari makin digemari. Beberapa dari mereka menyebut dirinya sebagai Fujoshi. Nah, sedikit informasi kawan-kawan, dalam Wikipedia, Fujoshi sendiri merupakan istilah Jepang, sering digunakan untuk menyebut penggemar wanita manga dan novel yang menampilkan hubungan romantis antara laki-laki.

Kita ketahui bahwa aktor dalam film tersebut hanya memainkan perannya saja, akan tetapi tak sedikit dari penontonnya senang menyandingkan mereka di kehidupan nyata. Mereka mengait-ngaitkan postingan video maupun foto dari aktor tersebut, seolah-olah ada sebuah chemistry (perasaan yang bertaut atau terkoneksi) yang benar-benar terjadi antara keduanya.

Dan beberapa di antaranya menyampaikan pembelaan. Mereka menyukai drama Boys Love tidak semata-mata dituduh mendukung tersebar luasnya aktifitas LGBT yang disebabkan oleh tayangan tersebut. Mereka menonton hanya karena mengidolakan aktor-aktornya.

Tidak hanya itu, mereka mengagumi akting dari perannya di dalam series. Bagaimana tidak, dengan performance terbaiknya telah mampu menarik banyak minat penonton.  Boss Chaikamon dan Bright Vachirawit, misalnya, dalam series yang berjudul “Love In The Air” (dirilis pada tahun 2022) dan “2gether : The Series” (dirilis pada tahun 2020).

Banyak juga dari penggemar series ini memanfaatkannya untuk belajar bahasa Thailand, serta menjadikan aktor dari film tersebut sebagai motivatornya dalam menjalani kehidupan.

Seperti yang pernah dikatakan teman saya, yang kebetulan salah satu dari  penggemar Boy’s Love Series, di mana mereka tidak mendukung penuh kemungkinan hal buruk yang dapat terjadi. Mereka hanya menyukai apa yang mereka sukai.

Terlepas dari dampak negatif dan positif yang disebabkan oleh Boy’s Love Series ini, sedikit yang bisa saya sampaikan, bahwa kita sebagai manusia yang memiliki kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan juga mengakui adanya hak asasi yang dimiliki oleh setiap individu, ada baiknya untuk saling menghormati pendapat dan juga sesuatu yang menjadi kesenangan orang lain dengan tidak menjatuhkan satu sama lainnya—karena apapun yang kita anggap buruk untuk orang lain, belum tentu juga buruk untuk diri mereka sendiri, begitupun sebaliknya.

Kita dapat menghargai dan menghormati apa yang mereka senangi dengan catatan: tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi orang lain, serta tidak mengambil tindakan secara individual terkait hal yang menurut kita bertentangan dengan prinsip sendiri.

Dengan kita saling menghormati dan menghargai, bukan berarti kita mendukung hal-hal negatif yang terjadi, bukan? Tetapi, “menghormati” dan “menghargai” hanya karena mereka juga mempunyai hak asasi sebagai individu (manusia).

Kita tidak cukup hanya memandang dari satu sisi saja, dan secara serampangan menganggap mereka salah sepenuhnya. Tidak, lebih baik kita belajar saling menghargai keputusan pribadi (masing-masing) orang lain.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
LGBT, Perseteruan Panjang Hak Melawan “Aib”
Sekali Lagi Tentang LGBT, Sebuah Kisah
Tags: cintaesailaki-lakiLGBT
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ruwatan Samudera”, Procession Visualization in a Dance Fragments

Next Post

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co