25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LGBT, Perseteruan Panjang Hak Melawan “Aib”

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
May 17, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19
“The Elton John AIDS Foundation: our mission is to end the AIDS epidemic.”

Elton John adalah ikon LGBT, namun ia tak pernah menerima hujatan, ia tetap dipuja. Konsernya selalu dipadati penonton, mungkin juga oleh mereka yang anti LGBT. Rekaman lagu-lagunya masih diputar di seluruh dunia menghibur penggemar musik semua generasi.

Musisi Inggris peraih Grammy Award ini pun telah menikah dengan seorang lelaki bernama David Furnish sejak tahun 2005 hingga kini, sebuah pernikahan yang dipublikasikan untuk khalayak. Oleh kerajaan Inggris, berkat dedikasinya yang mendalam dalam dunia musik, ia diberikan gelar Sir.

Dalam masyarakat barat, LGBT punya ruang yang sama dengan warga pada umumnya yang heteroseksual. Di Jerman misalnya, secara tegas undang-undang yang terkait dengan ketenagakerjaan melarang institusi pemberi kerja baik swasta maupun pemerintah, menjadikan agama, ras dan pilihan seksual sebagai pertimbangan dalam rekrutmen. Semua variabel tersebut dipandang sama sekali tidak berkaitan dengan profesionalisme seorang pekerja karena jelas hal-hal tersebut bersifat sangat pribadi dan tak seorang pun bahkan negara boleh mencampurinya.

Itulah yang kemudian terjadi di Singapura yang menerapkan larangan hubungan seks di kalangan homoseksual. Tak disangka-sangka, putra PM Singapura Lee Hsien Loong atau cucu pertama pendiri negara Singapura Lee Kwan Yew yang bernama Li Huanwu rupanya adalah seorang homoseksual. Keluarga perdana menteri pun kemudian menggalang dukungan warga untuk mencabut UU anti homoseksual di negaranya. Kita memang sering berlaku tak adil, atau kurang empati saat kebetulan berada jauh dari penderitaan atau “aib” tersebut.

Dokter Gila | Cerpen Putu Arya Nugraha

Tahun 1973, asosiasi psikiater di Amerika mencabut kategori homoseksualitas dari semua kategorinya dari buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Source (DSM-IV). Kemudian tahun 1990, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencabut homoseksualitas dari Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD). Ini diikuti Kementerian Kesehatan RI mencabut LGBT sebagai penyakit kejiwaan di Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) edisi III pada 1993.

Data-data di atas telah menunjukkan baik secara ilmiah maupun yuridis, ada perkembangan yang cukup positif pada aspek untuk memberi ruang yang setara kepada kaum LBGT. Gagasan tersebut koheren dengan kajian ilmiah bagaimana seorang individu tercipta sebagai LGBT. Memang banyak teori yang menjelaskan perkembangan orientasi seksual sejak perkembangan saraf janin. Jadi ini lebih merujuk pada persoalan genetik ketimbang faktor lingkungan eksternal.

Dalam penelitian yang dilakuan berpuluh tahun itu menunjukan area kecil di hipotalamus otak pada laki-laki homoseksual ukurannya dua kali lebih besar dibandingkan laki-laki heteroseksual. Sementara tidak ada bukti kuat jika homoseksual ditimbulkan dari pengaruh lingkungan dan proses belajar. Gagasan inilah yang kemudian menjadi viral, dari pertanyaan retorik seorang youtuber sekaligus mentalis terkenal Dedy Cobuzier dalam podcast-nya, “Bisa nggak kamu membuat saya menjadi gay?” Pertanyaan yang diajukannya kepada pasangan gay Ragil Mahardika dan Frederik Bollert yang menjadi tamu acara talk show-nya tersebut. 

Dan memang penelitian-penelitian ilmiah menemukan otak manusia dapat membentuk sifat maskulin atau juga feminin. Ini terlepas dari bentuk seksual fisik yang diwakili oleh organ vagina atau penis. Maka, LGBT cukup jelas dalam hal ini adalah kehendak Sang Pencipta. Mirip seperti seseorang yang dilahirkan cacat sebagai manusia cebol atau buta warna misalnya.

Harapan Sembuh Penderita Kanker Semakin Besar

Dalam masyarakat timur yang konservatif dan cenderung kaku, hidup lebih sering dibawa pada urusan benar atau salah dan surga atau neraka belaka. Dan orang-orang sangat percaya diri untuk menorehkan garis batas yang sangat jelas di antara keduanya. Aspek sains yang sangat kuat pada fenomena LGBT sulit mendapat ruang melawan persepsi agamis yang otoriter.

Ukuran normal pun diciptakan hanya atas dasar kuantitas dan angka-angka. Begitu berbeda dengan yang “normal” maka itu dekat dengan dosa dan jauh dari Tuhan. Bahkan mereka layak dihujat, dinistakan pun dihukum karena “aib” yang dibuatnya telah menodai kesucian hidup bersama. Padahal, dalam fenomena alam semesta, kita selalu diatur oleh apa yang disebut sebagai kurva normal.

Artinya meskipun sebagian besar dari manusia adalah heteroseksual, namun dalam jumlah yang sangat kecil yang ekstrim ada fenomena homoseksual, entah itu gay ataupun lesbian. Dan tentu saja itu bukan dosa dan kesalahan. Satu-satunya yang membuat kaum LGBT boleh dipersalahkan adalah hanya ketika mereka melanggar hukum sebagai aturan hidup bernegara dan bermasyarakat. Sebagai contoh misalnya, memaksakan kehendaknya kepada yang lain untuk berhubungan seksual. Hal yang tentu saja juga juga berlaku pada kaum heteroseksual. Maka dalam hal ini, jelas ada kesetaraan warga negara di depan hukum.

Sir Elton John atau Ragil Mahardika dan kaum LGBT yang lain, memiliki jalan tersendiri dan sangat pribadi dalam kehidupannya. Mereka tidak pernah merugikan siapapun. Bahkan Elton John kita ketahui bersama, memiliki sebuah yayasan yang didedikasikannya untuk mengatasi persoalan epidemi Aids dunia yang didirikannya sejak tahun 1992. Ini tentu saja belum termasuk berbagai kegiatan amalnya dari panggung musik yang telah menolong dan menginspirasi jutaan warga bumi.

Maka, seharusnya agama bukanlah alat untuk memberi stigma namun stigmalah yang harus dihapus oleh agama. [T]     

Tags: homoseksualLGBTsex
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tutur Pohon Cara Bali Tradisi: Hyang Menumbuhkan Hidup

Next Post

Konversi Agama, Jangan Anggap Biasa

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails
Next Post
Konversi Agama, Jangan Anggap Biasa

Konversi Agama, Jangan Anggap Biasa

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co