2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Jaswanto by Jaswanto
April 14, 2023
in Khas
Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa

Upacara Ngangkid Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali | Dok. Kardian Narayana

AKHIRNYA UPACARA yang ditunggu-tunggu (upacara ini dilakukan lima tahun sekali) itu terlaksana juga. Pagi-pagi sekali, seorang yang bertugas sebagai Balian Pengangkidan (pemuka agama yang mengantarkan upacara) harus segera menuju ke Pura Dalem—ia harus memohon izin untuk membuat bendungan di sungai.

Sementara itu, di tempat lain, nyaris bersamaan, seseorang sedang menulis lau-lau, semacam surat permohonan agar roh itu diterima di alam baka. “Lau-lau ini lengkap, ada nama serta permohonan untuk mendapatkan tempat di alam sana,” terang Wayan Sukrata, Dane Balian Pengangkidan, Desa Pedawa.

Ya, pada Senin pagi, 10 April 2023, di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, sedang berlangsung tradisi Ngangkid, salah satu tradisi sakral dan unik yang ada di Bali.

Ngangkid sendiri berasal dari kata angkid yang berarti angkat. Artinya, secara sederhana, Ngangkid bisa dikatakan sebagai upacara penyucian roh.

Dalam tradisi Ngangkid, ayam disimbolkan sebagai pengangkat roh. Ayam itu dihanyutkan ke air mengalir menuju bendungan untuk menjemput roh-roh orang yang sudah meninggal dengan disertai doa-doa. Sedangkan ayam yang digunakan, tentu saja, bukan sembarang ayam. Ia harus jenis Biing Gerungsang dan betina Bulu Lasan.

Ayam yang hendak dihanyutkan di air mengalir / Foto: Kardian Narayana

Di sanggah kemulan ada yang metanding (menata) banten sia pang sia (9×9). (Ada 9 sarana banten dalam tradisi Ngangkid.) Satu sarana banten itu dibuat menjadi 9 bagian. Tapi, ada juga yang menafsirkan sia pang sia itu menjadi 81. Namun, sebetulnya, 9 itu arah mata angin. Sebab banten ini digunakan sebagai petunjuk arah sang roh menuju ke alam baka.

Menurut keterangan Dane Balian Pengangkidan Desa Pedawa, 9 sarana banten itu memang agak sulit membuatnya. Sebab, beberapa isiannya sulit untuk didapatkan.  “(Isinya) ada daging babi hutan (kalau tidak ada boleh diganti kulitnya), daging rusa atau kulitnya, ikan kuyuh (ikan ini harus dari danau. Dulu bisa dari Tamblingan kalau sekarang sudah di Batur), Nyalian dari danau, udang sungai, ikan teri, ikan asin sudang, telur itik dan daging babi peliharaan. Orang yang nanding juga tidak boleh sembarangan,” ujarnya.

Kunduh / Foto: Kadian Narayana

Upacara Ngangkid dilakukan berdasarkan Lontar Bima Swarga yang bercerita tentang Bima yang menyelamatkan roh orangtuanya: Pandu dan Dewi Madri. Bima mengangkat roh Pandu dan Dewi Madri dari alam neraka. Dalam perjalanannya, ia ditemani oleh Merdah dan Tualen.

“Saat meninggal manusia diyakini menuju alam neraka terlebih dahulu sebelum ia hidup bahagia di alam surga. Untuk menemukan jalan kebahagiaan di alam itu, roh mereka harus diangkat dari kawah sungai itu lewat upacara ngangkid yang dilakukan oleh keluarga masing-masing,” jelas Wayan Sukrata.

Ngangkid bukan Ngaben

Seringkali tradisi ini disetarakan (atau disamakan secara serampangan) dengan upacara Pitra Yadnya, Ngaben, di Bali. Padahal, upacara Ngangkid menempati tingkatan upacara yang lebih tinggi dari Ngaben.

Menurut Sukrata, penafsiran upacara Ngangkid yang disamakan dengan upacara Ngaben itu jelas keliru. Ngangkid bukan upacara Ngaben seperti yang orang pikirkan. Ngangkid di Pedawa setara dengan prosesi Nyekah. Yakni telah sampai pada level kedua.

“Ini bukan Ngaben. Ngangkid itu tingkatannya sama dengan Nyekah. Jadi, tingkatannya lebih tinggi. Kalau Ngaben di Pedawa setara dengan Mepegat. Bisa dibilang penyucian roh leluhur pada tingkat kedua. Tingkatan pertama adalah mepegat, tujuannya memisahkan badan jasmani dengan rohani. Kelanjutannya upacara yang kedua kalinya adalah prosesi penyucian roh,” tambahnya.

Dalam ritual Ngangkid, rangkaian pertama yang dilakukan adalah Pepegat. Ritual ini dilakukan seminggu sebelum hari H. Setelah itu baru ritual Ngangkid yang dilaksanakan di Tukad Pengangkidan.

Prosesi Ngangkid / Foto: Kardian Narayana

Terakhir, setelah prosesi Ngangkid usai, akan dilanjutkan dengan ritual Ngeluwer—ritual ini menggunakan media asap sebagai sarana utama. Ngeluwer dilakukan sehari setelah upacara Nagngkid. Percaya atau tidak ritual ini diyakini telah mengantarkan roh ke alam ketujuh atau surga.

Saat Ngeluwer akan dilakukan tahapan Ngabkabang Kunduh. Artinya, asap yang berasal dari perapian atau pengasapan diangin-anginkan pada kunduh atau simbolisasi dari roh tersebut. Kain pada kunduh itu dirobek tidak dibakar.

“Itu sebagai simbolisasi jiwa manusia yang dihantarkan melalui media asap. Kalau di desa lain ‘kan dibakar. Tapi, kalau di Pedawa, Kunduh itu dirobek, lalu diangin-anginkan di dekat perapian. Nah, tingkatan upacara Ngeluwer ini belum ada yang melakukannya di Bali, tapi kami sudah melakukannya sejak dulu,” terang Sukrata.[T]

Meyakini Hal Yang Tidak Terlihat dan Tidak Tertulis | Curahan Hati Anak Muda dari Pedawa
“Mepetokan” dari Desa Pedawa: Arena Perang Pantun Untuk Proses Pendewasaan Diri
“Pada Weng”, Kami Bangga dengan Desa Pedawa
Tags: balibali agabulelengDesa PedawaTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!

Next Post

Seni Memahat Diri | Catatan Workshop Gerak “Tubuh Setengah Jadi”

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Seni Memahat Diri | Catatan Workshop Gerak “Tubuh Setengah Jadi”

Seni Memahat Diri | Catatan Workshop Gerak “Tubuh Setengah Jadi”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co