12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Jaswanto by Jaswanto
April 14, 2023
in Khas
Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Upacara Ngangkid Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali | Dok. Kardian Narayana

AKHIRNYA UPACARA yang ditunggu-tunggu (upacara ini dilakukan lima tahun sekali) itu terlaksana juga. Pagi-pagi sekali, seorang yang bertugas sebagai Balian Pengangkidan (pemuka agama yang mengantarkan upacara) harus segera menuju ke Pura Dalem—ia harus memohon izin untuk membuat bendungan di sungai.

Sementara itu, di tempat lain, nyaris bersamaan, seseorang sedang menulis lau-lau, semacam surat permohonan agar roh itu diterima di alam baka. “Lau-lau ini lengkap, ada nama serta permohonan untuk mendapatkan tempat di alam sana,” terang Wayan Sukrata, Dane Balian Pengangkidan, Desa Pedawa.

Ya, pada Senin pagi, 10 April 2023, di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, sedang berlangsung tradisi Ngangkid, salah satu tradisi sakral dan unik yang ada di Bali.

Ngangkid sendiri berasal dari kata angkid yang berarti angkat. Artinya, secara sederhana, Ngangkid bisa dikatakan sebagai upacara penyucian roh.

Dalam tradisi Ngangkid, ayam disimbolkan sebagai pengangkat roh. Ayam itu dihanyutkan ke air mengalir menuju bendungan untuk menjemput roh-roh orang yang sudah meninggal dengan disertai doa-doa. Sedangkan ayam yang digunakan, tentu saja, bukan sembarang ayam. Ia harus jenis Biing Gerungsang dan betina Bulu Lasan.

Ayam yang hendak dihanyutkan di air mengalir / Foto: Kardian Narayana

Di sanggah kemulan ada yang metanding (menata) banten sia pang sia (9×9). (Ada 9 sarana banten dalam tradisi Ngangkid.) Satu sarana banten itu dibuat menjadi 9 bagian. Tapi, ada juga yang menafsirkan sia pang sia itu menjadi 81. Namun, sebetulnya, 9 itu arah mata angin. Sebab banten ini digunakan sebagai petunjuk arah sang roh menuju ke alam baka.

Menurut keterangan Dane Balian Pengangkidan Desa Pedawa, 9 sarana banten itu memang agak sulit membuatnya. Sebab, beberapa isiannya sulit untuk didapatkan.  “(Isinya) ada daging babi hutan (kalau tidak ada boleh diganti kulitnya), daging rusa atau kulitnya, ikan kuyuh (ikan ini harus dari danau. Dulu bisa dari Tamblingan kalau sekarang sudah di Batur), Nyalian dari danau, udang sungai, ikan teri, ikan asin sudang, telur itik dan daging babi peliharaan. Orang yang nanding juga tidak boleh sembarangan,” ujarnya.

Kunduh / Foto: Kadian Narayana

Upacara Ngangkid dilakukan berdasarkan Lontar Bima Swarga yang bercerita tentang Bima yang menyelamatkan roh orangtuanya: Pandu dan Dewi Madri. Bima mengangkat roh Pandu dan Dewi Madri dari alam neraka. Dalam perjalanannya, ia ditemani oleh Merdah dan Tualen.

“Saat meninggal manusia diyakini menuju alam neraka terlebih dahulu sebelum ia hidup bahagia di alam surga. Untuk menemukan jalan kebahagiaan di alam itu, roh mereka harus diangkat dari kawah sungai itu lewat upacara ngangkid yang dilakukan oleh keluarga masing-masing,” jelas Wayan Sukrata.

Ngangkid bukan Ngaben

Seringkali tradisi ini disetarakan (atau disamakan secara serampangan) dengan upacara Pitra Yadnya, Ngaben, di Bali. Padahal, upacara Ngangkid menempati tingkatan upacara yang lebih tinggi dari Ngaben.

Menurut Sukrata, penafsiran upacara Ngangkid yang disamakan dengan upacara Ngaben itu jelas keliru. Ngangkid bukan upacara Ngaben seperti yang orang pikirkan. Ngangkid di Pedawa setara dengan prosesi Nyekah. Yakni telah sampai pada level kedua.

“Ini bukan Ngaben. Ngangkid itu tingkatannya sama dengan Nyekah. Jadi, tingkatannya lebih tinggi. Kalau Ngaben di Pedawa setara dengan Mepegat. Bisa dibilang penyucian roh leluhur pada tingkat kedua. Tingkatan pertama adalah mepegat, tujuannya memisahkan badan jasmani dengan rohani. Kelanjutannya upacara yang kedua kalinya adalah prosesi penyucian roh,” tambahnya.

Dalam ritual Ngangkid, rangkaian pertama yang dilakukan adalah Pepegat. Ritual ini dilakukan seminggu sebelum hari H. Setelah itu baru ritual Ngangkid yang dilaksanakan di Tukad Pengangkidan.

Prosesi Ngangkid / Foto: Kardian Narayana

Terakhir, setelah prosesi Ngangkid usai, akan dilanjutkan dengan ritual Ngeluwer—ritual ini menggunakan media asap sebagai sarana utama. Ngeluwer dilakukan sehari setelah upacara Nagngkid. Percaya atau tidak ritual ini diyakini telah mengantarkan roh ke alam ketujuh atau surga.

Saat Ngeluwer akan dilakukan tahapan Ngabkabang Kunduh. Artinya, asap yang berasal dari perapian atau pengasapan diangin-anginkan pada kunduh atau simbolisasi dari roh tersebut. Kain pada kunduh itu dirobek tidak dibakar.

“Itu sebagai simbolisasi jiwa manusia yang dihantarkan melalui media asap. Kalau di desa lain ‘kan dibakar. Tapi, kalau di Pedawa, Kunduh itu dirobek, lalu diangin-anginkan di dekat perapian. Nah, tingkatan upacara Ngeluwer ini belum ada yang melakukannya di Bali, tapi kami sudah melakukannya sejak dulu,” terang Sukrata.[T]

Meyakini Hal Yang Tidak Terlihat dan Tidak Tertulis | Curahan Hati Anak Muda dari Pedawa
“Mepetokan” dari Desa Pedawa: Arena Perang Pantun Untuk Proses Pendewasaan Diri
“Pada Weng”, Kami Bangga dengan Desa Pedawa
Tags: balibali agabulelengDesa PedawaTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Next Post

Seni Memahat Diri | Catatan Workshop Gerak “Tubuh Setengah Jadi”

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Seni Memahat Diri | Catatan Workshop Gerak “Tubuh Setengah Jadi”

Seni Memahat Diri | Catatan Workshop Gerak “Tubuh Setengah Jadi”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co