2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harapan Sembuh Penderita Kanker Semakin Besar

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
November 5, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Saya kembali menulis tentang panyakit kanker, kali ini dengan harapan kesembuhan yang semakin besar. Beberapa hari lalu, mantan presiden bapak Susilo Bambang Yudhoyuno (SBY), mengumumkan dirinya didiagnosis penyakit kanker prostat stadium awal dan akan menjalani terapi intensif dan mutakhir di Amerika Serikat. Saya sendiri, memiki beberapa keluarga yang menderita penyakit kanker, saat ini ada yang sudah sembuh dan ada yang sedang menjalani pengobatan.

Pada kasus Pak SBY, saya menuliskan dua hal penting, yaitu penyakit stadium dini dan terapi mutakhir. Secara medis, kedua keadaan ini memang memberi kontribusi yang besar untuk kesembuhan pasien. Tentu saja masih ada berbagai variabel lain yang juga berperan, seperti jenis dari penyakit kanker itu sendiri. Kanker darah golongan leukemia akut myeloid misalnya, sampai saat ini angka kesembuhannya masih sangat rendah. Kecuali di sejumlah negara maju yang telah melakukan terapi standar cangkok sumsum tulang atau terapi sel induk, tingkat kesembuhannya sudah meningkat secara signifikan.

Sementara leukemia akut limfoblastik, terutama pada anak-anak, dengan kemoterapi standar penyembuhannya saat ini bisa mencapai 90%. Bahkan leukemia kronik, berkat pemberian terapi target, hasilnya sangat menggembirakan. Obatnya pun sudah bisa kita berikan di tingkat kabupaten dengan jaminan BPJS. Begitu pula, penyakit kanker payudara dan getah bening dengan terapi optimal penyembuhannya semakin baik.

Deteksi Dini  

Meskipun kita berharap dapat menemukan penyakit kanker pada stadium dini, namun tidak semua jenis kanker selalu bisa dideteksi sejak dini. Fakta baiknya, semakin banyak jenis penyakit kanker saat ini bisa diantisipasi sejak awal. Kanker leher rahim (karsinoma serviks) misalnya, selain bisa ditemukan saat baru saja ada gelagat pertumbuhan sel abnormal (atipik) juga bisa dicegah jika penyebabnya adalah sejenis virus, dalam hal ini human papilloma virus (HPV) dengan pemberian vaksinasi.

Deteksi kanker leher rahim dengan sangat mudah dilakukan melalui pemeriksaan sederhana yang dikenal dengan pemeriksaan pap smear, yaitu mengambil sampel sel leher rahim untuk diperiksa di bawah mikroskop. Demikian juga kanker payudara, dengan pemeriksaan mammografi, akan dapat ditemukan pada tahap yang masih sangat dini. Di samping itu, saat ini semakin banyak ditemukan petanda tumor (tumor marker) yang dapat menjadi petunjuk awal kita untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika tak bisa dicegah, sebisa mungkin penyakit kanker disadari dan kemudian diterapi sedini mungkin. Meskipun kesembuhan selalu memerlukan restu dari Tuhan sang pencipta, namun setidaknya kita telah melaksanakan upaya medis terbaik. Dan memang itulah tugas kita, dokter, pasien dan keluarganya.

Terapi Optimal

Hal terberat yang dihadapi dan sering kali menjadi hambatan untuk kemudian semangat berobat adalah rasa syok dan hati gentar menghadapi penykit kanker. Penyakit ini faktanya telah menghadirkan horor dan persepsi kemustahilan untuk sembuh. Wajar saja kemudian penderita dan keluarganya belum apa-apa sudah menyerah secara medis dan cenderung beralih kepada pilihan-pilihan terapi alternatif, padahal secara medis tingkat kesembuhan terapi penyakit kanker semakin baik saat ini.

Memang jika dibandingkan dengan metode terapi penyakit lain, pengobatan penyakit kanker memerlukan ekstra daya tahan, kesabaran dan kebesaran jiwa. Namun itulah yang harus dijalani untuk mendapatkan kesembuhan. Terapi kanker yang disebut kemoterapi, memang memliki jadwal sangat fix dan ketat, oleh karenanya pasien, keluarganya dan tim medis harus kompak dan selalu saling mendukung. Jangan lupa di samping kemoterapi, kadang kala pasien juga harus menjalani terapi kombinasi pembedahan dan penyinaran.

Saat ini sudah semakin banyak ditemukan metode pengobatan yang dikenal sebagai terapi target yaitu obat yang bekerja fokus dalam menghambat mutasi kelompok sel yang salah dan mencegah terbentuknya sel-sel ganas. Selain cara pemberiannya lebih praktis, efek sampingnya juga lebih minimal. Dan seperti telah disebutkan di atas, di sejumlah negara maju dan modern, terapi penyakit kanker sudah lebih paripurna dan mendasar dengan diterapkannya terapi cangkok sumsum tulang dan sel punca atau sel induk (stem cell).  

Dukungan Keluarga

Dukungan pemerintah untuk penderita penyakit kanker sangat terasa manfaatnya dari tanggungan BPJS. Fasilitas RS pun terus bertambah guna meningkatkan optimalisasi pengobatan penyakit kanker dalam pelayanan penyakit kanker terpadu yang melibatkan berbagai disiplin ilmu. Yang tak kalah pentingnya dalam penyembuhan penyakit kanker pasien adalah dukungan keluarga. Tidak hanya dalam menyetujui skema terapi yang disarankan, pun dukungan psikologis yang penuh kehangatan agar pasien dengan tetap semangat dan penuh harapan mengikuti prosedur pengobatan yang cukup melelahkan itu.

Sering kali yang terjadi justru psikologis keluarga yang ikut hancur dan hal ini tentu saja menghambat langkah-langkah tegar dan semangat untuk mendampingi pasien yang memerlukan terapi. Kita sangat meyakini, pikiran itu memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap energi yang menjadi roh tubuh manusia. Dan vibrasi energi positif maupun negatif dengan mudah bisa menyebar kepada orang-orang terdekat.

Untuk itu, modal utama keluarga saat mendampingi pasien penyakit kanker adalah energi positif yang mesti selalu terjaga. Ada elemen kebesaran jiwa, rasa ikhlas dan semangat untuk berhasi dalam energi positif tersebut. Rohaniwan Ajahn Brahmn menuliskannya dengan sangat baik, “Saat raga sakit, biarlah pikiran kita tetap sehat.” Pikiran yang baik, tak hanya dapat membantu sistem organ tubuh dapat bekerja lebih baik, namun tidak menutup kemungkinan juga mampu mengembalikan mutasi sel yang salah kembali ke jalan yang benar. [T]

Tags: dokterkesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

KTT Perubahan Iklim, Modernisme yang Bersahabat dengan Alam

Next Post

Pohon Kini, Teater Mini | “Korban” di Festival Seni Bali Jani

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pohon Kini, Teater Mini | “Korban” di Festival Seni Bali Jani

Pohon Kini, Teater Mini | “Korban” di Festival Seni Bali Jani

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co