22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Jaswanto by Jaswanto
April 14, 2023
in Khas
Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Upacara Ngangkid Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali | Dok. Kardian Narayana

AKHIRNYA UPACARA yang ditunggu-tunggu (upacara ini dilakukan lima tahun sekali) itu terlaksana juga. Pagi-pagi sekali, seorang yang bertugas sebagai Balian Pengangkidan (pemuka agama yang mengantarkan upacara) harus segera menuju ke Pura Dalem—ia harus memohon izin untuk membuat bendungan di sungai.

Sementara itu, di tempat lain, nyaris bersamaan, seseorang sedang menulis lau-lau, semacam surat permohonan agar roh itu diterima di alam baka. “Lau-lau ini lengkap, ada nama serta permohonan untuk mendapatkan tempat di alam sana,” terang Wayan Sukrata, Dane Balian Pengangkidan, Desa Pedawa.

Ya, pada Senin pagi, 10 April 2023, di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, sedang berlangsung tradisi Ngangkid, salah satu tradisi sakral dan unik yang ada di Bali.

Ngangkid sendiri berasal dari kata angkid yang berarti angkat. Artinya, secara sederhana, Ngangkid bisa dikatakan sebagai upacara penyucian roh.

Dalam tradisi Ngangkid, ayam disimbolkan sebagai pengangkat roh. Ayam itu dihanyutkan ke air mengalir menuju bendungan untuk menjemput roh-roh orang yang sudah meninggal dengan disertai doa-doa. Sedangkan ayam yang digunakan, tentu saja, bukan sembarang ayam. Ia harus jenis Biing Gerungsang dan betina Bulu Lasan.

Ayam yang hendak dihanyutkan di air mengalir / Foto: Kardian Narayana

Di sanggah kemulan ada yang metanding (menata) banten sia pang sia (9×9). (Ada 9 sarana banten dalam tradisi Ngangkid.) Satu sarana banten itu dibuat menjadi 9 bagian. Tapi, ada juga yang menafsirkan sia pang sia itu menjadi 81. Namun, sebetulnya, 9 itu arah mata angin. Sebab banten ini digunakan sebagai petunjuk arah sang roh menuju ke alam baka.

Menurut keterangan Dane Balian Pengangkidan Desa Pedawa, 9 sarana banten itu memang agak sulit membuatnya. Sebab, beberapa isiannya sulit untuk didapatkan.  “(Isinya) ada daging babi hutan (kalau tidak ada boleh diganti kulitnya), daging rusa atau kulitnya, ikan kuyuh (ikan ini harus dari danau. Dulu bisa dari Tamblingan kalau sekarang sudah di Batur), Nyalian dari danau, udang sungai, ikan teri, ikan asin sudang, telur itik dan daging babi peliharaan. Orang yang nanding juga tidak boleh sembarangan,” ujarnya.

Kunduh / Foto: Kadian Narayana

Upacara Ngangkid dilakukan berdasarkan Lontar Bima Swarga yang bercerita tentang Bima yang menyelamatkan roh orangtuanya: Pandu dan Dewi Madri. Bima mengangkat roh Pandu dan Dewi Madri dari alam neraka. Dalam perjalanannya, ia ditemani oleh Merdah dan Tualen.

“Saat meninggal manusia diyakini menuju alam neraka terlebih dahulu sebelum ia hidup bahagia di alam surga. Untuk menemukan jalan kebahagiaan di alam itu, roh mereka harus diangkat dari kawah sungai itu lewat upacara ngangkid yang dilakukan oleh keluarga masing-masing,” jelas Wayan Sukrata.

Ngangkid bukan Ngaben

Seringkali tradisi ini disetarakan (atau disamakan secara serampangan) dengan upacara Pitra Yadnya, Ngaben, di Bali. Padahal, upacara Ngangkid menempati tingkatan upacara yang lebih tinggi dari Ngaben.

Menurut Sukrata, penafsiran upacara Ngangkid yang disamakan dengan upacara Ngaben itu jelas keliru. Ngangkid bukan upacara Ngaben seperti yang orang pikirkan. Ngangkid di Pedawa setara dengan prosesi Nyekah. Yakni telah sampai pada level kedua.

“Ini bukan Ngaben. Ngangkid itu tingkatannya sama dengan Nyekah. Jadi, tingkatannya lebih tinggi. Kalau Ngaben di Pedawa setara dengan Mepegat. Bisa dibilang penyucian roh leluhur pada tingkat kedua. Tingkatan pertama adalah mepegat, tujuannya memisahkan badan jasmani dengan rohani. Kelanjutannya upacara yang kedua kalinya adalah prosesi penyucian roh,” tambahnya.

Dalam ritual Ngangkid, rangkaian pertama yang dilakukan adalah Pepegat. Ritual ini dilakukan seminggu sebelum hari H. Setelah itu baru ritual Ngangkid yang dilaksanakan di Tukad Pengangkidan.

Prosesi Ngangkid / Foto: Kardian Narayana

Terakhir, setelah prosesi Ngangkid usai, akan dilanjutkan dengan ritual Ngeluwer—ritual ini menggunakan media asap sebagai sarana utama. Ngeluwer dilakukan sehari setelah upacara Nagngkid. Percaya atau tidak ritual ini diyakini telah mengantarkan roh ke alam ketujuh atau surga.

Saat Ngeluwer akan dilakukan tahapan Ngabkabang Kunduh. Artinya, asap yang berasal dari perapian atau pengasapan diangin-anginkan pada kunduh atau simbolisasi dari roh tersebut. Kain pada kunduh itu dirobek tidak dibakar.

“Itu sebagai simbolisasi jiwa manusia yang dihantarkan melalui media asap. Kalau di desa lain ‘kan dibakar. Tapi, kalau di Pedawa, Kunduh itu dirobek, lalu diangin-anginkan di dekat perapian. Nah, tingkatan upacara Ngeluwer ini belum ada yang melakukannya di Bali, tapi kami sudah melakukannya sejak dulu,” terang Sukrata.[T]

Meyakini Hal Yang Tidak Terlihat dan Tidak Tertulis | Curahan Hati Anak Muda dari Pedawa
“Mepetokan” dari Desa Pedawa: Arena Perang Pantun Untuk Proses Pendewasaan Diri
“Pada Weng”, Kami Bangga dengan Desa Pedawa
Tags: balibali agabulelengDesa PedawaTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Next Post

Seni Memahat Diri | Catatan Workshop Gerak “Tubuh Setengah Jadi”

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Seni Memahat Diri | Catatan Workshop Gerak “Tubuh Setengah Jadi”

Seni Memahat Diri | Catatan Workshop Gerak “Tubuh Setengah Jadi”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co