14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harapan Sembuh Penderita Kanker Semakin Besar

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
November 5, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Saya kembali menulis tentang panyakit kanker, kali ini dengan harapan kesembuhan yang semakin besar. Beberapa hari lalu, mantan presiden bapak Susilo Bambang Yudhoyuno (SBY), mengumumkan dirinya didiagnosis penyakit kanker prostat stadium awal dan akan menjalani terapi intensif dan mutakhir di Amerika Serikat. Saya sendiri, memiki beberapa keluarga yang menderita penyakit kanker, saat ini ada yang sudah sembuh dan ada yang sedang menjalani pengobatan.

Pada kasus Pak SBY, saya menuliskan dua hal penting, yaitu penyakit stadium dini dan terapi mutakhir. Secara medis, kedua keadaan ini memang memberi kontribusi yang besar untuk kesembuhan pasien. Tentu saja masih ada berbagai variabel lain yang juga berperan, seperti jenis dari penyakit kanker itu sendiri. Kanker darah golongan leukemia akut myeloid misalnya, sampai saat ini angka kesembuhannya masih sangat rendah. Kecuali di sejumlah negara maju yang telah melakukan terapi standar cangkok sumsum tulang atau terapi sel induk, tingkat kesembuhannya sudah meningkat secara signifikan.

Sementara leukemia akut limfoblastik, terutama pada anak-anak, dengan kemoterapi standar penyembuhannya saat ini bisa mencapai 90%. Bahkan leukemia kronik, berkat pemberian terapi target, hasilnya sangat menggembirakan. Obatnya pun sudah bisa kita berikan di tingkat kabupaten dengan jaminan BPJS. Begitu pula, penyakit kanker payudara dan getah bening dengan terapi optimal penyembuhannya semakin baik.

Deteksi Dini  

Meskipun kita berharap dapat menemukan penyakit kanker pada stadium dini, namun tidak semua jenis kanker selalu bisa dideteksi sejak dini. Fakta baiknya, semakin banyak jenis penyakit kanker saat ini bisa diantisipasi sejak awal. Kanker leher rahim (karsinoma serviks) misalnya, selain bisa ditemukan saat baru saja ada gelagat pertumbuhan sel abnormal (atipik) juga bisa dicegah jika penyebabnya adalah sejenis virus, dalam hal ini human papilloma virus (HPV) dengan pemberian vaksinasi.

Deteksi kanker leher rahim dengan sangat mudah dilakukan melalui pemeriksaan sederhana yang dikenal dengan pemeriksaan pap smear, yaitu mengambil sampel sel leher rahim untuk diperiksa di bawah mikroskop. Demikian juga kanker payudara, dengan pemeriksaan mammografi, akan dapat ditemukan pada tahap yang masih sangat dini. Di samping itu, saat ini semakin banyak ditemukan petanda tumor (tumor marker) yang dapat menjadi petunjuk awal kita untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika tak bisa dicegah, sebisa mungkin penyakit kanker disadari dan kemudian diterapi sedini mungkin. Meskipun kesembuhan selalu memerlukan restu dari Tuhan sang pencipta, namun setidaknya kita telah melaksanakan upaya medis terbaik. Dan memang itulah tugas kita, dokter, pasien dan keluarganya.

Terapi Optimal

Hal terberat yang dihadapi dan sering kali menjadi hambatan untuk kemudian semangat berobat adalah rasa syok dan hati gentar menghadapi penykit kanker. Penyakit ini faktanya telah menghadirkan horor dan persepsi kemustahilan untuk sembuh. Wajar saja kemudian penderita dan keluarganya belum apa-apa sudah menyerah secara medis dan cenderung beralih kepada pilihan-pilihan terapi alternatif, padahal secara medis tingkat kesembuhan terapi penyakit kanker semakin baik saat ini.

Memang jika dibandingkan dengan metode terapi penyakit lain, pengobatan penyakit kanker memerlukan ekstra daya tahan, kesabaran dan kebesaran jiwa. Namun itulah yang harus dijalani untuk mendapatkan kesembuhan. Terapi kanker yang disebut kemoterapi, memang memliki jadwal sangat fix dan ketat, oleh karenanya pasien, keluarganya dan tim medis harus kompak dan selalu saling mendukung. Jangan lupa di samping kemoterapi, kadang kala pasien juga harus menjalani terapi kombinasi pembedahan dan penyinaran.

Saat ini sudah semakin banyak ditemukan metode pengobatan yang dikenal sebagai terapi target yaitu obat yang bekerja fokus dalam menghambat mutasi kelompok sel yang salah dan mencegah terbentuknya sel-sel ganas. Selain cara pemberiannya lebih praktis, efek sampingnya juga lebih minimal. Dan seperti telah disebutkan di atas, di sejumlah negara maju dan modern, terapi penyakit kanker sudah lebih paripurna dan mendasar dengan diterapkannya terapi cangkok sumsum tulang dan sel punca atau sel induk (stem cell).  

Dukungan Keluarga

Dukungan pemerintah untuk penderita penyakit kanker sangat terasa manfaatnya dari tanggungan BPJS. Fasilitas RS pun terus bertambah guna meningkatkan optimalisasi pengobatan penyakit kanker dalam pelayanan penyakit kanker terpadu yang melibatkan berbagai disiplin ilmu. Yang tak kalah pentingnya dalam penyembuhan penyakit kanker pasien adalah dukungan keluarga. Tidak hanya dalam menyetujui skema terapi yang disarankan, pun dukungan psikologis yang penuh kehangatan agar pasien dengan tetap semangat dan penuh harapan mengikuti prosedur pengobatan yang cukup melelahkan itu.

Sering kali yang terjadi justru psikologis keluarga yang ikut hancur dan hal ini tentu saja menghambat langkah-langkah tegar dan semangat untuk mendampingi pasien yang memerlukan terapi. Kita sangat meyakini, pikiran itu memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap energi yang menjadi roh tubuh manusia. Dan vibrasi energi positif maupun negatif dengan mudah bisa menyebar kepada orang-orang terdekat.

Untuk itu, modal utama keluarga saat mendampingi pasien penyakit kanker adalah energi positif yang mesti selalu terjaga. Ada elemen kebesaran jiwa, rasa ikhlas dan semangat untuk berhasi dalam energi positif tersebut. Rohaniwan Ajahn Brahmn menuliskannya dengan sangat baik, “Saat raga sakit, biarlah pikiran kita tetap sehat.” Pikiran yang baik, tak hanya dapat membantu sistem organ tubuh dapat bekerja lebih baik, namun tidak menutup kemungkinan juga mampu mengembalikan mutasi sel yang salah kembali ke jalan yang benar. [T]

Tags: dokterkesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

KTT Perubahan Iklim, Modernisme yang Bersahabat dengan Alam

Next Post

Pohon Kini, Teater Mini | “Korban” di Festival Seni Bali Jani

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Pohon Kini, Teater Mini | “Korban” di Festival Seni Bali Jani

Pohon Kini, Teater Mini | “Korban” di Festival Seni Bali Jani

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co